Selasa, 09 April 2019

Sekda Jabar Iwa Karniwa Canangkan Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak

mitrapolisi.co.id/
BANDUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mencanangkan Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak yang diikuti sekitar 1.000 pelajar di halaman depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (30/3/19).
 
Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak merupakan perlombaan kawih Sunda karya cipta Ubun R. Kubarsah bagi anak-anak untuk menanamkan kecintaan generasi muda pada seni tradisional Sunda.
 
Gelar Kolosal ini diselenggarakan Pemprov Jabar yang bekerja sama dengan Paguyuban Pasundan, Angkatan Muda Siliwangi (AMS) dan Daya Mahasiswa Sunda (Damas), serta masyarakat pelestari seni tradisional.
 
Ubun R. Kubarsah adalah seorang budayawan Sunda yang telah menerima penghargaan nasional berupa Anugerah Komponis Indonesia 2018 dari Perpustakaan Nasional RI sebagai Komponis Pelestari Musik Tradisi Sunda. Selain itu Ubun pernah mendapat penghargaan internasional dari Standard Music Number (ISMN), sebuah komunitas kesenian yang berbasis di Berlin, Jerman.
 
Menurut Iwa, Jawa Barat adalah provinsi pelopor di Indonesia yang berhasil menciptakan lagu anak-anak berbahasa daerah. Diketahui tema yang diangkat para pencipta lagu anak Sunda ternyata mengandung 18 kriteria pendidikan karakter nasional. Pendidikan karakter bangsa berbasis kearifan lokal sejak usia dini, katanya, penting untuk dikembangkan.

Senin, 08 April 2019

Ridwan Kamil Dinobatkan sebagai 'Gubernur Milenial'




Mitrapolisi.co.id/JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinobatkan sebagai ‘Millennial Governor of The Year’ atau ‘Gubernur Milenial’ pada ajang  Anugerah Indonesia Maju 2018- 2019 yang digelar media grup Warta Ekonomi dan harian Rakyat Merdeka, di Ballroom Pullman Hotel, Jakarta, Senin (8/4/19) malam.


"Apapun berita baik tentu kita syukuri, ada apresiasi bahwa perubahan hadir terlihat, saya kira itu hal yang kita syukuri," ujar Gubernur Ridwan Kamil usai menerima anugerah.


Menurutnya, apa yang dia kerjakan bukan semata mengejar penghargaan. Akan tetapi bekerja karena amanah rakyat dan tuntutan jabatan. Adapun penghargaan yang diterimanya dia anggap sebagai indikator kehadiran perubahan dari apa yang dikerjakan.

"Saya akan terus memperbaiki, menyempurnakan," katanya.


Selama ini sosok Ridwan Kamil dikenal sebagai tokoh perubahan yang memang dekat dengan kalangan milenial dan generasi Z. Emil, sapaan akrabnya sering menjadi pembicara di forum- forum kepemudaan baik level nasional maupun internasional.


Emil konsisten mengajak milenials untuk turut serta dalam pembangunan. Sebut saja Jabar Future Leader (JFL), Jabar Saber Hoaks, One Village One Company, dan banyak program di Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diisi oleh banyak kalangan milenials.

Sejak masih menjabat Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil juga dikenal sebagai pejabat pemerintah yang sangat fasih memanfaatkan teknologi. Komunikasi dengan rakyat banyak dilakukan di berbagai platform media sosial dan terus dipertahankan hingga kini jadi gubernur. Emil pun acap kali berinovasi di pemerintahan dengan menerapkan prinsip digitalisasi.


Penjaringan tokoh-tokoh yang mendapat penghargaan dilakukan melalui studi kualitatif dari publikasi data sekunder, yaitu publikasi media, lembaga resmi pemerintah, perusahaan, asosiasi, dan lembaga-lembaga resmi lainnya. Proses seleksi dilakukan menggunakan parameter akselerator, motor, dan inovator.

Proses ini dilakukan melalui sidang juri Rakyat Merdeka dan Warta Ekonomi. Seleksi tahap awal ini menghasilkan kandidat penerima anugerah Indonesia Maju 2018-2019.

Nama- nama ini kemudian diuji melalui proses riset media monitoring dengan melakukan tracking berita yang dimuat di 40 media mainstream di Indonesia sejak Januari 2018- Februari 2019. Pada fase penjurian akhir, tim penilai lalu menentukan orangnya.

"Tokoh-tokoh yang memperoleh penghargaan ini memiliki komitmen, semangat, dan langkah-langkah kongkret untuk Indonesia maju," ungkap Direktur Utama dan Founder Rakyat Merdeka Margiono.


Presiden Komisaris Warta Ekonomi Fadel Muhammad mengatakan, acara ini digelar untuk mengapresiasi para tokoh negeri yang dinilai mengambil peran penting dalam mewujudkan Indonesia Maju.


Menurut pandangannya, menuju Indonesia maju maka harus mengambil langkah smart desentralisasi. "Kita semua harus memiliki tekad yang sama untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa," kata Fadel.

Sebab menurutnya, prasyarat kemajuan Indonesia tidak lepas dari kemajuan perekonomian di daerah-daerah. Oleh karena itu, perekonomian daerah harus turut mendapatkan dorongan yang kuat untuk maju bersama.

Sementara Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang hadir pada acara itu menyampaikan tiga hal yang dinilainya bisa mendorong Indonesia bebas dari ketertinggalan. Pertama, pemerintahan yang bersih. Kedua, penguasaan teknologi dan ketiga, ketiga kewirausahaan.


"Di samping faktor-faktor lainnya, kita harus menyatukan tiga hal ini. Segitiga ini untuk maju," katanya.  


Menurut JK, perkembangan teknologi adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu, sebuah bangsa harus menguasai perkembangan teknologi. Demikian pula dengan kewirausahaan dan pemerintahan yang bersih.

"Apabila tiga-tiganya baik, maka maju lah bangsa itu dan kita menuju ke situ," katanya.  (arm)

Gubernur Minta Gaji Pegawai Honorer Dibayar Tepat Waktu




BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan perangkat daerah agar membayar gaji pegawai honorer tepat waktu. Alasan administrasi tak boleh jadi hambatan utama karena sebenarnya hal seperti itu dapat dipersiapkan dari sebelumnya.

"Saya bilang ini, di zaman saya bahwa pembayaran honorer itu harus tepat waktu, tepat bulan, jangan ditunggu dua tiga bulan dengan alasan administrasi. Buktinya PNS bisa Januari gajian kalau alasannya anggaran belum ketuk. Buktinya Februari mereka lancar. Kalau mereka lancar sementara yang dari APBD lainnya tidak lancar, kan gak fair," tegas Gubernur usai Rapat Pimpinan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (8/4/19).


Menurut Emil, sapaan Gubernur, pegawai honorer sama-sama telah telah bekerja keras mengeluarkan keringat dan sama-sama mencari nafkah seperti pegawai yang memiliki SK PNS. Oleh karena itu pengorbanannya harus diganjar dengan apa yang telah ditentukan sesuai aturan.    

"Padahal nilainya (anggaran) lebih kecil. Maka hari ini saya perintahkan tidak boleh ada lagi membayari manusia- manusia yang berkeringat untuk Jawa Barat dengan ditunda- tunda apalagi sampai tiga bulan. Karena ini bukan proyek, ini kan mereka kerja rutin," tandasnya.

Gubernur berkomitmen memperbaiki kualitas hidup pegawai honorer di lingkup Pemprov Jabar. "Ini berita baik buat honorer. Pak Gubernur komit, sudah memerintahkan jajarannya agar memperbaiki dan tidak boleh ada lagi keterlambatan- keterlambatan hak- hak honorer. Alasannya anggaran belum ketok, tapi mekanismenya gak bisa gitu. Tahun depan harus dianggarkan dulu, seperti PNS lancar mendapatkan gaji di bulan Januari Februari Maret," kata Emil.


Gubernur merasa perlu membahas hal ini di forum sekelas rapim karena selama ini kerap menerima keluhan pegawai honorer melalui media sosial. Sebagai bentuk perhatian, maka Gubernur berkomitmen menindaklanjuti permasalahan tersebut.


"Kami minta juga dinas-dinas jangan sampai ada honorer- honorer yang dibayarnya itu bulan keempat. Kalau dirapelin kan kasihan," pungkas Emil.(arm)

Pemprov Jabar Perkenalkan Pergub Cetak Biru Pemberantasan TBC




KOTA BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat komitmen memberantas penyakit tuberculosis (TBC) dalam Peraturan Gubernur Nomor 12 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Upaya Pencegahan dan Pengendalian TBC di Jawa Barat.

Pergub yang sudah ditandatangani Gubernur Ridwan Kamil untuk kali pertama disosialisasikan kepada publik pada acara peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (8/4/2019).

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa yang membuka acara ini mengungkapkan, pergub ini lahir dilatarbelakangi fakta bahwa saat ini dari 27 kabupaten/kota di Jabar baru lima daerah yang memiliki RAD. Di antaranya adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kota Cirebon.

Diharapkan pergub ini dapat menstimulus 22 daerah lainnya agar segera memiliki cetak biru penanggulangan TBC. “Kami akan dorong nanti 22 kabupaten/kota lainnya untuk memiliki RAD berbentuk peraturan bupati atau wali kota,” katanya.

Sekda menjelaskan, RAD ini meliputi langkah-langkah strategis memberantas TBC, mulai dari sosialisasi, edukasi kepada masyarakat, deteksi dini melalui pemeriksaan, hingga pendampingan pengobatan secara tuntas bagi warga yang positif TBC.

Menurutnya, dari 842.000 kasus baru TBC di Indonesia, sekitar 127.000 kasus ada di Jabar. Dari 127.000 kasus itu yang baru bisa diobati baru 50 persen. TBC tidak mengenal usia, jenis kelamin, status sosial, pekerjaan, dan ras.

“Tadi disampaikan dari lembaga pemasyarakatan dan TNI, setelah dicek ternyata ada juga yang terkena TBC. Dari sisi identifikasi ini lalu kita menjadi fokus untuk menangani langsung warga yang terkena TBC,” jelas Iwa.

Dia bersyukur Jabar sudah punya RAD sehingga pemberantasan TBC di Jabar lebih terarah dan lebih pasti secara hukum. “Alhamdulillah di Jawa Barat sudah ada rencana aksi daerah yang merupakan langkah-langkah untuk menyelesaikan supaya tuberculosis hilang di bumi Jawa Barat ini,” kata Iwa.

Pada peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tingkat Jawa Barat diumumkan bahwa Dinas Kesehatan Jabar telah memeriksa 8.369 warga di sembilan kabupaten/kota. Petugas menemukan 873 orang di antaranya menunjukkan gejala TBC, sedangkan 41 lainnya dinyatakan positif.

Petugas juga memeriksa berbagai tempat berisiko seperti pondok pesantren, asrama TNI-POLRI, serta lembaga pemasyarakat atau rumah tahanan. Hasilnya petugas menemukan 57 orang positif TBC.

“Pemeriksaan di tempat-tempat beresiko antara lain pesantren, asrama TNI-POLRI, dan di lapas rutan. Di ketiga tempat itu berhasil ditemukan penderita TBC di lapas 5 orang dari 58 yang diperiksa, di pesantren 47 orang dari 1.210 santri, dan di TNI-POLRI menemukan juga 5 orang,” sebut Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Uus Sukmara

Menurut Uus, peringatan Hari TBC Sedunia penting untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC. Penyakit yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis ini harus menjadi isu utama di semua lini.

Guna memperkuat komitmen penanggulangan TBC, semua stakeholder harus berkontribusi dalam berbagai program pencegahan dan pengendalian, penyebarluasan informasi, serta aktif melibatkan semua pihak dalam pelayanan program TBC.(arm)

Pelayanan Prima, Gedung Sate Luncurkan TRC Gesit Tuntas



Mitrapolisi.co.id/BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemda Prov) Jawa Barat melalui Biro Umum Setda Jabar meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Gesit Tuntas menjamin kenyamanan dan pelayanan prima pada fasilitas di Gedung Sate. 

Sekretaris Daerah Provinsi  Jawa Barat (Sekda Jabar) Iwa Karniwa mengenalkan tim yang memiliki ruang lingkup kerja di area Gedung Sate pada Apel Pagi Setda di halaman Gedung Sate, Senin (8/4/19). 

“Tim yang terdiri dari 16 orang personil dan seorang koordinator ini bertugas memastikan fasilitas di Gedung Sate berjalan dengan baik dan memastikan tidak ada yang dapat menghambat aktivitas ASN dalam mengerjakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.  

Menurutnya, TRC ini memiliki bidang kerja yang mencakup kebersihan, landskap, jaringan listrik dan air, konstruksi, telepon dan internet. Iwa sendiri memberikan apresiasi atas terobosan pelayanan yang dilakukan oleh Biro Umum, mengaku telah merasakan ‘kegesitannya’ dalam menangani keluhan yang disampaikan bahkan sebelum pengenalan resmi TRC. 

Di tempat terpisah, Kepala Biro Umum Setda Jabar Iip Hidajat mengatakan inovasi yang dilakukan pihaknya sesuai dengan semangat juang Biro Umum yaitu menjadikan Gedung Sate yang nyaman dan menyenangkan. “TRC ini juga melayani fasilitas-fasilitas yang dikelola Biro Umum, termasuk Gedung Negara Pakuan dan sebagainya,” katanya. 

Layanan TRC dapat diakses via aplikasi pesan Whatsapp ke nomor 081910512211 dengan format order nama#unit kerja#aduan#saran dan masukan. (arm)

Ridwan Kamil: Dakwah Paling Ampuh Dengan Akhlak



Mitrapolisi.co.id/BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengungkapkan bahwa dakwah paling ampuh adalah dengan kekuatan akhlak. Hal itu Ia sampaikan pada Pengajian Rutin Majelis Taklim (MT) Pakuan Juara, pada hari Minggu (07/04/2019) pagi, di Gedung Pakuan Bandung.

"Salah satu dakwah terbaik menurut saya adalah akhlak. Misalkan kita tidak hafal banyak ayat, hadist, tapi dengan akhlak (yang baik) kita bisa jadi contoh," ungkap Gubernur Ridwan Kamil.

Emil - panggilan karib Gubernur - menjelaskan, akhlak merupakan keteladanan, yang bisa menginspirasi individu lainnya untuk melakukan hal serupa. Menurut Dia, selain dengan hafal ayat Al- Quran dan hadist Nabi, seorang bisa berdakwah dengan akhlak, budi pekerti luhur. Lewat perilaku, bisa mengambil simpati, dan bisa menjadi contoh bagi individu lainnya.

Gubernur pun memberikan contoh, Ustadz Syamsi Ali yang berdakwah di New York, dengan mencontohkan akhlak-akhlak mulia kepada orang-orang di lingkungannya. Hingga dirinya menjadi Muslim yang disukai kehadirannya di Negeri Paman Sam. Pun tak sedikit warga Amerika yang jadi Mualaf karena terinspirasi oleh dirinya.

"Imam Syamsi Ali ini sudah meng- Islam-kan banyak orang, kebanyakan bukan katena 'dipapatahan'/ dinasehati, tapi karena akhlaknya," katanya.

"Jadi ayo kita berdakwah dengan akhlak. Kalau kita minimal dengan dahulukan orang tua, bicara yang baik atau diam, tidak 'sharing' berita di sosial media kalau tidak pasti," tambah Emil.

Emil pun mengajak Jamaah untuk menjaga ukhuwah Islamiyah. Sekalipun ada masyarakat yang tak masuk dalam koridor Ukhuwah Islamiyah, masih ada Ukhuwah Watoniyah, dan Ukhuwah Insaniyah yang mengikat.

Emil juga mengajak para Jamaah untuk juga menggunakan media sosial yang ada saat ini sebagai media dakwah. Dirinya juga menyarankan supaya para jamaah untuk tidak membuat posting di media sosial kecuali hal yang positif.

"Ketika dapat berita, coba dicek dulu. Cara ceknya, coba lihat di situs-situs media, berita resmi, ada tidak beritanya, kalau tidak ada diberitakan di kantor-kantor berita, bisa dipastikan berita yang kita dapat tidak untuk dibagi," ujarnya. (arm)

Jumat, 05 April 2019

19 Proyek Strategis Jabar Dibiayai dengan Pola KPBU



Mitapolisi.co.id/BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan pola pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk berbagai proyek infrastruktur.

KPBU merupakan pola pembiayaan alternatif dan kreatif untuk membiayai berbagai proyek pemerintah di tengah keterbatasan dana pemerintah. Dengan KPBU, ketersediaan dana menjadi lebih pasti sehingga proyek yang dikerjakan cepat selesai.  

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar) Iwa Karniwa dalam Workshop Skema Alternatif Pembiayaan untuk Pembangunan Infrastruktur Jawa Barat yang diselenggarakan Bappeda Jabar dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (5/4/19).

Menurutnya, rencana pembangunan infrastruktur Jabar memerlukan anggaran yang sangat besar sehingga sulit dengan hanya mengandalkan APBD atau APBN. Data statistik menunjukkan APBD/APBN mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hanya 9 persen saja. “Kalau hanya mengandalkan APBN atau APBD, ke Jawa Barat tidak akan memenuhi,” ujar Iwa.

Dalam menerapkan KPBU, Pemprov Jabar sudah memiliki Keputusan Gubernur tentang Simpul KPBU Provinsi Jawa Barat dan Membangun Kerja Sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam Mengembangkan Infrastruktur di Jawa Barat, yang ditandatangani saat Musrenbang di Kota Bandung pada 2 April 2019.

“Pola inilah yang dianggap mampu menjadi solusi alternatif pembiayaan, dimana semua pihak mendukung  seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, OJK, Asian Developoment, serta perbankan,” sebut Iwa.

Contoh proyek pemerintah yang dianggap sukses menerapkan pola KPBU adalah proyek Sampah Regional Nambo bagi Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi Banten. Sampah Regional Nambo telah menjadi contoh proyek pengelolaan sampah regional di Jawa Barat.

Pascaterbit keputusan gubernur, kata Iwa, 19 proyek infrastruktur strategis akan menggunakan skema pembiayaan KPBU. Tiga proyek besar di antaranya akan segera diluncurkan yakni TPAS Legoknangka, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatigede, dan LRT Bandung Raya yang merupakan konektivitas dari KA Cepat Bandung – Jakarta ke delapan jalur kereta api penghubung kota dan kabupaten sekitar.

Iwa berharap workshop ini menjadi solusi yang sangat baik untuk membiayai proyek infrastruktur yang pada gilirannya akan menstimulus kesejahteraan rakyat serta pertumbuhan ekonomi di Jabar.

“Diharapkan skema KPBU ini dapat diimplementasikan baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota demi mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin,” katanya.

Di tempat yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Daerah dan Sektor Riil Kemenko Bidang Perekonomian RI Ferry Irawan mengatakan, selain di Jabar workshop serupa juga pernah dilaksanakan di Kota Batu, Malang Jawa Timur. Ada beberapa poin yang konteksnya ternyata pas untuk dikolaborasikan dengan Pemprov Jabar.

“Makanya kemudian kami komunikasi, koordinasi dengan Bappeda Provinsi Jawa Barat untuk mengadakan acara serupa. Terlebih dilatarbelakangi oleh pertama, adanya aware terhadap kebutuhan infrastruktur sangat besar,” ungkapnya.

Berdasarkan catatannya, estimasi biaya yang harus disediakan untuk melaksanakan semua proyek infrastruktur di Indonesia sekitar Rp4.000 triliun. “Dari jumlah tersebut yang bisa disiapkan APBN/APBD cuman 10 persen, sisanya BUMN atau swasta,” ungkapnya.

Berangkat dari fakta tersebut, kata Ferry, maka Kemenko Bidang Perekonomian mencoba menyusun konsep yang diharapkan bisa memberikan pemahaman baru bahwa ada instrumen pembiayaan lain di luar APBN/APBD yang bisa ditempuh untuk membiayai infrastruktur. 

Workshop ini terbagi menjadi dua sesi. Untuk sesi pertama, diskusi mengenai instrumen yang ada untuk bisa diakses oleh pemerintah daerah dan bagaimana regulasinya. Misalnya pinjaman dari Bank Pemerintah Daerah (BPD) atau PT SMI, Obligasi Daerah dan KPBU.. Sedangkan sesi kedua, diskusi lebih detail mengenai seleksi proyek.

“Saya yakin jika melihat RPJMD Jawa Barat banyak proyek yang harus dibiayai karena kebutuhan insfrastruktur yang besar. Nah kira-kira dengan instrumen ini, proyek apa dengan instrumen apa itu yang akan kita diskusikan,” jelas Ferry. (*)



19 Proyek Infrastruktur Jabar dengan Pola Pembiayaan KPBU:

1.           Pengembangan TPAS Legoknangka di Kabupate Bandung;

2.           Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatigede;

3.           Pengembangan LRT Bandung Raya yang merupakan konektivitas dari KA Cepat Bandung – Jakarta ke delapan jalur kereta api penghubung kota dan kabupaten sekitar.

4.           Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandung Raya;

5.           PLTSa Ciayumajakuning;

6.           Pengembangan jalan jalur Puncak II dari Sentul -Cipanas;

7.           Pengembangan jalan jalur Lingkar Cirebon;

8.           Pengembangan akses kereta api ke Patimban sepanjang 34 km dari Cipali;

9.           Pengembangan akses kereta api ke Kertajati;

10.        Pengembangan kereta api shortcut Cibungur-Tanjung Rasa;

11.        Pengembangan Bandara Nusawiru bahkan dikerjasamakan untuk penerbangan;

12.        Penyediaan penerangan jalan umum di jalan provinsi;

13.        Pengembangan RS Garut menjadi rumah sakit regional tahap B;

14.        Pengembangan Kawasan Sains Teknologi (KST) Jatinangor;

15.        Pengembangan kawasan pariwisata Geopark Ciletuh;  

16.        Pengembangan kawasan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) Cirebon;

17.        Pengembangan kolam retensi Cieunteung, Kabupaten Bandung

18.        Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Bandung Raya;

19.        Pengembangan SPALD Cirebon Raya.(ar)

Kamis, 04 April 2019

Tahun Ini Jabar Bentuk Badan Ekonomi Kreatif Daerah


Mitrapolisi.co.id/BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meyakini, ekonomi kreatif akan menjadi ekonomi mayoritas di Indonesia. Untuk itu pihaknya telah membuat Peraturan Daerah (Perda) Jabar tentang ekonomi kreatif yang melalui regulasi tersebut akan dibentuk Badan Ekonomi Kreatif Daerah.
"Kami meyakini di masa depan ekonomi kreatif akan menjadi ekonomi mayoritas di indonesia oleh karena itu sebagai pemimpin kita menyiapkan caranya, pertama Perda ekonomi kreatif satu-satunya di Indonesia hanya ada di Jabar dan tahun ini kami akan membentuk Badan Ekonomi Kreatif Daerah," tutur Ridwan Kamil saat menjadi pembicara pada seminar "The Future is Here" di Nuart Sculpture Bandung, Kamis (04/04/2019).
Menurutnya, salah satu sumber daya yang tidak akan habis adalah intelektualitas dalam bentuk kreativitas. Oleh karena itu bila berinvestasi membuat ekosistem manusia Jawa Barat lebih kreatif maka akan menghasilkan nilai ekonomi.
"Karena ekonomi kreatif kan datang dari gagasan, gagasan ini harus dilatih dan latihan datang dari sebuah ekosistem yang nyaman," ujar Emil, sapaan akrab Gubernur.
Untuk membentuk ekosistem tersebut, tahun ini pihaknya mulai membangun pusat-pusat budaya di 27 Kabupaten Kota. Kemudian, sebagai bentuk dukungan menghadapi industri 4.0, gedung kreatif center tahun ini pula mulai dibangun di Bogor, Cirebon, Subang dan Tasik.
"Nah ekositem inilah diharapkan menghasilkan generasi milenial dan generasi Z yang ujungnya dari hobi, imajinasi menjadi ekonomi, seperti sepatu, robot, karya digital dan sebagainya," ujarnya.
"Saya kira itulah masa depan dan tugas saya sebagai pemimpin menyiapkan ekosistem," tambah Emil.(a

JABAR BANGUN TUJUH WADUK STRATEGIS



Mitrapolisi.co.id/BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sedang membangun tujuh waduk dan bendungan yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dua waduk sebagai pengendali banjir Jakarta, lima waduk sebagai irigasi pertanian.

Dua waduk pengendali banjir Ibu Kota berlokasi di Kabupaten Bogor, yakni Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi. Waduk Ciawi dirancang memiliki luas genangan 39,32 hektare dengan daya tampung air 5,03 juta meter kubik. Konstruksinya dimulai pada 2016 dan fisiknya sudah dikerjakan sekitar 9,51%.

Sementara Waduk Sukamahi direncanakan memiliki luas genangan 49,66 hektare dengan daya tampung air 1,38 juta meter kubik. Saat ini progresnya masih pada tahap pembebasan lahan dan konstruksi, dimulai sejak 2017-2018.

Menurut Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jabar Eddy Nasution, kedua waduk ini akan dibangun di daerah aliran Sungai Ciliwung yang dinilai kerap menjadi sumber banjir Ibu Kota.

“Sungai Ciliwung yang mengalir dari kebun teh yang ada di Puncak Bogor itu sampai ke wilayah DKI. Ini yang selalu menjadi permasalahan banjir,” ujar Eddy pada acara Jabar Punya Informasi, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (4/4/19).

Lima waduk yang berfungsi sebagai irigasi pertanian lokasinya tersebar di Jawa Barat. Waduk Kuningan di Kabupaten Kuningan, Waduk Cipanas (Sumedang - Indramayu), Waduk Sadawarna (Subang), Waduk Leuwikeris (Kabupaten Tasikmalaya), dan Waduk Matenggeng di Kabupaten Pangandaran.

Waduk Kuningan dirancang memiliki luas genangan 221,59 hektare dengan daya tampung air 25,95 juta meter kubik. Waduk ini dapat mengairi 3.000 hektare lahan sawah dan memasok 500 kilo watt listrik. Pembangunan sudah dimulai 2013 dan progresnya mencapai 95,77 persen.

Waduk Cipanas diproyeksi memiliki luas genangan 1.444 hektare dengan daya tampung air 250,81 meter kubik. Waduk ini akan mengairi 9.243 hektare lebih dan memasok 3 mega watt listrik. Saat ini kemajuan konstruksi yang dimulai sejak 2016 sudah terealisasi fisik 16,66 persen.

Waduk Sadawarna akan memiliki luas genangan 498,43 hektare dengan daya tampung air 43,56 meter kubik. Waduk ini direncanakan mampu mengaliri 4.500 hektare area irigasi dan memasok 3 mega watt listrik. Saat ini progress konstruksi masih dalam tahap pembebasan lahan.

Waduk Leuwikeris dirancang memiliki luas genangan 242,90 hektare dengan daya tampung 45,35 meter kubik. Waduk ini akan mampu mengairi area irigasi 11.216 hektare dan memasok 3 mega watt listrik. Progres konstruksi yang dimulai sejak 2016 sudah 46,85 persen.

Sedangkan Waduk Matenggeng masih dalam tahap review desain. Direncanakan, selain memasok air irigasi dan cadangan air baku, waduk ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir.


Eddy melanjutkan, lahan pertanian tidak dapat hanya mengandalkan musim penghujan saja. Oleh karena itu perlu dibantu oleh air dari waduk. Dengan ada waduk, indeks pertanaman meningkat sampai poin tiga alias alias petani bisa memanen padi sampai tiga kali setahun.

“Manfaat waduk terhadap lahan pertanian adalah waduk itu bisa membuat kita bisa panen lebih dari dua kali setahun, mendekati tiga,” katanya.

Masih di acara Japri, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Linda Al Amin memaparkan, seluruh area irigasi di Jabar telah dibagi kewenangannya berdasarkan luas dan lokasi.

Area irigasi di bawah 1.000 hektare menjadi kewenangan kabupaten/kota, sedangkan area irigasi dengan luas 1.000-3.000 hektare yang lokasinya lintas kabupaten/kota menjadi kewenangan provinsi. Sementara area irigasi di atas 3.000 hektare menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Saat ini Jabar memiliki 900.000 hektare area irigasi di 103 lokasi. Sekitar 400.000 hektare merupakan kewenangan pemerintah pusat dan kabupaten/kota, sedangkan 100.000 hektare dikelola provinsi.

Jadi menurutnya, pembangunan lima waduk irigasi akan berdampak signifikan pada produktivitas pertanian di Jabar. (arm)

Hadir di Jabar, Ridwan Kamil Nilai KPPU Akan Kembangkan Pelaku UKM


Mitrapolisi.co.id/BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik akan dibukanya kantor wilayah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Kota Bandung. Kanwil keenam KPPU yang rencananya diresmikan pada akhir April 2019 ini akan menaungi wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.
Menurut Emil, sapaan akrab Gubernur, hadirnya Kanwil KPPU di Jabar akan lebih mengembangkan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) agar tidak tersisihkan oleh usaha besar dengan sebuah trik dan caranya mendominasi perekonomian. Terlebih saat ini tren pertumbuhan ekonomi di Jabar sedang meningkat.
"KPPU kan memastikan perekonomian berjalan dengan adil atau fair. Kedua nanti mempromosikan juga UKM supaya berkembang tidak dimakan usaha-usaha besar dengan sebuah trik dan caranya mendominasi perekonomian khususnya Jabar yang lagi positif, pertumbuhan ekonomiannya saja saat ini di angka 5,6% ini investasi terbaik se-Indonesia," ujar Emil saat menerima ketua KPPU RI di Gedung Sate Bandung, Kamis (04/04/2019).
Selain itu, dengan hadirnya Kanwil KPPU di Jabar pihaknya kini memiliki ruang konsultasi lebih dekat. Termasuk pendampingan pada proyek-proyek berskala besar yang kini sedang tumbuh di Jabar.
"Kami akan memastikan mulai sekarang dengan kantor KPPU di Jabar ini kami punya ruang konsultasi lebih dekat," ucapnya.
"Semua proyek-proyek berskala besar sedang kami konsultasikan termasuk lelang-lelang jika ternyata tidak ada yang bisa mengerjakan penunjukan ke satu pihak setelah diumumkan saya kira itu juga bisa didampingi," sambung Emil.
Ketua KPPU, Kurnia Toha, mengatakan, pihaknya ingin bermitra lebih dekat dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar. Tujuannya menciptakan persaingan yang sehat antar pelaku usaha dan memastikan kebijakan-kebijakan pemerintah itu sesuai nilai-nilai persaingan usaha.
"Kami ini kan bermitra dengan pemerintah agar bagaimana menciptakan persaingan yang sehat antar pelaku usaha juga bagaimana supaya kebijakan-kebijakan pemerintah itu sesuai niali-nilai persaingan usaha, apalagi di Jabar yang sangat ketat," kata Kurnia.
KPPU diberi amanah untuk mengawasi dan mengadvokasi persaingan usaha. Karenanya pihaknya akan bekerja sama dengan Pemprov Jabar mendorong pelaku usaha untuk bersaing secara sehat.
"Kami akan bekerja sama dengan Pemprov Jabar agar perusahaan-perusahaan bisa unggul dan sehat bersaing karena itu kami tidak bisa bekerja sendiri," tutur Kurnia.(arm)

RIDWAN KAMIL: VISI MISI JABAR TERINSPIRASI ISRA MI’RAJ




Mitrapolisi.co.id/BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandaskan visi misi Jabar Juara Lahir Batin pada era kepemimpinannya bersama Uu Ruzhanul Ulum merupakan perwujudan dari semangat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang terjadi tujuh abad lalu. Menurutnya, ‘isra’ bisa dianalogikan sebagai urusan dunia, sedangkan ‘mi’raj’ urusan batin atau spiritualitas.


"Hidup yang baik adalah hidup yang keduanya kita dapatkan. Dunianya kita kejar akhirat pun kita persiapkan. Maka spirit Isra Mi’raj itu kita tulis dalam visi misi Jabar yaitu Juara Lahir Batin," kata Ridwan Kamil dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H/ 2019 M bersama para aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jabar, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Kota Bandung, Kamis (4/4/19).


Gubernur yang akrab disapa Emil ini tak ingin Jabar hanya juara di sisi lahirnya saja seperti pembangunan infrastruktur. Namun dia menegaskan program Magrib Mengaji atau Subuh Berjamaah sama pentingnya dengan membangun jalan. Keseimbangan itu sudah ditunjukkan dengan meluncurkan program-program keumatan.


"Kami tidak mau juara lahir saja seperti pembangunan infrastruktur, jalan tol pelabuhan dan lainnya. Tetapi program Subuh Berjamaah, Maghrib Mengaji, Satu Pesantren Satu Hafidz, English for Ulama, dan lainnya kami tegakkan," tandasnya.


Dengan program-program keumatan tersebut, Emil meyakini Jabar suatu saat akan menjadi mercusuar kebangkitan Islam dunia yang mampu mendamaikan konflik di dunia. "Kami para umaro berkomitmen itu dan melalui semangat Isra Mi’raj kita bangun keseimbangan dunia dan akhirat," ucap Emil.


Peringatan Isra miraj diisi juga tausiyah dari KH Muhammad Ridwan. Emil kemudian mengutip materi dari sang kiai, bahwa salah satu kekuatan Nabi Muhammad SAW ada pada ‘STAF’, yaitu Sidiq, Tablig, Amanah dan Fatonah.


"Kalau semua itu dilakukan umat Islam, insyaallah seluruh hidupnya selamat dan memberi manfaat," kata Emil. (arm)

Selasa, 02 April 2019

HARI PEDULI AUTISME DUNIA, SEKDA JABAR: INI MOMENTUM SELARASKAN EMPATI




Mitrapolisi.co.id/BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama Yayasan Biruku Indonesia memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia dalam sebuah acara Light It Up Blue di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (2/4/19) malam.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar) Iwa Karniwa membuka secara resmi peringatan yang dilakukan secara global tiap tanggal 2 April. Menurut Iwa, hari peduli autisme ini merupakan momentum untuk membangun rasa empati kepada sesama, karena empati dan dukungan sangatlah penting bagi seorang autis agar selalu berkarya.

Sekda mengapresiasi seluruh pendidik dan orang tua yang senantiasa memberikan pendidikan inklusif kepada anak-anak autis. Iwa pun terjun langsung memberikan empati kepada anak autis di tengah keterbatasan dana dan fasilitas.  

“Ini semua dalam rangka untuk apresiasi kepada orang tua yang secara terus-menerus, bahu-membahu, mendidik anaknya sehingga akhirnya dengan pendidikan khusus tersebut (anak autis) bisa mendekati normal,” papar Iwa ditemui usai membuka acara.

Hal yang penting dilakukan saat ini, lanjut Iwa, semua stakeholder berada dalam satu atmosfer untuk menghadirkan rasa empati itu kepada orang tua dan anak autis. “Dengan demikian semua warga, apapun kondisinya, ikut berkontribusi memajukan Jawa Barat,” tandasnya.


Bisa Ditangani Sejak Dini

Pada acara yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya berharap momentum Hari Peduli Autisme Dunia ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurutnya, selama HPK orang tua harus senantiasa mengawasi perkembangan anaknya, bahkan dimulai sejak masih janin. Sehingga ketika anaknya terdeteksi autis orang tua dapat mempersiapkan diri dengan pola asuh yang tepat dan perhatian khusus lainnya.


“Saya berharap sesungguhnya kegiatan-kegiatan seperti ini mampu untuk menghadirkan kepedulian masyarakat, termasuk juga bagaimana awareness masyarakat terkait pentingnya HPK, seribu hari pertama kehidupan dalam keluarga. Bahwa anak semenjak masih janin harus terus diawasi perkembangannya sampai minimal dua tahun dan seterusnya. Jadi pola asuh bagi keluarga itu sangat penting sekali,” ujar Atalia.


“Dan ketika ada anak-anak yang terdeteksi autis, itu sesungguhnya ketika mereka mendapatkan perhatian secara khusus dari orang tua, kemudian mereka juga mendapatkan juga terapi-terapi tertentu dari para terapis, mereka sebetulnya bisa pada akhirnya kembali berkomunikasi dengan teman-temannya,” sambungnya.


Atalia menyebutkan, Tim Penggerak PKK terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah dan komunitas untuk menjangkau penyandang disabilitas, termasuk autisme. “Saat ini kami juga bekerja sama dengan dinas-dinas terkait, bagaimana kita melakukan pendataan. Kemudian juga kami melakukan berbagai pelatihan termasuk juga pelatihan kepada orang tua,” kata Atalia.

Pada akhirnya, anak-anak autis tersebut kemudian dirangkul agar dapat tidak terasingkan dari pergaulan sosial.  “Ini supaya mereka bisa didekatkan kepada kehidupan masyarakat. Mereka juga bisa melakukan hal-hal bersama masyarakat secara normal,” kata Atalia.

Pada peringatan Hari Peduli Autisme Dunia, Yayasan Biruku Indonesia memberikan penghargaan kepada beberapa aktivis sosial sebagai bentuk apresiasi atas apa yang telah dilakukan.

Penghargaan sebagai Tokoh Peduli Disabilitas Jawa Barat kepada Atalia Praratya, Elly Rosita Karniwa (Ibu Peduli Disabilitas Jawa Barat), Ester Miory Dewayani (Birokrat Peduli Disabilitas Jawa Barat), Setiawan Sabana (Akademisi Peduli Disabilitas Jawa Barat), serta Asep Hilman (Tokoh Pendidikan Peduli Disabilitas Jawa Barat).


Ada pula penerima penghargaan sebagai narasumber diklat pendampingan peserta didik autisme roadshow bertajuk “It’s All About Autism”, yakni kepada Zahara, Yoga Budhi Santoso, dan Hendra Rades Puluma. (arm)

Senin, 01 April 2019

WAGUB JABAR DORONG SEKOLAH KEMBANGKAN KOPERASI SISWA

Mitrapolisi.co.id/BEKASI -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong SMK/ SMA/ MA di Jawa Barat aktif mengembangkan koperasi sekolah. Dengan begitu kepeloporan pembangunan ekonomi kerakyatan sudah dimulai sedini mungkin.



"Di sekolah, kami akan dorong tumbuhnya kopsi atau koperasi siswa untuk memberikan pengetahuan, wawasan, dan semangat kepada generasi muda. Dengan kopsis para siswa bisa tahu marketing, permodalan, pembukuan, administrasi, hingga entrepreneurship," kata Uu saat kegiatan Peningkatan Kompetensi Kewirausahaan melalui Koperasi Sekolah yang digagas Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKSS) SMK Kota Bekasi, di UPT Asrama Haji Embarkasi, Kota Bekasi, Senin (1/4/19).


Kehadiran koperasi sekolah, menurut Uu, dapat menjadi akselerator visi misi Jawa Barat Juara Lahir Batin terutama dari aspek ekonomi. Di bawah pemerintahan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum, Jabar memiliki meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil. Salah satu program unggulannya adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.  

Dengan koperasi sekolah, lanjut Uu, siswa akan dipupuk jiwa kewirausahannya. Sehingga selain instrakurikuler, siswa juga memiliki keahlian ekstrakulikuler yang memadai.

Program koperasi siswa juga merupakan upaya Pemprov Jabar mengikis anggapan generasi milenial dan generasi Z bahwa koperasi adalah sesuatu  sesuatu yang tua dan kuno. Koperasi siswa akan me-rebranding koperasi menjadi sesuatu yang kekinian.

Untuk itu, kata Uu, diperlukan adopsi teknologi digital agar koperasi berkembang menjadi sesuatu yang segar. Dengan demikian regenerasi koperasi akan selaras dengan tuntutan industri 4.0 dan cita-cita koperasi siswa juara dapat terwujud, yakni pembentukan koperasi digital.

"Koperasi bisa menjadi laboratorium ekonomi di tingkat sekolah, khususnya SMA/SMK/MA. Jadi setelah lulus sekolah, para lulusan selain melamar pekerjaan mereka punya bekal. Punya pilihan untuk berbisnis usaha karena sudah dapat ilmunya di sekolah," ujar Uu.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jawa Barat Kusmana Hartadji  berharap Jabar menjadi model pengembangan koperasi siswa di Indonesia. Dinas KUK mendorong agar semakin banyak sekolah yang memiliki koperasi siswa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan stakeholder lain.

"Pemerintah saat ini sedang menggenjot kaderisasi perkoperasian sejak bangku sekolah. Sasarannya tentu saja akselerasi regenerasi SDM koperasi," kata Kusmana.(arm)