Sabtu, 10 November 2018

Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari pahlawan10 November 2018 di Taman makam pahlawan cikutra Bandung

Mitrapolisi/
Upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo atau Jokowo kemudian menuju Gedung Sate.
Presiden kemudian melepas sekaligus mengikuti kegiatan Gowes Bandung Lautan Sepeda. Acara ini diadakan oleh Kodam III/Siliwangi dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2018.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Gowes Bandung Lautan Sepeda pagi hari ini saya nyatakan diberangkatkan! 5, 4, 3, 2, 1!" kata Presiden sambil mengangkat bendera kotak-kotak hitam putih.
Presiden kemudian menaiki sepeda ontel yang telah disediakan. Ia bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mulai mengayuh sepedanya masing-masing.
Selain itu tampak hadir juga Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.
Adapun rute yang ditempuh Presiden yaitu Gedung Sate – Jalan Diponegoro – Jalan Ir. Juanda – Jalan Merdeka – Jalan Aceh – Jalan Banda – Pintu Belakang Gedung Sate.
Di sepanjang perjalanan, masyarakat tampak menyambut Kepala Negara dengan melambaikan tangan maupun bendera kecil. Kepala Negara pun membalas lambaian tangan mereka sambil tersenyum dan mengayuh sepedanya.
Usai tiba di garis finish, Presiden Jokowi menjelaskan alasannya mengenakan seragam ala Bung Tomo.
"Ini kan Hari Pahlawan, 10 November, jadi suasana di tahun-tahun 45, di masa-masa perjuangan, suasana itu yang kita munculkan. Suasana itu yang kenapa saya pakai pakaian ini,"(ds)*


Kamis, 08 November 2018

Cegah Stunting, Jabar Akan Gelar Kampanye Zero Stunting 2023

Mitrapolisi/
KAB. CIANJUR -- Sebagai bentuk komitmen untuk mencegah dan menangani kasus stunting (tumbuh kerdil), Pemda Provinsi Jawa Barat akan menggelar kampanye "Gerakan Jabar Menuju Zero Stunting 2023" pada 18 November di Lapangan Gasibu Kota Bandung.

Hal ini diungkapkan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barar Atalia Praratya saat menghadiri pelatihan Duta Pencegahan Stunting di Gedung Serbaguna Assakinah, Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Kamis (8/11/18).

Atalia berharap melalui kampanye ini, dalam lima tahun mendatang Jawa Barat akan terbebas dari kasus stunting, sehingga Jabar zero stunting akan terwujud.

"Mudah-mudahan akan lebih banyak masyarakat terwawaskan. Mereka akan mampu untuk kemudian menjaga keberlanjutan dari kehidupan anak-anak mereka di kemudian hari," kata Atalia ditemui usai pembukaan acara pelatihan tersebut.

Angka stunting di Jawa Barat sendiri mencapai 29,2% atau 2,7 juta balita termasuk di delapan kabupaten/kota yang memiliki prevalensi stunting masih tinggi. Diantaranya Kabupaten Garut (43,2%), Kabupaten Sukabumi (37,6%), Kabupaten Cianjur (35,7%), Kabupaten Tasikmalaya (33,3%), Kabupaten Bandung Barat (34,2%), Kota Tasikmalaya (33,2%), Kabupaten Majalengka (30,2%), dan Kabupaten Purwakarta (30,1%). Secara nasional angka stunting ada di sekitar 32%.

Lebih lanjut, Atalia menambahkan bahwa sesungguhnya Pemda Provinsi Jawa Barat telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi stunting. Seperti Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat melaksanakan pendampingan kesehatan maternal neonatal dan bimtek peningkatan gizi masyarakat. Sementara BKKBN Jawa Barat, pencegahan stunting dilakukan dengan mengoptimalkan program 1000 hari pertama kehidupan dan pembinaan di kelompok Bina Keluarga Balita (BKB).

Selain itu, program dari DPMD Jawa Barat yakni kegiatan posyandu dan sarjana pendamping desa. Tak ketinggalan PKK Jabar pun melaksanakan pembinaan gizi masyarakat, sosialisasi PHBS dan penguatan posyandu.

“Kemudian yang paling penting adalah kita bekerjasama, kita bersinergi dengan dinas terkait. Karena ternyata dinas-dinas banyak sekali yang terlibat,” ujar Atalia.

“Jadi, kalau dari 27 kementerian ternyata 23 ada keterkaitan dengan stunting ini. Termasuk di Pemerintah Provinsi Jawa Barat termasuk PKK di dalamnya, kami bekerjasama untuk pencegahan stunting ini,” tambahnya.

Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan tiga hal, yaitu pemberian pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang baik kepada anak. Pemberian pola makan dengan memberikan setengah piring sayur dan buah. Setengah piring lagi makanan pokok berupa karbohidrat dan lauk pauk yang mengandung protein hewani dan nabati.

Para orang tua pun dituntut memberikan sanitasi yang memadai agar anak terbebas dari cacing. Hal ini bisa dilakukan melalui penyediaan air bersih, jamban sehat dan bersih, serta cuci tangan memakai sabun dan air mengalir.

Sementara sejak usia dini, pencegahan stunting juga bisa melalui pemberian asi, seperti inisiasi menyusui dini, pemberian asi eksklusif sampai usai enam bulan, imunisasi, pemberian makanan pendamping asi usia enam sampai dua tahun, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Pelatihan Duta Stunting
Kabupaten Cianjur menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang menggelar Pelatihan Duta Pencegahan Stuting. Pelatihan ini mengambil Tema: "Membentuk Generasi Unggul Terbebas dari Stunting Melalui Pengasuhan Berbasis Karakter" pada 8-9 November 2018 di Gedung Assakinah Kabupaten Cianjur.

Pelatihan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memerangi stunting melalui Kantor Staf Kepresidenan. Turut hadir dalam pelatihan yang diikuti sekitar 500 kader posyandu, bidan desa, kader PKK, petugas promosi kesehatan, dan tenaga gizi dari seluruh Kabupaen Cianjur ini, yaitu Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden Brian Sriprahastuti dan narasumber yaitu pendiri Indonesia Heritage Foundation Ratna Megawangi, Ketua Pembina Sentra Laktasi Indonesia Utami Rusli, dan Duta Stunting Jawa Barat.

Untuk tahun ini, Cianjur menjadi salah satu dari 100 daerah yang mendapat prioritas dalam pencegahan stunting di Indonesia. Untuk itu, ada 10 desa prioritas di Kabupaten Cianjur yang mendapat penanganan stunting.

“Harapannya kegiatan (pelatihan) hari ini mampu untuk mendorong teman-teman di kewilayahan lainnya untuk melakukan hal yang sama. Karena di Cianjur ini -- Alhamdulillah yang pertama di Jawa Barat untuk pelaksanaan terkait dengan persiapan duta stunting,” harapnya.(Def)*

Rabu, 07 November 2018

MoU, Jabar akan Miliki Badan Ekonomi Kreatif Daerah

Mitrapolisi/ 

BALI -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, menandatangani kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Badan Ekonomi Kreatif,  tentang pengembangan potensi ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Barat. 

Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat mengungkap, dalam memorandum of understanding (MoU) tersebut, disepakati bahwa, Badan Ekonomi Kreatif, berkewenangan sebagai badan yang memiliki tanggung jawab untuk menetapkan kebijakan ekonomi kreatif dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. 

Sementara Provinsi Jawa Barat, yang memiliki potensi ekonomi kreatif, perlu dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal melalui perluasan produk ekonomi kreatif daerah dengan penyediaan infrastruktur, teknologi informasi, edukasi dan fasilitasi hak kekayaan intelektual serta berkomitmen terhadap pengembangan ekonomi kreatif. 

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Badan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sesuai dengan kedudukan dan kewenangan masing-masing, bersepakat untuk bersama melakukan upaya terkait pengembangan potensi ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Barat. 

Gubernur Ridwan Kamil pun mengungkap, Pemerintah Provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual. 

"Jawa Barat dengan bangga menyatakan, satu-satunya Provinsi yang memiliki peraturan daerah tentang ekonomi kreatif adalah Jawa Barat," kata Gubernur Jawa Barat, pada Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia (World Conference Creative Economy/WCCE), di aula Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (07/11/2018). 

Kedepan lanjut Emil, akan hadir Badan Ekonomi Kreatif Daerah, di bawah pengawasan Badan Ekonomi Kreatif pusat, demi mendukung berkembangnya ekonomi kreatif yang inklusif. 

Adapun dasar bagi Bekraf dan Pemerintah Daerah adalah untuk bekerja sama seputar koordinasi. Selebihnya, untuk pengembangan ekonomi itu sendiri, akan menjadi kewenangan masing-masing daerah. 

"Artinya, Jawa Barat akan menjadi salah satu daerah yang menyokong pengembangan ekonomi kreatif bagi seluruh warganya," kata Emil. 

Selain itu, ruang lingkup kesepakatan meliputi riset, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif, akses permodalan, infrastruktur, pemasaran dan promosi, dan fasilitasi hak kekayaan intelektual. 

Bekraf maupun Pemprov Jabar berwenang dalam penyusunan regulasi, fasilitasi pemasaran ekonomi kreatif, dan kegiatan lain yang dipandang perlu dan disetujui oleh kedua belah pihak. 

Hal ini perlu diupayakan, sebab ekonomi kreatif-lah yang saat ini dinilai memegang peranan penting dalam perekonomian seiring dengan tren pertumbuhannya yang positif. 

Ekonomi Kreatif juga telah terbukti sebagai sektor ekonomi yang tangguh, dimana Ekonomi Kreatif dapat terus tumbuh di tengah-tengah krisis ekonomi global bersamaan. Sektor ekonomi ini tumbuh pesat seiring tumbuhnya teknologi. 

"Kita sudah paling depan, nanti akan ada Badan Ekonomi Kreatif Daerah, juga di lima tahun kedepan semoga tercapai hadirnya lembaga-lembaga kreatif di daerah- daerah di Jawa Barat," kata Emil. 

"Gedung-gedung "creative center" juga harus dibangun dimana-mana, Insyaallah Jawa Barat jadi Provinsi kreatif se-Indonesia, yang paling siap menyambut datangnya ekonomi kreatif," ujarnya. 

Di samping itu, Gubernur Emil juga menyatakan, bahwa menghadapi era ekonomi kreatif, para pelaku industri ini bisa melakukan upaya kolaboratif disamping sifat kompetitif yang mutlak ada.


"Kooperatif, berkolaborasi dengan cara- cara baru, kita berbagi, kita "connecting", terhubung pada dunia baru yang penuh semangat, kreativitas bisa menyatukan kita semua," katanya. 

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Triawan Munaf, meyakini bahwa industri kreatif telah membawa suatu era baru dalam dunia bisnis. 


Dunia bisnis, saat ini tidak lagi bersifat eksklusif bagi mereka yang memiliki modal besar, namun telah tercipta suatu lapangan bermain baru yang setara bagi setiap orang untuk dapat berperan dalam perkembangan ekonomi, yaitu Ekonomi Kreatif. 

"Saya berharap industri kreatif, jadi sektor ekonomi yang mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi global. Mari bersiap bersama-sama ekonomi kreatif kita rock the world," kata Triawan. 

Pun wilayah geografis, kata Dia tidak lagi menjadi penghalang untuk tumbuh kembangnya ekonomi kreatif, dengan adanya internet dan teknologi baru lainnya, mampu menjembatani beragam potensi di seluruh dunia untuk dapat berkolaborasi dan bekerja sama. 


Adapun tema “Inclusively Creative” pada konferensi hari ini, mencerminkan berbagai macam perubahan terkini yang dibawa oleh ekonomi kreatif ke dalam ekonomi dunia sebagai penggerak bagi peluang-peluang yang inklusif dan setara. 

Dalam masa transisi lingkungan, sosial, demografis, dan urban, ekonomi kreatif menjadi jembatan komunikasi dan pemahaman antara Negara dan budaya dengan menghubungkan ekosistem perkotaan, metropolitan, dan pedesaan. 

"Ekonomi Kreatif, akan menjadi masa depan ekonomi global," katanya. 

Maka dalam perkembangannya saat ini, ekonomi kreatif saat ini membutuhkan sinergi dan pembagian tugas secara berjenjang di antara tingkat pemerintahan sesuai kewenangan masing-masing, yang kemudian didukung oleh Perguruan Tinggi, dunia usaha dan media massa sebagai perwujudan konsepsi pentahelix. 

Sementara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi mengungkap, bahwa saat ini merupakan saat yang paling tepat bagi komunitas global untuk mengangkat dan mendiskusikan peluang serta tantangan ekonomi kreatif dengan serius. 

Maka Pemerintah Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menginisiasi sebuah konferensi level internasional bertajuk "World Conference on Creative Economy" (WCCE) yang dilaksanakan pada tanggal 6 – 8 November 2018 di Bali, Indonesia. 

Pergelaran pertama WCCE ini akan melibatkan beragam pihak yang terdiri dari unsur pemerintahan, sektor swasta, think-tanks, masyarakat umum, organisasi internasional, serta media dan para ahli dari seluruh penjuru dunia serta para pelaku ekonomi kreatif dari 40 negara. Selain itu, organisasi internasional seperti WIPO, ITC, UNESCO, dan lainnya juga telah mengkonfirmasi kehadiran mereka dalam Konferensi ini. 


WCCE merupakan sebuah konferensi yang akan membahas isu-isu dan tantangan ekonomi kreatif. Indonesia bersama warga dunia akan mendiskusikan strategi, cara, dan sarana baru untuk lebih mendorong perkembangan ekonomi kreatif melalui tema “Inclusively Creative”. 


"Kreatif secara inklusif harus memberikan peluang kepada semua orang. Di era globalisasi saat ini, ekonomi kreatif benar-benar harus bisa diakses oleh siapa pun dan di mana pun," ungkap Retno. 


Pun perkembangan subsektor industri kreatif, didasarkan pada kombinasi teknologi, inovasi, media, seni, dan budaya. Di bawah tema “Inclusively Creative”, konferensi ini akan membahas empat isu utama, yaitu kohesi social, regulasi/peraturan, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan. 


Industri di ekonomi kreatif sendiri terbuka untuk pelaku dari berbagai umur dan latar belakang, sehingga menghasilkan kontribusi yang signifikan terhadap lapangan kerja dan karir generasi muda. 


"Teknologi dan kreativitas perlu berkolaborasi dalam wadah inovasi untuk mewujudkan ekonomi kreatif yang mampu berkotribusi bagi perekonomian nasional sekaligus menyejahterakan masyarakat," katanya. (der)*

Sapi Belgian Akan di Kawinkan Dengan Sapi Pasundan

Mitrapolisi/
LIEGE, BELGIA – Salah satu poin memorandum of understanding (MoU) Kerja Sama Sister Province antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Wallonia Region, Belgia yang telah terjalin selama 1 tahun ini mengakomodir beberapa bidang kerja sama diantaranya kerja sama di bidang pertanian dan peternakan.

Belgia sejak tahun 1940 terkenal dengan Sapi khas Belgia, bernama Belgian Blue Cattle yang memiliki keunikan dan dapat dikenali dengan mudah secara fisik. Sapi Belgian Blue  memiliki daging dan otot yang jauh lebih banyak diantara jenis sapi lainnya.

Saat kunjungan kerjanya ke Belgia, Wakil Gubernur Jawa Barat  Uu Ruzhanul Ulum diundang secara khusus oleh Prof. Pascal Leroy, yang merupakan ahli di bidang determinasi genetik pada otot dan daging ternak di Universitas Liege, Belgia ke Peternakan Sapi Belgian Blue yang telah terregistrasi.

Prof. Pascal Leroy  menjelaskan sapi-sapi keturunan Belgia masing-masing memiliki nomer registrasi khusus yang tercatat dalam data base peternakan nasional Belgia. “Penyembelihan sapi di Peternakan adalah illegal di Belgia, setiap ternak harus terregistrasi secara resmi dalam database dari mulai mereka dilahirkan sampai daging-dagingnya terdistribusikan. Singkatnya, setiap daging yang kita makan dapat di telusuri dari sapi dengan nomer registrasi yang mana,” jelasnya.

Uu beserta rombongan juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan Sapi Belgian Blue terbesar dengan berat 1,2 Ton di peternakan tersebut yang bernama James Bond, serta Sapi betina yang baru melahirkan dua hari yang lalu bernama Clinton. “Sapi di sini sangat unik, Clinton melahirkan di peternakan secara caesar dengan dibantu alat untuk pengecekan waktu kehamilan yang tersambung ke mobile phone. Jadi di  sini kami telah menggunakan digital vetenerary tools,” jelas Leroy.

Kekhususan Sapi Belgian Blue selain tubuhnya yang berotot luar biasa, juga minimnya lemak di seluruh tubuhnya, sehingga perbandingan daging terhadap karkasnya sebesar 70%.  Semua pakan sapi Belgian Blue terbuat dari bahan organik dan pengelolaan dipeternakan tiap harinya dilepas begitu saja di ladang hijau untuk menghidari stress pada ternak.

Wagub Uu mengapresiasi metode yang diterapkan di peternakan Belgia. “Saya berharap ada para santri, masyarakat dan mahasiswa Jawa Barat  dapat belajar dari Belgia dan Sapi-sapi yang saya lihat sekarang dapat saya lihat lagi di Jawa Barat,” ujar Uu.

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat telah memulai program pengembangbiakan Sapi Belgian Blue untuk dikawinkan dengan Sapi Pasundan di Jawa Barat. Sesuai dengan saran dari Prof. Leroy, pengembangbiakan sapi ini harus dikawinkan silang untuk meningkatkan presentase daging sapi hasil keturunan Belgian Blue dan sapi lokal.(def)*

Selasa, 06 November 2018

Ridwan Kamil Kenalkan Program Andalan Tingkatkan Minat Baca

Mitrapolisi/

Ridwan Kamil Kenalkan Program Andalan Tingkatkan Minat Baca 

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka acara Pameran Buku Juara di Landmark Convention Hall Bandung, Selasa (06/11/18). Acara ini merupakan upaya Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) untuk turut berkontribusi menyukseskan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni Juara Lahir Batin.


Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengungkapkan pentingnya acara seperti ini yang tentu dapat membangun sumber daya manusia Jawa Barat yang juara. Mengingat berdasarkan survei Most Literate  Nation in The World tahun 2016, minat membaca masyarakat Indonesia ada di posisi ke 60 dari 61 negara. Sedangkan untuk minat baca hanya 0,01% pertahun atau satu berbanding sepuluh ribu orang.
  

Menurutnya, budaya literasi menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membiasakan masyarakatnya gemar membaca dan mencintai buku dengan merealisasikan beberapa program, salah satunya yaitu Street Library yang rencananya akan ada minimal 600 titik Street Library se-Jabar.


"Tanggal 16 Desember nanti kita akan kerjasama dengan Andy F. Noya, program Kick Andy sangat tertarik menyokong gagasan itu dan akan dinasionalkan programnya, tentunya dimulai dari Jawa Barat," ungkap Emil. 

"Jadi kita memberikan gagasan agar orang-orang yang sibuk, yang tidak punya waktu ke gedung khusus untuk membaca bisa mampir untuk membaca di kotak-kotak yang sudah kami sediakan di jalan, taman, ataupun Alun-alun," katanya. 

Pemerintah Provinsi telah menyiapkan lima program untuk mengatasi permasalahan rendahnya minat baca, diantaranya; Pertama, Street Library dan kotak hibah mainan, berupa kotak perpustakaan yang ditaruh di pinggir jalan. 


Kedua, Micro Library, berupa bangunan perpustakaan kecil di Kecamatan/Desa di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi akan melakukan riset terlebih dahulu terhadap daerah yang tidak memiliki fasilitas perpustakaan, " 

Selain itu kita akan membuat perpustakaan berbasis hobi supaya orang datang ke gedung itu sambil berkegiatan dan tergoda untuk membaca buku dengan lebih intens," tambah Emil. 


Ketiga, pembangunan perpustakaan pun akan diinovasikan dengan tempat disalurkannya hobi-hobi warga.


Keempat, Mobile Library berupa mobil perpustakaan keliling di berbagai tempat ramai seperti Car Free Day atau acara lainnya. Terakhir, TBM atau Taman Baca Masyarakat. 

Lima rencana program tersebut adalah upaya Pemerintah Provinsi untuk meningkatkan minat baca serta budaya literasi masyarakat Jawa Barat. Dengan harapan ke depannya masyarakat Jawa Barat memiliki bekal membaca dan literasi, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang pintar dan tidak mudah dibohongi.

Jabar Pererat Jalinan Kerjasama Dengan Wallonia

Mitrapolisi/
NAMUR, BELGIA -- Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum menghadiri Courtesy Call dengan Gubernur Namur, Denis Mathen di Palais du Gouverneur di Namur, Wallonia Belgia, Senin (6/11/18) waktu setempat. Denis mewakili Minister President of Wallonia yang berhalangan hadir pada kesempatan tersebut, namun didampingi oleh Manager Operasional AWEX-Wallonia, Dimitri Duong.

Pada kesempatan itu, Denis menyampaikan ucapan belasungkawa terhadap bencana alam yang menimpa Indonesia dan kecelakan pesawat yang terjadi belum lama ini di daerah Karawang Jawa Barat. Selain itu, Ia juga menyatakan apresiasinya bahwa kerja sama Provinsi Jawa Barat dan Wallonia Resgion telah terwujud dalam implementasi kerja nyata yakni Misi Ekonomi yang mempertemukan para pengusaha Jawa Barat dan Wallonia di berbagai Bidang. 

" Kami sangat bahagia bisa menerima Bapak Wakil Gubernur (Jawa Barat) beserta delegasi di Wallonia dan berharap Misi Ekonomi yang akan diselenggarakan esok hari berjalan sesuai harapan serta dapat terjalin kontrak kerja sama Business to Business antar pengusaha Wallonia dan Jawa Barat," ujarnya di lokasi acara.

Masyarakat Wallonia merupakan peminum kopi dan teh, yang mana permintaan specialty coffee dan teh tiap tahunnya terus meningkat. Di samping itu, untuk Bidang Animasi, Wallonia yang telah melahirkan beberapa hasil karya anaimasi terkenal seperti Asterix dan Obelix, Tin Tin serta Smurf merupakan lokus yang untuk memperkaya teknologi animasi Jawa Barat khususnya yang sedang banyak berkembang di Cimahi. "Jawa Barat dengan jumlah penduduk hampir 50 juta, siap untuk mendukung animasi dan perfilman jawa barat ke kancah internasional," kata Uu. 

Gubernur Namur pada kesempatan ini pula menambahkan bahwa Provinsi Namur memiliki beberapa sekolah kepariwisataan yang unggul di bidang restoran, pelayanan dan travel dan mengharapkan terjadi pertukaran pengetahuan dan metode pembelajaran di bidang tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengharapkan dukungan penyelenggaraan sister geopark antara Geopark yang ada di Wallonia yakni Famene Ardane untuk dapat mempertahankan status Unesco Global Geopark (UGG) bagi Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Minggu, 28 Oktober 2018

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-90, Tingkat Prov jabar Ridwan Kamil Titip Tiga Hal Modal Pemuda

Mitrapolisi/
BANDUNG –  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pemuda saat ini mempunyai nilai plus sebagai kelebihan dalam pembangunan. Pertama yaitu lebih melek informasi, dalam hitungan detik viral. Oleh karena itu diperlukan benteng moral untuk tabayyun, lebih baik telat sedikit tapi benar informasinya.

Hal ini Emil, sapaan akrabnya, sampaikan usai menjadi pembina upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dengan tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”  di Halaman Depan Gedung Sate, Senin (29/10/2018). "Lalu kedua, pemuda sekarang tidak suka bertele-tele. Semuanya serba praktis, semuanya bisa diselesaikan dengan smartphone," katanya. 

Ketiga, menurut Emil pemuda kita berorientasi pada hasil. Jadi mereka ingin cepat berkreasi dan berinovasi.  Tentunya diiringi oleh tiga aspek modal pemuda yaitu beriman, berilmu agar cerdas dan berahlak. Jika ketiga kriteria ada, Insyaallah pemuda kita selamat dunia akhirat.  

“Kelemahannya, baper-an masih banyak, mengkonsumsi hoax masih banyak, bergaul menghabiskan waktu dengan kesia-siaan juga saya lihat masih banyak. Padahal 'siapa kita' datang dari siapa yang kita temani dan sahabat,” tutur Emil.

“Jadi pesan saya, kalau mau pintar, bergaul-lah dengan pemuda-pemuda pintar, kalau mau soleh bergaul-lah dengan pemuda-pemuda soleh, kalau -mau kreatif bergaul-lah dengan pemuda-pemuda kreatif, kalau mau optimis bergaul-lah dengan pemuda-pemuda optimis. Jangan sebaliknya,” tegasnya.

Emil juga meminta kepada media untuk jangan selalu memberitakan hal-hal yang negatif tentang pemuda. Beritakanlah tentang kegiatan hari ini, dimana masih banyak pemuda yang mendulang prestasi menerima penghargaan yang akan menginspirasi pemuda lain di luar sana.

“Saya titip ke media supaya pemuda yang sedang mencari nilai dan yang haus informasi, (untuk memberitakan hal-hal positif) sehingga yang ada di benaknya adalah bahwa negara kita ini optimis. Karena banyak prestasi-prestasi yang diberitakan,”

Untuk itulah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memberdayakan pemuda-pemuda Jawa Barat mencanangkan program melalui satu desa satu perusahaan. Rencananya, ungkap Emil, akan ada ribuan anak muda yang dijadikan direktur utama. "Yang melek digital, lulusan perguruan tinggi dan dimodalin Pemprov Jabar ditantang 2 – 3 tahun untuk membangun ekonomi desa," jelasnya. 

“Pastilah dengan gayanya milenial mereka, saya kira mampu menerjemahkan peran pemuda dalam arti yang sebenarnya. Membangun Jawa Barat dengan mengurangi ketimpangan, fokus di pedesaan,” katanya.

Sebagai Inspektur Upacara, Emil menyampaikan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi, kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa. Maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

”Wahai Pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia” pesannya. 

Pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 90 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 diserahkan penghargaan pada orang-orang yang berprestasi dengan inovasinya, diantaranya :

I.      Anugerah Inovasi Jawa Barat Tahun 2018
1. Robby Ul Pratama Al Amin, Inovasi : Super Nelly Season-1, Film Serial Animasi 3D Dengan Konten Budaya Lokal Jawa Barat
2. Kuswana Sp Akobetor, Inovasi :  Mesin Penyiang Gulma Padi Sawah Ramah Lingkungan
3. Ir. Oleh Suparjo, Inovasi : Solusi Alternatif Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Melalui Pupuk Hayati Cair “Biotipul”

II. Anugerah Prakarsa Jawa Barat Tahun 2018
1. Widya Putra, Prakarsa : Media Edukasi Jamur (Mushome)
2. Sri Fitriani, Prakarsa : Pengembangan Budidaya Dan Pengolahan Pasca Panen Kopi Dan Gunung Halimun Sukabumi Melalui Pemberdayaan Petani Sayur

III. Apresiasi Wirausaha Muda, Organisasi Kepemudaan Dan Pramuka
1. Alfian Pamungkas Sakawiguna, Nama Bisnis :  PT. Cloud Hosting Indonesia, Organisasi : Gerakan Pramuka
2. Ageng Sutrisno, Nama Bisnis :  Pesona Linggar Jati Tour And Travel, Organisasi :  KNPI Kuningan
3. Hariska Ferdiansyah, Nama Bisnis : Dunia Buah, Organisasi : HIPMI Sumedang
4. Sarah Nurul Fatimah, Nama Bisnis : D’sarae Gudang Kreatif, Organisasi :  Ikatan Pemuda Mesjid Agung
5. Hera Wijaya, Nama Bisnis : Bongsang, Organisasi : Karang Taruna

IV. Juara I Pemuda Pelopor Provinsi Jawa Barat Tahun 2018
1. Yasser Muhamad Syaeful, Bidang : Pendidikan, Utusan : Kota Bandung
2. Ari Bayu Purwanto, Bidang : Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Utusan : Kota Bekasi
3. Alvin Renaldi, Bidang : Agama Sosial Budaya dan Pariwisata, Utusan : Kota Sukabumi
5. Imam Persuwaryantoro, Bidang : Inovasi Teknologi, Utusan : Kota Bekasiepan 

V. Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tahun 2018 Bidang Industri Kreatif
Juara I Yusep Maulana, Nama Usaha : Websitegratis.id, Utusan : Kabupaten Garut
Juara II  Maulidan Isbar, Nama Usaha : Kayuh Wooden Bike, Utusan : Kabupaten Bogor
Juara III Hafid Fadilah, Nama Usaha : Virageawie, Utusan : Kota Cimahi

VI. Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tahun 2018 Bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan kelautan
Juara I Rizal Abdul Halim, Nama Usaha : Airmar Farm, Utusan : Kabupaten Cianjur
Juara II Rici Solihin, Nama Usaha : Pap Rici Segar Barokah, Utusan : Kabupaten Bandung Barat

VII. Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tahun 2018 Bidang Bidang Jasa Boga (Kuliner)
Juara I Istiqomah Nur Latifah, Nama Usaha : CV. Brightfood Riung Gunung, Utusan : Kota Bandung
Juara II Sandra Alfina, Nama Usaha : Sunskrip, Utusan :Kota Bogor
Juara III Rizki Alrita Putri, Nama Usaha : Republik Nanas Nasional, Utusan : Kabupaten Subang

VIII. Penghargaan Organisasi Kepemudaan Jawa Barat Tahun 2018
1. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Kota Bandung, Kategori : Tata Kelola Organisasi, Peringkat I skor 70.80
2. Sapma Pemuda Pancasila Kabupaten Sumedang, Kategori : Tata Program Kreatif, Peringakt II skor 65.75
3. Workshop Karya Mandiri, Kategori : Lingkungan Hidup, Peringkat I skor 72.37
4. Daya Mahasiswa Sunda Puseur, Kategori : Seni dan Budaya, Peingkat I skor 72.00
5. Forza, Kategori : Pengabdian Kepada Masyarakat, Peringkat I skor 72.75
gedung 
Pemberian penghargaan dilaksanakan di Halaman Gedung Kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat Jl. Diponegoro No 22 Bandung.(Def)*

Kamis, 25 Oktober 2018

Ridwan Kamil Minta Riset SMART CITY Bisa Diterapkan di Jawa Barat

Mitrapolisi/
Ridwan Kamil Minta Riset SMART CITY Bisa Diterapkan di Jawa Barat


BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada para akademisi, khususnya perguruan tinggi yang tergabung dalam mitra SMART CITY agar bisa menerapkan hasil risetnya tentang smart city di Provinsi Jawa Barat. Dengan begitu komitmen Jawa Barat sebagai provinsi digital di Indonesia bisa terealisasi dalam lima tahun ke depan.

SMART CITY atau Scientific Modeling, Application, Research, and Training for City-Centered Innovation and Technology, merupakan kemitraan terbesar di Indonesia menyangkut penelitian dan pengembangan sistem kota pintar. Kemitraan ini diketuai oleh Universitas Indonesia, dengan mitra bersama Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Udayana.

SMART CITY sendiri adalah salah satu penerima hibah penelitian raksasa bernilai 3 juta dollar (setara Rp 45 Miliar) yang diberikan oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID) melalui program Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA).

"Saya ucapkan terimakasi kepada USAID dan universitas-universitas yang tergabung dalam riset. Saya nanti cuman mau minta hasilnya mana. Kalau cocok kita implementasikan, supaya jangan jadi menara gading, riset saja tapi tidak manfaat," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, usai menjadi pembicara utama dalam International Conference on SMART CITY Innovation 2018 di Hotel Prama Grand Preanger, Jl. Asia Afrika No. 81, Kota Bandung, Kamis (25/10/18).

Menurut Emil, teknologi digital saat ini sudah melanda negara-negara di dunia. Namun, penerapan teknologi digital masih dominan di wilayah kota saja. Dalam hal ini, kata Emil, pemerintah mempunyai tugas untuk memberikan keberpihakan ke semua wilayah atau sektor yang belum tersentuh teknologi digital.

"Jadi, gap digital di desa dan kota masih tinggi. Itu kenapa di kita (Provinsi Jawa Barat) ada program digital province, akan fokus terhadap digital inklusif di desa-desa," ujar Emil.

"Tugas pemerintah adalah memberi keberpihakan kepada wilayah atau sektor yang belum tersentuh ya," lanjutnya.

Emil menambahkan, di Jawa Barat sendiri hanya sebagian kecil kabupaten/kota yang telah menerapkan teknologi digital atau program smart city di wilayahnya. Padahal, teknologi ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem birokrasi di pemerintahan.

"Sehingga dalam lima tahun komitmen kita (Jawa Barat Barat) harus menjadi provinsi digital terbaik, merata, inklusif. Ujung-ujungnya apa? Ekonomi naik, pemerintah bisa efektif, efisien menyelesaikan masalah-masalah dengan transparan dan cepat," tukasnya.


Smart City International Conference
Konferensi internasional ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penelitian, pengembangan, pelatihan, kuliah umum, seminar, dan kerjasama dengan pemerintah dan pihak swasta mengenai inovasi pengembangan kota pintar yang diselenggarakan oleh jejaring SMART CITY.

USAID SHERA pun mendukung penuh program kerja SMART CITY dan konferensi internasional ini. "Saya bangga bisa mendukung program kerjasama penerapan smart city ini," kata Pelaksana Tugas Wakil Direktur atau Acting Deputy Mission Director USAID, Betty Chung yang hadir dalam kinferensi ini.

Dalam siaran pers yang diterima Tim Peliput Humas Jabar, Betty menambahkan bahwa Amerika Serikat melalui USAID memiliki sejarah panjang dalam mendukung ilmu pengetahuan, teknologi dan penelitian inovatif di Indonesia. Komitmen ini kemudian dilanjutkan melalui program SHERA yang menghubungkan ilmuwan Indonesia dan AS untuk menemukan, menguji, dan memperluas penerapan solusi berbasis bukti yang dapat memecahkan berbagai tantangan pembangunan.

International Conference on SMART CITY Innovation 2018 dengan Tema: "SMART CITY Innovation in Indonesia” ini digelar oleh Direktorat Riset, Pengabdian pada Masyarakat dan Inovasi (DRPMI) Universitas Padjadjaran (Unpad), sebagai universitas salah satu mitra SMART CITY.

Selain itu, konferensi internasional yang dilaksanakan pada 25 - 26 Oktober 2018 ini merupakan salah satu program kerja dari Pusat Penelitian Kolaboratif (Center for Collaborative Research) SMART CITY.(def)*

Rabu, 24 Oktober 2018

Era Revolusi Industi 4.0, ASN Pun Perlu Shifting

Mitrapolisi/
Era Revolusi Industi 4.0, ASN Pun Perlu Shifting 

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk berperilakulah seperti air. Air itu mengalir mengikuti bentuk. Seperti halnya dengan perkembangan jaman saat ini (revolusi industri 4.0) yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga ASN juga harus melek teknologi dan berdaptasi dengan perubahan jaman. 

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan hal tersebut saat membuka Seminar “Shifting Bureaucracy" yang menghadirkan Rhenald Kasali sebagai pembicara di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (24/10/18). 

Maka dengan berjalannya waktu, Emil mengatakan Pemprov Jawa Barat akan melakukan perubahan pola pikir dimana ASN didorong untuk mampu berinovasi, berkolaborasi dan melakukan desentralisasi. Sehingga memudahkan ASN berinteraksi dengan masyarakat melalui kemajuan teknologi dalam meningkatkan pelayanan. 

“Dengan konsep seperti ini pelayanan akan lebih lancar, warga tidak harus mendatangi kantor-kantor pemerintahan,” tuturnya. 

Menurut Emil, tiga kunci utama ASN untuk melakukan shifting adalah berintegritas, melayani dengan hati, dan profesional. 

Penulis Buku "The Great Shifting" yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali di akhir paparannya memberikan tips bagaimana ASN bisa mengikuti zaman. Pertama, mengubah mindset. Kedua, mengusahakan semua untuk paperless dan berbasis teknologi informasi. "Dengan begitu akan memangkas waktu, hemat, dan mengurangi kesalahan," katanya. 

Ketiga, menurut Rhenald adalah dengan deregulasi. "Kurangi penerbitan peraturan-peraturan. Buatlah masyarakat paham dan jaga mereka untuk melakukan prinsip-prinsip bermasyarakat," katanya. Tak kalah penting untuk dilakukan birokrat adalah untuk menyederhanakan SOP. 

"Keempat, berilah ruang untuk ASN melakukan inovasi," katanya. 

Pada kesempatan ini, Ridwan menyerahkan Bantuan Riset Edukasi Pada Penerima Bantuan Riset Edukasi jenjang S-3 dan menerima Hasil Implementasi Riset Program 300 Doktor Provinsi Jawa Barat.(def)*

Gub Jabar Ridwan Kamil Lepas Kader Ulama Untuk Pendidikan ke Turki

Mitrapolisi/
Ridwan Kamil Lepas Kader Ulama Untuk Pendidikan ke Turki  

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas tujuh orang kader ulama asal Jabar untuk pendidikan ke Turki pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di  Gedung Sate, Kamis (24/10/18). Dirinya mendukung penuh setiap program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Jawa Barat.  

“Apalagi ini yang akan mencetak ulama-ulama besar di masa depan,” tegasnya. 

Diakuinya, tugasnya sebagai pemimpin adalah menyiapkan pemimpin-pemimpin baru dengan melakukan regenerasi dan transformasi. Baik sebagai pemimpin administratif, politik maupun pemimpin yang sifatnya keulamaan. 

Selain melepas, Provinsi Jawa Barat dan Baznas akan memberikan dukungan finansial, dengan harapan akan cukup sebagai bekal kehidupan sehari-hari. 

Emil, panggilan akrabnya, berharap pada Ust. Adi Hidayat nantinya akan ada program serupa yang dapat dikolaborasikan dengan Pemprov Jabar di negara-negara lain. 

Emil mengaku sangat mengapresiasi dan bangga pada para siswa yang akan berangkat ke Turki. Para siswa ini berasal dari Garut, Sumedang, Cianjur, Purwakarta dan Bogor. "Kita akan berbagi tugas. Ust. Adi akan mencari jaringan untuk sumber-sumber pendidikan, tugas kami akan mencarikan dana dan upaya," katanya. 

“Pergi sebagai siswa, pulang sebagai ulama,” tegas Emil. 

Ust. Adi Hidayat menjelaskan program Pendidikan Kader Ulama telah berlangsung selama tiga tahun. Program ini fokus pada pencarian calon-calon ulama dari seluruh Indonesia. Ia menyambut baik Program Ulama Juara dari Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum.  Adi mengatakan tahun ini telah diseleksi 800 siswa se Indonesia, yang diterima hanya 12 siswa diantaranya tujuh siswa berasal dari Jawa Barat. 

Adi menjelaskan Akademi Imam Malik Turki akan menjadi tujuan bagi 12 siswa untuk belajar selama 5 tahun lamanya, guna mencetak para ulama. Pendidikannya akan dimulai dengan penguatan bahasa Arab, Al-Quran 30 Juz, pendalaman syariat dan akan diminta untuk mempelajari situasi di masyarakat masing-masing. 

“Mereka akan belajar setahun untuk pendalaman bahasa serta Al-Quran serta empat tahun untuk pendalaman syariatnya. Dan khusus nanti untuk anak-anak ini, Insyaallah kalau untuk prestasi mereka baik kami akan komunikasikan untuk selesai sekolah hingga S-3,” paparnya.(def)*

Selasa, 23 Oktober 2018

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas Jabar

Mitrapolisi/
ubernur Ridwan Kamil Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar pertemuan dengan Kapolda Jabar, Pangdam III Siliwangi, Ketua MUI Jabar dan para tokoh agama, membahas terkait peristiwa pembakaran yang diduga bendera HTI, di Mapolda Jabar Kota Bandung, Selasa (23/10/18).

Usai pertemuan selama satu jam dan tertutup tersebut, Gubernur menyatakan kepada awak media bahwa, pihaknya menyesalkan atas kejadian pembakaran bendera yang terjadi pada 22 Oktober lalu.

"Kita sangat menyesalkankan peristiwa tersebut," kata Gubernur yang akrab disapa Emil.

Selanjutnya, sambil menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, Emil meminta semua pihak untuk menahan diri baik masyarakat yang ada di Garut, Jawa Barat maupun Indonesia. Emil mengatakan, saat ini Polres Garut sudah berhasil mengamankan pelaku dan akan melakukan proses selanjutnya untuk melihat apakah ada aspek-aspek hukum pidana pada peristiwa itu.

"Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kepolisian akan memberikan penjelasan lebih lanjut tapi perhari ini saya kira itu sudah dilaksanakan dengan baik oleh Polres Garut dengan arahan dari Polda Jabar," katanya.

Pihaknya pun bersama MUI Jabar, MUI Kabupaten Kota dan Ormas-ormas islam telah bersepakat mengimbau masyarakat untuk tidak terbawa suasana yang akhirnya dapat memperkeruh keadaan.

"Tentunya kita fahami reaksi-reaksi yang terjadi dan itu manusiawi tapi mengarahkan setiap ekspresi, pendapat atau gagasan diharapkan dilakukan di forum yang baik dengan cara yang baik pula," ujar Emil.

Ia pun meminta masyarakat untuk menahan diri terhadap postingan-postingan di media sosial.

"Kita betul-betul berharap Jabar dan Indonesia selalu kondusif," ucapnya.

Emil menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada kepolisian yang sudah menangani dengan cepat. Dalam penanganan kasus tersebut kepolisian juga didampingi oleh para ulama.

"Pemprov Jabar mengapresiasi dan mendukung langkah tanggap dari Polda Jabar sehingga kasus ini tidak berlarut-larut dan diselesaikan dengan baik," kata Emil.

Senada dengan Gubernur, ketua MUI Jabar Rachmat syafei meminta masyarakat jangan mudah terprovokasi.

"Kami MUI Jabar berterima kasih kepada kepolisian yang secara profesional menangani kasus ini dan saya imbau masyarakat jangan mudah terprovokasi sehingga melebar yang tidak perlu," ujar Rachmat.

Di tempat sama, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, pihaknya sementara ini tengah mengamankan 3 pelaku dengan inisial A, M dan F dan tengah dalam proses pemeriksaan di Polres Garut.

"Kejadian pembakaran bendera HTI di Alun-alun Limbangan Garut dilakukan sementara oleh 3 orang dengan inisial A, M, F, sekarang sedang dilakukan pemeriksaan," ungkap Kapolda.

Ia pun telah memerintahkan Kapolres Garut untuk dilakukan pemeriksaan mendalam pada 3 orang tersebut hingga tuntas. Kaitan dengan aspek pidana, pihaknya telah berkoordinasi dengan ahli hukum pidana dan ulama.

"Insya Allah besok siang akan hadir di Mapolda untuk melakukan gelar perkara. Sementara itu yang dapat kami sampaikan," ujarnya.

Sesuai instruksi Gubernur, lanjut Agung, masyarakat agar bersama-sama menjaga kondusivitas Jawa Barat yang telah terjalin baik dan mengawal proses penyelidikannya.

"Mari kita kawal prosesnya semoga segera tuntas. Saya juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bisa bersikap cerdas jangan mudah terpengaruh, kalau ada informasi di Medsos hendaknya bertabayyun terlebih dulu," harap Agung.(def)*
Mitrapolisi/
ubernur Ridwan Kamil Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar pertemuan dengan Kapolda Jabar, Pangdam III Siliwangi, Ketua MUI Jabar dan para tokoh agama, membahas terkait peristiwa pembakaran yang diduga bendera HTI, di Mapolda Jabar Kota Bandung, Selasa (23/10/18).

Usai pertemuan selama satu jam dan tertutup tersebut, Gubernur menyatakan kepada awak media bahwa, pihaknya menyesalkan atas kejadian pembakaran bendera yang terjadi pada 22 Oktober lalu.

"Kita sangat menyesalkankan peristiwa tersebut," kata Gubernur yang akrab disapa Emil.

Selanjutnya, sambil menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, Emil meminta semua pihak untuk menahan diri baik masyarakat yang ada di Garut, Jawa Barat maupun Indonesia. Emil mengatakan, saat ini Polres Garut sudah berhasil mengamankan pelaku dan akan melakukan proses selanjutnya untuk melihat apakah ada aspek-aspek hukum pidana pada peristiwa itu.

"Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kepolisian akan memberikan penjelasan lebih lanjut tapi perhari ini saya kira itu sudah dilaksanakan dengan baik oleh Polres Garut dengan arahan dari Polda Jabar," katanya.

Pihaknya pun bersama MUI Jabar, MUI Kabupaten Kota dan Ormas-ormas islam telah bersepakat mengimbau masyarakat untuk tidak terbawa suasana yang akhirnya dapat memperkeruh keadaan.

"Tentunya kita fahami reaksi-reaksi yang terjadi dan itu manusiawi tapi mengarahkan setiap ekspresi, pendapat atau gagasan diharapkan dilakukan di forum yang baik dengan cara yang baik pula," ujar Emil.

Ia pun meminta masyarakat untuk menahan diri terhadap postingan-postingan di media sosial.

"Kita betul-betul berharap Jabar dan Indonesia selalu kondusif," ucapnya.

Emil menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada kepolisian yang sudah menangani dengan cepat. Dalam penanganan kasus tersebut kepolisian juga didampingi oleh para ulama.

"Pemprov Jabar mengapresiasi dan mendukung langkah tanggap dari Polda Jabar sehingga kasus ini tidak berlarut-larut dan diselesaikan dengan baik," kata Emil.

Senada dengan Gubernur, ketua MUI Jabar Rachmat syafei meminta masyarakat jangan mudah terprovokasi.

"Kami MUI Jabar berterima kasih kepada kepolisian yang secara profesional menangani kasus ini dan saya imbau masyarakat jangan mudah terprovokasi sehingga melebar yang tidak perlu," ujar Rachmat.

Di tempat sama, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, pihaknya sementara ini tengah mengamankan 3 pelaku dengan inisial A, M dan F dan tengah dalam proses pemeriksaan di Polres Garut.

"Kejadian pembakaran bendera HTI di Alun-alun Limbangan Garut dilakukan sementara oleh 3 orang dengan inisial A, M, F, sekarang sedang dilakukan pemeriksaan," ungkap Kapolda.

Ia pun telah memerintahkan Kapolres Garut untuk dilakukan pemeriksaan mendalam pada 3 orang tersebut hingga tuntas. Kaitan dengan aspek pidana, pihaknya telah berkoordinasi dengan ahli hukum pidana dan ulama.

"Insya Allah besok siang akan hadir di Mapolda untuk melakukan gelar perkara. Sementara itu yang dapat kami sampaikan," ujarnya.

Sesuai instruksi Gubernur, lanjut Agung, masyarakat agar bersama-sama menjaga kondusivitas Jawa Barat yang telah terjalin baik dan mengawal proses penyelidikannya.

"Mari kita kawal prosesnya semoga segera tuntas. Saya juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bisa bersikap cerdas jangan mudah terpengaruh, kalau ada informasi di Medsos hendaknya bertabayyun terlebih dulu," harap Agung.(def)*