Rabu, 12 Juni 2019

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lantik Eka Supriatmaja sebagai Bupati Bekasi

Mitrapolisi.co.id/

KOTA BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atas nama Presiden Republik Indonesia melantik Eka Supriatmaja sebagai Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan 2017-2022. Pelantikan berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (12/6/19).

Pelantikan ini berdadarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 131.32-1192 Tahun 2019 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Bekasi Provinsi Jawa Barat atas nama Eka Supriaatmaja. Ditetapkan di Jakarta, 24 Mei 2019.

Sebelumnya Eka menjabat sebagai Wakil Bupati Bekasi mendampingi Neneng Hasanah Yasin yang berhalangan tetap. Kemudian sesuai dengan ketentuan yang berlaku Eka diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi.

Pada Maret 2019 lalu, Neneng pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Bekasi karena ingin fokus menjalani proses hukumnya. Setelah mendapatkan keputusan berkekuatan hukum tetap atau inkrah dari pengadilan pada 29 Mei 2019 lalu, sesuai aturan yang berlaku Eka pun harus dilantik menjadi Bupati Bekasi definitif.

Dalam amanatnya, Emil -- sapaan akrab Ridwan Kamil menuturkan kepada Eka, bahwa pelantikan tersebut sudah menjadi garis tangan dan takdir Allah SWT. Emil pun menilai jabatan Bupati ini adalah ujian bukan rezeki bagi Eka.

“Ini adalah ujian bukan rezeki. Karena tidak semua lulus dalam ujian,” tutur Emil.

“Jadi, saya doakan Bapak (Eka Supriatmaja) selamat dunia akhirat, khusnul hotimah, dan lulus ujian dari Allah dalam menerima kekuasaan,” doanya.

Emil juga mengingatkan Eka agar bisa menjalani jabatannya ini melalui tiga nilai,  yaitu integritas, melayani dengan hati, dan profesional. Tiga nilai ini menjadi syarat agar lulus dalam ujian mengemban amanah jabatan kekuasaan.

“Kenapa (jabatan) ujian? Karena harus dilalui dengan kehati-hatian dan tidak semuanya lulus,” ujar Emil.

“Syaratnya agar lulus ujian, jaga benteng integritas. Jangan sampai kejadian lagi (kasus korupsi), karena Bekasi ini proyeknya banyak, industrinya banyak, pasti godaan dari pihak ketiga banyak,” pesannya.

Terkait nilai melayani dengan hati, Emil meminta agar masalah pelayanan publik bisa menjadi perhatian terutama terkait infrastruktur jalan dan pengangguran yang masih tinggi di Kabupaten Bekasi. Padahal Kabupaten Bekasi merupakan daerah dimana banyak berdiri kawasan indusri.

“Ketiganya masalah profesionalisme harus ditingkatkan. Karena nanti yang namanya 4.0 itu justru di Bekasi 'panggungnya'. Karena industri kebanyakan ngumpul di sana (Bekasi),” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Emil juga mengingatkan agar dalam pemilihan Wakil Bupati mengedepankan musyawarah mufakat, sesuai dengan sila keempat Pancasila.

“Masalah wakil bupati silakan musyawarahkan, jangan bertengkar dan kita tunjukkan sila keempat (Pancasila). Musyawarah mufakat itu harus jadi suatu pegangan dalam memutuskan masalah politik dan kekuasaan,” kata Emil.

Sementara itu, Bupati Bekasi Eka Supriatmaja mengatakan bahwa pemerintahannya akan fokus terhadap masalah kebutuhan dasar warga. Di antaranya masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, termasuk ketenagakerjaan dan ekonomi kreatif.

“Kita akan fokus dalam beberapa hal. Masalah kebutuhan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, tadi juga terkait dengan ketenagakerjaan. Terus untuk selanjutnya ekonomi kreatif, termasuk infrastruktur,” ujar Eka usai acara pelantikan.

Terkait pendidikan, Eka mengaku bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Pemdaprov Jawa Barat agar peserta didik untuk jenjang pendidikan SMA/sederajat dapat digratiskan. Selain itu, akan ada upaya juga untuk membangun dan memperbaiki beberapa gedung sekolah.

“Pendidikan, kita rencananya bagaimana agar SMA/sederajat kita upayakan ke depan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi (Jawa Barat) untuk bagaimana menggratiskan,” katanya.

Eko juga berkomitmen agar pelayanan publik bisa dilakukan secara maksimal, sehingga akan ada dalam pengawasannya langsung.  “Pelayanan kepada masyarakat khususnya pelayanan publik juga menjadi prioritas, fokus saya saat ini. Kita ingin semuanya dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat harus maksimal dan saya akan terjun langsung untuk mengontronya,” akunya. 


Pengangguran Jadi Perhatian
GUBERNUR Ridwan Kamil menyatakan kesedihannya banyak warga lokal di Bekasi yang menjadi pengangguran. Namun, di sisi lain banyak kawasan industri yang berdiri di sana.

“Saya tidak mau dan sedih kalau dengar warga Bekasi sendiri merasa jadi tamu. Yang bekerja banyak dari provinsi lain, kebanyakan warga lokal hanya di level ujung,” kata Emil saat ditemui pada kesempatan yang sama.

Untuk itu, Emil berkomitmen akan memprioritaskan warga lokal untuk bekerja di industri-industri yang ada di Bekasi. Syaratnya, Emil akan membuat kebijakan agar setiap industri di Bekasi membuat teaching factory dimana para muridnya merupakan warga lokal.

“Kita bikin kebijakan memprioritaskan warga lokal, itu boleh. Kedua, mewajibkan pabrik pabrik itu bikin sekolah namanyateaching factory. Tapi yang menjadi murid di sana warga lokal, lulus di sana skill-nya meningkat, sesuai kebutuhan, sehingga bisa disalurkan,” tukasnya.

Sementara Bupati Eka mengaku untuk mengurangi pengangguran di daerahnya, Pemkab Bekasi akan menggelar berbagai pelatihan kerja. Selain itu, Eka akan menerapkan aturan yang mewajibkan industri untuk menerima warga lokal sebanyak 30 persen dari kebutuhan tenaga kerjanya.


“Ada regulasi juga di kita (Pemkab Bekasi), bahwa ada kewajiban bagi pengusaha terkait dengan izin juga nanti untuk berpartisipasi 30 persen bisa menerima tenaga lokal. Kalau memang (tenaga kerja lokal) belum mampu nanti diharapakan bisa dilatih biar mampu,” tukasnya.(arm)

Pemdaprov Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan Sapi Belgia

Mitrapolisi.co.id/

KOTA BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat menjajaki kerja sama dengan pemerintah Belgia untuk mengembangkan sapi di Jawa Barat. Kerja sama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat tanpa harus impor.

Sapi belgia atau belgium blue sudah dikenal ke seantero dunia memiliki kualitas daging nomor wahid. Gubernur Ridwan Kamil berharap perusahaan Belgia berinvestasi untuk mengembangbiakkan sapi di Jabar dengan kualitas daging yang sama seperti yang ada di Belgia.

“Yang paling saya titipkan adalah bisnis sapi. Sapi belgia terkenal ke seluruh dunia. Belgium blue ini gede-gede dan teknologinya kita akan fokuskan itu di jangka pendek,” ujar Gubernur, usai menerima Duta Besar Belgia untuk RI di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (12/6/19).

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menyadari kemampuan peternak lokal baru dapat menyuplai 30 persen dari kebutuhan daging masyarakat. Maka dari itu dia mencetuskan program  One Pesantren One Product (OPOP) disinergikan dengan pengembangan sapi belgia ini.

“Oleh karena itu, kami minta didatangkan perusahaan dari Belgia berinvestasi, melatih -- dan salah satunya dari Pak Uu (Wagub Jabar), karena Pak Uu pernah berkunjung ke Belgia -- adalah bagaimana program Satu Pesantren Satu Produk itu juga salah satu bisnisnya sapi,” ujar Emil yang didampingi Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum.

“Karena demand-nya tinggi sekali, ini sedang akan kami titipkan di jangka pendek,” sambungnya.

Duta Besar Belgia H.E. Stephane De Locker menyambut baik keinginan Pemdaprov Jawa Barat tersebut. Menurutnya, peternakan memang menjadi isu utama yang dibicarakan dalam pertemuannya dengan Gubernur Emil dan Wagub Uu Ruzhanul.

Bahkan, kata Stephane, Belgia sudah mengembangkan ternak di Indonesia yang berlokasi di Bogor. “Isu yang kami diskusikan juga adalah pengembangan kualitas ternak. Salah satu proyek yang sudah kami investasikan ada di Bogor,” ujar Stephane.

Stephane mengungkapkan bahwa dalam kunjungan kehormatan pertamanya bertemu Gubernur, dirinya mendapat banyak sekali penjelasan terkait keunggulan yang dimiliki Jawa Barat.

“Kebahagian bagi saya untuk kunjungan kehormatan kepada Gubernur Jawa Barat untuk pertama kalinya, dan berkunjung ke kota Bandung yang indah ini,” ucap Stephane.

Menurut Stephane, ada berbagai proyek dan langkah inisiatif yang dibuat Emil dan akan membuat masa depan Jawa Barat bersinar. Poin penting dalam pertemuan Stephane dengan Emil adalah komitmen mempererat hubungan kerja sama jangka panjang antara Jabar-Belgia.

“Ada beberapa proyek serta inisiatif yang bisa membuat masa depan Jawa Barat bersinar,” tuturnya.

“Dan poin kami dalam pertemuan ini adalah kami punya hubungan jangka panjang dengan gubernur, hubungan jangka panjang antara daerah di Belgia dengan Jawa Barat dan Bandung,” jelas Stephane.

Dia menambahkan, Oktober 2019 nanti akan ada delegasi bisnis Belgia datang ke Jawa Barat. Ada banyak hal yang dapat dikerjasamakan, seperti di sektor infrastruktur, produk makanan halal, serta sektor industri lainnya.

“Di bulan Oktober akan datang delegasi penting bisnis Belgia ke Jawa Barat,” kata Stephane.

“Kunjungan delegasi Belgia nanti untuk berbagai sektor, seperti infrastruktur, produksi makanan, produk makanan halal, dan berbagai sektor industri lainnya yang bisa diaktifkan baik di Jawa Barat maupun Belgia,” sambungnya.


Rebana & Jabarano Cafe
SELAIN sapi Gubernur Ridwan Kamil juga membicarakan hal penting lain dengan Dubes a Stephane De Locker. Salah satunya mengenai minat Belgia untuk ikut berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus Segitiga Rebana.

“Tadi (dalam pertemuan) saya menawarkan Segitiga Rebana dan beliau (Dubes Stephane) tertarik, karena akan dijadikan kawasan ekonomi khusus, dalam waktu tiga atau empat bulan statusnya sedang difinalisasi oleh Kemenko Perekonomian,” ungkap Emil.

“Puluhan lokasi sudah siap, mudah-mudahan salah satunya bisa diambil investasinya oleh perusahaan dari Belgia,” harapnya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut Emil juga meminta Stephane memfasilitasi Pemdaprov Jawa Barat untuk membuat kedai kopi khusus Jawa Barat di Belgia.

“Terakhir saya meminta Pak Dubes membantu membuka Jabarano Cafe, diplomasi kopi-kopi Jawa barat di Belgia. Jadi, mau tukar balik diplomasinya seperti itu,” katanya.(arm)

Angka kecelakaan arus mudik dan balik tahun 2019 di Jawa Barat menurun

Mitrapolisi.co.id/

KOTA BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa angka kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran tahun 2019 menurun. Hal tersebut karena langkah antisipatif yang diambil Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat dan Pemerintah Pusat efektif.


“Secara statistik kecelakaan tahun lalu sekitar 1000-an, tahun ini hanya 400 orang. Yang meninggal dunia tahun lalu 227, sekarang sekisar 97. Jadi, sudah berkurang jauh,” katanya setelah menggelar rapat evaluasi arus mudik dan balik di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/6/2019).



Menurut Emil –demikian Ridwan Kamil disapa--, ada sedikit catatan yang mesti dibenahi untuk arus mudik dan balik tahun depan, yakni kepadatan di Priangan Timur. Maka itu, dia mengatakan bahwa proyek tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) bisa menjadi salah satu solusi.



Saat ini, kata Emil, tengah dilakukan proses pelelangan investasi proyek tol Cigatas. Emil menambahkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat guna mengakselerasi setiap proses proyek tersebut.



"Nah, ini evaluasi menandakan konsep one way berjalan dengan baik, konsep menutup rest area berjalan dengan baik, konsep melarang truk barang berlangsung dengan baik. Evaluasi yang agak kurang baik terjadi di jalur Priangan Timur,” ucapnya.



Pemdaprov Jawa Barat sendiri memperkirakan arus balik kali ini akan terus berlanjut sampai Kamis 13 Juni mendatang. Kendati begitu, Emil melaporkan bahwa pergerakan arus balik sudah mulai menurun. 



"Secara umum ada peningkatan di jalur tol, dan pengurangan pemudik yang naik sepeda motor," katanya.(arm)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa, saat menggelar rapat pimpinan

Mitrapolisi.co.id/


KOTA BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat mendapat bantuan dana sebesar 100 juta dollar Amerika atau sekisar Rp 1,4triliun dari Bank Dunia untuk menyelesaikan persoalan sampah Sungai Citarum yang memang jadi sorotan dunia. 


“Kita dapat dana dari Bank Dunia Rp 1,4triliun. Dalam waktu satu minggu ini, kita harus presentasi ke Pemerintah Pusat dan Bank Dunia, uang Rp 1,4triliun buat apa saja,” ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pasca menggelar rapat pimpinan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/6/2019). 


Menurut Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil--, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota/Kabupaten yang dilewati sungai Citarum. Koordinasi tersebut, kata dia, dilakukan untuk mengefisienkan dana bantuan itu dalam menyelesaikan persampahan sungai Citarum.


Emil menambahkan, dana tersebut akan digunakan untuk edukasi, menyiapkan infrastruktur wilayah, lokasi pemilihan sampah, serta menyiapkan teknologi terkait sampah, termasuk fasilitas daur ulang sampah menjadi bahan bakar.


"Baik untuk menambahi truk sampah, membenahi manajemen sampah, mengatur zona-zona daur ulang sampah, dan lain-lain," katanya.


Terkait fasilitas daur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar, Emil mengaku pihaknya tengah mencari lokasi strategis. Sedangkan untuk model teknologinya, masih dalam tahap pembahasan. Dia pun memastikan Pemdaprov Jawa Barat sangat terbuka dengan berbagai teknologi. 


"Teknologi apa pun bisa dipakai, yang penting bisa menuntaskan masalah sampah," ucapnya.


Kondisi sungai Citarum memang jadi keprihatinan dunia. Oleh karena itu, Bank Dunia bersedia mengeluarkan dana untuk mengatasinya. Persoalan sungai Citarum sendiri pun sudah menjadi perhatian Pemerintah Pusat. 


Progres penataan Citarum, kata Emil, tergolong baik. Apalagi, semenjak Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi salah satu elemen dalam masalah teknis. Pun saat ini, di sepanjang Sungai Citarum sudah tidak ada lagi pemukiman. (arm)

Selasa, 11 Juni 2019

Gelar Ekspedisi angkatan XX tahun 2019 UNIT SAR 0905 Gerakan Prammuka Kwarcab Garut.

Mitrapolisi.co.id/

Kegiatan Ekspedisi angkatan XX Unit SAR 0905 Gerakan Pramuka Kwarcab Garut tujuh belas di Situ Lembang, sejak tanggal 11-  16 Juni 2019. Ekspedisi tersebut merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh setiap calon anggota untuk memenuhi syarat menjadi anggota atau mendapatkan Nomor Register Anggota (NRA).

Ekspedisi angkatan XX Unit SAR 0905 Gerakan Pramuka Kwarcab Garut ini diikuti oleh 30 Orang.dengan lokasi expedisi Gunung Guntur Garut.

"Untuk expedisi ini jumlah pesertanya 30 orang, mereka yang mengikuti kegiatan ini mereka yang telah mengikuti tahapan2 dari mulai pendaftaran, samapta, diklat selama 1 minggu baik materi di kelas maupun di lapangan dan ditutup dengan kegiatan expedisi" ucap Ade  Yusuf S.Pd.I selaku ketua Unit SAR 0905 (11/6/2019).

Dia juga mengatakan, untuk ekspedisi ini juga bertujuan untuk melatih kecakapan navigasi darat, campcraft, survival dan ilmu alam lainnya yang wajib diaplikasikan oleh calon peserta agar ketika ada kondisi darurat, sanggup menguasai medan alam bebas sesungguhnya di lapangan.

"Titik awal pemberangkatan di sekretariat Gerakan Kwartir Cabang Garut jl. Kiansantang peserta jalan kaki naik ke Gunung Guntur Garut " ucap Soni Permana Furkon S.Ip selaku Waka Kebencanaan mewakili Ketua Kwartir Cabang Garut setelah melepas peserta.

"Kegiatan ini sebagai acara rutinitas yang masuk dalam program kerja Unit SAR itu sendiri setelah para calon ini peserta dididik dan dibimbing, dengan kegiatan expedisi ini para calon mempraktekan semua materi yang telah mereka dapat selama diklat" ucap soni.

Di lapangan, tambah dia, peserta akan dibagi menjadi dua  Search Rescue Unit (SRU). Masing-masing kelompok akan diberi titik kordinat dan target masing-masing dengan medan yang berbeda-beda.

Lebih lanjut dia mengatakan, peserta diharapkan bisa lebih menyempurnakan semua ilmu di alam bebas agar tetap bisa bertahan hidup apapun kondisinya dan selalu menemukan cara dalam keadaan darurat dengan cepat dan tepat, dimana nantinya  akan sangat mendukung dan selaras dengan tugas dan fungsi gerakan pramuka itu sendiri dan tidak menutup kemungkinan juga diturunkan dalam pelaksanaan operasi SAR sesuai dengan kualifikasi yang ada. Ungkapnya. (arm)

Senin, 10 Juni 2019

Penuhi Undangan MUI, Gubernur Ridwan Kamil dan Ustadz Rahmat Baequni Diskusi Membangun Umat

Mitrapolisi.co.id/

BANDUNG – Silaturahim dan Diskusi Umum bertema "Bersama Membangun Ummat", bersama Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, digelar menghadirkan Ketua MUI Jawa Barat KH Rahmat Syafei, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Ustadz Rahmat Baequni, di Bale Asri Pusdai Jabar, Jl. Diponegoro No. 63 Bandung, Senin (10/06/2019).

Pertemuan ini selain untuk mempererat ukhuwah Islamiyah juga membahas perkembangan arsitektur Islam di dunia termasuk perselisihan paham mengenai masjid Al-Safar yang terletak di KM 88 B tol Purbaleunyi, Purwakarta, Jawa Barat. Baik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil maupun Ustaz Rahmat Baequni telah memaparkan pandangannya tentang bentuk segitiga dan lingkaran yang terdapat di dalam masjid tersebut. 

Dalam pemaparannya Emil –demikian Ridwan Kamil disapa-- sempat mengungkap, bahwa jika segitiga, elips, ataupun lingkaran merupakan bentuk geometri yang umum, bahkan dipelajari pada pelajaran matematika. Sementara dalam ilmu arsitektur, bentuk- bentuk geometri dapat digunakan untuk menggali kreativitas dalam berarsitektur.

Emil menjelaskan asal muasal rancangan masjid Al-Safar. Selain itu, dia juga memaparkan bahwa masjid Al-Safar dirancang via teori lipat (folding architecture), sehingga didominasi oleh bentuk segitiga. 

Setelah mengutarakan pendapatnya, Emil dan Ustaz Rahmat Baequni satu suara. Meski sempat berbeda pandangan, Emil dan Ustaz Rahmat Baequni meminta ulama-ulama di Indonesia membuat kesepakatan soal bentuk dan ornamen masjid di Tanah Air. 

Menurut Emil, hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi kebingungan. Sehingga, perbedaan-perbedaan pandangan soal rancangan masjid tak kembali terjadi pada masa depan.

“Intinya, saya muslim yang taat, pasti pada ulama. Cuma bersepakatlah dahulu karena umat bingung kalau belum ada kesepakatan,” ucapnya. 

“Kalau bersepakat nanti peradaban Islam berikutnya lebih tenang tidak ada perbedaan-perbedaan pandangan. Saya kira, ijtihad itu yang saya titipkan ke MUI atau ulama-ulama. Karena, tadi, tak ada niat sedikitpun karena tak ada bagian dari yang dipresepsikan,” lanjutnya. 


Sementara itu, Ustadz Rahmat Baequni menyampaikan bahwa pihaknya mengajak umat untuk terus mewaspadai berbagai bentuk inovasi ideologi "konspirasi" masuk dari berbagai ranah kehidupan, termasuk di dunia arsitektur. Maka Ustadz Baekuni mengatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah berhenti berdakwah, khususnya menyoal topik konspirasi tersebut, sebagai langkah waspada.

Selain itu, baik Emil dan Ustaz Rahmat Baequni menyambut positif diskusi tersebut. Lewat pertemuan tersebut, mereka dapat menyelami pikiran masing-masing. Emil bahkan menyebut penjelasan Ustaz Rahmat Baequni sebagai ilmu yang dapat menambah keislamannya. 

“Saya kira forumnya silahturahmi ba'da Ramadan, kita perkuat ukuwah Islam kita. Saya tawarkan kalau mau bergabung, saya punya infrastruktur dakwah, ustaz punya kontennya. Kan bisa dijadikan kebaikan daripada berpisah masing-masing masyarakat juga jadi terbelah,” kata Emil.

Sementara itu, Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei, yang menjadi penengah dalam diskusi tersebut, berharap masyarakat dapat menerima argumen dari kedua pihak meski berbeda pandangan. Dia pun mengingatkan betapa pentingnya tabayun atau meminta konfirmasi. 

"Jadi pertemuan ini adalah dalam rangka mempererat persaudaraan, menjaga dan meningkatkan persatuan," katanya.

"Jangan sampai hasil karya orang yang niatnya begitu baik. Tapi ada kekhawatiran, ini yang selanjutnya dikaji sejauh mana hal ini merusak keimanan," lanjutnya.(arm)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan tiga syarat yang mesti dipenuhi Aparatur Sipil Negara (ASN)




Mitrapolisi.co.id/

KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan tiga syarat yang mesti dipenuhi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat manakala memimpin apel perdana setelah libur lebaran di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/6/2019). 


Syarat pertama yang diungkapkan Emil –demikian Ridwan Kamil disapa—adalah integritas. Dia tak memungkiri bahwa banyak ‘godaan’ yang kerap menghampiri ASN saat menjalankan tugasnya. Maka itu, integritas menjadi syarat utama.


“Integritas jangan sampai jebol. Yang ngurus-ngurus duit hati-hati banyak godaan. Yang ngurus-ngurus proyek banyak godaan. Saya tahu itu,” ucapnya.


Syarat selanjutnya adalah melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Keberhasilan ASN, kata Emil, dapat diukur dari seberapa banyak ucapan terimakasih dan doa terbaik yang dilontarkan masyarakat setelah mendapatkan pelayanan. 


Sedangkan, syarat terakhir adalah menjunjung tinggi profesionalisme. Demi memenuhi syarat tersebut, Emil meminta ASN untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, khususnya di bidang birokrasi. 


“Poin saya adalah belajar terus supaya relevan. Jangan jadi ASN dan PNS yang tidak relevan, ketinggalan zaman, sehingga kariernya mandek karena tidak bertambah ilmunya. Jadi, tiga syarat tadi, setelah Ramadan, saya titip jangan turun lagi,” katanya. 


Selain itu, Emil menyatakan bahwa akan ada rotasi dan mutasi di struktural Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat. Tujuan dari rotasi dan mutasi itu, kata Emil, supaya visi misi Jabar Juara Lahir Batin dapat direalisasikan dengan cepat. 


“Saya sampaikan dalam waktu dekat akan ada rotasi dan mutasi untuk eselon III dan IV. Insyaalllah se-objektif mungkin. Karena Jabar Juara Lahir Batin ini butuh onderdil-onderdil mesin yang pas,” katanya. 


“Jawa Barat maju, tapi di mata saya masih 50 kilometer per jam. Menjadi ngabret 100 kilometer per jam. Kalau ‘diabret’, si penumpang ‘rada’ goyang. Saya harus cek mesinnya. Supaya apa? Supaya tadinya mencapai tujuan ke Jakarta enam jam, jadi empat jam,” lanjutnya. 


Emil pun meminta seluruh ASN Pemdaprov Jawa Barat untuk membarui semangat demi mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin. Pada saat bersamaan, dia mengatakan bahwa Pemdaprov Jawa Barat sedang membahas soal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). 


“Itulah Jabar Juara teh. Pada saat kita membangun kepercayaan, nih, semangat harus baru. Tahun depan ‘the’ tinggal nungguan Jabar juara ini itu. Penghargaan ini itu. Termasuk menaikan TPP, Insyaallah mau dinaikan,” tutupnya.(arm)

Di Tahun 2020, Target Keberangkatan Haji dari BIJB

Mitrapolisi.co.id/

KOTA BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat menargetkan pada 2020 Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati) menjadi tempat pemberangkatan haji. Sementara umrah antara bulan Agustus sampai September 2019.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa usai Silaturahim dan Koordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di Kanwil Kemenag Jabar, Senin (10/6/19).

Menurutnya, agar target 2020 itu dapat dipenuhi sebelumnya harus ada penetapan terlebih dahulu dari Kementerian Agama RI. “Saya sudah minta bulan Juni dan beliau (Kakanwil Kemenag Jabar) sudah berjanji bulan Juni penetapan itu bisa selesai,” ujar Iwa.

Diketahui, Kemenag RI menyatakan BIJB tidak dapat digunakan untuk keberangkatan haji tahun ini karena tak mungkin mengubah perjanjian bilateral antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Selain itu terlalu banyak instansi dalam negeri dan luar negeri yang perlu dilibatkan, sehingga pengurusannya tidak dapat dilakukan dalam tempo singkat.  

Berdasarkan rapat dengan Kemenag, Iwa mengatakan bahwa embarkasi haji semakin pasti akan dibangun di Kabupaten Indramayu. Menjadi pertimbangan utama karena Pemkab Indramayu telah memberikan hibah lahan seluas 8 hektare beserta sertifikatnya.

“Sehingga atas dasar tersebut, maka Kementerian Agama menetapkan embarkasi haji adanya di Kabupaten Indramayu. Berada  sekitar 40 kilometer dari Bandara Kertajati dengan jarak tempuh 30 menit,” ungkapnya.

Sebagai kelengkapan fasilitas di embarkasi di Indramayu, Pemdaprov Jabar diminta oleh Kemenag membangun masjid untuk jamaah. Permintaan khusus ini dikeluarkan karena Kemenag memiliki keterbatasan dana. “Hal ini segera diusulkan ke Gubernur dan DPRD, agar pembangunan masjid menjadi anggaran di  APBD 2020,” kata Iwa.  

Selain masjid, Kemenag juga meminta bantuan untuk dibangunkan pagar sepanjang kawasan embarkasi. “Serta untuk pagar seluruh kawasan embarkasi haji direncanakan hibah dari Pemda Kabupaten Indramayu,” pungkasnya.(arm)

Pascalibur Lebaran, Ridwan Kamil Minta ASN Naik Kelas

Mitrapolisi.co.id/

KOTA BANDUNG  -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin apel pagi di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (10/6/19). Ini adalah apel perdana setelah cuti bersama dan libur Lebaran 2019.

Usai apel, Gubernur bersilaturahim dengan seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdapov) Jabar yang hadir di Gedung Sate. Turut hadir Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, Sekretaris Daerah Iwa Karniwa, para Asisten Daerah, dan pejabat lain.   

Gubernur membahas terkait kehadiran ASN pada hari pertama kerja sejak libur panjang. "Kehadiran (ASN) hampir semua hadir. Ada yang sakit dua orang, izin sembilan orang, saya kira tidak ada masalah, terlaporkan dengan baik," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.  

Menurutnya, semua urusan kedinasan dan pelayanan kepada masyarakat dari Pemdaprov Jabar, sekarang sudah berjalan normal dan akan berjalan seperti biasa.

Emil juga berpesan, setelah Ramadan, Lebaran dan bertemu dengan orang tua dan kerabat, agar seluruh ASN dapat “naik kelas” dalam kinerja dan pelayanan publik. Integritas ASN pun harus naik level sehingga akan hadir profesionalisme yang prima.

Emil berharap Jabar Juara Lahir Batin dapat terwujud dalam beberapa bulan yang mendatangkan kebaikan bagi seluruh warga. "ASN harus melayani dengan hati. Lencana Korpri adalah tanda kita sebagai ‘pelayan’, bukan yang harus ‘dilayani’. Kemuliaan hadir dari berhasilnya tugas kita," kata dia.

Gubernur juga sempat menyingung evaluasi arus mudik dan balik Lebaran 2019. Menurut Emil, arus balik di jalan tol relatif aman. Pun kemacetan rata- rata terjadi di jalur non tol seperti wilayah Priangan timur, khususnya jalur Tasikmalaya - Garut.

"Itu memang sudah tidak bisa dihindari saking padatnya. Maka solusinya tol Cileunyi- Garut- Tasik (Cigatas), sedang kita koordinasikan dengan Pemerintah Pusat. Mudah- mudahan itu bisa menyelesaikan priangan timur," katanya.

"Tapi di luar itu, kami monitor lancar, arus balik lancar, secara umum relatif baik. Evaluasinya ini rekor mudik terbaik. Rata- rata merasakan lancar," ujar Emil.(arm)

Sabtu, 01 Juni 2019

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memantau arus mudik jalur selatan Jawa Barat dari Pos Pengamanan Lebaran 2019 di Perempatan Cileunyi Kabupaten Bandung

Mitrapolisi.co.id/
BANDUNG – Arus mudik jalur selatan Jawa Barat di pintu tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, terpantau lancar pada H-4 lebaran, Sabtu (1/6/2019). Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, musim mudik 2019 lebih lancar dari tahun sebelumnya. 

"Pantauan saya, tidak hanya Cileunyi, per hari ini di berbagai titik-titik lalu lintas di Jawa Barat Alhamdulillah terpantau lancar," ucapnya saat meninjau Pos Pengamanan Lebaran 2019 di Perempatan Cileunyi Kabupaten Bandung. 

Emil –sapaan Ridwan Kamil-- memaparkan sejumlah langkah yang telah ditempuh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Pusat guna mengurai penumpukan kendaraan di. Salah satunya adalah kebijakan one way yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan. 

Selain itu, kata Emil, pengoperasian Trans Jawa Utara membuat volume kendaraan di jalur selatan Jawa Barat menurun. Pasalnya, pemudik dari DKI Jakarta maupun Banten yang menuju Jawa Tengah ataupun Jawa Timur menggunakan jalur utara. 

Emil pun meminta kepolisian dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk terus memantau kelancaran arus mudik serta balik. Tak lupa, dia melontarkan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat menyukseskan musim mudik 2019. 

"Saya titip ke Kepolisian dan Dishub untuk terus memantau setelah hari H juga tetap dipastikan kelancaran," katanya.

"Juga arus balik, kalau perginya lancar pulangnya harusnya sama. Saya apresiasi semua elemen. Mudah-mudahan mudahan ini mudik paling sukses dalam sejarah," ucap Emil melanjutkan.

Puncak arus mudik sendiri diperkirakan jatuh pada 30 Mei-1 Juni. Adapun arus mudik pada 30-31 Mei terpantau lancar. Sedangkan, pada 1 Juni, Aparatur Sipil Negara (ASN) baru akan melakukan perjalanan mudik karena mesti mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila. 

Jelang Lebaran, Harga Kepokmas Stabil

Mitrapolisi.co.id

KABUPATEN SUMEDANG –Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Parakanmuncang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (1/6/19).

Gubernur yang datang bersama istri Atalia Praratya menyatakan bahwa harga kepokmas di pasar menjelang Idul Fitri 1440 H relatif stabil. Hanya ada sedikit kenaikan harga pada beberapa komoditas namun dinilai masih wajar.

"Saya lihat ibu-ibu belanja tersenyum berati masih aman," kata Emil panggilan Gubernur.

Adapun komoditas yang menurutnya perlu diawasi adalah daging ayam. Harganya cenderung naik diperkirakan hingga hari Lebaran. Emil akan segera berkoordinasi dengan para supplier daging ayam di daerah priangan timur seperti Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar untuk memastikan harga tidak terlalu naik.

Kenaikan harga daging ayam sendiri sampai di angka 15 persen. Harga ayam ras dijual Rp36.000 – 38.000 per kilogram. Terjadi kenaikan harga Rp1.000 – 2.000 per harinya, dari harga normal sekitar Rp34.000.

"Sementara daging sapi masih tekendali, persayuran aman, kecuali ada cabai tanjung yang naik. Selanjutnya kita carikan solusi agar masih pada batas-batas kewajaran," kata Gubernur.

Gubernur juga mengimbau warga untuk belanja secukupnya, tidak berlebihan, supaya tidak terjadi lonjakan permintaan yang mengakibatkan kenaikan inflasi.

"Kita belanja saja secukupnya," ucap Emil.(arm)

Ridwan Kamil saat meninjau kesiapan angkutan darat mudik Lebaran 2019 di Terminal Cicaheum,

Mitrapolisi.co.id/



BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau kesiapan angkutan darat mudik Lebaran 2019 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Sabtu (01/06/2019). Peninjauan langsung angkutan lebaran telah dilakukan Emil –sapaan Ridwan Kamil-- di sejumlah lokasi. 


Menurut Emil, peninjauan secara rutin dia lakukan untuk mengetahui kondisi lapangan musim mudik kali ini. Apalagi, Jawa Barat menjadi daerah lintasan pergerakan lalu lintas dan angkutan mudik di Pulau Jawa. 


"Alhamdulillah sudah beberapa kesempatan kita mengecek kesiapan mudik, kemarin dengan Kapolri, Panglima TNI di Cikopo, Kabupaten Purwakarta, hari ini di Terminal Cicaheum," ucapnya.


"Saya monitor per hari ini juga lancar, berikutnya kita diuntungkan ada libur kemarin, ada hari kejepit, jadi pemudik tahun ini banyak pilihan waktu yang lebih leluasa," lanjutnya.


Emil mengapresiasi kebijakan pengelola Terminal Cicaheum yang menandai bus laik jalan dengan stiker. Hal tersebut, kata dia, merupakan salah satu tindakan preventif untuk menekan tingkat kecelakaan dan kemacetan di jalur mudik. 


"Saya sangat senang karena bus di sini yang laik jalan dikasih stiker, bahwa busnya sudah diperiksa. Ini karena tahun kemarin banyak kemacetan gara-gara bus mogok di jalan, sehingga mengakibatkan macet berlebihan," katanya.


Selain itu, Emil memprediksi arus mudik dan balik tahun ini akan lebih lancar ketimbang tahun sebelumnya. Sebab, beberapa infrastruktur, seperti Trans Jawa Utara, sudah beroperasi. Kemudian, kebijakan Kementerian Perhubungan terkait one way dinilai efektif untuk mengurai penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu. 


Pada kesempatan yang sama, Emil menyapa langsung pemudik di Terminal Cicaheum. Tak lupa, dia menyampaikan imbauan kepada para pemudik agar tak mengajak kerabat datang ke perkotaan, khususnya Kota Bandung. Pasalnya, arus urbanisasi begitu deras pasca lebaran. 


"Saya imbau tidak usah bawa teman-teman lagi ke Bandung, Insya Allah sebagai Gubernur, saya kembangkan ekonomi daerah, agar tidak ada urbanisasi yang berlebih-lebihan ke metropolitan," katanya.(arm)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi pembina upacara peringatan Hari Lahir Pancasila

Mitrapolisi.co.id/


KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti persatuan Indonesia dalam momen peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2019. Menurutnya, ada berbagai persoalan bangsa yang menggerus nilai-nilai persatuan.


Oleh karena itu, Emil –sapaan Ridwan Kamil—berpesan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan merawat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa.



"Kita melihat Keindonesiaan kita banyak tekanan oleh perbedaan. Padahal, sejak zaman dulu perbedaan itulah yang melahirkan Keindonesiaan," ucapnya saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (1/6/2019).



"Perbedaan asal-usul, tradisi, bahasa, dan lain-lain. Hanya bisa disatukan dengan kesepakatan Pancasila. Jadi, kalau nilai Pancasila goyah, maka tidak ada Indonesia. Istilahnya tadi sederhana: Kita Indonesia-Kita Pancasila,” lanjutnya.



Emil menganalogikan Pancasila seperti rumah. Rumah harus dijaga dan dirawat, supaya penghuni merasakan kenyamanan. Pun demikian dengan Pancasila sebagai bingkai inklusif yang mengayomi berbagai perbedaan. 



"Pesan saya adalah jangan melihat Pancasila ini sebagai hal yang take it for granted atau suatu yang otomatis. Pancasila itu adalah harga mahal, ideologi yang harus dijaga kalau bangsa Indonesia mau seperti ini selamanya," katanya.



Dalam bingkai Pancasila, perbedaan adalah keberagaman yang memperkaya Keindonesiaan. Maka itu, sudah semestinya perbedaan disikapi dengan saling menghargai dan menghormati. 



"Mudah-mudahan perbedaan urusan pilihan, urusan agama, tidak mengemuka lagi pada masa-masa mendatang, dan diselesaikan oleh sila-sila Pancasila," katanya.



Pada kesempatan yang sama, Emil membacakan pesan Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Hariyono.  Dalam pesannya, Hariyono menyatakan bahwa Pancasila merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia.



Pun demikian dengan keberagaman, mulai dari kondisi geografis, flora, fauna sampai aspek antrapologis dan sosiologis masyarakat. Menurut Hariyono, keberagaman tersebut dapat dirajut dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. 



"Pancasila harus tartanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," pesan Hariyono yang dibacakan Emil.

Maka itu, sesuai pesan Presiden Joko Widodo, memperingati dan merayakan Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni merupakan suatu keniscayaan. Peringatan itu dilakukan sebagai upaya merefleksi momen keberhasilan pendiri bangsa menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia.(arm)