Sabtu, 25 Mei 2019

Pemdaprov Jabar Hibahkan Aset kepada Tiga Lembaga/Kementerian

Mitrapolisi.co.id


KOTA BANDUNG - Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat menghibahkan aset berupa tanah dan kendaraan operasional kepada tiga lembaga dan kementerian.

Penandatanganan dan penyerahan nota perjanjian hibah dilakukan langsung oleh Gubernur Ridwan Kamil didampingi Sekretaris Daerah Iwa Karniwa, di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No 1, Kota Bandung, Sabtu (25/5/19).

Aset yang diberikan yakni tanah seluas 10 hektare kepada Kementerian Pertanian (Kementan) RI, tanah seluas lima hektare kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, dan kendaraan operasional berupa dua unit mobil kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang akan digunakan oleh Kepala dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.


Di tanah yang dihibahkan untuk LAN saat ini sudah berdiri Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pemetaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (Puslatbang PKASN) di Jalan Kiarapayung, Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Sementara tanah yang diserahkan kepada Kementan saat ini sudah berdiri Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Badan PPSDMP Kementan yang terletak di Jalan Kayuambon, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, pada kesempatan ini Kementan juga menyerahkan hibah tanah seluah 96.203 meter persegi dan bangunan seluas 3.120 meter persegi kepada Pemdaprov Jawa Barat di 13 lokasi di Jabar.

Umumnya di ketiga belas lahan tersebut saat ini sudah digunakan untuk berbagai fasilitas pengembangan dan pelatihan di bidang pertanian.


Dalam sambutannya, Emil -- sapaan akrab Ridwan Kamil berharap hibah aset ini bisa mendukung proses dinamika pembangunan di Jawa Barat. Baginya, serah terima hibah ini menjadi wujud pembangunan Jawa Barat tidak hanya lahir (infrastruktur) namun juga batin (keilmuan).

"Ini proses istimewa yang kita lalui. Kalau untuk LAN dipergunakan untuk pelatihan dan pengembangan keilmuan yang sangat kita butuhkan. Sementara untuk Kementerian Pertanian bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan," kata Emil.

"Dan tentunya dinamika pembangunan ini luar biasa, maka Pak Kajati dan Wakajati fasilitasnya harus kita dukung lahir batin," lanjutnya.

Turut hadir pada acara ini Kepala LAN Adi Suryanto, Kepala Puslatbang PKASN Hari Nugraha, Sekjen Kementan Syukur Iwanto, Kepala BPPSDM Pertanian Kementan Momon Rusmono, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat Daud Achmad, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat Nurdialis, serta para pejabat Eselon II dan III terkait Setda Provinsi Jawa Barat.


Emil Berzakat

USAI menyerahkan hibah, Gubernur Ridwan Kamil membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat. Setelah itu, giliran Sekda Iwa Karniwa diikuti para pejabat Eselon II di lingkungan Pemdaprov Jawa Barat.

Menurut Emil, zakat bisa meningkatkan ibadah dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Terlebih zakat bisa meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama umat.

“Alhamdulillah, jika zakat ini kita tunaikan di bulan suci Ramadan maka banyak pihak atau mustahik yang terbantu dan tentunya kita akan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ujarnya.


Untuk itu, Emil mengajak seluruh warga Jawa Barat terutama umat Islam untuk mambayar zakat. Karena menurutnya, membayar zakat merupakan bagian dari kita membangun Jawa Barat Juara Lahir dan batin.

“Saya mengajak seluruh warga Jawa Barat – khususnya umat Islam, di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, mari kita tingkatkan ibadah dan ketakwaan kita salah satunya adalah memperbanyak salat dan menunaikan zakat,” ajak Emil.


“Mari membangun Jawa Barat, mari kita menolong sesama umat dengan cara membayar zakat,” tandasnya.(arm)

Kamis, 23 Mei 2019

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, bersama Bupati Bandung, Dadang Nasser, dalam acara Safari Ramadhan 1440 Hijriah

Mitrapolisi.co.id/ 


KAB BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa esensi dari Safari Ramadhan 1440 Hijriah adalah membangun komunikasi dengan seluruh Kepala Daerah di Jawa Barat.
"Safari Ramadhan intinya adalah silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota," ucapnya di Masjid Agung Al-Fathu Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (22/5/2019).

Apabila komunikasi Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat dengan Kepala Daerah terbangun dengan kokoh, Uu Ruzhanul yakin roda pemerintahan akan berputar beriringan. Titik finisnya tentu saja visi misi Jawa Barat Juara Lahir Batin dapat terealisasi. 

"Dengan saling bertemu saya harap terbangun chemistry hebat, sehingga antara Provinsi dan Kabupaten/Kota tidak berjalan sendiri-sendiri tapi harus nyambung pola pikirnya. Jangan sampai, Gubernur ke kiri, Bupati ke kanan, akhirnya tidak sampai pada tujuan pembangunan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemdaprov Jawa Barat via Badan Amin Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat memberikan santunan kepada 50 anak yatim piatu, 10 santri salafiah, DKM Al-Fathu serta bantuan kursi roda.

Bupati Bandung Dadang Nasser menyambut positif Safari Ramdhan. Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian Pemdaprov Jawa Barat kepada masyarakat Kabupaten Bandung. 

"Alhamdulillah Kabupaten Bandung menjadi objek penyerahan zakat dari Baznas Jabar melalui safari ramadan ini, terima kasih perhatiannya," katanya.

Selain itu, Dadang Nasser menyatakan bahwa Kabupaten Bandung saat ini tengah menggagas gerakan sejuta muzaki. Gerakan tersebut dibentuk karena potensi zakat di Kabupaten Bandung sangat besar.
"Potensi zakat, infak, dan sedekah ini besar sekali. Dan saya yakin untuk kalangan pengusaha, birokat tidak akan hanya bayar 100 ribu (rupiah)," ucapnya.(arm)

Rapat Paripurna Pemdaprov Jawa Barat dan DPRD jabar bahas 3 Raperda

Mitrapolisi.co.id/

BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat menggelar Rapat Paripurna di Kantor DPRD Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

Rapat Paripurna tersebut membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Jawa Barat, yakni Pendidikan Keagamaan, Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) tahun 2019-2039, dan Penyelenggaraan Kesehatan. 

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Raperda Pendidikan Keagamaan dimaksudkan untuk menjadi pedoman Pemdaprov dalam memfasilitasi penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan yang sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

"Dengan adanya peraturan daerah ini, akan memperkuat aspek kelembagaan pendidikan keagamaan," ucap Emil –demikian Ridwan Kamil disapa--. 

Pendidikan Keagamaan sendiri perlu mendapatkan perhatian khusus. Pasalnya, Pendidikan Keagamaan merupakan salah satu cara untuk membentuk generasi bangsa yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan yang berwawasan luas.

Maka itu, Pemdaprov Jawa Barat berkewajiban menjamin terselenggaranya Pendidikan Keagamaan di wilayahnya dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan amanah Undang-Undang.  

Raperda Pendidikan Keagamaan meliputi pendidikan formal, non formal, dan informal, lima agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Kong Hu Cu.(arm)

Selasa, 21 Mei 2019

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum Bersafari Ramadhan di Masjid Agung Al-Musabaqah, Kabupaten Subang,

Mitrapolisi.co.id/

SUBANG – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) Sawah Abadi. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dalam Safari Ramadhan 1440 Hijriah di Masjid Agung Al Musabaqah, Kabupaten Subang, Selasa (21/5/2019).


Menurut Uu Ruzhanul, Perda Sawah Abadi penting untuk mempertahankan lahan pertanian yang ada di Kabupaten Subang. Pasalnya, Kabupaten Subang menjadi salah satu prioritas pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Segitiga Rebana (Patimban-Cirebon-Kertajati). 



“Kabupaten Subang ini harus istiqamah menjadi lumbung padi nasional dan Jawa Barat. Karena kalau lumbung padi Subang terganggu, kami khawatir pangan terganggu. Maka, di sini pemerintah (Kabupaten Subang) harus menjaga lahan pertaniannya,” ucapnya.



Uu Ruzhanul pun melontarkan pertanyaan kepada Bupati Subang Ruhimat soal ihwal Perda Sawah Abadi. Karena, kata dia, Perda tersebut akan menjadi landasan hukum untuk mempertahankan lahan pertanian atau produksi pangan, sehingga tak mudah dialihfungsikan. 



“Katanya sedang dibuat (Perda tentang Sawah Abadi). Kalau tidak ada Perda Sawah Abadi nanti takut masyarakat begitu mudah mengalihkan fungsi tanah dari sawah menjadi perumahan, sehingga akan mengganggu produksi pangan itu sendiri,” ucapnya.



Oleh karena itu, Uu Ruzhanul berharap Pemkab Subang mempunyai ketegasan dalam mempertahankan lahan produktif pangan di daerahnya. Tujuannya tentu saja supaya ketersediaan pangan di Jawa Barat terjaga.



“Apalagi Subang termasuk dalam wilayah pengembangan segi tiga emas ekonomi Jawa Barat, Rebana,” katanya.



“Kami butuh pengembangan ekonomi, kami butuh peningkatan kesejahteraan. Tapi tolong pertanian jangan sampai diabaikan. Maka segera buat perda sawah abadi!” lanjutnya.



Pada kesempatan yang sama, Pemdaprov Jawa Barat via Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat memberikan santunan kepada 50 anak yatim piatu/fakir miskin sebesar Rp 12,5 juta, 10 santri pondok pesantren salafiyah sebesar Rp 5 juta, dan DKM Masjid Agung Al Musabaqah Subang sebesar Rp 2,5 juta. Selain itu, diberikan pula puluhan Al Quran dan Iqro.



Bupati Subang Ruhimat menyambut baik kegiatan santunan Safari Ramadhan tersebut. Dia berharap kegiatan santunan ini bisa meningkatkan solidaritas dan semangat ukhuwah islamiyah, sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada rakyat.



“Kegiatan santunan ini juga sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu terwujudnya kesejahteraan masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu,” katanya.



Sebelum bersafari di Kabupaten Subang, Uu Ruzhanul mengunjungi Kabupaten Indramayu. Dalam kegiatannya, Pemdaprov Jawa Barat via Baznas Provinsi Jawa Barat menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim piatu/fakir miskin sebesar Rp 12,5 juta, 10 santri pondok pesantren salafiyah sebesar Rp 5 juta, dan DKM Masjid Agung Indramayu sebesar Rp 2,5 juta. (deril)

Senin, 20 Mei 2019

Gubernur Bahas Sejumlah Poin Penting Dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang

Mitrapolisi.co.id/

TOKYO—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam lawatannya ke Jepang bertemu secara khusus dengan Menteri Lingkungan Hidup [LH] Jepang Tsukasa Akimoto, Senin (20/5/19) waktu setempat.


Gubernur Ridwan Kamil dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Vice Minister for Global Environment Affairs KLH Jepang Yasuo Takahashi tersebut memaparkan hubungan kerjasama antara Indonesia-Jepang khususnya dengan Jawa Barat yang sangat panjang. “Provinsi kami bisa dibilang rumah kedua bagi orang Jepang di Indonesia,” kata gubernur yang akrab disapa Emil ini.


Menurutnya secara lingkungan bahkan Jawa Barat mirip dengan Jepang yang banyak memiliki gunung berapi, bencana gempa dan kerap mengalami musibah tsunami. Pertemuan dengan Yoshiaki Harada sekaligus menyampaikan dua rencana kerjasama pihaknya. “Pertama berkaitan dengan metropolitan dan kedua soal kebencanaan,” kata Emil.


Terkait metropolitan pihaknya memastikan tengah fokus pada pengendalian lingkungan salah satunya adalah pengelolaan sampah perkotaan. Jawa Barat berencana ke depan pengelolaan sampah bisa ramah lingkungan seperti layaknya di Jepang. “Sebagai Gubernur saya membawahi 27 kota, dimana jika ada 1 proyek lingkungan berhasil, saya jadikan contoh untuk daerah lainnya,” jelasnya.


Langkah pertama menyelesaikan sampah perkotaan menurutnya sudah dilakukan Jawa Barat dengan membangun fasilitas pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah (PPAS) Lulut, Nambo, Bogor atau Luna. Luna yang nilai proyeknya mencapai US$ 60 juta akan melayani sampah di Bogor Raya plus Tanggerang Selatan.


“Sekarang kami akan membangun lima fasilitas dari sampah plastik menjadi bahan bakar. Kalau ini berhasil sampah-sampah plastik perkotaan bisa kita ambil dan jadikan bahan bakar. Akan mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan,” kata gubernur.


Pada Menteri Tsukasa Akimoto pun menyampaikan rencana Jawa Barat yang akan menjadi provinsi pertama yang memasukkan kurikulum kebencanaan di sekolah dasar dan menengah. “Oleh karena itu kami mohon dibantu, contoh modul pengajaran di sekolah yang bisa kami latih ke guru dan diajarkan kepada anak sekolah,” Emil menuturkan.


Selain itu pihaknya juga meminta bantuan teknologi bagaimana mengubah Citarum yang masih menjadi sungai terkotor berubah menjadi sungai terbersih. “Karena presiden menugaskan saya 5 tahun untuk membersihkan mudah-mudahan pak Menteri bisa membantu saya,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Menteri Tsukasa Akimoto menyambut baik rencana dan tawaran kerjasama yang disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Terutama terkait kurikulum kebencanaan, dimana pihaknya bisa menerapkan hal tersebut belajar dari sejumlah bencana yang menimpa Jepang. “Kami banyak belajar dari pengalaman dilanda bencana, di wilayah Timur di Jepang,” katanya.


Khusus terkait Citarum, pihaknya mengaku sudah pernah datang berkunjung ke Jakarta dan melihat kondisi sungai Ciliwung. Akimoto mengaku pihaknya merekomendasikan apa yang sudah dilakukan pihaknya agar sungai menjadi bersih. “ Di setiap titik tertentu bangun sarana pengelolaan air sebelum dibuang ke sungai. Dulu sungai di Tokyo tercemar, sekarang jadi bersih,” katanya.


Menurutnya dengan adanya fasilitas pengelolaan air, maka sebelum air kotor masuk ke sungai dibersihkan terlebih dahulu di penyaringan. Akimoto menghitung untuk membangun sarana tersebut biayanya tidak terlalu tinggi.


“Dan kami, bisa bantu. Kami juga berkomitmen akan memberikan dukungan dan kerjasama dengan provinsi bapak. Kami juga siap mempererat kerjasama dengan JICA untuk mempererat hubungan dengan bapak,” tutur Menteri.(arm)

Gubernur Bahas Sejumlah Poin Penting Dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang

Mitrapolisi.co.id/

TOKYO—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam lawatannya ke Jepang bertemu secara khusus dengan Menteri Lingkungan Hidup [LH] Jepang Tsukasa Akimoto, Senin (20/5/19) waktu setempat.

Gubernur Ridwan Kamil dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Vice Minister for Global Environment Affairs KLH Jepang Yasuo Takahashi tersebut memaparkan hubungan kerjasama antara Indonesia-Jepang khususnya dengan Jawa Barat yang sangat panjang. “Provinsi kami bisa dibilang rumah kedua bagi orang Jepang di Indonesia,” kata gubernur yang akrab disapa Emil ini.

Menurutnya secara lingkungan bahkan Jawa Barat mirip dengan Jepang yang banyak memiliki gunung berapi, bencana gempa dan kerap mengalami musibah tsunami. Pertemuan dengan Yoshiaki Harada sekaligus menyampaikan dua rencana kerjasama pihaknya. “Pertama berkaitan dengan metropolitan dan kedua soal kebencanaan,” kata Emil.

Terkait metropolitan pihaknya memastikan tengah fokus pada pengendalian lingkungan salah satunya adalah pengelolaan sampah perkotaan. Jawa Barat berencana ke depan pengelolaan sampah bisa ramah lingkungan seperti layaknya di Jepang. “Sebagai Gubernur saya membawahi 27 kota, dimana jika ada 1 proyek lingkungan berhasil, saya jadikan contoh untuk daerah lainnya,” jelasnya.

Langkah pertama menyelesaikan sampah perkotaan menurutnya sudah dilakukan Jawa Barat dengan membangun fasilitas pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah (PPAS) Lulut, Nambo, Bogor atau Luna. Luna yang nilai proyeknya mencapai US$ 60 juta akan melayani sampah di Bogor Raya plus Tanggerang Selatan.

“Sekarang kami akan membangun lima fasilitas dari sampah plastik menjadi bahan bakar. Kalau ini berhasil sampah-sampah plastik perkotaan bisa kita ambil dan jadikan bahan bakar. Akan mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan,” kata gubernur.

Pada Menteri Tsukasa Akimoto pun menyampaikan rencana Jawa Barat yang akan menjadi provinsi pertama yang memasukkan kurikulum kebencanaan di sekolah dasar dan menengah. “Oleh karena itu kami mohon dibantu, contoh modul pengajaran di sekolah yang bisa kami latih ke guru dan diajarkan kepada anak sekolah,” Emil menuturkan.

Selain itu pihaknya juga meminta bantuan teknologi bagaimana mengubah Citarum yang masih menjadi sungai terkotor berubah menjadi sungai terbersih. “Karena presiden menugaskan saya 5 tahun untuk membersihkan mudah-mudahan pak Menteri bisa membantu saya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Tsukasa Akimoto menyambut baik rencana dan tawaran kerjasama yang disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Terutama terkait kurikulum kebencanaan, dimana pihaknya bisa menerapkan hal tersebut belajar dari sejumlah bencana yang menimpa Jepang. “Kami banyak belajar dari pengalaman dilanda bencana, di wilayah Timur di Jepang,” katanya.

Khusus terkait Citarum, pihaknya mengaku sudah pernah datang berkunjung ke Jakarta dan melihat kondisi sungai Ciliwung. Akimoto mengaku pihaknya merekomendasikan apa yang sudah dilakukan pihaknya agar sungai menjadi bersih. “ Di setiap titik tertentu bangun sarana pengelolaan air sebelum dibuang ke sungai. Dulu sungai di Tokyo tercemar, sekarang jadi bersih,” katanya.

Menurutnya dengan adanya fasilitas pengelolaan air, maka sebelum air kotor masuk ke sungai dibersihkan terlebih dahulu di penyaringan. Akimoto menghitung untuk membangun sarana tersebut biayanya tidak terlalu tinggi.

“Dan kami, bisa bantu. Kami juga berkomitmen akan memberikan dukungan dan kerjasama dengan provinsi bapak. Kami juga siap mempererat kerjasama dengan JICA untuk mempererat hubungan dengan bapak,” tutur Menteri.(arm)

Jabar-IFC Kerjasama Pengembangan Infrastruktur dan Revitalisasi BUMD

Mitrapolisi.co.id/


TOKYO—Kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Jepang berbuah kesepakatan untuk menggelar kerjasama strategis dengan International Finance Corporation (IFC) mengembangkan infrastruktur dan merevitalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).


Rencana tersebut lahir dalam penandatanganan Pernyataan Kehendak (letter of intent) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan IFC yang dipimpin Direktur Departemen Asia Timur dan Pasifik Vivek Pathak di Tokyo, Jepang, Senin (20/5/19) waktu setempat.



“Ini salah satu kerjasama dengan hasil positif selama kunjungan saya ke Jepang selain bertemu Menteri Lingkungan Hidup Jepang beserta JICA dan pemerintah Prefektur Shizouka,” kata Gubernur Ridwan Kamil.



Para pihak menurut Emil—sapaan akrab Gubernur Ridwan Kamil—berkeinginan untuk menjalin kerjasama di bidang investasi pengembangan infrastrukstur dan revitalisasi BUMD dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.



Kerjasama ini dijalin lewat pertimbangan bahwa ketersediaan infrastruktur dan revitalisasi BUMD di Jawa Barat guna meningkatkan daya saing daerah dan mensejahterakan masyarakat memerlukan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Termasuk lembaga keuangan internasional yang memiliki kapasitas financial dan manajerial  untuk mewujudkan sasaran misi BUMD Juara,” tutur Emil.



Pihaknya memaparkan ruang lingkup kerjasama yang dibahas dalam letter of intent (LoI) para pihak akan meliputi pendampingan persiapan proyek-proyek infrastruktur strategis yang akan dilaksanakan memakai skema pembiayan kreatif.



IFC juga akan melakukan pendampingan dalam rangka penguatan kelembagaan BUMD di Jawa Barat guna meningkatkan daya saing dan perluasan pasar. “Ada tiga poin utama yang menjadi ruang lingkup kerjasama ke depan bersama IFC,” kata Emil.



LoI ini menurutnya merupakan langkah awal untuk menjalin kerjasama formal lebih jauh dengan penandatangan perjanjian yang bersifat teknis dan operasional sesuai ruang lingkup yang disepakati.



IFC sendiri merupakan lembaga keuangan internasional yang didiriakn sebagai afilisasi Bank Dunia dengan tujuan membantu pembiayaan pembangunan Negara-negara anggota yang belum maju melalui pemberian pinjaman dan/atau penyertaan pada sektor swasta.



Dalam kesempatan tersebut Gubernur Ridwan Kamil sekaligus diundang secara khusus sebagai panelis dalam acara United Cities and Local Government : Urban 20 yang disupport oleh IFC, World Bank Group di Hilton Hotel, Tokyo.



Dalam diskusi panel bersama Wali Kota Bogota Kolombia Gregorie Emmanuel tersebut Gubernur memaparkan peluang investasi di Jawa Barat.



IFC sendiri merupakan lembaga keuangan internasional yang didirikan sebagai afilisasi Bank Dunia dengan tujuan membantu pembiayaan pembangunan Negara-negara anggota yang belum maju melalui pemberian pinjaman dan/atau penyertaan pada sektor swasta.(arm)

Ketua tim penggerak (TP) pkk provinsi jabar Atalia .resmu membuka Bazar Ramadhan 1440 H

Mitrapolisi.co.id/
KOTA BANDUNG – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, resmi membuka Bazar Ramadhan 1440 H 'Keberkahan Ramadhan Bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat' di Parkir Barat Gedung Sate, Senin (20/5/2019). 


Menurut Atalia Praratya, bazar tersebut bertujuan untuk memudahkan ibu rumah tangga memenuhi kebutuhan domestik. Pasalnya, dalam bazar itu kebutuhan domestik dijual dengan harga relatif murah, supaya harga sembako stabil pada bulan Ramadhan. 



"Sebagai ibu rumah tangga, sebetulnya Ramadhan ini adalah bulan penuh berkah, tetapi juga mengandung nilah deg-degan. Karena biasanya menjelang Idul Fitri harga-harga melonjak tinggi, sehingga para ibu, harus berhati-hati mengatur keuangan," katanya.



"Hari ini, Dharma Wanita Persatuan Jawa Barat hadir untuk melaksanakan kegiatan rutin setiap Ramadhan adalah untuk meringankan beban para ibu rumah tangga," lanjutnya. 



Bazar Ramadhan 1440 H/2019 menghadirkan 200 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang terdiri dari instansi pemerintahan, anggota DPW Kota/Kabupaten di Jawa Barat, dan umum. Acara tersebut berlangsung selama dua hari dari 20 sampai 21 Mei.



Selain menjual kebutuhan pangan dengan harga murah, bazar tersebut menjajakan keperluan sandang jelang Idul Fitri macam pakaian musim dan alat salat. Dengan begitu, Bazar Ramadhan 1440 H/2019 berlangsung semarak. 



"Ada perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Kabupaten se-Jawa Barat. Ini menghadirkan karya-karya mereka termasuk potensi mereka. Mulai dari cireng, cilok, baso, pepes-pepesan, sampai pakaian jadi semua ada disini," ucap Atalia Praratya. 



Ketua DWP Jawa Barat Elly Rosita Karniwa menyatakan bahwa bazar yang rutin dilaksanakan setiap ramadhan ini bertujuan untuk memperkenalkan serta mengangkat kearifan produk lokal Jawa Barat, dan memberikan ruang kepada pelaku usaha untuk memarenkan produknya. 



"Dengan bazar ini, kami berharap seluruh warga Jawa Barat dapat mencintai, membudayakan dan mengonsumsi produk lokal Jawa Barat," katanya. 



"Selain itu juga bertujuan untuk  memfasilitasi dan memberi ruang kepada para pelaku usaha untuk memamerkan keahliannya," tutupnya ( arm)

Memperingati Harkitnas wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menjadi inspektur upacara

Mitrapolisi.co.id/

KOTA BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2019 di halaman depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (20/5/19).


Dengan tema ‘Bangkit untuk Bersatu’ dalam Harkitnas edisi ke-111 itu, Uu Ruzhanul mengatakan bahwa kunci untuk memajukan Indonesia adalah gotong royong. Dalam konteks Jawa Barat, gotong royong atau persatuan adalah salah satu kunci mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin.



“Persatuan, gotong royong kunci kekuatan majunya Republik Indonesia yang kita cintai ini. Termasuk juga Jawa Barat, kuncinya menuju akselerasi Jabar Juara Lahir Batin, kolaboratif, inovatif, kuncinya adalah persatuan dan kesatuan,” ucapnya.



Menurut Uu Ruzhanul, tidak akan ada sebuah kekuatan tanpa adanya persatuan, tidak ada persatuan tanpa adanya kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan tanpa adanya ketaatan. Maka itu, dia menyebut bahwa persatuan adalah ketaatan kepada pemimpin.



“Oleh karena itu, kepada seluruh ASN yang hadir dan masyarakat hari ini, mari kita hormati pimpinan, mari kita hargai pimpinan,” katanya.



Lebih lanjut, Uu Ruzhanul menyatakan bahwa gotong royong mengandung makna kebersamaan. Namun, lanjut dia, nilai-nilai gotong royong yang merupakan ciri khas bangsa mulai memudar. Salah satu indikatornya adalah kehidupan masyarakat yang individualistik. 



“Gotong royong merupakan ciri khas dan karakter bangsa Indonesia. Di mana gotong royong saat ini sudah agak memudar dengan kehidupan egois, masing-masing. Kami khawatir kalau hidup kita sudah masing-masing, itu berbahaya,” ucapnya.
“Maka saya minta untuk menuju Jabar Juara Lahir Batin, gotong royong merupakan kunci utama untuk membuat sebuah kekuatan. Apalagi, tidak semua harus pakai uang. Kalau semua harus pakai uang, akan berat APBD kita,” lanjutnya.



Inti Pancasila



Pada kesempatan yang sama, Uu Ruzhanul membacakan pula amanat Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara. Dalam amanatnya, Rudiantara menekankan bahwa gotong royong adalah intinya ini (core of the core) dari Pancasila. 



Titah tersebut sempat diungkapkan oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, manakala merumuskan dasar negara Indonesia di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. 



“Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun, Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong,” amanat Rudiantara yang dibacakan Uu Ruzhanul.



“Gotong royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua,” lanjutnya.



Meski gotong royong sudah digaungkan oleh nenek moyang Republik Indonesia, jiwa gotong royong masih membara sampat saat ini. Nilai-nilainya pun masih relevan seiring tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan.



Apalagi, Indonesia diprediksi menjadi salah satu dari lima negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 10 sampai 30 tahun mendatang. Oleh karena itu, kebersamaan mesti terus dibangun karena itu adalah kunci kemajuan Indonesia.



“Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan,” pesan Rudiantara.



Rudiantara pun mengajak masyarakat untuk merayakan peringatan Harkitnas edisi 2019 dengan pembaharu semangat gotong royong dan kolaborasi. Tujuannya supaya gaung ibu pertiwi semakin terdengar jelas di telinga dunia. 



“Kami mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global,” akhir pesan Rudiantara.(arm)

Minggu, 19 Mei 2019

Silaturahmi sekda jabar Iwa Karniwa bersama Kapolda Jabar sekaligus serah terima Pos Gatur Kipas

Mitrapolisi.co.id/


BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat terus mengembangkan sistem pemerintahan seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi. Penerapan Elektronik Samsat (E-Samsat) jadi salah satu bukti nyata. 


Menurut Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa, E-Samsat tak hanya mempermudah masyarakat dalam pembayaran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), tetapi juga meningkatkan pendapatan daerah, dan menggerus jumlah pungutan liar (pungli). 

“Juga dampak diterapkannya E-Samsat ini terjadi kenaikan yang signifikan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula 9 triliun menjadi 14 triliun, naiknya 5 triliun,” ucapnya dalam Silaturahim Kapolda Jabar Bersama Tim Pembina Samsat dan Serah Terima Pemanfaatan Pos Gatur Kipas (Kiaracondong – Bypass) di Halaman Kantor Bapenda Jawa Barat, Sabtu (18/5/19).

Iwa Karniwa mengatakan, proses pembayaran pajak kendaraan bermotor semakin mudah, nyaman, dan cepat, melalui E-Samsat. Masyarakat tinggal menggunakan smartphone dan bertransaksi via bank (yang sudah bekerjasama) maupun via Fintech (Financial Technology). 

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengamini apa yang diungkapkan Iwa Karniwa. Menurut Rudy Sufahriadi, E-Samsat perlu dipertahankan dan ditingkatkan karena dapat mengurangi tindakan korupsi. 

“Dan ini yang diharapkan oleh masyarakat, meningkatnya pendapat daerah dan bersihnya lingkungan kerja kita,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Iwa Karniwa menyatakan bahwa Pemdaprov Jawa Barat mendukung penuh Polda Jawa Barat untuk meningkatkan pengamanan di wilayah hukum Tanah Pasunda. Salah satu wujud dukungannya adalah pembangunan Pos Gatur Lintas Kiaracondong-By Pass. 

Iwa Karniwa berharap keberadaan Pos Gatur tersebut dapat membantu anggota kepolisian dalam melayani masyarakat. Tujuannya tentu saja supaya masyarakat merasa aman dan nyaman manakala berkendara. 

Kepala Badan Pandapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Hening Widiatmoko menjelaskan bahwa Pos Gatur tersebut dibangun pada TA 2018 dengan APBD Provinsi Jawa Barat. 

“Luasnya 18 m2 dilengkapi dengan sarana pendukung 5 kursi, 1 unit AC, 1 unit Smart TV, 1 unit dispenser, toilet serta teralis. Mudah-mudahan ini akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para anggota Polri dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Sementara itu, Rudy Sufahriadi menyambut positif kehadiran Pos Gatur itu. Ia bahkan menyebutnya sebagai inovasi Bapenda Jawa Barat dan Ditlantas Polda Jabar guna menertibkan lalu lintas dan menjaga kenyamanan masyarakat. (arm)

Jumat, 17 Mei 2019

Ulama – Umaro Bersama Merawat Jawa Barat

Mitrapolisi.co.id/


KOTA BANDUNG - Gubernur Ridwan Kamil menggelarsilaturahim dengan para ulama terkemuka Jawa Barat. Acara yang dirangkai dengan Buka Shaum bersama berlangsung di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No 1, Kota Bandung, Jumat (17/5/19).

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Emil ini memaparkan sejumlah perkembangan Jawa Barat selama delapan bulan di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum.

Menurutnya banyak program telah digulirkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat terutama program-program yang berkaitan dengan pembangunan spiritualitas atau batin, sesuai dengan visi Jawa Barat Juara Lahir dan Batin.

“Saya ingin melaporkan situasi terkini perkembangan di Jawa Barat sampai bulan Mei. Saya sampaikan 90 persen berita baik,” kata Emil.

Ia mengambil contoh bahwa saat ini Jawa Barat menjadi daerah tujuan bagi banyak investor luar negeri. Tahun lalu saja Jawa Barat berhasil menjadi provinsi dengan penanaman investasi terbesar secara nasional yang mencapai Rp162 triliun.

Emil mengaku dirinya hari ini diwawancara oleh salah satu media yang menjadi referensi media internasional. Wartawan dari media itu mengatakan bahwa setiap pergi ke berbagai negara atau bertemu dengan para duta besar negara sahabat, apabila berbicara tentang Indonesia mereka selalu antusias ingin menjalin hubungan dengan Jawa Barat.

“Apa akibat dari itu? Rezeki turun banyak, tahun lalu rezeki (investasi) Rp162 triliun. Dari 23 negara ingin memakmurkan Jawa Barat,” ungkapnya.

Emil juga memaparkan sejumlah program spiritualitas yang telah berhasil menelurkan para ulama yang siap mempromosikan Islam damai ke seluruh dunia. Kata Emil, program pelatihan Bahasa Inggris gelombang satu bagi pemuka agama atau program “English for Ulama” berhasil mencetak kader ulama Jawa Barat.

“Maka dalam waktu dua atau tiga bulan kami persiapkan mereka dakwah ke Eropa. Ini sebuah langkah dakwah baru dari Jawa Barat mungkin di provinsi lain tidak, karena kami fasilitasi dan sedang kami pilih topik-topik (dakwahnya),” ujar Emil.

“Nah, kami butuh masukan (materi) kira-kira kalau nanti para ulama ini pergi ke Eropa materi apa yang akan diceritakan kepada komunitas masyarakat di sana, tapi kami ingin bercerita kalau ingin melihat Islam yangrahmatan lil’alamin, yang kondusif, yang damai, silakan ke Jawa Barat saja,” sambungnya.

Emil juga menekankan pentingnya kolaborasi para ulama dan umaro dalam menjaga kondusivitas dan kerukunan umat. Kata Emil, jangan sampai nasib NKRI menjadi negara yang terpecah belah. Salah satu nikmat yang mesti disyukuri adalah nikmat berbangsa dan bernegara, yang belum tentu bisa dirasakan oleh semua negara di dunia ini.

Senada dengan Emil, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rachmat Syafei juga mengajak para ulama di Jawa Barat untuk terlibat dalam menjaga umat agar selalu rukun. Menurut Syafei, dengan kharisma dan ilmu keagamaannya, para ulama diyakini akan mampu mengajak umat untuk tetap rukun dan damai.

“Mantapkanlah tugas kita sesuai dengan fungsi masing-masing . Tadi dimohonkan agar para kiai, para ulama, para ustaz dengan segala kharismatiknya, dimohonkan untuk menjaga kerukunan ini. Sebarkan kerukunan, hubungkan kasih sayang dan salat malam sementara orang-orang sedang tidur. Ini adalah kesempatan kita pada bulan puasa ini,” katanya.(arm)