Selasa, 05 Februari 2019

Vihara Samudra Bhakti Kebakaran Saat Kapolda Jabar Lakukan Pengecekan Perayaan Imlek

Mitrapolisi.co.id-Bandung
Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto., M.S.I, didampingi Waka Polda Jabar  Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.IK., M.Si., M.M., dan Pejabat Utama  Polda Jabar melakukan peninjauan pengamanan Giat Imlek di Vihara Budhi dan Vihara Dharma Ramsi Jl. Cibadak dan di lanjutkan ke Vihara Setia Budhi Jl. Klenteng Bandung, selasa 05/02/2019.

Peninjauan tersebut dalam rangka melaksanakan pengecekan situasi pada saat memperingati Imlek, Pengecekan dilaksanakan untuk menjaga  keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat dalam memperingati Imlek, karena sudah  menjadi atensi Kepolisian dalam mengamankan seluruh kegiatan masyarakat yang melaksanakan ibadah di vihara - vihara.

Pada saat Kapolda Jabar sedang meninjau Vihara Samudra Bhakti di Jl. Klenteng Bandung,  terjadi kebakaran yang diakibatkan dari api lilin ibadah yang terjatuh ke tumpukan lilin bekas. 

Dengan adanya kebakaran tersebut, Kapolda Jabar memerintahkan Kapolrestabes Bandung untuk segera menghubungi Perwira Pengendali yang sedang melaksanakan Pengamanan  Vihara, dengan melakukan pengecekan peralatan pemadam yang ada di Vihara dan pengecekan barang - barang di sekitar vihara yang mudah terbakar misalnya lilin yang akan habis dan  berdekatan dengan kertas – kertas, serta koordinasi dengan Dinas Kebakaran untuk siaga satu dalam menghadapi serta mengatasi kebakaran di vihara ini.  (Bny)**


Senin, 04 Februari 2019

Pengukuhan, 27 Bunda PAUD Se-Jabar Siap Kembangkan PAUD

Mitrapolisi.co.id/
BANDUNG -- Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, mengukuhkan 27 Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat tahun 2019 di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Senin (4/2/19). 

Menurut Atalia, Pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat mengantarkan anak-anak Jawa Barat menjadi cerdas dan sehat. Upaya mencapai tujuan tersebut membutuhkan dukungan banyak pihak. Maka itu, Bunda PAUD juga hadir untuk memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang dibuat turut menyertakan dukungan untuk pembangunan pendidikan anak usia dini. 

"Oleh karena itu, peran dari Bunda PAUD ini sesuai dengan bagaimana seorang ibu. Mereka harus mampu mendorong, mengayomi, melindungi termasuk juga memperjuangkan terutama untuk peningkatan dari guru-guru PAUD itu sendiri," ujar Atalia. 

Atalia menambahkan, dari sekitar 9 juta balita di seluruh Jawa Barat, baru 11% atau sekitar 900.000 diantaranya yang terlayani oleh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini berarti masih banyak yang harus dilakukan pihaknya, terutama bersama-sama mendorong dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan usia dini agar setiap anak-anak Indonesia khusunya di Jawa Barat mendapatkan pengajaran pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan usianya. 

"Dari data tersebut, sekitar 35 ribu-an lembaga PAUD yang ada memang kita harus memeratakan, dalam arti masih banyak desa dan kelurahan yang belum punya lembaga PAUD," tambahnya. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang turut hadir menuturkan, peran dan fungsi strategis Bunda PAUD memang telah menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan ketersediaan layanan PAUD yang berkualitas. 

Emil, sapaan akrabnya berpesan kepada Bunda PAUD yang sudah dikukuhkan agar menanamkan pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman di bidang teknologi digital dan informasi. Salah satu yang harus diwaspadai adalah derasnya informasi melalui internet.  

"Anak-anak ini adalah pemilik masa depan. Kita harus terus berinovasi karena masa depan mempunyai cara logika dinamika baru," katanya. 

"Revolusi digital dan teknologi ini ada dua sisi, baik dan buruk. Jangan sampai anak-anak kita waktunya habis melihat handphone milik ibu/bapaknya atau kakaknya, sehingga dia lupa harus berinteraksi secara seimbang dengan alam, lingkungan dan terhadap hal-hal yang sifatnya edukatif," sambung Emil. 

Sebagai arahan dari Kemendikbud, saat ini Provinsi Jawa Barat sudah mencanangkan Gerakan Nasional PAUD Berkualitas. Karena menurutnya, anak usia dini sedang tinggi perkembangan otaknya, sehingga bisa dimaksimalkan sebagai generasi yang lebih cerdas.  

Selain itu, Emil juga meminta bantuan dan kerjasama Bunda PAUD untuk bisa memantau tumbuh kembang anak, terutama hal-hal terkait stunting (gagal tumbuh).   

"Menurut hasil penelitian, anak-anak yang terkena stunting biasanya umur ya lebih pendek. Karena pertumbuhan fisik dan otak terhambat, menjadikan anak memiliki daya saing lemah, tidak bisa berkompetisi dengan anak yang tidak stunting," kata Emil. 


Terakhir Emil berpesan agar Bunda PAUD Kabupaten/Kota ini menjadi pemimpin yang turun tangan bukan tunjuk-tunjuk tangan. "Bunda-Bunda rajinlah turun melihat langsung, jangan tunggu laporan dari bawahan. Kadang-kadang dari bawah yang bagus-bagus dilaporkan, padahal sebenarnya tidak seperti itu," tutupnya. 


Berikut adalah Bunda PAUD Kabupaten/Kota yang resmi dikukuhkan: 


1. Hj. Yane Ardian, S.E. (Bunda PAUD Kota Bogor)

2. Ade Yasin (Bunda PAUD Kab. Bogor)

3. Dra. Hj. Yani Jatnika Marwan, M.Pd. (Bunda PAUD Kab. Sukabumi)

4. Hj. Fitri Hayati Fahmi, S.Ag. M.M.Pd. (Bunda PAUD Kota Sukabumi)

5. Hj. Anita Sincayani Herman (Bunda PAUD Kab. Cianjur)                                                                                                                                    

6. Dra. Hj. Elly Farida (Bunda PAUD Kota Depok)

7. Hj. Holilah Eka Supria Atmaja (Bunda PAUD Kab. Bekasi)

8. Hj. Gunarti Rahmat Effendi (Bunda PAUD Kota Bekasi)

9. dr. Hj. Cellica Nurrachadiana (Bunda PAUD Kab. Karawang)

10. Hj. Entin Suhartini Aming (Bunda PAUD Kab. Purwakarta)                                                                                                                                         

11. Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat (Bunda PAUD Kab. Subang)

12. Ginawati Limansyah (Bunda PAUD Kota Cirebon)

13. Hj. Ir. Diah Utami, M.T. (Bunda PAUD Kab. Cirebon)

14. Hj. Nani Indriyani Supendi (Bunda PAUD Kab Indramayu)

15. Hj. Ika Siti Rahmatika Acep Purnama, S.E. (Bunda PAUD Kab. Kuningan)

16. Dra. Hj. Dedeh Karna Sobahi, M.Pd. (Bunda PAUD Kab. Majalengka)

17. Hj. Siti Muntamah, S.AP (Bunda PAUD Kota Bandung)

18. Hj. Rd. Roro Lucyani (Bunda PAUD Kota Cimahi)

19. Hj. Kurnia Dadang M. Naser (Bunda PAUD Kab. Bandung)

20. Hj. Susi Gantini, S.Si. (Bunda PAUD Kab. Sumedang)

21. Hj. Diah Kurniasari (Bunda PAUD Kab. Garut)

22. Dra. Hj. Eti Atiah (Bunda PAUD Kota Tasikmalaya)

23. Hj. Ai Diantani Sugianto, S.H., M.Kn (Bunda PAUD Kab. Tasikmalaya)

24. Hj. Ai Elah Rohila (Bunda PAUD Kab. Ciamis)

25. Dr. Hj. Ade UU Sukaesih, M.Si. (Bunda PAUD Kota Banjar)

26. Hj. Yuyun Yuningsih Aa Umbara (Bunda PAUD Kab. Bandung Barat)

27. Hj. Ida Nurlaela Wiradinata (Bunda PAUD Kab. Pangadaran)(der)*

Wakapolda Jabar Berikan Arahan Hari Pertama Bertugas

Mitrapolisi.co.id-Bandung
Setelah melaksanakan Sertjab Wakapolda Jabar pada Hari Sabtu, 2/2/2019, maka pada hari hari pertama melaksanakan tugas sebagai Wakapolda di Jawa Barat, Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., memimpin Apel pagi rutin di Lapangan Apel Mapolda Jabar, senin 04/02/2019.

Selain menyampaikan perkenalan, ada beberapa arahan yang disampaikan oleh Wakapolda Jabar, antara lain bahwa apel pagi merupakan kegiatan rutin, yang mencerminkan kedisiplinan pribadi dan merupakan ciri khas dari suatu institusi. Menurut Wakapolda Disiplin merupakan kunci kesuksesan dalam melakukan aktifitas apapun.

Selanjutnya, Wakapolda Jabar, yang pernah bertugas selama 5 tahun di KPK, menyatakan bahwa peningkatan pelayanan public berbasis IT di Jabar sudah dilaksanakan. Arahan lain yang disampaikan oleh Wakapolda Jabar, bahwa penegakkan hukum yang merupakan bagian dari kebijakan Kapolri yaitu Promoter, harus dilaksanakan secara professional dan berkeadilan. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan, baik kegiatan pereventif, preemtif maupun represif, semuanya harus bertujuan untuk meningkatkan pelayanan public.

Disapaikan pula oleh Wakapolda Jabar, bahwa pengelolaan anggaran, merupakan cerminan dari kinerja Polri. Dimana serapan anggaran yang dilakukan oleh Polri, merupakan output, dan outcomenya adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan pelayanan Polri yang terpercaya.

Diingatkan pula status Polri sebagai penegak hukum, sehingga Polri tidak boleh melanggar aturan apapun, baik yang bersifat universal yang juga harus ditaati oleh masyarakat, maupun aturan-aturan yang bersifat internal.

Saat ini Polri sedang dihadapkan pada beberapa operasi yang menjadi atensi masyarakat, yaitu pelaksanaan Pilpres yang dilaksanakan sekaligus secara serentak disatukan dengan Pileg dan Pil DPD. Pengamanan kegiatan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Polri sebagai tugas pokoknya. Sehingga sebagai anggota Polri, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, harus memahami konstelasi politik yang terjadi  secara nasional maupun lokal bahkan global. Hal ini karena tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi di tingkat global akan mempengaruhi tingkat Nasional dan lokal.

Oleh karenanya, menurut Wakapolda, sebagai seorang anggota Polri, dituntut untuk menunjukkkan kenerja yang benar, sehingga masyarakat puas dan percaya, sesuai dengan tupoksi Polri yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan.

Mengenai pembentukan Satgas Bansos, Wakapolda menyatakan bahwa Polri diberikan kepercayaan olehpemerintah untuk mengawal, pengamanan dan pendistribusian Bansos sampai ke level paling bawah. Bansos harus sampai kepada pihak yang benar-benar berhak menerimanya.  (Bny)**

Sabtu, 02 Februari 2019

Pisah sambut Wakapolda Jabar Merupakan Suatu Kepercayaan Dari Pimpinan Polri

Mitrapolisi.co.id-Bandung
Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I. menghadiri Acara 
Pisah Sambut Wakapolda Jabar dari Brigjen Pol. Drs. Supratman, M.H. kepada Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.IK., M.Si., M.M. bertempat di
Hotel Grand Ballroom Intercontinental Bandung, sabtu 02/02/2019.

Kapolda  Jabar Menghadiri Acara Pisah Sambut Wakapolda Jabar dari Brigjen Pol Drs. Supratman, M.H kepada Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.IK., M.Si., M.M dengan tema Malam Pengantar Tugas Kapolda Bengkulu dan Wakapolda Jabar Berpisah untuk Berjumpa Kembali , Selamat Datang dengan Penuh Kebahagiaan

Tujuan Kegiatan Pisah 
sambut Wakapolda Jabar ini, merupakan wujud penghormatan bagi pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama melaksanakan tugas di jajaran Polda Jawa Barat, serta sebagai sarana silaturahmi antara pejabat baru dengan para  undangan,  yang akan menjadi mitra kerja dalam pelaksanaan tugas.

Disampaikan oleh Kapolda Jabar dalam Sambutannya bahwa 
Promosi  jabatan merupakan suatu Kepercayaan dari Pimpinan Polri, untuk itu  diperlukan komitmen, dedikasi dan tanggung jawab serta loyalitas yang tinggi  dalam melaksanakan tugas sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat secara Profesional, Modern dan Terpercaya, ucap kapolda.

Kepercayaan tersebut, telah ditunjukan oleh Pejabat lama Bapak Brigjen Pol. Drs. Supratman, M.H. dimana dibawah  kepemimpinan beliau sebagai  Wakapolda Jabar selama kurang lebih 1 (satu ) tahun Enam Bulan, sejak 21 Juli 2017 di Polda Jabar, telah dapat melaksanakan sistem kinerja yang terstruktur dan sistematis dengan baik, dalam membantu Kapolda Jabar untuk mengendalikan pelaksanaan tugas-tugas staf seluruh kesatuan Organisasi jajaran Polda Jabar, jelasnya.

Kapolda Jabar beserta staf dan Bhayangkari, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian bapak Brigjen Pol  Drs. Supratman, M.H. Beserta Isteri  selama melaksanakan tugas di Jajaran Polda Jabar. Semoga menjadi amal baik dan mendapat balasan dari Allah. Selanjutnya, teriring do’a semoga senantiasa sukses ditempat tugas yang baru sebagai Kapolda Bengkulu, ungkap kapolda.

Dituturkan oleh Kapolda Jabar  Kepada Wakapolda Jabar yang baru, Bapak Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.IK., M.Si., M.M beserta Ibu, Selamat datang dan selamat bertugas di Jajaran Polda Jabar, walaupun beliau bagi masyarakat Jawa Barat merupakan sosok yang tidak asing lagi, karena beliau merupakan Putra Daerah dari Tasikmalaya, dan pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Sumedang pada tahun 2008 s.d 2009, maka dengan pengalaman tersebut, semoga dapat melanjutkan berbagai kegiatan dan kerjasama yang telah dilaksanakan oleh Pejabat lama dan senantiasa berinovasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Barat, tuturnya.

Berbagai ancaman dan gangguan kamtibmas menuntut  profesionalisme Polri dalam mengantisipasinya secara proaktif dan responsif pada setiap perkembangan situasi Kamtibmas yang terjadi, di wilayah hukum Polda Jabar. 

Jajaran Polda Jabar tidak dapat mengantisipasi sendiri setiap permasalahan kamtibmas tersebut, tanpa ada dukungan dari unsur TNI,  Pemerintah Daerah, Pihak Penyelenggara Pemilu 2019, Pengawas Pemilu Independen, para Paslon, Calon Legislatif, Partai Politik dan Pendukung
Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Daerah serta  Media yang senantiasa memberikan berita informatif dan menyejukan, pungkas kapolda.

Pejabat yang hadir pada Acara Pisah Sambut Wakapolda Jabar 
Kapolda Jabar, Kapolda Bengkulu, Ketua
Bhayangkari  Daerah Jawa Barat beserta Pengurus, Wakapolda Jabar beserta Isteri dan Keluarga, Rekan - rekan
Angkatan 87 beserta  Isteri, Pejabat Utama 
Polda Jabar, Para Bupati
dan Walikota se-Jawa Barat, Kapolrestabes
Bandung, Kapolresta Bogor Kota dan Kapolres Jajaran Polda Jabar dan Para Ketua Bhayangkari Cabang Jajaran Polda Jabar.  (Bny)**


Serah Terima Jabatan Untuk Meningkatkan Kualitas Kinerja Dan Produktivitas Organisasi

Mitrapolisi.co.id-Bandung
" Serah terima jabatan untuk meningkatkan kualitas kinerja dan produktivitas organisasi ".

Dikatakan Pangdam III/ Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono saat memimpin serah terima jabatan beberapa Pejabat Kodam III/Siliwangi yang bertempat di Ruang Sudirman Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Kota Bandung, Sabtu 02/02/v2019.

Sedangkan pergantian Pejabat merupakan proses alamiah dalam regenerasi kepemimpinan dilingkungan TNI khususnya Angkatan Darat.

Para pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan terdiri dari Danrem 061/SK dari Kolonel Inf Mochamad Hasan kepada Kolonel Inf Novi Helmy Prasetya, S.I.P sebelumnya menjabat Aspers Kasdam XVIII/Ksr, Danrem 062/TN dari Kolonel Inf Tatan Ardianto, S.I.P kepada Kolonel Inf Parwito, Irdam III/Siliwangi dari Kolonel Arm Khoirul Hadi , S.E kepada Kolonel Inf Gausudin Amin Yusup, S.I.P, M.Si sebelumnya menjabat sebagai Dirbindiklat Akmil, Aspers Kasdam III/Siliwangi dari Kolonel Inf Dwi Endro sasongko, S.Sos kepada Kolonel Inf Budhi Utomo, S.I.P.

Jabatan lainnya yang diganti adalah Staf Khusus Pangdam III/Siliwangi Kolonel Czi Aby Ismawan yang menggantikan Kolonel Inf Rafian, S.I.P, M.M. Staf Ahli Pangdam III/Siliwangi Bid. Ilpengtek & LH. Kolonel Inf Firdaus Budiarto digantikan Kolonel Inf Nazwardi Irham sebelumnya Pamen Denma Mabesad (Staf Khusus Kasad), Kolonel Inf Eugenius Tirak sebagai Staf Khusus Pangdam III/Siliwangi sebelumnya Kapok Sahli Pangdam XII/Tpr.

Selanjutnya, Kabintaldam III/Siliwangi Eden Candra Hayat diserahkan kepada Kolonel Inf Luqman Arief, S.I.P sebelumnya menjabat sebagai Kabaglat Rindam III/Siliwangi, Kolonel Inf Dadang Rahadiansyah menjabat sebagai Staf Ahli Pangdam III/Siliwangi Bid. Hukum & Humaniter.

Kabekangdam III/Siliwangi dari Kolonel Cba Irmanda Sofyan kepada Kolonel Cba Susilo Sulistyo Utomo sebelumnya  Pamen Ditbekangad, Kapaldam III/Siliwangi dari Kolonel Cpl Syaiful Kholid, S.E kepada Kolonel Cpl Dwi Soemartono, Kahubdam III/Siliwangi dari Kolonel Chb Sunu Dwi Koranto, S.Sos kepada Kolonel Chb Widodo, S.I.P, S.Sos, M.Si sebelumya Kasubditbinkom Dithubad, Staf Ahli Pangdam III/Siliwangi Bid. Ekonomi dari Kolonel Inf Catur Gunanto kepada Kolonel Kav Khusnul Khuluq, Kolonel Inf Ery Iswantoro sebelumnya menjabat Staf Ahli Pangdam III/Siliwangi Bid. Hukum & Humaniter beralih menjabat sebagai Staf Ahli Pangdam III Siliwangi Bid. manajemen Sishanneg selanjutnya Kolonel Inf Sumarno, S.I.P menjabat Staf Ahli Pangdam III/Siliwangi Bid. Hukum dan Humaniter.

Selain itu, Dandim 0618/BS Kodam III/Siliwangi dari Kolonel Inf Artin Dahlan kepada Letkol Inf M. Herry Subagyo sebelumnya menjabat Pabandya-1/Binsiapapwil & Sarpas Spaban II/Puanter Sterad. Staf Ahli Pangdam III/Siliwangi Bid. Sosbud dari Kolonel Inf Asep Nurdin, S.I.P kepada Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.I.P, M.Si sebelumnya Staf Khusus Pangdam III/Siliwangi.

Asintel Kasdam III/Siliwangi dari Kolonel Inf Asep Ridwan, S.A.P kepada Kolonel Inf Bayu Sudarmanto, S.E sebelumnya menjabat sebagai Kasi Intel Korem 161/WS (Kupang) Kodam IX/Udy, Kainfolahtadam III/Siliwangi dari Kolonel Inf Hery Setiyono, S.Sos kepada Letkol Arm Yani Ari Sasongko sebelumnya menjabat sebagai Waaslog Kasdam III/Siliwangi dan Aster Kasdam III/Siliwangi dari Kolonel Inf Adri Koesdyanto kepada Kolonel Arh G.T.H. Hasto Respatyo, S.T.

Termasuk didalamnya jabatan Kapendam III/Siliwangi diserahterimakan dari Kolonel Arh G.T.H. Hasto Respatyo, S.T kepada Letkol Inf F.X. Sri Wellyanto Kasih sebelumnya menjabat sebagai Wakapendam III/Siliwangi.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soebandono menyampaikan, " selain dalam rangka penyegaran organisasi juga untuk meningkatkan kualitas kinerja dan produktivitas organisasi, serta bagian dari strategi organisasi dalam mengantisipasi setiap perkembangan dan dinamika tuntutan tugas kedepan ".

Pangdam katakan, " para Pejabat baru dituntut untuk senantiasa meningkatkan kredibilitas, profesionalisme dan produktivitas dalam membangun sistem kerja yang efektif dan efisien di Satuan yang baru ".
" Dengan jabatan-jabatan strategis yang diemban saat ini, para Perwira perlu memiliki integritas moral dan kesesuaian antara tindakan, ucapan dan keputusan sesuai dengan ketentuan, norma maupun peraturan yang ada, " ucap Pangdam.

Selanjutnya Pangdam sampaikan ucapan, " selamat kepada pejabat baru atas kepercayaan yang diberikan pimpinan TNI AD untuk mengemban amanah jabatan dilingkungan Satuan jajaran Kodam III/Siliwangi, dedikasikan dan durahman segenap potensi yang dimiliki serta bangun terus kemampuan satuan dalam rangka kesiapsiagaan operasional tugas kedepan ".

 " Kemudian kepada  pejabat yang pindah satuan beserta istri saya sampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas dan pengabdiannya selama menjabat di satuan jajaran Kodam III/Siliwangi  dan Persit dilingkungan PD III/Siliwangi, " ucapnya.
(Bny/Pendam III/Siliwangi).

Ridwan Kamil Lepas Atlet Jabar ke SOWSG 2019 Abu Dhabi

Mitrapolisi.co.id/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas enam atlet asal Jabar yang akan bertanding di Special Olympic World Summer Games 2019 di Abu Dhabi Uni Emirat Arab, di Gedung Sate Bandung, Sabtu (2/1/19).
Keenam atlet dari berbagai cabang olahraga tersebut adalah Herry Zulfikri, Almaida Dayanti, Desi Siti Fatimah, Falma, M Dika Fajri Suryana dan Agung Setiawan. Mereka akan bersaing dengan 169 negara lainnya di ajang olimliade olahraga penyandang disabilitas intelektual itu mulai tanggal 8 sampai 21 Maret 2019.
Gubernur Ridwan Kamil menyemangati para atlet untuk berjuang maksimal dengan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Selama pertandingan, Ia akan terus memonitor perjuangan para atlet dalam merebut medali.
"Kami mengirim enam orang atlet berkebutuhan khusus ke olimpiade di Abu Dhabi, kita dukung dan mudah-mudahan membawa nama baik," ujar Emil, panggilan Gubernur.
Emil mengatakan, keenam atlet yang dilepas tersebut merupakan orang-orang pilihan yang berpengalaman dan telah lolos berbagai seleksi. Menurutnya, musuh terberat ketika bertanding adalah diri sendiri. Ia pun optimistis mereka mampu melawannya dan membawa pulang medali.
"Saya doakan lancar dan membawa nama baik Jabar khususnya dan Indinesia. Karena hari ini pahlawan itu bukan pahlawan perang tapi pahlawan prestasi termasuk di bidang olahraga," ujarnya.
Sebelum diberangkatkan ke Abu Dhabi, mereka terlebih dulu akan mengikuti Pelatnas di Fakultas Olahraga Universitas Negeri Jakarta dari tanggal 4 Februari sampai 6 Maret 2019.
"Saya ingatkan di Pelatnas harus maksimal ya supaya jadi pemain inti," pesan Emil.
Sebagai bentuk dukungan untuk membina atlet-atlet berkebutuhan khusus Pemprov Jabar setiap tahunnya menggelontorkan dana Rp 1 Milyar kepada Special Olympic Indonesia (SOIna) Jabar.
"Suport kita ada dana pembinaan Rp1 Milyar pertahun termasuk di tahun 2019," tutur Emil.
Special Olympic World Game dilaksanakan setiap 4 tahun sekali dan telah tergabung dalam International Olympics Committee (IOC). Special Olympic bermula saat diselenggarakannya olahraga musim panas bagi penyandang disabilitas intelektual di Chicago USA tahun 1968. Sebanyak 170 negara sudah tergabung dalam gerakan special olympic dan Indonesia masuk anggota pada 9 Agustus 1989.
Disabilitas intelektual adalah mereka yang dinilai oleh psikolog menderita kelemahan dalam berpikir dan belajar juga kesulitan dalam berbicara dan mengeluarkan pendapat. Bila diukur melalui tes IQ rata-rata nilainya berada dibawah angka 70.
Prestasi Jawa Barat tahun 2018 berhasil meraih peringkat ketiga pada Pekan Olahraga Nasional VIII Special Olympic Indonesia (SOIna) di Riau. Dengan raihan medali sebanyak 13 emas, 13 perak dan 12 perunggu.(def)*

Gub Jabar Gandeng Ulama Tangani Masalah Lingkungan & Kebencanaan

Mitrapolisi.co.id/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak cendekiawan muslim maupun ulama untuk terlibat dalam penanganan masalah lingkungan, kerusakan alam dan kebencanaan di Jabar.

Saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tengah menyusun Resillience Culture Blue Print serta menyiapkan edukasi masyarakat mengenai pelatihan tanggap bencana. Dalam penyusunan blue print tersebut Ridwan Kamil harap ulama turut menyumbangkan pemikirannya.

"Saya merasa peran ulama maupun cendekiawan muslim sangat penting dan dibutuhkan dalam masalah lingkungan serta kebencanaan," kata Emil, sapaan akrabnya, usai membuka Seminar nasional dan silaturahmi kerja wilayah ICMI Orwil Jabar, di hotel Savoy Homann Bandung, Sabtu (2/2/19).

Menurut Emil, bila berbicara tentang kebencanaan sering kali yang difokuskan adalah tanggap bencana namun kurang memikirkan terkait pencegahannya.

"Jangan hanya ditempuh secara formal tapi harus ada cara lain yaitu melibatkan peran ulama, sentuh dimensi keadilan dalam lingkungan," ujarnya.

Ia menyebut, sepanjang tahun 2018 terjadi 1500 bencana alam. 60 persennya adalah longsor disusul banjir dan puting beliung.

"Karena Jabar ini secara geologis dari tengah ke selatan berbukit-bukit sedangkan tengah ke utara datar yang identik banjir," katanya.(def)*

Melihat kenyataan seperti itu, di era kepemimpinannya, Ridwan Kamil akan menyusun dokumen Resillience Culture Blue Print. Program ini merupakan edukasi menghadapi bencana dan peta potensinya. Ditargetkan cetak biru yang bekerja sama dengan JICA Jelang itu selesai tahun 2019 ini.

Jumat, 01 Februari 2019

Tradisi Pelepasan Kapolda Jabar Kalungkan Dan Menyerahkan Buket Bunga

Mitrapolisi.co.id-Bandung
Dilaksanakan Acara Tradisi pelepasan Pejabat lama yaitu Wakapolda Jabar, Brigjen Pol. Drs. Supratman, M.H. oleh Kapolda Jabar, Pejabat Utama, sabtu 02/02/2019.

Acara dimulai dengan penyampaian kata - kata tradisi dan dilanjutkan dengan pengalungan serta penyerahan buket bunga dari Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S I. beserta Ibu Ketua Bhayangkari kepada Brigjen Pol. Drs. Supratman, M.H. didampingi Ibu Wakapolda Jabar.

Pelaksanaan   tradisi pelepasan Pejabat lama yaitu Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Drs. Supratman M.H. beserta Ibu, melewati gerbang tradisi, dengan diikuti oleh Kapolda Jabar, Wakapolda Jabar, Pejabat Utama Polda Jabar, Ibu Bhayangkari dan seluruh personel Polda Jabar,  sambil diiringi oleh puisi dan lagu Sayonara sampai menuju kendaraan yang sudah menunggu.
Setelah itu Brigjen Pol. Drs. Supratman M.H. beserta ibu,  pamit diri dan memasuki kendaraan menuju tempat kediaman.  (Bny)**


Kapolda Jabar Pimpin Serah Terima Jabatan Wakapolda Dalam Bentuk Tour Of Duty

  • Mitrapolisi.co.id-Bandun

    Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I  menjadi Inspektur Upacara, pada Acara Serah Terima Jabatan Wakapolda Jabar dari Brigjen Pol. Drs. Supratman, M.H. kepada Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.IK., M.Si., M.M., bertempat di Aula Moeryono Mapolda Jabar, sabtu 02/02/2019. Hadir pada Acara Serah Terima Jabatan tersebut yaitu Kapolda Jabar, Kapolda Bengkulu, Wakapolda Jabar, Pejabat Utama Polda Jabar, Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat beserta Pengurus serta Perwakilan Anggota Mapolda Jabar Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I.menyatakan bahwa Serah Terima Jabatan yang telah dilaksanakan adalah bagian dari sirklus Pembinaan SDM Polri dalam bentuk  Tour Of Duty, maupun Tour Of Area yang telah disusun dan dijalankan secara terencana, terpola dan terprogram sesuai kebijakan Pimpinan Polri dan kebutuhan organisasi. Pelaksanaan Serah Terima Jabatan ini merupakan sebuah proses manajemen dan sebagai bagian dari Siklus Kaderisasi dalam kerangka Manajemen Organisasi Polri, guna melakukan penyegaran dan Regenerasi dalam menjaga kontinyuitas serta rencana kerja yang telah ditetapkan.  (Bny)**


Pemda Provinsi Jawa Barat Syariah Sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan

Mitrapolisi.co.id/ 
BANDUNG -- Pemda Provinsi Jawa Barat tengah menjajaki pemanfaatan obligasi daerah untuk membiayai pembangunan terutama pembangunan fisik berskala besar. Melalui obligasi akan ada alternatif pembiayaan lain dalam pembangunan, sehingga tidak terbatas pada APBD saja.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, bahwa pemanfaatan obligasi daerah penting untuk mengakselerasi visi dan misi pembangunan di Jawa Barat. Namun, Uu menekankan pihaknya ingin memanfaatkan obligasi syariah bukan konvensional.

"Tidak menutup kemungkinan Provinsi Jawa Barat akan mencari dana pembangunan lewat penjualan obligasi syariah, yaitu penjualan surat berharga kepada masyarakat sebagai salah satu solusi untuk mendorong adanya modal pembangunan," ujar Uu saat ditemui usai audiensi dengan MNC Sekuritas terkait obligasi daerah di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (1/2/19).

Lebih lanjut, Uu mengaku sudah ada beberapa pihak yang siap bekerjasama untuk memasarkan produk obligasi milik Pemda Provinsi Jawa Barat. Selain itu, dia juga akan segera berkoordinasi dengan DPRD Jawa Barat untuk membuat payung hukumnya.

"Sudah ada beberapa perusahaan yang ingin jadi marketing obligasi Pemprov Jawa Barat. Tetapi hal itu juga tidak mudah menjadi mitra. Ini bisa ditunjuk ataupun dilelang sebagai mitra dalam penjualan obligasi ini. Dan keinginan kami obligasinya syariah," tutur Uu.

"Tinggal nanti kita koordinasi dengan dewan (DPRD Jawa Barat), karena ini memerlukan payung hukum tingkat Perda," tambahnya.

Menurut Uu, masyarakat bisa menjadi investor atau pembeli obligasi Pemda Provinsi Jawa Barat, sehingga masyarakat bisa ikut terlibat dalam menyukseskan program pembangunan di daerah Jawa Barat.

"Hemat kami ini memiliki efek domino yang sangat bagus. Disamping kita bisa membangun Jawa Barat juga ada manfaat untuk masyarakat sebagai pembeli obligasi tersebut. Karena ada fee kepada masyarakat di saat kami menggunakan uang tersebut untuk pembangunan," papar Uu.

"Selama obligasi tersebut dimiliki masyarakat akan ada keuntungan untuk masyarakat karena uangnya berputar," tambahnya.(Der)*

Sekda Iwa Bahas Investasi Kelapa

Mitrapolisi.co.id/
BANDUNG -- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa melakukan audiensi dengan perwakilan Salim Group di Ruang Rapat Ciremai, Gedung Sate Bandung, Jum'at (1/2/19).

Dalam pertemuan kali ini, Sekda Iwa mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Salim Group membahas tentang investasi di bidang kelapa. Menurut Iwa, hal ini akan sangat menguntungkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus pada komoditas yang secara skala ekonomi memungkinkan mempercepat kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, salah satunya menyangkut kelapa," katanya.

Menurut data yang ditampung Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat tahun 2017, kelapa yang dibutuhkan perusahaan di Jabar sekitar 300.000 butir/hari. Sementara sentra produksi kelapa terbanyak berada di Kab. Pangandaran, Kab. Cianjur, Kab. Ciamis, dan Kab. Tasikmalaya hanya memiliki luas 151.113 Ha dengan jumlah produksi kelapa sekitar 91.618 ton.
Dari data tersebut lahan seluas 150.360 Ha merupakan petani perkebunan rakyat sekitar 665.144 KK, 1.058 kelompok tani, dan satu asosiasi petani.

"Jadi ini cukup besar tapi dari sisi produktivitas dan kesejahteraan. Maka itu hampir tiga juta penduduk Jawa Barat bisa dihidupi hanya dari kelapa," sambung Iwa.
Kab. Ciamis memiliki luas 32.647 Ha dengan total produksi 98.655.000 kg dan jumlah butiran 29.596.500 buah. Sedangkan Kab. Cianjur memiliki luas 8.084 Ha dengan total produksi 20.770.000 kg dan jumlah butiran 6.231.000 buah.

Adapun Kab. Pangandaran dengan luas 25.575 Ha, total produksi 62.965.000 kg, dan jumlah butiran 18.889.500 buah. Serta Kab. Tasikmalaya memiliki luas 31.020 Ha, total produksi 138.270.000 dengan jumlah butiran kelapa 41.481.000 buah.

Dengan beberapa sebaran luas ini, maka untuk mengoptimalkan produksi kelapa, kerjasama yang dibangun bersama Salim Group nantinya akan berbentuk pendekatan inti plasma.
Hal ini dilakukan agar efisien, sehingga ke depan, pohon kelapa milik warga akan dikelola oleh Salim Group.

"Jadi intinya ada investasi untuk membangun satu kebun yang ada proses produksinya (pabrik). Sehingga dengan demikian akan terjadi kesinambungan pasokan," papar Iwa.
"Dengan ini diharapkan kelapa-kelapa yang dihasilkan rakyat ini dapat dibeli dengan harga wajar. Karena prinsip kami bagaimana bisa mengurangi kemiskinan," tambahnya.
Produk kelapa bisa berupa butiran, kopra (kelapa yang dikeringkan), deres (disadap sebagai bahan baku gula merah), dan degan (kelapa muda untuk konsumsi).
Rencananya hasil produksi itu akan diekspor ke Amerika Serikat dan Eropa. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Salim Group akan berkoordinasi dengan PTPN VIII untuk menentukan lahan. Menurut Iwa, penggunaan lahan PTPN VIII sudah sesuai karena selama ini banyak lahan PTPN VIII yang kurang produktif.(ds)*



tudent Exchange, Upaya Ciptakan Kedamaian Antar Negara Asean

Mitraplisi.co.id/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan para siswa peserta student exchange atau pertukaran pelajar beberapa sekolah di Kota Bandung dan sekolah di Kota Cotabato Filipina, di Gedung Sate Bandung, Jumat (1/2/19).

Di hadapan puluhan siswa SMU sederajat itu, Ridwan Kamil berbagi pengalamannya menjadi seorang pemimpin. Ia juga memberikan pemahaman lebih mendalam tentang keberagaman Indonesia dan khususnya kondisi Jawa Barat.

Student exchange merupakan program yang sudah dilakukan semenjak Ridwan Kamil menjadi Walikota Bandung dan akan berlanjut hingga kedepan.

"Program ini adalah inisiatif saya waktu jadi Walikota Bandung," ujar Emil, sapaan Gubernur.

Tujuannya, untuk lebih menciptakan kedamaian antar negara-negara Asean di masa mendatang. Sehingga ketika mereka menjadi pemimpin di masa depan bisa lebih memahami lebih mendalam kondisi negara-negara sahabatnya.

"Tidak ada salahnya melakukan pertukaran pemuda-pemuda sehingga nanti pada saat mereka memimpin di negara masing-masing bisa memahami lebih mendalam kondisi dari negara-negara sahabatnya," ungkap Emil.

Emil menuturkan, dengan komunikasi yang dibangun sejak masih muda diharapakan negara Asean akan lebih damai dan kondusif.

"Dengan komunikasi yang dibangun sejak masih muda diharapkan Asean kita lebih damai dan kondusif. Ini juga merupakan investasi," tuturnya.

Program student exchange kali ini diikuti oleh SMUN 2, SMUN 3, SMUN 5 dan SMUN 8 Kota Bandung dengan sejumlah sekolah di Cotabato. Selanjutnya, selain Bandung program ini akan dilakukan oleh sekolah lain di Jawa Barat dengan negara Asean lainnya.

"Kita fokus dulu Kota perkota jadi ini Kota Bandung dengan Kota Cotabato di Filipina, nanti kalau sifatnya Jabar ya dengan Provinsi lagi," jelasnya.(def)*

Emil Melantik 105 Pejabat Struktural di lingkungan Pemdaprov Jabar,

Mitrapolisi.co.id/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik 105 pejabat struktural di lingkungan Pemdaprov Jabar, di Aula Barat Gedung Sate, Jumat (1/2/19). Jumlah tersebut terdiri dari empat pejabat Eselon II dan 101 pejabat Eselon III dan IV.

Kebanyakan pejabat yang dilantik tersebut merupakan pindahan dari empat Badan Koordinasi Pembangunan dan Pembangunan Wilayah (BKPP) yang secara aturan kini sudah ditiadakan.

"Total 105 pejabat, mayoritas berasal dari BKPP yang memang secara aturan sudah tidak eksis lagi atau dibubarkan sehingga kita distribusikan ke seluruh OPD-OPD yang ada sesuai dengan kapasitas, pengalaman atau kompetensi yang dimiliki. Jadi awal tahun tidak ada lagi ASN yang tidak mendapatkan jabatan lagi," kata Ridwan Kamil saat diwawancara usai melantik.

Emil, sapaannya, mengungkapkan, posisi baru tersebut sudah dalam perhitungan sebaik-baiknya dan melalui analisa yang adil. Ia berharap para pejabat yang dilantik ini bisa mewujudkan visi misi baru dalam 5 tahun kedepan dan memenuhi target pimpinannya.

"Saya harap dengan visi misi baru selama 5 tahun kedepan mereka bisa menjadi mesin yang produktif dan fokus pada target-target yang saya titipkan," tegasnya.

Seperti biasanya, saat melantik, Emil selalu menekankan 3 hal yang harus dimiliki ASN. Pertama adalah integritas atau pengabdian.

"Jadi tolong ingat kembali niat menjadi ASN adalah pengabdian, niatnya adalah memberikan layanan bukan ingin dilayani atau minta fasilitas yang tidak semestinya," katanya.

Kedua, harus melayani sepenuh hati. Menurut Emil, kebahagiaan ASN didapati manakala masyarakat berterima kasih atas keringat dan kerja kerasnya. Ketiga, ASN harus terus profesional. Emil berpesan, ASN jangan pernah berhenti belajar karena ilmu pemerintahan kini makin kompleks.

"Belajar lagi ilmu bahasa, ilmu digital, belajar lagi teori-teori sosial yang baru belajar lagi apa itu milenial, apa itu dynamic governance dan banyak lagi yang harus dipelajari," pintanya.

Ia mengingatkan, jika ketiga hal tersebut tidak dilakukan maka para ASN yang dilantik akan dievaluasi kembali.

"Kalau tidak dilaksanakan jangan harap karir dan kiprahnya di pemerintahan akan panjang karena saya dan masyarakat akan menilai," tegasnya.

Di akhir pelantikan, Gubernur menyerahkan penghargaan kepada mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ida Hernida dan mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Sonny Adisudarma yang baru saja memasuki masa purna tugas.(arm)*