Jumat, 11 Mei 2018

Aher Ajak Mitra Luar Negeri Ngopi di Gesa Kopi

Mitrapolisi/ 
BANDUNG – Masih dalam rangkaian West Java Coffee and Art, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengajak delegasi mitra luar negeri Pemprov Jabar ngopi bareng di lounge Gesa Kopi yang ada di Aula Timur Gedung Sate.
Momen langka ini terjadi usai jamuan makan malam Aher bersama Duta Besar Negara Sahabat dan Mitra Sister Province di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Jumat malam (11/5/18).
Secara spontan, Aher mengajak para tamu kehormatannya tersebut. Tamu yang hadir, diantaranya Yang Mulia Duta Besar (Dubes) Aljazair Untuk Indonesia, Dubes Republik Islam Sudan, Dubes Relation Federation, Dubes Belgia, Kepala Bidang Politik Kedutaan Besar Korea, Sekretaris Pertama Bidang Politik Kedubes Australia, dan Penasehat Bidang Ekonomi Kedubes Maroko. Mereka tampak antusias dan menikmati berbagai jenis olahan kopi cita rasa khas Jawa Barat digerai kopi tersebut.
Para delegasi ini adalah perwakilan dari negara-negara yang memiliki hubungan kerjasama dan relasi yang erat dengan Pemprov Jabar.
Pemerintah Provinsi Jabar telah menjalin kerjasama dengan 14 Provinsi di dunia atau yang lebih dikenal sebagai sister province. Kerjasama dilakukan di berbagai bidang, seperti pendidikan, pertanian, kesehatan, pariwisata, seni dan budaya, hingga alih teknologi.
Aher mengatakan pihaknya rajin menjalin kerjasama tiga tahun terakhir ini. "Kami menjalin hubungan dengan provinsi lain di berbagai negara, seperti kerjasama sister province," kata Aher.
Aher ingin, memasuki masa pensiun dari jabatannya sebagai gubernur ada bekas positif yang ditinggalkan untuk masyarakat Jabar. Ada sejumlah kemajuan sepanjang dirinya menjabat orang nomor satu di Jawa Barat selama dua periode.
“Pendidikan lebih maju, kesehatan lebih baik, penyediaan air bersih bagi rakyat Jawa Barat lebih bagus, perekonomian juga lebih bagus. Begitu juga infrastruktur,” ujarnya.
Tercatat, di Timur Tengah, Jabar menjalin hubungan komunikasi dengan Maroko, Sudan, Aljazair, dan sebentar lagi akan dijajaki kerjasama dengan Tunisia. Terjalin hubungan juga dengan Australia Selatan.
Kemudian di Eropa, Jabar menjalin hubungan dengan Belgia, Rusia, Swedia, serta di kawasan Asia Timur dengan China, Jepang, dan Korea Selatan. “Alhamdulillah dengan berbagai negara tersebut kami menjalin hubungan baik dalam bentuk sister province dengan provinsi atau negara bagian yang ada di wilayah negara-negara tersebut,” jelasnya.
Aher menambahkan, pihaknya ingin menghadirkan kerjasama baik ke depan. Karena menurutnya, dunia ke depan adalah dunia kerjasama. “Tidak mungkin sebuah negara yang bisa maju sendirian. Yang bisa berdiri sendiri tanpa membutuhkan pihak yang lain. Dan tentu saja bersama masyarakat dunia kita berhak maju bersama-sama,” katanya.
Akhir kata, dalam sambutannya mempunyai pesan khusus kepada seluruh mitra luar negerinya.
“Saya ingin menekankan bahwa siapa pun nanti gubernur baru yang terpilih menggantikan saya. Saya akan minta secara khusus, ada memori khusus untuk melanjutkan kerjasama dengan semua teman-teman (Negara Sahabat dan Sister Province) yang hadir di sini,” tegasnya.

Efektif, Jabar Sosialisasi Pilkada Serentak Dengan Wayang Golek

Mitrapolisi/
BANDUNG – Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat dan Literasi Pemuda Bandung menggelar Pagelaran Wayang Golek di depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Jumat malam (11/5/18).

Wayang Golek Giri Jinawi Raharja dengan dalang Asep Sandy Kamawijaya ini adalah rangkaian kegiatan West Java Coffee and Art pada 11-12 Mei 2018. Pagelaran budaya ini untuk mensosialisasikan gelaran Pilkada yang akan digelar pada 27 Juni 2018. Pilkada Serentak di Jabar akan memilih Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati/Walikota di 16 kabupaten/kota.

“Dengan budaya pula kita melakukan pendekatan Pilkada langsung yang aman, tertib, damai, dan harmonis,” tutur Aher saat membuka acara Pagelaran Wayang Golek tersebut.

“Cara budaya untuk memperkenalkan sebuah event nasional adalah cara yang baik,” lanjutnya.

Untuk itu, pada kesempatan ini Aher mengajak kepada wargi Jawa Barat untuk merekatkan persaudaraan melalui budaya dan seni. “Mari kita rekatkan persaudaraan kita, kita bersihkan yang kotor, kita tenangkan yang tidak tenang, kita luruskan yang bengkok dengan sebuah alat yang nyaman bagi semua pihak namanya budaya dan seni,” ajak Aher.

Dalam Pilkada, tingkat partisipasi menjadi rujukan kesuksesan Pilkada yang digelar. Untuk itu, Aher juga mengajak kepada seluruh wargi Jawa Barat untuk berpartisipasi pada Pilkada Serentak di Jabar.

Untuk menyukseskan Pilkada Serentak di Jabar, KPUD Jabar akan menjadikan Pilkada sebagai pendidikan dan wisata politik. Pagelaran Wayang Golek, kata Ketua KPUD Jabar Yayat Hidayat akan menjadi cara jitu untuk mensosialisasikannya.

“Pilkada harus menjadi pendidikan dan wisata politik. Salah satu bentuknya, yaitu sosialisasi melalui sudong (sulap dan dongeng) dalam Wayang Golek,” ucap Yayat.

“Sangat sayang kalau Pilkada hanya dijadikan ajang sebagai sirkulasi kepemimpinan di Jawa Barat,” katanya.

Wayang Golek biasanya mengajarkan nilai-nilai Kesundaan. Hal ini juga terkait dengan kepemimpinan. Yayat menilai sosialisasi Pilkada Serentak akan jauh lebih efektif jika dilakukan melalui pendekatan seni dan budaya.

“Saya yakin sosialisasi melalui pendekatan budaya ini jauh akan lebih efektif dibandingkan melalui cara-cara yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Founder Literasi Pemuda Bandung Indrajidt Rai menilai harus ada gerakan pemuda yang bisa mengedukasi tentang Pilkada Serentak. Instrumen budaya seperti Wayang Golek bisa dilakukan untuk mendukung edukasi tersebut.

“Saya harapakan dalam politik Jawa Barat itu, ciri sabumi cara sadesa. Yaitu, Gemah Ripah Repeh Rapih,” kata Indra.

Menurut Indra, perlu ada gerakan kepemudaan untuk menyukseskan dan mengawal gelaran Pilkada. “Hal ini menjadi bentuk kepedulian kepemudaan, bahwa begitu pentingnya gerakan pemuda dalam konteks mengawal Pilkada dalam sarana politik Sunda, dalam konteks Jawa Barat: Gemah Ripah Repeh Rapih,” pungkasnya.

Kamis, 10 Mei 2018

Sekda Iwa Karniwa Jadi Plh Gubernur Jabar

Mitrapolisi/  BANDUNG—Pemerintah Pusat resmi menunjuk Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa menjadi Pelaksana Tugas Sehari-hari (Plh) Gubernur Jabar selepas Ahmad Heryawan meletakan jabatan 13 Juni mendatang.

Penunjukan Iwa sebagai Plh berdasar pada radiogram Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bernomor 121.32/3694/Sj Jumat (8/6/18) terkait berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar per 13 juni.

Dalam telegram tersebut Mendagri Tjahjo Kumolo memaparkan berdasarkan pasal 131 ayat (4) PP no 49 tahun 2008. “Ditegaskan bahwa jika terjadi kekosongan kepala daerah dan wakil kepala daerah, Sekda melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah,” katanya.

Karena itu hingga penjabat Gubernur Jabar definitif dilantik, guna menghindari kekosongan Sekda Jabar Iwa Karniwa akan menjalankan tugas harian gubernur Jabar.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan penunjukan Iwa sebagai Plh Gubernur otomatis dilakukan Mendagri sepanjang belum adanya nama Penjabat Gubernur Jabar yang pasti. “Otomatis Pak Iwa menjadi Plh terlebih dahulu,” katanya.

Sekda Iwa Karniwa sendiri memastikan sesuai Surat Mendagri siap memangku jabatan Plh Gubernur Jabar menggantikan Ahmad Heryawan.

Meski urung menggelar pelantikan penjabat gubernur pada Rabu, 13 Juni nanti dirinya akan mendapat penyerahan memori jabatan dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. “Acaranya Rabu 13 Juni sore, seluruh eselon II dan III dalam surat undangan sudah diminta untuk hadir,” katanya, Minggu (10/6/18).

Terkait informasi penjabat gubernur sendiri, Sekda memastikan nama definitif menjadi kewenangan dari Presiden Joko Widodo. Meski demikian, pihaknya memastikan sudah mempersiapkan segala keperluan pelantikan manakala nama Pj Gubernur Jabar sudah ditetapkan.

“Soal nama itu sudah kewenangan Pak Presiden, prinsipnya Pemprov Jabar tetap akan mempersiapkan acara pelantikan sambil menunggu penjabat gubernur definitif diputuskan,” jelas Sekda.

Berdasarkan Surat Penegasan Terkait Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018 yang Dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bernomor surat 270/720/OTDA, Pelaksana Tugas Sehari-hari adalah Sekretaris Daerah yang melaksanakan tugas rutin pemerintahan daerah yang tidak berkaitan dengan pengambilan kebijakan yang bersifat strategis dalam aspek keuangan, kelembagaan, personil, dan aspek perizinan serta kebijakan strategis lainnya.

Hal ini selaras dengan amanat Pasal 65 ayat (6) UU No. 23 Thn. 2014. Masa tugas sebagai Plh. Kepala Daerah berakhir terhitung sejak pengukuhan penugasan Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Daerah atau pelantikan Pejabat (Pj) Kepala Daerah.

Media Online Diminta Berperan Jadi Filter Berita Hoax

Mitrapolisi/   BANDUNG –Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meminta kepada media, terutama media online berperan dalam mengklarifikasi berbagai berita bohong atau hoax. Dia berharap berita yang disajikan bisa memberikan fakta yang sesungguhnya.

“Media itu harus membangun, menyemangati masyarakat, dan memberikan pendidikan melalui informasi yang berlandaskan fakta media. Dengan bersumber dari narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Aher usai menghadiri pelantikan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jawa Barat Periode 2017-2022 di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Kamis pagi (10/5/18).



“Sehingga informasi yang diterima itu segar, sehat, dan seimbang yang membuat masyarakat memiliki sikap jelas karena informasinya jelas, dan kemudian masyarakat menjadi tentram dan tenang,” lanjutnya.



Media perlu membangun sikap bersama. Menurut Aher, SMSI harus berperan dalam mengatasi berbagai berita hoax yang marak terjadi belakangan ini. Hal itu bisa dilakukan melalui investigasi terhadap berita hoax yang ada. Kemudian hasil investigasinya bisa menjadi rujukan bersama antarmedia.



“Hasil investigasinya dirumuskan bersama dan inilah yang menjadi fakta media dan kemudian disebarkan bersama kepada masyarakat, melalui sosial media yang ada di masyarakat. Sehingga masyarakat mendapat berita yang aktual dan mengungkapkan fakta media yang sesungguhnya,” jelas Aher.



Pada kesempatan ini, Aher juga menekankan cover all side bukan hanya cover both side dalam setiap pemberitaan. Hal ini dilakukan agar ada proses silang pendapat dan tabayyun dalam setiap peristiwa yang diberitakan.



“Lebih hebat lagi cover all side, bukan hanya cover both side, supaya ada proses silang pendapat dan tabayyun. Sehingga orang tidak digiring ke satu pendapat yang dipaksakan,” pungkasnya.

Rabu, 09 Mei 2018

Sidang Promosi Doktor Aher Perlu Badan Khusus Kelola Citarum

Mitrapolisi/
BANDUNG -- Keberadaan Sungai Citarum sangat penting bagi warga Jawa Barat. Sayangnya kualitas air Sungai Citarum sekarang ini masuk grade D, atau sangat buruk. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kini juga Pemerintah Pusat.  Berbagai kebaikan memang sudah tampak tapi masih belum optimal. Supaya perbaikan Sungai Citarum bisa diakselerasi, maka perlu dibentuk badan khusus semacam Badan Otorita yang memiliki kewenangan besar untuk menghimpun semua stake holder.

“Dengan badan otorita, Citarum akan bisa dijaga dan ditingkatkan nilai airnya. Badan Otorita Citarum dapat menjadi sebuah lembaga yang akan melaksanakan berbagai program secara serentak, masif, dan berkelanjutan yang dapat menyelesaikan masalah Sungai Citarum,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat mempertahankan disertasi doktoralnya dengan judul “Model Keberlanjutan Bisnis di Daerah Aliran Sungai Citarum, Indonesia” pada Sidang Promosi Doktornya di Gedung Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Rabu (9/5/2018). Ahmad Heryawan mendapatkan gelar doktor dengan yudicium Cum Laude.

Menurut penelitiannya, Ahmad Heryawan menyatakan bahwa peningkatan nilai air akan menjamin keberlanjutan bisnis di daerah aliran sungai (DAS) Citarum.  “Tidak mungkin ada keberlanjutan bisnis di DAS Citarum tanpa memperbaiki nilai airnya. Begitu juga sebaliknya. Orientasi profit dengan meningkatn perbaikan nilai air justru akan menimbulkan kerugian. Jadi sebetulnya perbaikan nilai air itu adalah kebutuhan masyarakat dan industri,” ujar Ahmad Heryawan.

“Dulu Sungai Han di Korea sekotor Citarum. Namun, dalam beberapa tahun telah berubah menjadi destinasi wisata dan sumber air yang baik bagi rakyat Korea. Itu semua bisa terwujud karena adanya gerakan bersama pemerintah, masyarakat, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga pelaku bisnis. Di Jabar ini, mari kita bangun paradigma baru tentang Sungai Citarum,” ujar Ahmad Heryawan.

“Paradigma baru itu adalah tidak menebang pohon di hulu, tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai, tidak membuang limbah industri ke sungai. Mari kita tidak membuang apapun ke sungai,” katanya mengajak masyarakat.

Paradigma baru ini perlu dukungan semua pihak. Sebab, saat Pemprov Jabar memikirkan citarum sejak 2008 ternyata tidak ada dukungan stake holder lain. “Tidak bisa hanya provinsi, semua pihak harus terlibat. Badan Otorita ini yang akan mengkomandoi perbaikan nilai air Citarum. Badan inilah yang akan mengkoordlinasikan stake holder untuk Citarum,” tambahnya.

Selain membentuk kelembagaan atau badan otorita, perlu juga membangun budaya masyarakat yang memandang air sebagai barang yang sangat bernilai dan mahal. Sebab selain kelompok masyarakat industri juga ada kelompok masyarakat yang lebih besar, yaitu penduduk DAS Citarum yang harus memahami air sebagai barang yang sangat bernilai. “Bisnis akan berjalan berkelanjutan dan masyarakat akan hidup dengan baik dan sehat jika kehidupan didukung air dengan nilainya yang terpelihara,” kata Ahmad Heryawan.

Sidang Promosi Doktor Aher Perlu Badan Khusus Kelola Citarum

Mitrapolisi/  BANDUNG -- Keberadaan Sungai Citarum sangat penting bagi warga Jawa Barat. Sayangnya kualitas air Sungai Citarum sekarang ini masuk grade D, atau sangat buruk. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kini juga Pemerintah Pusat.Berbagai kebaikan memang sudah tampak tapi masih belum optimal. Supaya perbaikan Sungai Citarum bisa diakselerasi, maka perlu dibentuk badan khusus semacam Badan Otorita yang memiliki kewenangan besar untuk menghimpun semua stake holder.
“Dengan badan otorita, Citarum akan bisa dijaga dan ditingkatkan nilai airnya. Badan Otorita Citarum dapat menjadi sebuah lembaga yang akan melaksanakan berbagai program secara serentak, masif, dan berkelanjutan yang dapat menyelesaikan masalah Sungai Citarum,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat mempertahankan disertasi doktoralnya dengan judul “Model Keberlanjutan Bisnis di Daerah Aliran Sungai Citarum, Indonesia” pada Sidang Promosi Doktornya di Gedung Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Rabu (9/5/2018). Ahmad Heryawan mendapatkan gelar doktor dengan yudicium Cum Laude.

Menurut penelitiannya, Ahmad Heryawan menyatakan bahwa peningkatan nilai air akan menjamin keberlanjutan bisnis di daerah aliran sungai (DAS) Citarum.  “Tidak mungkin ada keberlanjutan bisnis di DAS Citarum tanpa memperbaiki nilai airnya. Begitu juga sebaliknya. Orientasi profit dengan meningkatn perbaikan nilai air justru akan menimbulkan kerugian. Jadi sebetulnya perbaikan nilai air itu adalah kebutuhan masyarakat dan industri,” ujar Ahmad Heryawan.

“Dulu Sungai Han di Korea sekotor Citarum. Namun, dalam beberapa tahun telah berubah menjadi destinasi wisata dan sumber air yang baik bagi rakyat Korea. Itu semua bisa terwujud karena adanya gerakan bersama pemerintah, masyarakat, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga pelaku bisnis. Di Jabar ini, mari kita bangun paradigma baru tentang Sungai Citarum,” ujar Ahmad Heryawan.

“Paradigma baru itu adalah tidak menebang pohon di hulu, tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai, tidak membuang limbah industri ke sungai. Mari kita tidak membuang apapun ke sungai,” katanya mengajak masyarakat.

Paradigma baru ini perlu dukungan semua pihak. Sebab, saat Pemprov Jabar memikirkan citarum sejak 2008 ternyata tidak ada dukungan stake holder lain. “Tidak bisa hanya provinsi, semua pihak harus terlibat. Badan Otorita ini yang akan mengkomandoi perbaikan nilai air Citarum. Badan inilah yang akan mengkoordlinasikan stake holder untuk Citarum,” tambahnya.

Selain membentuk kelembagaan atau badan otorita, perlu juga membangun budaya masyarakat yang memandang air sebagai barang yang sangat bernilai dan mahal. Sebab selain kelompok masyarakat industri juga ada kelompok masyarakat yang lebih besar, yaitu penduduk DAS Citarum yang harus memahami air sebagai barang yang sangat bernilai. “Bisnis akan berjalan berkelanjutan dan masyarakat akan hidup dengan baik dan sehat jika kehidupan didukung air dengan nilainya yang terpelihara,”

Buka Porpemprov, Aher Apresiasi Prestasi PNS Jabar

Mitrapolisi/ 
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) resmi membuka event olahraga antar ASN Pekan Olahraga Pemerintah Provinsi (Porpemprov) Jabar XVI di SPORT Jabar Arcamanik Bandung, Senin (07/05/2018). Porpemprov XVI yang diikuti oleh 3000 ASN dari seluruh OPD Pemprov Jabar ini akan mempertandingkan 13 Cabang Olahraga dan digelar hingga tanggal 9 Mei 2018.

Gubernur mengatakan, keolahragaan bagi para ASN wajib dilakukan. ASN harus senantiasa sehat, bugar dan prima dalam pembangunan dan pelayanan pada masyarakat.

"ASN Jabar harus sehat, tegap, kuat saat melayani masyarakat kita karena itu Porpemprov ini penting," ujarnya.

Aher menginginkan dari Porpemprov ini hadir nilai-nilai seperti kerja keras, sportif, berjiwa besar, kerjasama dan persahabatan yang harus diterapkan ASN dalam pelayanan publik.

"Itu nilai-nilai yang ada pada olahraga yang harus juga hadir dalam pelayanan publik," katanya.

Selama penyelenggaraan event olahraga ASN baik tingkat nasional maupun internasional, para atlet ASN Jabar selalu meraih prestasi. Dalam Pornas Korpri selama dua kali berturut-turut Jabar berhasil menjadi juara umum. Begitupun di pentas internasioal para ASN Jabar menjadi penyumbang atlet terbanyak bagi kontingen Indonesia pada event olahraga antar ASN se-Asean di Malaysia.

"Olahraga ASN kita terbilang maju sebab pada dua kali event Pornas Korpri di Manado dan di Yogyakarta Jabar keluar dua kali berturut-turut jadi juara umum. Berarti pembinaan Korpri kita bagus," ujar Aher.

Dalam pembukaan Porpemprov XIV Aher memberikan penghargaan dan uang kadeudeuh bagi ASN berprestasi di ajang Pornas Korpri.





Senin, 07 Mei 2018

Angklung & Celempung Sambut Gubernur Kim di Gunung Tangkuban Parahu

Mitrapolisi/
KAB. BANDUNG BARAT – Hari ketiga kunjungan di Jawa Barat, Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Mr. Kim Kwan-yong didampingi istri Mrs. Kim Chun-hee, berwisata ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu di Desa Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin pagi (7/5/18).

Suara khas Angklung dan alat musik pukul Celempung menyambut kedatangan Gubernur Kim dan rombongan yang tiba sekitar pukul 09.45 WIB. Tampak mendampingi Gubernur Kim, yaitu Ketua KONI Jawa Barat Ahmad Saefudin.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Wiana Sundari dan Direktur Operasional PT Graha Rani Putra Persada, Ruslan Kaban, selaku pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, menyambut langsung rombongan.

Usai penyambutan, Gubernur Kim dan rombongan langsung menuju gedung kantor pengelola. Dari tempat yang menyerupai aula terbuka ini, Gubernur Kim sempat takjub melihat pemandangan alam yang hijau dan terbentang luas. Terlihat pula wilayah pusat kota Kabupaten Subang dari tempat tersebut.

Di tempat ini, rombongan dari Provinsi Gyeongsang Utara (Gyeongsangbuk-Do) ini mencicipi jamuan yang telah disajikan. Seperti minuman bandrek, makanan pisang, ubi, kacang, dan jagung rebus sambil ditemani suara Angklung dan Celempung. Gubernur Kim dan rombongan tampak menikmati sajian suara Angklung dan Celempung yang dimainkan oleh dua orang.

Rombongan kemudian diajak masuk ke sebuah ruangan informasi sejarah gunung yang terkenal dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi ini. Mereka mendapat informasi seputar terbentuknya gunung yang secara administratif berada di dua kabupaten, Kabupaten Bandung Barat dan Subang.

Menurut catatan sejarah, antara 4-7 April 1829 terjadi letusan selama tiga hari tiga malam. Letusan berupa abu dan batu dari Kawah Ratu dan Domas. Letusan lumpur terjadi pada 1929. Sementara pada 1935, 1946-1947, 1952, 1969, 1983, 1986, dan 1992 terjadi peningkatan kegiatan di Kawah Ratu. Dan pada 2002 dan 2005 terjadi peningkatan kegiatan kegempaan. Berdasarkan sejarah, periode letusan gunung ini berkisar antara 2-50 tahun.

Gunung ini berada di ketinggian 1.525 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketinggian Gunung Tangkuban Parahu yaitu 2.084 mdpl dan 1.300 meter dari dataran tinggi Bandung.

Gubernur Kim dan rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke area toko souvenir. Mereka tampak sangat tertarik dengan berbagai jenis kriya yang dijajakan. Bahkan ada salah seorang anggota rombongan yang membeli sebuah alat musik Suling dan terus memainkannya selama berada area toko souvenir di Gunung Tangkuban Parahu.

Gubernur Kim sempat berhenti lama di sebuah toko kriya. Rupanya dia melihat seorang bapak yang sedang mengupas kulit Pohon Pakis atau Kayu Batik. Dengan spontan, dia pun langsung mengambil golok dan mencoba mengupas Pohon Kayu Batik di toko souvenir milik Roni Saeful ini. Pohon Kayu Batik ini unik karena ketika dikupas kulitnya akan menghasilkan corak seperti batik.

Buka Porpemprov, Aher Apresiasi Prestasi PNS Jabar

Mitrapolisi/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) resmi membuka event olahraga antar ASN Pekan Olahraga Pemerintah Provinsi (Porpemprov) Jabar XVI di SPORT Jabar Arcamanik Bandung, Senin (07/05/2018). Porpemprov XVI yang diikuti oleh 3000 ASN dari seluruh OPD Pemprov Jabar ini akan mempertandingkan 13 Cabang Olahraga dan digelar hingga tanggal 9 Mei 2018.

Gubernur mengatakan, keolahragaan bagi para ASN wajib dilakukan. ASN harus senantiasa sehat, bugar dan prima dalam pembangunan dan pelayanan pada masyarakat.

"ASN Jabar harus sehat, tegap, kuat saat melayani masyarakat kita karena itu Porpemprov ini penting," ujarnya.

Aher menginginkan dari Porpemprov ini hadir nilai-nilai seperti kerja keras, sportif, berjiwa besar, kerjasama dan persahabatan yang harus diterapkan ASN dalam pelayanan publik.

"Itu nilai-nilai yang ada pada olahraga yang harus juga hadir dalam pelayanan publik," katanya.

Selama penyelenggaraan event olahraga ASN baik tingkat nasional maupun internasional, para atlet ASN Jabar selalu meraih prestasi. Dalam Pornas Korpri selama dua kali berturut-turut Jabar berhasil menjadi juara umum. Begitupun di pentas internasioal para ASN Jabar menjadi penyumbang atlet terbanyak bagi kontingen Indonesia pada event olahraga antar ASN se-Asean di Malaysia.

"Olahraga ASN kita terbilang maju sebab pada dua kali event Pornas Korpri di Manado dan di Yogyakarta Jabar keluar dua kali berturut-turut jadi juara umum. Berarti pembinaan Korpri kita bagus," ujar Aher.

Dalam pembukaan Porpemprov XIV Aher memberikan penghargaan dan uang kadeudeuh bagi ASN berprestasi di ajang Pornas Korpri.

Jabar - Gyeongsangbuk-Do Tandatangani LoI Sister Province

Mitrapolisi/
BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, resmi menjalin kerjasama Sister Province. Hal itu dibuktikan dengan telah ditandatanganinya perjanjian Letter of Intent dari kedua belah pihak.

Penandatanganan LoI dilakukan langsung oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dengan Gubernur Gyeongsangbuk-Di Kim Kwan Yong di Gedung Pakuan Bandung, Minggu (06/05/2018) malam.

"Baru saja kita menandatangani Letter of Intent, sebuah niat baik bersama-sama untuk membangun kerjasama yang lebih luas yang dipayungi oleh Sister Province. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah bisa tanda tangani memorandum of understanding (MoU)-nya," kata Gubernur Aher.

Aher mengatakan, pembentukan Sister Province sangat penting karena akan memayungi kerjasama kedua daerah yang saling melindungi dan menguntungkan.

"Tentu kerjasama tanpa Sister Province juga bisa tapi dengan Sister Province itu ada payung besar kedua daerah dan saling melindungi dan menguntungkan," katanya.

Fokus kerjasama pada LoI tersebut diantaranya bidang pendidikan meliputi pengembangan SDM pada ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, kepemudaan serta peningkatan kapasitas dan manajemen pemerintahan. Kemudian kerjasama dalam perdagangan dan investasi melaui bussines matcing dalam menciptakan koneksi dagang antar kedua daerah serta pengembangan pasar terhadap produk potensial ke Korea Selatan. Bidang pariwisata, meliputi promosi wisata dua arah dengan melibatkan kerjasama antar agen perjalanan wisata kedua daerah. Terakhir, bidang kebudayaan yaitu melalui penyelenggaraan kolaborasi event budaya kedua daerah.

"Mudah-mudahan kerjasama ini memberi manfaat bagi masyarakat luas kedua daerah yang berujung peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan," harap Aher.

Seperti diketahui, hubungan persahabatan antara Jabar dan Gyeongsangbuk-Do diawali dengan pembentukan kerjasama antara KONI Jabar dengan Gyeongbuk Sport Committee di bidang olahraga tahun 2010 lalu. Salah satu kegiatannya yaitu pelatihan dan pembinaan atlet Jabar. Hingga akhirnya Jabar meraih prestasi gemilang pada PON XIX tahun 2016 lalu. Namun menurut Aher, kali ini kerjasama akan ditingkatkan pada pelatihan atlet Jabar untuk usia dini, tidak mencetak atlet yang sudah hampir jadi.

"Tadi juga ada pembicaraan kan selama ini kerjasama olahraga para atlet yang sudah jadi, kata dia itu bagus tapi lebih bagus lagi kerjasama itu melatih atlet sejak SD karena agar punya prestasi mendunia harus dimulai sejak dini seperti yang mereka lakukan sehingga banyak berbicara di kejuaraan dunia dan itu akan kita lakukan," terang Aher.

Sementara itu Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Kim Kwan Yong mengungkapkan, Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan khususnya di Jabar. Ia bercerita, dulu Korea Selatan merupakan negara miskin namun berkat peran besar pemimpinnya mampu menjadikan negara ginseng tersebut menjadi sangat maju. Menurutnya, sosok Gubernur Aher telah mampu membawa Jabar menjadi provinsi termaju di Indonesia.

"Saya sangat senang bertemu dengan Aher, Ia teman baik saya. Indonesia adalah negara besar di daerah tropis potensinya luar biasa untuk bisa berkembang. Korsel dulu miskin tapi bisa bangkit karena peran pemimpin. Aher juga harus bangkit untuk Indonesia," ujarnya.

Gubernur Kim juga sempat menyinggung kerjasama di bidang pertanian. "Kita ingin tahu bagaimana pengelolaan pertanian di Jabar bisa sangat maju, saya rasa bagus kalau kerjasama juga di bidang pertanian," katanya.

Kim Kwang Yong bersama delegasi telah datang ke Jabar sejak Sabtu (05/05/2018) kemarin. Rencananya mereka akan berada di Bandung hingga hari Selasa, karena di hari itu Gubernur Kim Kwang Yong akan menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Kunjungan terebut merupakan kunjungan balasan setelah pada akhir April lalu Gubernur Aher mengunjungi Gyeongsangbuk-Do untuk penjajakan kerjasama.

"Terima kasih sambutan hangatnya, saya baru kali ini bawa istri, biasanya kunjungan kerja ke luar negeri tidak pernah dibawa. Kita harus saling mengunjungi untuk kemajuan bersama," kata Kim.

Pencetakan Wirausaha Baru di Jabar Lebihi Target

Mitrapolisi/
BANDUNG - Sejak digulirkan pada tahun 2013 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pencetakan Wirausaha Baru (WUB) melebihi target yang ditetapkan yaitu 100 ribu WUB. Hingga akhir tahun 2017 tercatat telah berhasil mencetak WUB sebanyak 129 ribu hasil kerjasama dari 13 OPD Pemprov Jabar dan unsur Jabar Masagi.

129 WUB yang berasal dari 27 Kota dan Kabupaten di Jabar tersebut memiliki usaha bisnis yang variatif sesuai dengan kompetensi masing-masing. Mereka dilatih bagaimana menjadi enterpreneurship yang baik dan diberikan kemudahan akses keuangan oleh Pemprov Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) usai meresmikan acara gelar produk 1000 WUB di halaman Gedung Sate Bandung, Minggu (06/05/2018) mengatakan, saat ini Indonesia membutuhkan 5,8 juta pengusaha muda baru bila ingin memenangkan kompetisi di pasar tunggal ASEAN. Lahirnya WUB juga dapat membuka kesempatan kerja baru untuk mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Jika semuanya hanya berfikir mencari kerja itu dipastikan tidak akan tertampung sehingga akan banyak pengangguran," kata Aher.

Namun, lanjut Aher, pencetakan WUB saja tidaklah cukup. Diperlukan gelar produk wirausaha yang menampilkan karya produk-produk yang sudah dilatih.  Hal itu disamping untuk mempromosikan produk, juga untuk membangun jejaring dengan sesama pebisnis dan bertemu dengan buyers seperti modern market.

"Mudah-mudahan ini akan meningkatkan daya saing wirausaha dari skala mikro, kecil, menengah kemudian mengarah ke skala besar yang akhirnya dapat membuka lapangan pekerjaan," harap Aher.

Aher optimis hal tersebut akan tercapai mengingat di era ekonomi digital saat ini, teknologi sangat membantu witausahawan untuk berkinerja lebih tinggi baik dari segi produktivitas maupun pemasaran. Tahun 2018 ini pemasaran melalui e-commerce nilai transaksinya diperkirakan mencapai Rp 144 Triliun.

"Mari kita beli produk-produk mereka dan UMKM Jabar sebagai wujud keikutsertaan pengembangan WUB dan mencintai produk dalam negeri," kata Aher.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jabar, Dudi Sudrajat selaku penyelenggara mengatakan, digelarnya produk 1000 WUB untuk memberikan apresiasi, motivasi dan mendorong serta menumbuh kembangkan jiwa wirausaha bagi pengusaha muda yang Memberikan apresiasi, motivasi dan mendorong serta menumbuh kembangkan jiwa wirausaha bagi pengusaha muda yang berpotensi.

"Peserta gelar diikuti seribu orang yang terdiri dari WUB dari 13 OPD pelaksana program, perguruan tinggi, binaan dari Perbankan di Jabar, binaan dari Kadin dan Hipmi Jabar," ujar Dudi.

Sejak dibuka pada pukul sembilan pagi, terlihat masyarakat sudah banyak yang melakukan transaksi. Produk yang ditampilkan berupa makanan minuman atau kuliner, konveksi, jasa kecantikan, handycraft, agribisnis, perikanan hingga peternakan.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Aher memberikan penghargaan kepada WUB berprestasi dengan jenis produknya yang unik dan baru.

Minggu, 06 Mei 2018

Kunjungi Dekranasda, Gubernur Gyeongsangbuk-do Kagumi Kriya Jabar

Mitrapolisi/
BANDUNG – Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menerima kunjungan Gubernur Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, Mr. Kim Kwan Yong beserta rombongan di Kantor Dekranasda Provinsi Jabar Jl. Ir. H Djuanda Bandung, Minggu (06/05/18).
Netty mengatakan kunjungan kerja yang dilakukan oleh Mr. Kim merupakan kunjungan balasan setelah beberapa waktu lalu pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gyeongsangbuk-Do Korea Selatan,  dalam rangka kunjungan kerja dan bertemu para atlet asal Jawa Barat.
Netty mengungkapkan Mr. Kim beserta Istri sangat kagum dengan produk Jawa Barat. Sempat juga mengatakan bahwa Masyarakat Jawa Barat sangat kreatif akan produk yang dihasilkan. Mulai dari sofa dari bambu, kerajinan dari kerang, fashion dari kulit dan kain batik.
"Beliau katakan ada beberapa produk yang menarik hati. Salah satunya adalah produk kayu,” kata Netty.
Netty mengungkapkan pada kunjungannya tadi ada beberapa produk kayu yang langsung dibeli oleh Mr. Kim. Sedangkan istri Mr. Kim membeli beberapa helai sutra TBM, karena menyukai warna dan motifnya.
Terungkap dalam kunjungan, Mr. Kim sangat dekat dengan alam dan menyukai seni. Ini dilatarbelakangi Mr. Kim adalah guru SD dan guru kesenian, jadi inilah yang mendorongnya sangat menyukai unsur seni dan budaya.
"Ketika di Provinsi Gyeongsangbuk-Do salah satu suvenir yang diberikan Mr. Kim pada Kang Aher adalah suling. Jadi ketika menikmati kacapi suling pun langsung tergerak menanyakan bagaimana cara memainkan suling," tuturnya.
Selain itu Netty juga menuturkan kesukaannya akan camilan asal Jawa Barat. Seperti pisang raja, wajid, sale pisang dan rangginang.
Setelah ditandatangani Letter of Intens (LoI) nanti malam (Minggu (06/5/18) di Gedung Negara Pakuan), Netty berharap kedepan adanya kerjasama bidang ekonomi. Tentunya yang memenuhi selera pasar di Provinsi Gyeongsangbuk-Do, seperti produk kerajianan dari kayu dan bambu.

Aher dan 1800 Komunitas Otomotif Deklarasikan Anti Hoax & Radikalisme

Mitrapolisi/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto bersama 1800 komunitas motor dan mobil se-Jabar mendeklarasikan anti berita hoax dan anti tindakan radikalisme. Deklarasi dibacakan oleh perwakilan dari ketua komunitas dan diikuti oleh seluruh anggota yang hadir di depan Gedung Sate Bandung, Minggu (06/05/2018).

Gubernur Aher menuturkan, deklarasi tersebut juga merupakan simbol ajakan kepada seluruh masyarakat untuk tidak terlibat dalam berita hoax. Seperti meneruskan atau menyebarluaskannya pada akun media sosial yang dimiliki.

"Kami bersama Pak Kapolda dan teman-teman komunitas hari ini mendeklarasikan anti hoax dan anti radikalisme. Ini sebuah simbol ajakan kepada masyarakat untuk tidak membuat dan terlibat dalam berita hoax dan tidak memforward atau meneruskan apabila di sosmed masing-masing ada yang kirim berita hoax," tuturnya.

Bila masyarakat menemukan berita yang diragukan kebenarannya, Aher meminta agar tabayyun atau mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut atau didiamkan saja ketimbang langsung disebarkan. Menurut Aher, tindakan tersebut sesuai dengan perintah Allah SWT kepada kaum muslim.

"Kami ajak warga Jabar untuk waspada kalau beritanya meragukan silakan konfirmasi. Karena kita mengamalkan hadist Nabi barang siapa yang beriman kepada Allah dan Rasulnya maka berkatalah baik, menulislah baik, kalau tidak diam saja," jelas Aher.

Seluruh komunitas motor dan mobil di Jabar berkomitmen untuk mendukung kepolisian melaksanakan gerakan anti hoax dan anti radikalisme. Mereka juga dengan tegas menolak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menyebarkan kebencian dan permusuhan individu atau kelompok tertentu yang mengatasnamakan suku, agama, ras dan antar golongan.

Selain itu, para anggota komunitas juga akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian bila menemukan berita bohong dan menyesatkan secara langsung atau melalui media sosial. Terkait Pilkada serentak 2018 di Jabar, mereka juga menyatakan siap mendukung Pilkada damai dan menolak money politik.

"Saat ini kita sedang menghadapi pesta demokrasi kita juga deklarasikan bersama, sejak awal kita berkomitmen untuk menjalankan Pilkada serentak secara aman, damai dan tentram," ujar Aher.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, pihaknya akan menyasar seluruh komunitas masyarakat di Jabar untuk mendeklarasikan aksi tersebut.

"Jadi aksi ini akan kita lakukan dengan semua komunitas, nelayan sudah, petani sudah, mahasiswa sudah," ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat Jabar yang berjumlah 47 juta jiwa memiliki kreativitas yang tinggi dan kaya akan komunitas otomotif.

"Warga Jabar sangat kaya akan komunitas otomotif dan kreatif orang-orangnya karena itu kita himpun juga mereka untuk mendeklarasikan anti hoax dan radikalisme terutama menghadapi Pilkada serentak di Jabar supaya aman dan damai," pungkas Kapolda.