Kamis, 12 April 2018

Geopark Ciletuh-Palabahunratu Resmi Sandang Unesco Global Geopark

Mitrapolisi/
KAB. SUKABUMI - Geopark Ciletuh-Palabuhanratu resmi ditetapkan menjadi bagian dari jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark (UGG). Ini merupakan sejarah baru bagi dunia pariwisata di Jawa Barat.

Kabar ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat hadir di acara Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Fun Day Towards Unesco Global Geopark di Pantai Palangpang, Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/4/18).

Selain Ciletuh, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG. Pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4/18) di Paris, Perancis. Aher mengatakan pihaknya mendapatkan kabar tersebut dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi, Budiman, selaku perwakilan Jawa Barat di sidang tersebut.

"Dua hari lalu kita dapat kabar dari Sidang Unesco di Paris, Perancis. Unesco sudah bersepakat menetapkan beberapa geopark di dunia," kata Aher.

"Dua diantaranya dari Indonesia, yaitu Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dan yang kedua Geopark Rinjani di NTB," lanjutnya.

Proses penetapan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi jaringan geopark global Unesco (UGG) terbilang cepat. Biasanya proses yang ditempuh sepuluh tahun setelah penetapan geopark nasional. "Tiga tahun lalu kita (Geopark Ciletuh-Palabuhanratu) ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Pemerintah Pusat dan langsung kita ajukan ke Unesco sebagai UGG. Dan ternyata, Alhamdulillah diterima," ungkap Aher.

"Ternyata ini tercepat sejak ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Tiga tahun kemudian jadi geopark internasional atau termasuk dalam jaringan geopark global atau UGG," tambahnya.

Penyerahan sertifikat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai UGG akan dilakukan pada September 2018. "Keputusannya sudah ada, sertifikatnya akan diberikan secara bersama-sama di Portugal," kata Aher.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan. Aher berkomitmen untuk terus mengembangkan destinasi wisata di bumi Parahyangan.

Untuk itu, Aher meminta komitmen semua pihak. Baik itu aparat pemerintah provinsi/kabupaten, stakeholder, serta masyarakat agar memelihara destinasi wisata yang telah ada. Terlebih syarat utama sebuah geopark internasional, yaitu pelestarian geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity.

"Kita harus terus pelihara kebersihannya, kelestarian alamnya. Dipelihara juga peninggalan-peninggalan geologinya, juga culture-nya," ajak Aher.

"Dan tentu infrastrukturnya terus diperbaiki, sarana-prasarana wisatanya terus dipenuhi," imbuhnya.

Untuk infrastruktur jalan penghubung Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Pemprov Jawa Barat sudah menggelontorkan anggaran Rp96 Miliar pada 2016 untuk ruas jalan dari pintu masuk Waluran ke geopark. Selain itu, pada 2017 dibangun juga ruas jalan dari pintu masuk Loji ke geopark yang menelan anggaran Rp217 Miliar.

"Tahun ini kita membuat kawasan jalan dari arah pintu masuk Paltiga sebesar Rp90 Miliar. Termasuk pembangunan bandara di Sukabumi, karena salah satu syarat geopark internasional itu, harus ada bandara dekat geopark dengan jarak tempuh maksimal tiga jam perjalanan," tutur Aher.

Penataan kawasan geopark, kata Aher perlu ada landasan hukumnya. Untuk itu, Aher meminta Pemkab Sukabumi membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

"Penataan yang ideal itu harus ditata secara hukum. Oleh karena itu, saya minta Pak Bupati untuk segera Kabupatem Sukabumi menetapkan RDTR sebagai penjabaran lebih lanjut dari Perda Rencana Umum Tata Ruang Wilayah," paparnya.

Untuk menata dan mengembangkan kawasa geopark ini, Aher berharap Pemerintah Pusat bisa memberikan anggaran Rp1 Triliun. Berinvestasi uang sebesar itu lewat anggaran negara tidak terlalu besar.

"Kawasan geopark ini akan semakin berkembang jika suntikan dananya cukup besar. Katakan saja Rp1 Triliun, berinvestasi lewat anggaran negara dengan uang sebesar itu tidak terlalu besar dibanding manfaat yang lebih besar dari itu," papar Aher.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami, menuturkan bahwa Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi satu-satunya geopark di dunia dengan prinsip Vini-Vidi-Vici, yaitu datang-melihat-menangkan. Karena Geopark Ciletuh-Palabuhanratu hanya membutuhkan waktu tiga tahun untuk mendapatkan Sertifikat UGG.

Melalui geopark ini, Marwan berharap bisa menjadi pembangkit pertumbuhan di wilayah selatan, khususnya di Kabupaten Sukabumi. Pengembangan geopark pun akan melibatkan kaum perempuan.

"Karena idealnya 30 persen pengembangan geopark ini harus melibatkan kaum perempuan," ujar Marwan.


Hal ini juga menjadi peluang dan tantangan untuk generasi zaman now. Dia pun menantang anak-anak zaman now untuk semakin mem-viralkan geopark atau taman bumi ini lewat sosial media yang mereka punya.

"Ini tantangan dan peluang untuk generasi zaman now," kata Marwan di hadapan peserta Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Fun Day Towards Unesco Global Geopark dimana sebagian besar dari mereka adalah kaum remaja.

Kehadiran geopark ini juga disambut baik berbagai komunitas. Nanan Sukarna, selaku Ketua Volkswagen Community merasa bangga dan bahagia karena di Jawa Barat saat ini ada lokasi untuk menyalurkan hobinya jalan-jalan.

"Luar biasa jalannya, ini menantang sekali terutama buat mobil-mobil yang sudah sepuh," ucap Nanan.

"Kami sangat bangga dan bahagia, selama ini kami kalau jalan ke Bali atau Lombok, tapi sekarang ada tujuan wisata baru, yaitu Geopark Ciletuh-Palabuhanratu," tambahnya.

Nanan selaku perwakilan dari berbagai komunitas yang ada di Fun Day ini, mengajak masyarakat menjaga kawasan geopark. Karena dia menilai soal kebersihan masih diperlukan banyak partisipasi masyarakat dalam memeliahara lingkungan di geopark tersebut.

Sesuai dengan tema acaranya, Fun Day Towards Unesco Global Geopark, acara ini digelar untuk menyambut penetapan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai geopark internasional atau Unesco Global Geopark.

Berbagai kegiatan yang digelar, yaitu Geo Color Fun Run, Geo Paralayang, Geo Go Green, Geo Fun Parade Volkswagen dan Jeep Willys, Geo Music Corner, Geo Tradiotional Food Festival, serta Geo Selfie/Wefie Photo Contest.

Senin, 09 April 2018

Kunker ke Swedia, Gubernur Aher Jajaki Kerjasama Intelligent Transportasi System

Mitrapolisi/
MALMO -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melakukan lawatan ke Swedia untuk bertemu dengan Vice President of Regional Council Ms. Annika Annerby Jansson di Kantor Region of Skane, Malmo, Swedia, Senin (26/3/2018). Kunjungan ini untuk menindaklanjuti kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan anak perusahan dari Kapsch Trafficcom 9 Maret 2018 lalu. 

Kerjasama yang dijalin akan difokuskan pada penyediaan solusi pintar di bidang transportasi Intelligent Transportasi System (ITS), yakni penerapan sistem jalan berbayar elektronik dan penimbangan angkutan jalan dinamis. 

Aher mengatakan bahwa selain untuk kerjasama antara Jabar dan Skane Region, dia berharap kunjungan ini bisa memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia Swedia. Di hadapan Ms. Annika Annerby Jansson, dirinya juga mengungkapkan Jawa Barat dengan penduduk sekitar 48 juta jiwa saat ini telah menjadi pusat manufaktur industri, pusat pendidikan, juga di bidang pertahanan di level nasional.

Di semua bidang itu, Jabar memiliki produk yang berkelas internasional seperti PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Jalan Padjajaran Bandung, Jawa Barat; Pindad di Kiaracondong, Kota Bandung.

Begitupun di dunia pendidikan, Jabar memiliki universitas terkemuka nasional, seperti ITB, IPB, UI, dan Unpad.

"Selain itu, Jabar pun punya struktur geologi yang subur. Tidak kurang dari ratusan eko wisata yang ada di Indonesia berada di Jabar, seperti danau, hutan, laut dan pegunungan yang indah," kata Aher.

Di bidang pertanian, kata Aher, Jabar menjadi pemasok 20 persen kebutuhan padi nasional, dan 70 persen teh nasional. Tidak hanya itu, Jabar pun memiliki buah buahan tropis.

"Bahkan buah manggis yang ekspor Indonesia, 80 persennya dari Jawa Barat. Di sisi lain pun kita punya kopi. Saat Festival kopi Atlanta, dari 20 jenis kopi dunia, 6 di anataranya kopi Jawa Barat," jelas Aher.

Jabar pun menjadi tempat 60 persen manufaktur di Indoknesia, seperti elektronik  kulit, pengolahan gas dan indutri kreatif lainnya.

Lebih lanjut Aher berharap, ke depan  kerjasama saling menguntungkan segera terjalin, khususnya antara Skane Region dan Jabar, seperti di bidang lingkungan hidup, energi dan pariwisata.

"Mudah-mudahan tidak terlalu lagi kita bisa menyepakati kerjasama ini. Kami sangat berterikasih atas keramahan warga di sini. Kami merasa seperti di rumah sendiri," jelas dia.


Vice President of Regional Council Ms. Annika Annerby Jansson pun memaparkan sejumlah potensi dan kelebihan yang ada di wilayahnya, mulai dari pelayanan kesehatan, transportasi publik, pendidikan industri dan lainnya.

Hal disampaikam Ms Annika di hadapan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Dubes LBBP RI untuk Swedia Bagas Hapsaro, dan sejumlah delegasi Jawa Barat lainnya di kantornya.


Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menjajaki beberapa bidang kerjasama dengan wilayah di Negara Swedia. Diantaranya, di bidang pengolahan limbah sampah menjadi energi; pariwisata serta investasi dan perdagangan.

Di bidang pengolahan sampah, Swedia telah menemukan cara me-recycle 99 persen dari limbah rumah tangganya. Pada 2015 lalu, hampir 2,3 Metrik ton sampah diubah menjadi energi di salah satu dari 32 perusahaan milik nasionalnya.

Hasilnya, lebih dari 900 ribu rumah di sana menggunakan pemanas ruangan dari tenaga listrik hasil konservasi limbah sampah.

Swedia sangat baik dalam mendaur ulang sampahnya. Bahkan, negara itu harus impor sampah dari negara lain. Kesempatan kerja sama adalah untuk mengekspor sampah dari Jawa Barat ke Swedia guna menjaga fasilitas pembakarannya tetap berjalan.

Selain pengolahan sampah, penjajakan pun dilakukan di dua arah promosi dan fasilitasi pariwisata, yakni pertemuan antara agensi pariwisata Jawa Barat dan Skane Region dalam hal ini untuk berdiskusi dan menyetujui aktivitas. Tujuannya untuk promosi dan kerja sama dua  arah.

Kemudian kolaborasi acara pada 'Sister Province Night/Day', termasuk seminar bisnis, ekonomi dan eksibisi perdagangan, tampilan seni dan budaya baik di Malmo atau di Bandung.

Tiba di Copenhagen, Denmark pada Minggu (25/3/2018), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) disambut dua Duta Besar LBBP RI  Muhammad Ibnu Said.

Kamis, 05 April 2018

Pendaratan Pertama Pesawat di Bandara Kertajati Berjalan Mulus‎

Mitrapolisi/
MAJALENGKA,- Untuk pertama kalinya ada pesawat melakukan pendaratan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Landing pertama tersebut merupakan serangkaian pengujian kalibrasi terhadap instumen alat navigasi. Hal ini dilakukan untuk mencari formulasi panduan pesawat saat melakukan penerbangan selanjutnya di Bandara Kertajati. Pendaratanpun berjalan mulus.

Pesawat kalibrasi tersebut merupakan pesawat jenis Beechcratf King Air B350- i milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pesawat dengan kapasitas enam penumpang ini lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara Bandung pukul 08.55 WIB dan mendarat dengan mulus pukul 09.15 WIB. Penerbangan Bandung Majalengka ditempuh dengan waku 20 menit.‎ ‎Cuaca cerah mewarnai penerbangan tersebut.

Usai lepas landas dari Kota Bandung, pesawat berbaling-baling ini langsung secara bertahap mengambil ketinggian sampai 12 ribu di atas permukaan laut. Selama 12 menit diketinggian Tanah Parahyangan, pesawat perlahan merendah untuk kemudian menyejajarkan dengan landasan pacu Bandara Kertajati. Airfield lighting system menyala menyambut untuk pertama kalinya pesawat mendarat.

Pesawat dipegang komando Pilot Kapten Sri Mulyanto. Di dalamnya membawa First officer Khairuna Fauzi, Flight Inspector I (PO) Dian Yusuf Aminudin, Fligt Officer II (TO) Wahyu Wicaksono, Flight Mechanic Dennis Sagia, Ass Fit Mechanic Ary Firmansyah dan Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra.
"‎Alhamdulilah penerbangan lancar dari Bandara Husein Sastranegara sampai Bandara Kertajati ini berjalan lancar," kata Sri Mulyanto usai pendaratan saat ditemui di landasan pacu Bandara Kertajati, Kamis 29 Maret 2018.‎
Pendaratan tersebut tidak dilakukan hanya sekali. Usai menurunkan separuh penumpangnya, penerbangan kembali dilakukan untuk melakukan kalibrasi di dua titik temu runway berkode 14 dan 32 tersebut. Pesawat secara berulang melakukan lepas landas dan pendaratan untuk benar-benar memverifikasi alat bantu pendaratan pesawat.

Ketua Persiapan Pengoperasian Bandarudara PT Angkasa Pura II Ibut Astono mengatakan, secara kesiapan sisi udara Bandara Kertajati ini sudah cukup baik. Dengan panjang runway 2.500 dan lebar 60 meter, instrumen perlengkapan standar pendaratan pesawat yakni Precision Approach Path Indicator (PAPI) sudah layak.

"Instrumen sisi udara udara ini sudah 100 persen. Kesiapan lampu di runway juga sudah siap karena memang lampu dibutuhkan sebagai alat bantu pendaratan pada malam hari atau cuaca gelap, mendung dan hujan," jelasnya.

Virda Dimas Ekaputra merasa sangat bersyukur karena uji navigasi melalui penerbangan tersebut berjalan lancar. Dengan adanya pendaratan tersebut artinya Bandara Kertajati semakin menunjukan kesiapannya untuk benar-benar bisa beroperasi pada pertengahan 2018 nanti. "Alhamdulilah, saya bahagia banget. Happy. Akhirnya pesawat bisa melakukan pendaratan dengan lancar tanpa hambatan," imbuh Virda.

Setelah adanya pendaratan tersebut, Virda melanjutkan akan melakukan pendaratan berikutnya yang rencananya akan dilakukan pada 2 April 2018 mendatang bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Akan membawa serta juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan jajarannya.‎

"2 April nanti rencananya akan ada pendaratan lagi yang membawa rombongan Pak Menteri (Perhubungan)," lanjut Virda. Dia berharap setelah pendaratan dan dilakukan 'inspeksi' oleh Menhub bandara bisa benar-benar dipublish sebagai bandara yang layak beroperasi. Setalah itu bandara yang kini pembangunanna sudah menyentuh diangka 92 persen benar-benar bisa melayani penerbangan komersil pada Juni dan penerbangan haji Juli 2018.

Rabu, 04 April 2018

Aher: Generasi Emas Indonesia Bergantung Jawa Barat

Mitrapolisi/
KAB. SUMEDANG - Jawa Barat memiliki pengaruh signifikan menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bonus demografi adalah peluas Generasi Emas Jawa Barat untuk Indonesia.

Penduduk Jabar menyumbang proporsi 20% dari penduduk Indonesia atau 46,53 juta. Dengan rincian 23,6 juta laki-laki dan 23,57 juta perempuan (per 31 Desember 2017).

“Proyeksi tahun 2035 itu penduduk Jawa Barat ada 57,13 juta orang dengan penduduk produktif usia 15-64 tahun mencapai 68,20% atau 38,96 juta orang. Merekalah Generasi Emas Jabar untuk Generasi Emas Indonesia,” kata Aher dalam “Seminar Peran Jawa Barat untuk Indonesia Emas 2045” di Bale Sawala Kampus Unpad, Jatinangor, Rabu (4/4/2018).

Indonesia pada 2045 akan memiliki bonus demografi dengan struktur populasi 70% berada pada kelompok usia produktif (15-64 tahun). Sedangkan 30% lainnya berada pada kelompok kurang produktif (usia di atas 65 tahun dan usia di bawah 14 tahun).

Generasi emas Indonesia dicirikan dengan bonus demografi yang memiliki potensi produktif yang tinggi pada 2020-2045. Kata Aher, ke depan Jawa Barat harus bersiap karena guncangan Jawa Barat akan menciptakan guncangan nasional.

“Dalam perspektif agama, ibadah yang khusuk pun hanya akan terjadi kalau wilayah kita aman dan rakyatnya sejahtera. Untuk itulah, untuk menuju generasi emas, ujung sangat mikro dari semua pembangunan itu adalah pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan daya dukung alam untuk keberlanjutan pembangunan,” sambungnya.

Dalam 10 tahun terakhir, banyak kebijakan dalam 10 tahun terakhir yang menunjang kehadiran generasi emas. Kata Aher, pihakya menerapkan prinsip pendidikan sejak dini untuk menghasilkan sumber daya manusia/sumber daya insani Jawa Barat.

Sejak pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi yang memiliki daya saing tinggi, kepeloporan, self regulation, dan selalu berorientasi kepada hasil proses pendidikan yang lebih bermutu dari waktu kewaktu (quality result driven).

“Contohnya untuk penduduk sekolah SMA. Tahun 2008 itu hanya 825 ribu atau 45 persen, sementara tahun 2017 sudah 2 juta lebih atau 81,25 persen penduduknya sudah sekolah SMA dan setingkatnya. Pembangunan kelas baru ada 50 ribu,” katanya.

Aher menuturkan, pihaknya juga sudah menjadikan banyak perguruan tinggi negeri (PTN) dari sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Jabar. Diantaranya Unsika Karawang dan Unsil Tasikmalaya. Termasuk membuka kampus Unpad di Pangandaran. Tujuannya untuk mengoptimalkan potensi maritim besar di Jabar yang banyak dimanfaatkan oleh negara asing.

Strategi berikutnya, lanjut Aher adalah menerapkan prinsip family planning. Dengan menerapkan pola pendidikan seperti ini, generasi emas Jabar akan meraih kesuksesan kembar, yaitu kesuksesan Imtaq dan Iptek pada berbagai jenjang pendidikan.

Kemudian, menerapkan prinsip penjaminan mutu dan akuntabilitas proses penyelenggaraan pendidikan. Upaya ini untuk memberikan daya tarik kepada masyarakat dan dunia usaha agar mereka bisa memberikan dukungan investasi pendidikan.

“Juga menerapkan prinsip pendidikan dan riset untuk melahirkan dan mengembangkan inovasi berbasis Iptek sebagai solusi permasalahan daya saing serta melalui penyelenggaraan Science Techno Park (STP) pada level Provinsi dan Techno Park pada level Kabupaten/Kota,” katanya.

Tak ketinggalan, ujar Aher, menerapkan pola kerjasama multi pihak, yaitu Pemerintah/Pemerintah Daerah, Akademisi, Dunia Usaha, dan Komunitas dengan dukungan/kontrol dari media.

“Generasi emas Jabar adalah generasi baru berketerampilan dan berdaya saing tinggi, seperti contoh sekarang ekspor masih dominan bahan mentah, sehingga pengangguran masih ada. Kalau diolah dulu, akan lain cerita. Jabar sudah berusaha tekan kemiskinan 1 pesen per tahun, tapi 10 tahun ini baru mencapai sekitar 8 persen,” pungkasnya.

Live in Papua, 53 Orang Ikuti Festival Puncak Papua

Mitrapolisi/
BANDUNG - Sebanyak 53 orang akan mengikuti Festival Puncak Papua April-Juni 2018. Salah satu kegiatan yang akan digelar dalam festival ini, yaitu Live in Papua.

Dari 53 orang peserta, 28 diantaranya merupakan anggota Wanadri. Sementara 25 lainnya merupakan masyarakat umum yang memiliki latar belakang sebagai guru, dosen, jurnalis, tenaga medis, dan mahasiswa. Untuk itu, Wanadri berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar. Mereka tidak hanya dari Jawa Barat namun juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.

Keberangkatan para peserta dan panitia secara langsung dilepas oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Rabu pagi (4/4/18).

Misi festival ini, yaitu interaksi penjelajahan alam dan edukasi kepada masyarakat lokal di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Kegiatan yang dilakukan, yaitu pendakian Puncak Yamin, Puncak Mandala, Live In, dan Festival Budaya.

Salah satu kegiatan menarik yang akan dilakukan, Live In. Peserta akan tinggal selama tiga minggu (6-26 April 2018) bersama masyarakat lokal Pegunungan Bintang. Mereka akan berinteraksi dengan alam dan masyarakat di sana.

Managing Director Indonesia Mengajar, Haiva Ratu Muzdaliva mengungkapkan bahwa fokus kegiatan yang akan dilakukan adalah pendidikan. Indonesia Mengajar telah memilih 30 orang dari 211 pendaftar untuk Live In.

"Nanti ada program Live In. Melalui program ini kita mengajak masyarakat luas, terpilih 30 orang yang akan tinggal di tujuh desa selama kurang lebih satu sampai tiga minggu," ungkap Haiva.

Dalam program Live In, para peserta akan melakukan kegiatan sesuai dengan latar belakang profesinya. Haiva menjelaskan, seperti pekerja pendidikan atau guru akan sharing seputar motivasi dan masa depan ke anak-anak di sana. Sementara para guru memberikan pelatihan guru. Ada pula kegiatan pelatihan manajemen keuangan desa dan dokumentasi.

"Kemudian ada pos kerja juga untuk kesehatan masyarakat, seperti budidaya apotik hidup, edukasi kesehatan. Ada soal pendataan juga, sosial antropologi dan pendataan lingkungan," jelas Haiva.

Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, yaitu dampak jangka panjang untuk masyarakat Pegunungan Bintang. "Harapannya dengan festival ini akan membantu dampak pendidikan yang berkelanjutan disana," ujar Haiva.

Kegiatan lain, yaitu pendakian Puncak Yamin dan Mandala akan berlangsung selama Mei-Juni. Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah Festival Budaya yang akan berlangsung Oktober di Jakarta dan Bandung.

Dalam Festival Budaya akan digelar forum pendidikan dan pameran. Selain itu, ada juga publikasi seperi pemutaran film tentang kegiatan Live In Papua. Dengan kata lain, Festival Budaya nanti sebagai sarana publikasi kegiatan yang telah berlangsung di Papua.

Latar belakang digelarnya Festival Puncak Papua ini adalah untuk menghilangkan stigma negatif tentang Papua. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa mengangkat segala potensi positif yang dimiliki Papua.

"Kita ingin membuka ruang informasi dengan cara kita membentuk wadah interaksi antara masyarakat umum dengan masyarakat Pegunungan Bintang di Papua," tutur Dzaki, Ketua Pelaksana Festival Puncak Papua.

Dzaki berharap masyarakat luas akan semakin banyak ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. "Terlibat bisa dengan banyak cara, bisa pergi ke sana atau kalau ada yang ingin bergabung di Festival Budaya Puncak Papua yang di Bandung dan Jakarta," harap Dzaki.

"Dan harapan saya juga nilai-nilai positif dari kegiatan ini bisa menular ke masyarakat lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, para peserta juga diberikan pelatihan. Khususnya pelatihan di alam terbuka. Pelatihan dilakukan dalam empat kali tahapan. Pelatihan pertama di pegunungan Ciwidey dan Desa Cidadap. Pelatihan kedua di pegunungan Cangkok Subang dan Gunung Halimun. Pelatihan ketiga pemanjatan di Tebing Citatah 125, dan pelatihan keempat di pegunungan Argopuro Jawa Timur.

Sementara itu, dalam sambutannya Aher memberikan apresiasi untuk Festival Puncak Papua ini. Dia yakin kegiatan positif yang diusung Wanadri dan Indonesia Mengajar ini, bisa menghadirkan pengalaman dan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

"Kegiatan ini sangat berharga, menghadirkan pengalaman secara khusus bagi para pelakunya, dan manfaat untuk masyarakat setempat, khususnya saudara-saudara kita di sana (Papua)," ujar Aher.

Aher berpesan, agar peserta menghadirkan kekokohan stamina jasmani rohani dan rohani selama berada di Papua. Mereka juga diminta mengkomsumsi makanan bergizi tingkas tinggi, seperti madu, susu, dan daging.

Selain itu, kepada peserta dan panitia Aher meminta tidak bersikap sombong kepada alam. Karena alam tidak suka dengan kesombongan. Kata Aher, jika sombong kepada alam maka kita sombong kepada penguasa alam.

"Jaga moral, jangan ada kesombongan. Sebab alam juga tidak mau diajak sombong. Biasanya ada sesat di perjalanan karena ada sombong terhadap alam. Akibat sombong terhadap alam sombong juga terhadap penguasa alam, Allah Rabbul 'Alamin," pesannya.

Live in Papua, 53 Orang Ikuti Festival Puncak Papua

Seputar News/
BANDUNG - Sebanyak 53 orang akan mengikuti Festival Puncak Papua April-Juni 2018. Salah satu kegiatan yang akan digelar dalam festival ini, yaitu Live in Papua.

Dari 53 orang peserta, 28 diantaranya merupakan anggota Wanadri. Sementara 25 lainnya merupakan masyarakat umum yang memiliki latar belakang sebagai guru, dosen, jurnalis, tenaga medis, dan mahasiswa. Untuk itu, Wanadri berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar. Mereka tidak hanya dari Jawa Barat namun juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.

Keberangkatan para peserta dan panitia secara langsung dilepas oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Rabu pagi (4/4/18).

Misi festival ini, yaitu interaksi penjelajahan alam dan edukasi kepada masyarakat lokal di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Kegiatan yang dilakukan, yaitu pendakian Puncak Yamin, Puncak Mandala, Live In, dan Festival Budaya.

Salah satu kegiatan menarik yang akan dilakukan, Live In. Peserta akan tinggal selama tiga minggu (6-26 April 2018) bersama masyarakat lokal Pegunungan Bintang. Mereka akan berinteraksi dengan alam dan masyarakat di sana.

Managing Director Indonesia Mengajar, Haiva Ratu Muzdaliva mengungkapkan bahwa fokus kegiatan yang akan dilakukan adalah pendidikan. Indonesia Mengajar telah memilih 30 orang dari 211 pendaftar untuk Live In.

"Nanti ada program Live In. Melalui program ini kita mengajak masyarakat luas, terpilih 30 orang yang akan tinggal di tujuh desa selama kurang lebih satu sampai tiga minggu," ungkap Haiva.

Dalam program Live In, para peserta akan melakukan kegiatan sesuai dengan latar belakang profesinya. Haiva menjelaskan, seperti pekerja pendidikan atau guru akan sharing seputar motivasi dan masa depan ke anak-anak di sana. Sementara para guru memberikan pelatihan guru. Ada pula kegiatan pelatihan manajemen keuangan desa dan dokumentasi.

"Kemudian ada pos kerja juga untuk kesehatan masyarakat, seperti budidaya apotik hidup, edukasi kesehatan. Ada soal pendataan juga, sosial antropologi dan pendataan lingkungan," jelas Haiva.

Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, yaitu dampak jangka panjang untuk masyarakat Pegunungan Bintang. "Harapannya dengan festival ini akan membantu dampak pendidikan yang berkelanjutan disana," ujar Haiva.

Kegiatan lain, yaitu pendakian Puncak Yamin dan Mandala akan berlangsung selama Mei-Juni. Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah Festival Budaya yang akan berlangsung Oktober di Jakarta dan Bandung.

Dalam Festival Budaya akan digelar forum pendidikan dan pameran. Selain itu, ada juga publikasi seperi pemutaran film tentang kegiatan Live In Papua. Dengan kata lain, Festival Budaya nanti sebagai sarana publikasi kegiatan yang telah berlangsung di Papua.

Latar belakang digelarnya Festival Puncak Papua ini adalah untuk menghilangkan stigma negatif tentang Papua. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa mengangkat segala potensi positif yang dimiliki Papua.

"Kita ingin membuka ruang informasi dengan cara kita membentuk wadah interaksi antara masyarakat umum dengan masyarakat Pegunungan Bintang di Papua," tutur Dzaki, Ketua Pelaksana Festival Puncak Papua.

Dzaki berharap masyarakat luas akan semakin banyak ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. "Terlibat bisa dengan banyak cara, bisa pergi ke sana atau kalau ada yang ingin bergabung di Festival Budaya Puncak Papua yang di Bandung dan Jakarta," harap Dzaki.

"Dan harapan saya juga nilai-nilai positif dari kegiatan ini bisa menular ke masyarakat lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, para peserta juga diberikan pelatihan. Khususnya pelatihan di alam terbuka. Pelatihan dilakukan dalam empat kali tahapan. Pelatihan pertama di pegunungan Ciwidey dan Desa Cidadap. Pelatihan kedua di pegunungan Cangkok Subang dan Gunung Halimun. Pelatihan ketiga pemanjatan di Tebing Citatah 125, dan pelatihan keempat di pegunungan Argopuro Jawa Timur.

Sementara itu, dalam sambutannya Aher memberikan apresiasi untuk Festival Puncak Papua ini. Dia yakin kegiatan positif yang diusung Wanadri dan Indonesia Mengajar ini, bisa menghadirkan pengalaman dan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

"Kegiatan ini sangat berharga, menghadirkan pengalaman secara khusus bagi para pelakunya, dan manfaat untuk masyarakat setempat, khususnya saudara-saudara kita di sana (Papua)," ujar Aher.

Aher berpesan, agar peserta menghadirkan kekokohan stamina jasmani rohani dan rohani selama berada di Papua. Mereka juga diminta mengkomsumsi makanan bergizi tingkas tinggi, seperti madu, susu, dan daging.

Selain itu, kepada peserta dan panitia Aher meminta tidak bersikap sombong kepada alam. Karena alam tidak suka dengan kesombongan. Kata Aher, jika sombong kepada alam maka kita sombong kepada penguasa alam.

"Jaga moral, jangan ada kesombongan. Sebab alam juga tidak mau diajak sombong. Biasanya ada sesat di perjalanan karena ada sombong terhadap alam. Akibat sombong terhadap alam sombong juga terhadap penguasa alam, Allah Rabbul 'Alamin," pesannya.



Selasa, 03 April 2018

Aher: Pemuda, Kokohkan Konsolidasi dan Stamina!

Mitrapolisi/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengajak para pemuda di Jawa Barat untuk mengokohkan konsolidasi dan stamina. Hal ini penting untuk menyambut kemajuan bangsa dan pemuda di masa depan.

Aher mengungkapkan hal tersebut dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat Periode 2017-2020 di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Selasa sore (3/4/18).

"Mari kita dengan DPD KNPI baru, bangun konsolidasi, bangun stamina untuk menyongsong kemajuan masa depan," ajak Aher.

Kemajuan pembangunan dan masa depan bangsa ini ada di tangan para pemuda. Oleh karena itu, Aher mengajak pemuda mensyukuri hasil pembangunan yang telah ada dan melanjutkan pembangunan bangsa ini.

"Mari kita syukuri hasil jalannya pembangunan di bangsa ini yang sudah baik. Dan mari kita dorong yang belum terlaksana, mari kita koreksi yang tidak tepat, atau tidak sesuai dengan konstitusi dan budaya kita, yang tidak sesuai dengan tema ekonomi kita," pinta Aher.

Pada kesempatan ini, Aher juga mendapat kehormatan dari DPD KNPI Jawa Barat. Aher mendapat Penghargaan Sebagai Tokoh Pemuda Jawa Barat.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia Nomor: Kep. 0132/DPP-KNPI/I/2018 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia dan Majelis Pemuda Indonesia Komite Nasional Pemuda Indonesia Jawa Barat Periode 2017-2020.

Terpilih sebagai Ketua Umum DPD KNPI Jabar 2017-2020, yaitu Rio Febrian Wilantara. Sekretaris Umum yaitu Komarudin dan Bendahara Umum, Indra Sudrajat. Ada sekitar 500 orang yang tergabung dalam kepengurusan DPD KNPI Jabar kali ini.

Ditemui usai acara pelantukan, Rio mengatakan bahwa KNPI Jabar yang baru akan segera melakukan konsolidasi ke berbagai pihak, termasuk ke pengurus KNPI di kabupaten/kota di Jawa Barat. Konsolidasi penting untuk menyatukan heterogenitas yang ada di KNPI.

"Dalam kepengurusan kita ingin saling memberikan benefit. Sama-sama ingin memberikan support. Bahwa KNPI ini heterogen, ada berbagai macam latar belakang dan pengalaman, jadi kita saling berbagi. Intinya saling memotivasi, meng-influence atau mempengaruhi supaya sama-sama memotivasi dan semangat untuk lebih maju lagi," papar Rio.

"Rencana kita ingin memperkuat dulu 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Setelah itu kita akan gathering OKP sebagai stakeholder. Lanjut audiensi dengan beberapa dinas di provinsi. Tetap berlanjut, secara simultan. Supaya di musim politik ini kita (KNPI) ini menjadi sosok yang netral," tambahnya.

KNPI DPD Jabar akan fokus pada program kebersamaan tahun ini. Rio bertekad untuk menjaga Jawa Barat tepat kondusif. Untuk itu, program tahun ini KNPI Jabar akan mengunjungi kampus atau KNPI Goes to Campus, dan pesantren atau KNPI Goes to Pesantren, serta bekunjung ke tempat-tempat ibadah.

"Intinya kami ingin mempersatukan semua tujuan. Dan mendeklarasikan bahwa tidak asa religius konflik di Jawa Barat," pungkas Rio.

Jabar Pertahankan Nilai 'A' Untuk Akuntabilitas Kinerja

Mitrapolisi/
BANDUNG - Provinsi Jawa Barat mempertahankan nilai 'A' untuk penilaian Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Tahun 2017. Kunci baiknya akuntabilitas kinerja ini adalah outcome yang bisa secara langsung dirasakan masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menerima langsung sertifikat penilaian tersebut dari Menteri PAN-RB RI Asman Abnur di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Dipongeroro No. 22, Kota Bandung, Selasa (3/4/2018).

"Ini (Akuntabilitas Kinerja) sangat penting karena akuntabilitas kinerja pemerintah itu menujukkan bahwa kinerja pemerintah dicapai tepat sasaran," ujar Aher dalam sambutannya di acara yang digelar sekaligus rapat Percepatan Reformasi Birokrasi Melalui Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (Sakip) tersebut.

Kunci akuntabilitas kinerja tersebut, Aher menjelaskan bahwa tidak hanya dilihat dari output dari sebuah program atau kebijakan. Kata Aher, outcome juga penting diperhatikan bahkan menjadi kunci dari akuntabilitas kinerja. Outcome, yaitu dampak atau manfaat jangka yang dinikmati langsung oleh masyarakat.

"Kunci akuntabilitas tidak hanya dilihat dari outputdari sebuah program, tapi outcome atau dampak panjang dari sebuah program yang telah dilakukan," ungkap Aher.

Lebih lanjut, Aher memaparkan bahwa kinerja sebuah pemerintahan bisa dirunut dari penataan Pohon Kinerja. Alur kinerja harus tegas, mulai dari Penjabaran Visi dan Misi - Penyebaran Visi dan Misi - Indikator Kinerja Utama (IKU) Kepala Daerah (Gubernur/Walikota/Bupati) - IKU SKPD - Rincian dan Biaya Program - Unit Program - Output Program (evaluasi dan manfaat) - Outcome Program (manfaat jangka panjang).

"Kita harus meyakini bahwa seluruh program kerja itu bisa diukur output dan outcome, juga manfaatnya bisa sangat jelas. Ketika itu bisa diukur dengan baik atau jelas, dengan terukur dan transparan, itulah disebut akuntabel," papar Aher.

Predikt 'A' yang diraih Jawa Barat sekarang adalah kali kedua. Laporan Kinerja Instanasi Pemerintahan (Lakip) Tahun 2016 lalu Jabar juga mendapat predikat yang sama. Hanya ada empat provinsi di Indonesia dengan nilai 'A', yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Sumatera Selatan.

Aher berkomitmen untuk terus meningkatkan akuntabilitas kinerja tersebut. Termasuk mendorong akuntabilitas kinerja pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat. Ada peningkatan nilai akuntabiltas kinerja pada Lakip kabupaten/kota Tahun 2017 dibanding 2016.

"Tetapi yang CC kemudian banyak yang berubah menjadi B," tutur Aher.

Berikut data Nilai Akuntabilitas Kinerja Kabupaten/Kota di Jawa Barat:
1. Nilai A: Kota Bandung
2. Nilai BB: Kota Sukabumi
3. Nilai B: Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Subang, Kota Tasikmalaya, Kota Cirebon, Kota Banjar, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi.
4. Nilai CC: Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Tasikmalaya.
5. Nilai C: Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Pangandaran.

"Hari ini kita akan berkomitmen kembali untuk menata program kita yang bisa dipertanggungjawabkan. Semua harus kita alurkan dengan baik sebagai sebuah pohon kinerja," ajak Aher di hadapan para pejabat Pemprov Jawa Barat, serta Bupati/Walikota se-Jawa Barat.

Untuk mendukung hal tersebut, pada kesempatan ini, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kinerja antara Gubernur Jawa Barat dengan Perangkat Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI Asman Abnur mengatakan, birokrasi yang akuntabel, efektif, dan efisien harus menjadi model kinerja pemerintahan kita. Hal ini harus ditunjukkan melalui kemampuan mempertanggungjawabkan outcome.

Asman menekankan, bahwa Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dan serapan APBD bukan lagi target sebuah kinerja pemerintahan. Saat ini, outcome atau hasil dari sebuah program yang menjadi ukuran.

"Jadi bukan WTP dan serapan lagi yang jadi target. Itu kewajiban. Outcome harus menjadi ukuran. Sesuatu yang tidak ada manfaatnya itu tidak menjadi ukuran. Ukuran keberhasilan adalah sesuatu yang bermanfaat," kata Asman dalam sambutannya.

Dalam hal ini, Provinsi Jawa Barat bisa menjadi contoh untuk pembangunan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. "Saya minta Pak Gubernur Jabar jadi member tetap. Jadi kalau kita ada acara ini (rapat Percepatan Reformasi Birokrasi Melalui Implementasi Sakip) di provinsi lain, saya minta Pak Gubernur ikut kita jadi pembicara," pinta Asman.

Hal lain yang menjadi penekanan Asman, yaitu jiwa kerja yang harus dimiliki para ASN. Pertama, hospitality. Jiwa melayani dan keramahtamahan dalam pelayanan kepada publik. Kedua, entrepeneur. ASN harus memiliki sikap tidak ingin rugi. Artinya, anggaran yang ada harus bisa didayagunakan dengan baik atau tidak sia-sia.

Asman menambahkan, reformasi birokrasi harus bisa diimplementasikan secara baik. Menurut dia, sebagian aparatur negara memaknai reformasi birokrasi hanya sebatas pelaksanaan program yang diamanatkan Pemerintah Pusat. Sebagian lain memaknai reformasi birokrasi adalah media untuk mendapatkan tunjangan kinerja. Reformasi birokrasi sesungguhnya adalah mengubah cara berpikir dan budaya.

"Reformasi yang sesunguhnya adalah kita mengubah r(cara berpikir) dan culture (budaya). Yang pada awalnya hanya berorientasi kepada kerja-kerja rutin, tapi kemudian berpikir menjadi bermanfaat dan lebih memuaskan masyarakat," ucap Asman.

Untuk merealisasikan reformasi birokrasi tadi, yaitu dengan mengimplementasikan Sakip. Hal ini, kata Asman, harus menjadi budaya kerja di kementerian dan pemda.

Kementerian PAN-RB juga mendorong pemda-pemda agar membuat Mall Pelayanan Publik (MPP). Tujuannya untuk mengintegrasikan pelayan publik dalam satu gedung.

"Kita akan satukan dalam Mall Pelayanan Publik. Saya minta provinsi untuk menjadi motor menggerakkan pelayanan ini. Pusat pelayanan perizinan, baik itu untuk pusat atau daerah. Jabar punya peluang besar untuk jadi model nasional," ujar Asman.

Selain itu, dalam waktu dekat Pemerintah Pusat akan mengintegraiskan e-Government secara menyeluruh. Asman menuturkan pihaknya akan mengatur secara nasional agar belanja IT tidak terlalu tinggi dan lebih efisien. Saat ini, e-Government masih berjalan di masing-masing kementerian/lembaga.

"Kita berharap dengan sistem e-Government secara nasional ini terjadi integrasi antara satu sistem dengan sistem lain," pungkas Asman.

Senin, 02 April 2018

Abdul Halim Diusulkan Jadi Nama Bandara Kertajati

Mitrapolisi/
MAJALENGKA - Abdul Halim menjadi salah satu nama yang diusulkan untuk penamaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka yang pada Juni 2018 nanti akan diresmikan.

Abdul Halim adalah tokoh asal Majalengka yang sudah ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat melakukan peninjauan lapangan di BIJB, Senin (02/04/2018) mengatakan, penamaan Bandara tersebut memang belum disepakati bersama. Namun, munculnya nama Abdul Halim menurutnya cocok bila disematkan pada Bandara terbesar yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Jabar itu.

"Kebetulan di Majalengka ada pahlawan nasional namamya KH Abdul Halim. Saya kira saya sebagai Gubernur Jabar tidak keberatan bahkan setuju kalau Bandara ini pada saatnya nanti diberi nama Bandara Addul Halim, bagus kan namanya," ucap Aher.

Di Indoensia penamaan Bandara di tiap daerah mengacu pada tokoh di daerah tersebut. Seperti Bandara Hasanuddin di Makassar, Sultan Iskandar Muda di Aceh, Soekarno - Hatta di Jakarta, Sam Ratulangi di Manado, Husein Sastranegara di Bandung dan sejumlah nama lainnya.

Aher mengatakan, tokoh atau pahlawan yang menjadi nama Bandara harus sudah ditetapkan oleh pemerintah menjadi pahlawan nasional.

"Bisa pahlawan nasional asal Jabar bisa juga pahlawan nasional asal Majalengka," katanya.

Selain nama Abdul Halim, Aher mengungkapkan banyak usulan nama yang diserahkan kepadanya. Namun Aher belum memutuskan karena harus disepakati bersama dengan berbagai pihak.

"Nama Bandara belum disepakati tetapi banyak usulan dari masyarakat. Kami juga pernah bertemu dengan tim dari Kemendagri salah satu tim tersebut berasal dari salah satu penasihat Presiden dia mengatakan bahwa biasanya di berbagai tempat Bandara itu dinamai dengan pahlawan setempat," ungkap Aher.

Di sela tinjauannya ke BIJB, Aher yang didampingi Dirut BIJB, perwakilan dari AP2 dan sejumlah Pejabat Pemprov Jabar dan Pemkab Majalengka, mengaku lega. Beberapa ruangan di terminal Bandara kondisinya sudah mendekati selesai. Ia pun mengecek setiap sudut ruangan hingga landasan pacu untuk memastikan pada Juni nanti Bandara siap di launching.

"Alhamdulillah keseluruhan sudah mencapai 92%, tinggal 8% lagi akan kita kerjakan," ujarnya.

Rencananya, penerbangan pertama pada Juni nanti adalah penerbangan Haji 2018. Walaupun belum memiliki embarkasi atau asrama haji di sekitar Bandara, untuk sementara akan menggunakan embarkasi Bekasi. Namun Aher menginstuksikan untuk segera membangun asrama haji terdekat dengan BIJB atau maksimal berada di Cirebon.

"Disini kan bisa dibangun atau menggunakan gedung-gedung yang ada. Atau bisa juga dibangun di Cirebon, kan dekat kesini paling setengah jam," ujarnya.

Sebelumnya, sebagai penanda beroperasinya BIJB, pada bulan Mei 2018 nanti akan dilakukan historical flight atau penerbangan bersejarah. Gubernur Aher pun rencananya akan ikut hadir dalam penerbangan maupun pendaratan pesawat.

"Historical flight saya akan ikut naik, Mei nanti ya," ujar Aher.

Sementara itu, Dirut BIJB Virda Dimas Eka Putra saat peninjauan melaporkan kesiapan fasilitas Bandara dan kesiapan operasi hingga saat ini. Virda mengatakan, akses tol menuju Bandara sudah selesai 100%. Namun untuk akses non tol kesiapannya kini diangka 40%. Virda menargetkan, akses non tol berikut pembangunan marka jalan, trotoar dan PJU selesai pada 17 Mei 2018.

"Untuk akses sudah 100%.
Namun akses jalan non tol upadate nya sekarang sudah 40%. Jadi nanti kita tidak melewati jalan desa tapi di sebelah Polsek sedang dibangun menuju kesini, tinggal marka jalan, trotoar dan PJU nya itu selesai pada 17 Mei," jelasnya.

Untuk bangunan terminal domestik dan internasional sudah mencapai 90%. Begitu juga dengan bangunan penunjang lainnya sudah diangka 93%.

"Jadi secara keseluruhan kita sudah 92%," kata Virda.

Ornamen bangunan di area terminal terlihat menggunakan ukiran sayap burung merak dan ormanen batik Cirebonan. Sementara untuk kesiapan pengoperasian pihak BIJB sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti bea cukai dan imigrasi.

"Kita sudah berkoordinasi dengan instansi bea cukai dan imigrasi, beberapa sudah disiapkan fasilitasnya, berkaitan juga dengan kantor-kantor mereka," kata Virda.

Selain itu, untuk suplai listrik Bandara saat ini sudah tersambung dan menyala menggunakan listrik dari PLN. Mereka juga memiliki listrik cadangan yaitu jenset berkapasitas tinggi. Pun dengan fasilitas air, Virda mengatakan telah berkoordinasi dengan PDAM Majalengka dan kini sudah tersambung dan mengalir.

"Jadi air disini disuplai oleh PDAM Majalengka," ujarnya.

Tahun Ini Ujian Nasional di Jabar 100% Berbasis Komputer

Mitrapolisi/ Bandung – Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK di Jawa Barat tahun ini 100% sudah Berbasis Komputer (UNBK). Metode ujian ini istimewa, karena menjamin tidak ada kebocoran soal dan mencegah para peserta didik untuk melakukan kecurangan. 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan hal tersebut usai melakukan peninjauan UNBK di SMKN 2 Jl. Ciliwung No 4 Cihapit, Kota Bandung, Senin (2/4/2018). 

“Di Jawa Barat sudah 100%, Insyaa Allah. Kalaupun ada yang tidak (berbasis komputer) di pelosok-pelosok, mungkin ada gangguan teknis. Tapi ini sudah dirancang 100% UNBK,” pungkas Aher. 

Aher mengatakan UNBK memiliki jaminan untuk tidak ada kebocoran soal, karena sudah menggunakan sistem komputerisasi. Selain itu, soal yang diberikan pada siswa berbeda-beda, sehingga siswa tidak bisa saling diskusi dan mencontek. 

“Alhamdulillah sekarang tidak saja secara moral kita menginginkan tidak adanya kecurangan pada pelaksanaan UNBK, tapi secara sistem pun kita buat untuk tidak bisa dimanipulasi, tidak bisa curang, tidak bisa nyontek. Itu keuntungannya,” papar Aher. 

Mendukung pernyataan Aher, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi menuturkan pihaknya menjamin UNBK bisa diterapkan 100%. Ia menyebutkan, ada 260.956 unit komputer yang dapat digunakan secara bergantian oleh SMA, SMK, MA serta Paket C. Sementara pelaksanaan UNBK tingkat SMA dibagi menjadi tiga sesi, yakni SMK pada 2-5 April 2018, SMA/MS/SMLB pada 9-12 April 2018, dan Paket C pada 27-30 April 2018. Sedangkan UNBK tingkat SMP/MTS digelar pada 23-26 April 2018. 

“Dari hasil pendataan kami, dengan jumlah komputer sebanyak 260.956 unit dan server 8.816, ini bisa untuk menyelenggarakan UNBK 100%, karena SMA dan SMK tidak bersamaan, demikian  juga halnya Paket C, jadi bisa bergantian,” kata Ahmad Hadadi ditemui usai mendampingi Aher meninjau UNBK. 

“Kalau toh sekarang yang ikut ada 600.000-an (siswa), sementara komputer ada 200.000, jadi untuk tiga sesi tidak ada masalah,” lanjutnya. 

Disinggung terkait resiko kesalahan teknis, Ahmad Hadadi menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan stake holder terkait guna kelancaran penyelenggaraan UNBK serentak ini. Yang penting, katanya, penyelenggaraan UNBK bisa tepat waktu dan soal yang diujikan masih asli, tidak ada penambahan maupun pengurangan.  

“Kami sudah antisipasi, termasuk PLN. Sehingga diharapkan selama UNBK pasokan listrik bisa maksimal, tidak ada kendala. Kalau ada persoalan, bisa aja diundur berapa jam. Misalnya suplai listrik terhenti satu jam, bisa kita undur satu jam berikutnya. Sudah koordinasi, kita tidak ada masalah,” jelas Ahmad.  
Angka Partisipasi Pendidikan SMA Meningkat Signfikan  

Tahun ini peserta didik yang mengikuti UNBK tingkat SMA di Jawa Barat berjumlah 638.045 siswa dari 6.457 institusi pendidikan setingkat SMA, SMK, MA dan Paket C. Jumlah ini dinilai meningkat dari tahun sebelumnya yang berkisar 550.000 siswa. Bagi Aher, peningkatan ini menjadi salah satu indikator perkembangan pendidikan tingkat SLTA yang lebih baik lagi setelah alih kelola ke pihak provinsi.  

“(jumlah peserta UNBK) Naik dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya di angka 550.000-an. Kalau sekarang 638.000 berarti angka partisipasi SMA ketika masuk ke provinsi (alih kelola) langsung naik tinggi,” ujar Aher.  

Aher juga mengungkapkan, berdasarkan perhitungan yang baru, peningkatan angka partisipasi pendidikan SLTA di Jawa Barat naik secara signifikan. Mulai dari kisaran 45% di tahun 2008, angka partisipasi pendidikan SLTA tahun 2018 ini sudah mencapai 81%. 


Aher berharap pada tahun ajaran baru menjelang 2019 mendatang, angka partisipasi pendidikan SLTA di Jawa Barat dapat menembus angka 90%.

Minggu, 01 April 2018

Membanggakan, Humas Jabar Bawa Pulang Enam Piala PRIA 2018

Mitrapolisi/
SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Humas dan Protokol Setda Jabar menyabet enam penghargaan pada ajang Public Relation Indonesia Awards (PRIA) 2018 yang diselenggarakan di Surabaya.

Dua penghargaan Gold diperoleh dari kategori Penghargaan Video Profile dan Departemen PR, dua penghargaan Silver pada kategori Program PR (Government PR/Ngopi Saraosna), satu penghargaan Bronze pada kategori Media Sosial.

Pemprov Jabar juga meraih penghargaan khusus kategori Pemerintah Provinsi Terpopuler di Media pada 2017.

Ditemui usai acara, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Jabar Sonny Adisudarma mengatakan penghargaan yang didapatkan adalah buah dari kerjasama dan kerjasama yang baik seluruh jajaran.

"Alhamdulillah kita mendapat apresiasi. Hal ini tentu patut disyukuri. Apalagi kategori yang didapatkan semuanya bergengsi," ujarnya, Kamis (29/3) malam.

Raihan itu sekaligus meneruskan torehan prestasi dalam ajang serupa yang diselenggarakan pada tahun lalu di Bali dalam kategori media relations, new media (media sosial), website internal dan departemen public relations.

Sonny mengaku bahwa seluruh satuan kerjanya selalu memberikan kinerja terbaik dalam setiap menjalankan tugas. Apalagi suntikan moral didapatkan langsung dari Sang Gubernur Jawa Barat, Ahmad Herhawan.

"Kepercayaan Pak Ahmad Heryawan luar biasa. Beliau mendukung dengan fasilitas berupa anggaran yang cukup," terangnya.

"Tentu ini menjadi motivasi kami untuk tetap berkarya, berdedikasi melayani masyarakat," lanjutnya.

Kepala Bagian Publikasi Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jawa Barat, Ade Sukalsah menambahkan bahwa modal utama insan kehumasan di sebuah pemerintah daerah adalah kepercayaan dari pimpinan.

"Buat kita, punyà ilmu atau jaringan akan percuma kalau ga ada kepercayaan dari pimpinan. Kepercayaan pimpinan adalah energi untuk kita agar bisa bekerja dengan leluasa," katanya.

Terkait penghargaan yang didapatkan, Ade menilai bahwa itu berarti metodologi yang diterapkan sudah sesuai. Pasalnya, penilaian dilakukan oleh juri yang independen dan objektif.

"Pemprov Jabar bisa boyong enam piala, tentu kita merasa percaya diri dan leluasa bahwa apa yang kita lakukan sudah pas," imbuhnya.

"Tentu ini jadi semacam motivasi kami untu selalu bekerja dengan baik," pungkasnya.

Pada tahunnya yang ketiga, PRIA akan digelar di Tunjungan, Surabaya, Kamis (29/3/2018), pukul 19:00 – 22:00 WIB bersamaan dengan festival rakyat Mlaku-mlaku nang Tunjungan dan diselenggarakan secara outdoor, menutup sepanjang Jalan Tunjungan, Surabaya. Walikota Surabaya Tri Rismaharini hadir langsung pada acara yang dihadiri juga oleh para penerima penghargaan dari unsur pemda, kementerian, lembaga, perbankan, dan swasta, serta 2500 orang warga Surabaya. 

Teknologi Tinggi Pengelolaan Sampah, Aher Opitimistis Bisa Diterapkan Di Jabar

Mitrapolisi/ MALMO - Pada Kunjungan Kerjanya ke Swedia, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (
Aher) bersama sejumlah delegasi Jawa Barat lainnya berkunjung ke perusahaan pengelolaan sampah Sysav, di Malmo, Skane Region, Senin (26/3/2018) siang waktu setempat.

Perusahaan ini memiliki dua anak perusahaan, yakni Sysav Industri AB dan Sysav Utveckling AB.

Sysav AB menangani limbah industri dan komersial serta limbah rumah tangga yang mudah terbakar. Limbah itu berasal dari kota dan daerah di luar kotamadya pemilik Sysav.

Sedangkan Sysav Utveckling AB, Sysav Research & Development AB membiayai dan menjalankan proyek untuk mengembangkan dan meningkatkan metode dan teknologi yang ada dan baru di bidang pengelolaan limbah.


Kaitannya dengan kunjungan tersebut, Aher menyebut bahwa hal itu dilakukan sebagai penjajakan, dan masih dalam tahap pembicaraan.

"Kita masih dalam tahap pembicaraan, dan ini penjajakan. Kalau teknologi yang digunakan di Sysav ini diterapkan di Jawa Barat bisa saja, tapi memang mahal," kata Aher di sela kunjungannya.

Kendati begitu, kata dia, di Indonesia, termasuk Jawa Barat banyak orang-orang cerdas bahkan mampu menjadi sesuatu, tak terkecuali untuk menguasai teknologi pengolahan sampah seperti di sini.

" Nah, bisa saja kita sekolahkan anak ITB misalnya untuk mempelajari teknologi itu (pengolahan sampah)," tutur dia.

Lebih lanjut Aher menegaskan bahwa teknologi pengelolaan sampah di Sysav bisa diterapkan di Jawa Barat.

Sementara itu,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Prov. Jabar Eddy Nasution mengatakan bahwa teknologi pengelolaan sampah itu memang mahal. Namun kata dia, hasilnya cukup positif.

Kendati begitu, Edi menyebut bahwa pola hidup dan budaya membuang sampah masyarakat di Jabar pun perlahan harus diarahkan.

"Orang kita ini kan cenderung membuang sampah ke lokasi terdekat. Jarang yang mau menenteng sampah hingga ke tempat sampah," kata dia.

Jadi, kata Edi, memang penting juga disediakan tempat sampah tak jauh dari rumah atau tempat beraktivitas. Dengan begitu, tidak ada lagi membuang sampah sembarangan.

Dengan begitu, penerapan teknologi pun efektif karena persediaan dan tempat sampahnya jelas.

Meski demikian Edi mengaku bahwa di sini (Malmo) dan Jawa Barat berbeda, selain kesadaran masyarakat, curah hujan di Jabar pun tinggi.

Alhasil, sampah dengan cepat berpindah dari lokasi satu ke lokasi lainnya, bahkan mampet di selokan, atau tidak bisa dimanfaatkan untuk material pada pengelolaan sampah seperti di Sysav yang menggasilkan energi listrik dan lainya.

"Seharusnya saat membeli sesuatu yang nantinya menyisakan sampah, di kepala kita sudah harus ada pemikiran akan dikemanakan sampahnya," jelas Edi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jabar Anang Sudarna menyebut bahwa teknologi pengelolaan sampah di Sysav, bisa diterapkan di Jawa Barat.

Menurutnya, kesadaran masyarakat akan semakin baik seiring manfaat yang dihasilkan dari teknologi.

Dalam hal ini teknologi pengelolaan sampah seperti di Sysav, penerapan teknologi itu telah menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Selain itu hasil pengelolaan sampah yang dilakukan di Sysav pun bisa menghasilkan bahan lainnya yang bermanfaat, seperti material bangunan.

"Saya pikir, kendala di masyarakat tidak ada, yang pasti kalau sudah berjalan dan menghasilkan hal positif, masyarakat akan mengetahui dan dengan sendirinya akan paham," kata Anang