Rabu, 17 Februari 2016

GUBERNUR JAWA BARAT AHMAD HERYAWAN LANTIK 6 KEPALA DAERAH KAB.KOTA SE JABAR

Mitrapolisi/ Bandung, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atas nama Presiden RI Joko Widodo melantik serempak      6 Bupati Walikota bersama Wakil Kepala Daerah se Jawa Barat   nampak Gubernur Jawa Barat saat menyematkan atribut Lencana Kelengkapan Pakaian PDU         kepada Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah bertempat di Gedung Merdeka jalan Asia Afrika Bandung. Rabu,17 Februari 2016.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta para kepala daerah terpilih yang dilantik hari ini untuk langsung bekerja segera setelah pelantikan. Mereka harus mewujudkan berbagai janji kampanye sebelumnya  kepada masyarakat disaat kampanye menjelang pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah.di Kabupaten Kota masing masing. "tuturnya".

6 BUPAT I WALIKOTA DI JAWA BARAT HASIL PILKADA TH 2015 DILANTIK DI GD MERDEKA


Mitrapolisi/ Pemerintah Provinsi Jawa Barat, siap memfasilitasi pelantikan 6 Kabupaten/Walikota hasil Pilkada serentak. Fasilitasi yang disiapkan mulai dari tahap prapelantikan, pelantikan hingga pengucapan sumpah dari Bupati/walikota beserta para wakilnya.
Hal tersebut, diungkapkan Kepa Humas Protokol dan Umum  Setda  Prov  Jabar, R. Ruddy Gandakusumah, dalam keterangan persnya , Selasa (16/2).
Menurut Ruddy, dalam tahap pra pelantikan Walikota/Bupati berikut wakilnya Pemprov. Jabar sudah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pelantikan mulai tempat, seluruh rangkaian prosesi upacara serta koordinasi dengan aparat keamanan.
Untuk tempat pelantikan akan dilaksanakan di Gedung Merdeka. Waktu pelantikan akan dilaksanakan pada 17 Pebruari 2016. Gedung Merdeka sudah didesain untuk menampung jumlah undangan sebanyak 1.500 orang, dengan rincian sebaran undangan dari 6 Kabupaten/Kota masing-masing 250 orang.
Untuk fasilitasi hotel bagi para undangan, ditanggung oleh masing-masing Kabupaten/Kota tersebut, jadi pihak Pemprov. Jabar tidak menyediakan fasilitasi hotel untuk para undangan.

Sementara itu, ujar Ruddy hasil koordinasi dengan jajaran Polda Jabar, jumlah aparat keamanan yang diturunkan sebanyak 1.500 personil dengan leading sektornya Polresta Bandung.(ds)

WAGUB JABAR DEDDY MIZWAR MENINJAU WARGA EKS GAFATAR DI DINAS SOSIAL PROV JABAR

Mitrapolisi/ CIMAHI, WaKil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meninjau warga Kabupaten Indramayu , Bekasi dan Depok yang dipulangkan dari Kalimantan yang dibawa oleh Kelompok GAfATAR Yang sementra di tampung di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat jalan Cibabat Kota Cimahi,Senin, 15 Februari 2016.
Pada kesempatan kunjungan tersebut menurut informasi Warga yang di tampung di dinas Sosial Provinsi Jawa Barat tersebut berasal dari tiga Daerah tersebut ditawarkan oleh Kelompok yang menamakan Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR)
 untuk Transmigrasi mencari pekerjaan agar bisa hidup lebih baik lagi  di Daerah Kalimantan, alasan dipulangkan ke daerah asal masing masing, karena mereka menggaraf lahan tanah perkebunan dengan tujuan untuk mencari usaha yang lebih baik lagi ketimbang didaerah asala mulanya namun lahan usaha tanah tersebut yang status sengketa, dikuasai masarakat kalimantan lalu diperjual belikan kepada Masayarakat yang menamakan dibawah Kelompok GAFATAR. padaha lahan usaha Tanah tersebut yang sebenarnya Tanah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan. akhirnya warga yang menamakan kelompok GAFATAR harus dipulangkan ke asal daerah masing masing. Tutur Warga Kelompok yang mengatas namakan kelompok GAFATAR tersebut.

Dalam pertemuan Wagub Jabar dengan Warga yang dipulangkan dari Kalimantan yang dibawa sekelompok mengatas namakan Gafatar tersebut, Wagub Jabar mengatakan bahwa kejadian ini adalah Tuntutan serius untuk Keagamaan terutama Pemerintah Pusat, bagaimana memikirkan kejadian sekelompok seperti sekelompok mereka agar jangan sampai bertambah menjadikan mereka terlantar lalu terbawa dengan isu atau ajaran Agama yang tidak jelas."Tutur nya"

Sementara Pengakuan  Warga yang tergolong dari kelompok Gafatar yang dipulangkan tersebut , menganut agama kepercayaan, bahkan mereka didaerahnya menganut agama islam hanya sebutan saja tanpa melaksanakan ajaran Islam yang harus dilakukan oleh penganutnya. tapi kejadian sperti ini harus ada perhatian dari Pemerintah Pusat bagaimana mengatasinya, karna ini menyangkut perekonomian rakyat juga(Tutur nya)

Senin, 15 Februari 2016

KOMISI IV DPRD PROVINSI JAWA BARAT ADAKAN PEMANTAUAN VENUE PON XIX TH 2016

Mitra Polisi/
Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat akan mengadakan kunjungan dalam rangka pemantauan Venue PON XIX bulan September tahun 2016 yang akan datang nanti. Pelaksanaan PON XIX nanti Jawa Barat harus bertekat menjadi Juara Umum dan bisa sukses dalam pelaksanaannya nanti, komisi IV DPRD ikut menyemangati para Pengurus agar Para Atlit dari berbagai Cabang Olahraga dapat mewujudkan Juara di Tanah legenda dengan sebutan Jawa Barat kahiji. kunjungan kerja tersebut memantau Venue Balap Speda BMX, Pacuan Kuda, Terjun Payung dan pemantauan rencana pembangunan Tol Cileunyi-Tasikmalaya-Banjar.(ds)

Jumat, 12 Februari 2016

RUU PERLINDUNGAN NELAYAN DIBAHAS DI DPRD PROVINSI JABAR

Metro polisi/ Kunjungan Kerja Pansus III ke Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kiprah nelayan di Jawa Barat masih jauh kesejahteraanya dibandingkan negara lain. Para nelayan di Jabar masih dibawah sejahtera. Sehingga diperlukan adanyya kebijakan yang melindungi dan pembinaan yang memadai. Selain itu juga mengatur tentang klasifikasi nelayan, pemberdayaan, kaderisasi, dan lainya terkait perizinan, prasarana dan sarana produksi perikanan serta jaminan keamanan dan keselamatan. Karena itu, Pansus III DPRD Jabar menginisiasi raperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan terhadap nelayan.
Ketua Pansus III DPRD Jawa Barat, Yunandar Eka Perwira mengatakan, sejalan dengan Rancangan Undang-Undang pemerintah pusat tentang perlindungan nelayan berkaitan dengan raperda Perlindungan nelayan dalam kebijakan terhadap kalangan nelayan di Jabar. Sedikit berbeda dengan RUU yang yakni pada petambak garam dan udang. Kunci dalam raperda tersebut menitikberatkan pada perlindungan dan pemberdayaan nelayan. Selain itu, kaderisasi bagi kalangan nelayan yang justru kian hari kian berkurang jumlah nelayan. Padahal, nelayan berperan penting dalam sektor kelautan dan perikanan.
“Apalagi, ditambah dengan kemampuan yang lebih saat kaderisasi nelayan yang jauh lebih modern,” ujar Yunandar di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (02/02/2016)
Dia menambahkan, raperda tersebut merupakan inisiasi DPRD untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Jabar. Pasalnya, keberadaan nelayan di Jabar saat ini minim regenerasi untuk menunjang keberlangsungan perekonomian disektor kelautan dan perikanan. Hal itu sebagai akibat dari kurangnya kebijakan yang mendukung terhadap keberadaan nelayan sebagai penyumbang PAD bagi pemerintah daerah.
“Sehingga tidak berlebihan raperda tersebut diinisiasi untuk memajukan kesejahteraan para nelayan di Jabar,” katanya.   
Sementara itu, Kepala Bagian Monitoring dan Evaluasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ishak Tarigan mengatakan, terdapat kesamaan visi mengenai upaya memperjuangkan untuk perlindungan terhadap nelayan. RUU Perlindungan Nelayan tersebut termasuk dalam prolegnas pada 2016. Profesi sebagai nelayan tentu memiliki berbagai macam resiko yang tidak dapat dianggap sepele, lantaran keberadaan nelayan berdampak besar pada perekonomian bangsa. Karena itu, pemerintah menyiapkan beberapa upaya untuk memberikan perlindungan kepada nelayan tersebut.
“Diharapkan pada tahun ini dapat merealisasikan asuransi untuk satu juta nelayan,” ujar Ishak.   
Namun, lanjut dia, nelayan pada umumnya dikategorikan sebagai tenaga kerja informal. Dengan adanya RUU dan raperda tersebut sama-sama ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas nelayan di Jabar dan secara nasional. Diharapkan dengan adanya kebijakan maupun peraturan yang terintegrasi dengan pemerintah daerah dapat mempercepat kesejahteraan bagi nelayan.
“Semangatnya sama untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan berdampak pada perekonomian secara nasional,” tuturnya.

GUBERNUR JAWA BARAT HADIRI RAPAT DI KEMENHUB RI

Mitrapolisi/


Gubernur Jawa Barat. Ahmad Heryawan menghadiri Rapat dengan Menteri Perhubungan RI Ignasius bersama jajaran Dirjen Perhubungan RI di Aula Karsa Kantor Kementrian  Perhubungan RI Jakarta Jum'at 12 Febuari 2016 

Kamis, 11 Februari 2016

KETUA DEKRANASDA PROV JABAR HADIRI TEA MORNING DI GALERY BATIK

Mitra polisi/ Ketua DEKRANASDA Provinsi Jawa Barat, Ny. Hj. Netty Prasetyani hadiri acara Tea Morning dengan perajin Batik di Galery Batik Hasan Bandung, Kamis, 11 Ferbuaru 2016.
Berkaitan dengan dengan Kerajinan Indonesia tercipta dari keunikan budaya yang ada di Indonesia dan tidak dimiliki oleh Negara Lain ASEAN.
Dalam acara Tea Morning ini Netty Prasetyani pernah menyampaikan bahwa perajin Jawa Barat tidak takut dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), MEA bukan sesuatu yang menakutkan bagi perajin Jawa Barat. Pada era MEA ini, siap tidak siap kita harus siap, karna ini peluang dan tetap menjadi Tuan di Negara sendiri.(Tutur Netty).

Acara Tea Morning berlokasi  Tempat Perajin Batik bahkan  Bisa menciptakan 1700 tenaga kerja dan jelkas sudah bisa memajukan perekonomian Masyarakat Jawa Barat dengan adanya pelaku usaha perajin batik di Jawa Barat, sementara Netty menyempatkan mencoba membuat Batik dengan menandakan Cap Motif Batik diatas bahan kain batik warna putih disaksikan perajin dari Galeri Batik Hasan di tempat produksi Batik Hasan yang berlokasi di Jalan Cigadung Timur no. 136 Kota Bandung.(ds)*

Rabu, 10 Februari 2016

Mitra polisi/

Kabareskrim Polri Komjen Pol Anang Iskandar, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) dan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil memberikan keterangan usai menghadiri rapat serta melakukan Mutual Check (MC-0) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di kawasan Gedebage Bandung, Rabu 10 Februari 2016
Mitra polisi/
Tasikmalaya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Jabar tidak khawatir, terutama jika kita sudah mempunyai kesiapan baik dari pelaku usaha dan peningkatan kualitas produk dibarengi kreativitas. 

Senin, 08 Februari 2016

Presiden Jokowi Hadiri Peringatan HPN 2016, di Lombok

Mitrapolisi/ Presiden Jokowi menuju Lombok untuk hadiri HPN 2016 
Presiden RI, Joko Widodo menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2016 di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (9/2/2016).
Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, kedatangan presiden di NTB disambut langsung Gubernur Muhammad Zainul Majdi di Bandara Internasional Lombok.
Di lokasi peringatan puncak HPN 2016, presiden dan rombongan disambut belasan penari yang menampilkan Tari Pesona Lombok Sumbawa.
Penanggung jawab acara, Margiono mengatakan peserta HPN kali ini berasal kalangan dari wartawan, Dewan Pers, organisasi wartawan dan para pemilik media. Selain itu hadir pula sejumlah Dubes asing dan wartawan lainnya.

Sabtu, 06 Februari 2016

JAWA BARAT TERUS KEMBANGKAN OLAHRAGA FUTSAL

Mitrapolisi/ KOTA BANDUNG – Olahraga futsal saat ini semakin digemari oleh masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di Jawa Barat. Dan untuk lebih mengembangkan olahraga ini menjadi tidak hanya sekadar hobi, Jawa Barat pun melalui pengurus cabang olahraga futsalnya akan mengembangkan olahraga ini melalui berbagai turnamen.
 Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) usai menonton kejuaraan Blend Futsal League (BFL) yang digelar oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI) di Gor Citra Arena, Kota Bandung, pada Minggu (6/2).

WAGUB JABAR DEDDY MIZWAR BUKA RAKOR TKPKD DI BOGOR

Mitrapolisi/


Globaljabar/ Bogor ,Wakil Gubernur Jawa Barat  Deddy Mizwar Membuka sekaligus memimpin Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penangulangan  Kemiskinan Daerah (TKPKD) se wilayah Badan Koordinasi Perwakilan Pemerintah Wilayah 1 (BKPPW)  I Bogor tempat Aula Kantor BKPPW Bogor Kamis, 4 Februari 2016(ar)

JAWA BARAT BASIS DATA ONLINE KOMODITI PERTANIAN

Mitrapolisi/ BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan membangun sistem basis data online untuk sejumlah komoditas pertanian untuk mengetahui kondisi terkini harga sejumlah komoditas yang valid, cepat, dan langsung.
"Jadi sistem basis data atau database online untuk komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan segera dilakukan proyek uji cobanya, yakni di sekitar 500 dari 5.319 desa yang telah kami siapkan," kata Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar usai memimpimpin Rakor Program/Roadmap Bakorluh dan Program Penyuluh Desa di Aula Kantor Bappeda Jawa Barat , Jumat, 5 Februari 2016.
"Jadi ke depan tidak ada lagi laporan beras katanya harganya segini, katanya jagung kosong, katanya cabai enggak ada. Enggak ada lagi kata 'katanya' namun datanya benar-benar valid dari desa yang ada," kata Deddy.
Melalui sistem basis data online ini, kata dia, pemerintah daerah bisa memantau perkembangan harga terkini komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
"Jadi sistem ini akan didukung dengan teknologi sehingga bisa online sampai ke provinsi. Sumber data harus betul-betul valid dari desa itu sendiri," katanya.
Selain itu, lanjutnya, juga akan ada penyuluh di masing-masing desa yang akan memberikan data komoditas apa yang dihasilkan desa tersebut.
"Si penyuluh ini akan memberitahukan berapa jumlahnya, kapan panen, benih dan pupuk yang digunakan serta berbagai informasi lainnya," kata dia.
Menurut dia, sistem basis data online komoditas tersebut juga merupakan bagian dari pengendalian inflasi karena petani juga harus dilindungi salah satunya dengan adanya informasi berapa suplai yang ada saat ini.


"Agar tidak over suplai seperti waktu tomat beberapa waktu lalu itu. Dan nantinya pemerintah juga nantinya bisa mengatur supaya petani menanam komoditas tertentu karena stoknya mulai sedikit,