Senin, 07 November 2016

Netty 1000 Alquran Digital Siap bantu Kebutuhan Tunanetra

Mitrapolisi-
BANDUNG - Alquran merupakan petunjuk bagi umat Islam. Setiap umat Islam wajib melaksanakan isi kandungan Alquran tersebut.
Sama halnya tunanetra yang memiliki keterbatasan penglihatan. Hal itu dikatakan Ketua Perhimpunan Penyantun Tunanetra Jabar dan Ketua Ikatan Bank Mata Jabar, Netty Heryawan.
Menurut dia, bantuan 1000 Alquran digital indeks braile sangat membantu kebutuhan tunanetra dalam memahami Alquran di Jabar.
"Mudah-mudahan dengan Alquran ini akan semakin memberi harapan hidup bagi mereka menyongsong kehidupan baik dan banyak tantangan," kata Netty saat acara pemberian 1000 Alquran digital indeks braile di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Senin (7/11/2016).
Diakui Netty jika tingkat kebutaan di Jabar sangat tinggi. Di Jabar penyandang tunanetra berjumlah 1,1 persen dari total penduduk atau sekitar 430 ribu jiwa.
Sedangkan di Indonesia, kata Netty, tingkat kebutaan mencapai 1,5 persen dari total penduduk atau sebesar 3 juta mengalami kebutaan. Menurut dia kebutaan itu sebagian besarnya disebabkan katarak.
"Di rumah sakit Indonesia belum bisa mengoperasi semua penyandang tunanetra. Baru bisa 180 ribu dari penderita katarak yang setiap tahunnya ada 250 ribu. Maka setiap tahun berhutang 70 ribu yang belum bisa dioperasi," kata Netty.
Diakui istri Gubernur Jabar ini, pemerintah memiliki keterbatasan anggaran untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas terutama tunanetra. Netty berharap pemberian bantuan tak berhenti pada sebatas Alquran saja.
"Ukuwah Islamiah yang dibangun menjadikan umat yang kuat dan soko guru bagi peradaban dunia. Dan saya berharap kepedulian dan empati hari ini menjadi teladan panuan dan contoh donatur lainnya," kata Netty.

Sebanyak 1000 Alquran digital indeks braile diwakafkan kepada 1000 penyandang tunanetra yang ada di Jabar. Bantuan berasal dari Yayasan Baitul Alkhairiyah yang bekerjasama dengan Internasional Islamic Charity Organization.

SEKDA JABAR IWA MENANGGAPI ESSELON 3 DAN 4 YANG KENA PELEBURAN OPD

Mitrapolisi/
BANDUNG-Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin esselon 3 dan 4 dari organiasasi perangkat daerah (OPD) yang terkena peleburan akan tetap melaksanakan tupoksinya seperti pada OPD sebelumnya.

Pasalnya dengan adanya alih kelola dari pemerintah daerah ke provinsi seperti alih kelola SMA/SMK maupun dengan alih kewenangan dari pemerinta pusat ke provinsi akan ada tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab esselon 3 maupun esselon 4. Di antaranya pemerintah provinsi akan membentuk balai maupun UPT sebagai tindak lanjut tugas OPD.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa dalam menanggapi hasil evaluasi Kemendagri terhadap penyesuaian Susunan Orgaisasi dan Tata Kelola (SOTK) jaabr 2017 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (11/10).

Seperti diketahui, Kemendagri mencoret dua OPD dari deretan penyesuaian OPD Pemprov Jabar. Kedua OPD tersebut yaitu Sekretariat Dewan Korps Pegawai Republik Indonesia Jawa Barat dan Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat. Kedua OPD tersebut akan dilekatkan pada OPD lain.

Sekretariat Korpri akan bergabung dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sedangkan Sekretariat KPID akan bergabung dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Jabar.

"Sepanjang itu hasil evaluasi, kita akan laporkan ke gubernur. Hasil evaluasi itu sudah menjadi keputusan ya kita akan laksanakan apa yang sudah diputuskan oleh kemendagri meski organisasi tersebut tidak sendiri, tapi pelaksanan masih tetap seperti tupoksinya melekat pada jadi bidang,"ujar Iwa.

Iwa memastikan nantinya tidak ada esselon 3 maupun 4 yang jobless karena dalam SOTK yang baru, meski esselon 2 ada perampingan tapi pelaksanaan tugas dan fungsi kerja di lapangan akan tetap. Hal ini terjadi karena Pemprov mendapatkan penambahan kewenangan seperti alih kelola SMA/SMK dan beberapa kewenangan perizinan dari pusat ke provinsi.

Jumat, 04 November 2016

WAGUB JABAR DEDDY MIZWAR HIMBAU DEMO 4 NOVEMBER DI JAKARTA

Mitrapolisi/
BANDUNG-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengimbau warga Jabar yang hendak mengikuti demo pada 4 November nanti agar menjaga ketertiban dan tidak bersikap anarkis.

Berbagai tindakan negatif harus dihindari agar tidak mencoreng aksi yang menuntut sikap tegas pemerintah atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut dia, selama dilakukan dengan baik, demo adalah cara yang benar dalam menyampaikan pendapat. Terlebih mengemukakan pendapat adalah hak warga di sebuah negara demokrasi.

"Silahkan datang, silahkan menuntut, yang penting tertib, menjaga ketertiban dan jangan sampai anarkis," kata Deddy di Gedung Sate Bandung, Selasa (1/11/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan, rencana demo itu terjadi karena tidak tegasnya aparat penegak hukum dalam kasus tersebut. Apalagi dugaan penistaan agama ini merupakan hal luar biasa yang harusnya segera ditangani.

"Harus ditangani secara serius, cepat, tegas. Tidak tegasnya pemerintah dalam kasus ini merupakan hal yang membingungkan bagi masyarakat. Sekarang proses menjalaninya ini pemerintah nggak mau, yang katanya negara hukum. Ini kan membingungkan masyarakat. Apalagi ini penistaan terhadap masalah agama," katanya.

Dirinya menilai wajar adanya aksi demo yang berawal dari ketidaktegasan pemerintah terjadi. Dengan begitu, pemerintah akan tahu bahwa ada sebuah aspirasi yang sangat besar.

"Mudah-mudahan pemerintah mendengar," jelasnya

WAGUB JABAR HADIRI SAWALA ECOVILLAGE DI KAB. BANDUNG

Mitrapolisi/ 




Mitrapolisi/ KAB. BANDUNG-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meninjau sekaligus berkesempatan memeberikan hadiah Swala Ecovillage bertempat di Lapang Sepak Bola Lanud Sulaeman Margahayu Kabupaten Bandung, Juma'at, 4 November 2016.
pada kesempatan acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat di dampingi Kepala BPLHD Provinsi Jawa Barat Anang Sudarna berikan Ucapan selamat kepada para penerima Hadiah.


GUB JABAR SUMPAH CPNSD DILINGKUNGAN PEMPROV JABAR

Mitrapolisi/
BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) bertutur dihadapan 526 Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD)  yang akan ditugaskan di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahwa status pegawai negeri sipil (PNS) bukan masuk dalam "zona aman".
        
"Saya tadi pesankan bahwa, ketika diangkat jadi PNS bukan berarti masuk ke zona aman, kemudian ketika jadi honorer 'getol' bekerja ketika jadi PNS malas bekerja, bukan. Justru ini momentum untuk menghadirkan pelayanan publik lebih baik lagi kepada masyarakat, yang kemarin masih honorer," kata Ahmad Heryawan, di Gedung Sate Bandung, Jumat.4 November 2016
        
Pada Jumat siang Gubernur Aher melantik dan mengambil sumpah sebanyak 526 Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) yang akan ditugaskan di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Aula Barat Gedung Sate Bandung.
        
PNS yang dilantik merupakan mereka yang telah memenuhi syarat melalui test kesehatan, test pelatihan dasar, dan pembekalan mental, moral, santri, dan siap guna.
        
Gubernur Aher mengatakan sesuai dengan Undang-undang Nomor T tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dan Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 1975 tentang sumpah janji pegawai negeri sipil, maksud dari pelantikan ini adalah untuk memperlihatkan jati diri seorang PNS yang siap melaksanakan tugas dan siap ditempatkan dimana saja sesuai dengan jenjang pendidikan, dan keahlian yang dimiliki masing -masing.
        
Ia mengungkapkan pelantikan dan pengambilan sumpah ini agar dapat dijadikan sarana motivasi bagi PNS yang diangkat, untuk meningkatkan kinerjanya, agar bisa melaksanakan tugasnya dengan bersih, jujur, terampil, dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai insan aparatur pemerintah, abdi negara, dan abdi masyarakat.
        
Sehingga ini pun menjadi salah satu langkah untuk membentuk aparatur pemerintahan yang menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
        
"Saya tekan kan bahwa PNS ini kan ada yang datang dari pelamar umum, juga kebanyakan ada yang berasal dari tenaga honorer yang bekerja sudah cukup lama, kemudian diangkat secara bertahap. Tapi kali ini tentu mereka punya kualitas, sebab tidak semata - mata karna honorer, tapi juga ada test terlebih dahulu," Kata Gubernur Aher.
        
Ia juga mengimbau pada para aparatur tersebut untuk tidak menyimpang dalam melaksanakan tugasnya, seperti melakukan praktek pungli, korupsi, atau hal apapun yang merugikan organisasi negara.
        
Maka dirinya menanamkan pada para PNS untuk bekerja untuk kepentingan negara, bukan kepentingan pribadi, terlebih untuk memperkaya diri.
        
"Sekali lagi saya tekankan bekerja untuk kepentingan negara, bangsa, kemudian untuk masyarakat. Kemudian saya tekankan juga bahwa ketika ada hal - hal seperti rahasia negara harus dirahasiakan. Lalu yang terpenting bekerja secara jujur, jujur, dan jujur," ujarnya.
        
Ia mengungkapkan selama ini kinerja PNS Jawa Barat yang baik, telah membentuk image Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang baik, maka kali ini dengan hadirnya PNS baru ini, akan semakin membuat image Jabar yang lebih baik lagi, pemerintahan berjalan dengan baik, dan mampu melayanai publik tentu dengan sebaik - baiknya.
        
Adapun ketika ada waktu kosong disela - sela tugasnya, Aher juga mengimbau para PNS untuk memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. Seperti membaca buku, atau hal bermanfaat lainnya.
        
"Kalau ada waktu luang lebih baik baca buku, lebih bagus lagi bukunya sesuai dengan bidang yang dikerjakan. Jadi waktu luang jangan cuma ngopi - ngopi saja," kata dia.
        
Terlebih, Aher tak ingin ada PNS yang merokok di lingkungan kerja.

Kamis, 03 November 2016

SEKDA JABAR IWA TEMU KANGEN DI ACARA RAKOR DENGAN KPK

Mitrapolisi/
BANDUNG-Acara Rakor Penyusunan Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Bappeda Jabar, Bandung, Kamis (3/11) jadi ajang temu kangen.

Adalah Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan yang sumringah bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa di acara yang dihadiri 27 Sekda Kabupaten/Kota di Jabar ini. "Pak Iwa ini dulu satu kelas sama saya tahun 80-an," katanya.

Menurutnya karena Iwa adalah teman lama maka memudahkan pihaknya kala ingin membuat kerja sama program dengan Pemprov Jabar.

"Kalau KPK punya program ke Jabar ada Pak Iwa mudah. Ga perlu kenalan resmi, tinggal telepon saja," ujarnya.

Pahala mengatakan posisi Sekda dalam menjalankan program pencegahan korupsi sangat penting. Acara ini menurutnya adalah hasil evaluasi KPK dimana kerja sama pencegahan korupsi dengan daerah belum menghasilkan aksi nyata.

Karena itu kini pihaknya ingin ke depan melakukan secara nyata koordinasi dan supervisi pemberantasan korupsi di daerah.

"Kami ingin membantu secara khusus. Sekda lah mesin di pemerintahan daerah. Kita lihat dari banyak kejadian, kalau pemimpin daerah yang bagus begitu pergi yang masih tersisa adalah birokrat," tuturnya.

Pahala menekankan jika birokrat Sekda, meski komitmen pemimpin daerah dalam pencegahan korupsi sangat baik, namun mesin yang menjalankan kebijakan itu Sekda.

"Yang teknis itu tahunya Sekda. Jadi ini alasan koordinasi ini kami gelar," paparnya.

KPK menurutnya ingin pencegahan korupsi bisa lebih nyata dengan menggandeng para Sekda. "Tidak lagi tanda tangan rame-rame tapi lebih pada penyusunan rencana aksi nyata. Kita akan berikan konsultasi dan pendampingan langsung," katanya

GUB JABAR AHMAD HERYAWAN PESAN AGAR JABAR TETAP AMAN DAN KONDUSIP

Mitrapolisi/
BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pimpin  apel siaga kebangsaan yang dihadiri oleh Kepolisian, TNI, Satpol PP dan ormas digelar di Lapang Gasibu Kota Bandung,  di Lapangan Gasibu Bandung, giatan tersebut merupakan ajang penguatan persatuan jati diri masyarakat Jawa Barat yang sesungguhnya dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara ini.
Sehari menjelang unjuk rasa skala nasional di Jakarta, 4 November besok, Apel Kebangsaan lintas sektor digelar di Lapang Gasibu Kota Bandung, Kamis 3 November 2016. Apel tersebut dimaksudkan untuk memastikan semua kalangan tetap menjaga Jawa Barat tetap kondusif.

Hadir dalam kesempatan tersebut pasukan dari Polda Jawa Barat, Kodam III/Siliwangi, Pemprov Jawa Barat, serta unsur masyarakat melalui sejumlah ormas. Apel dipimpin Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Dia mengatakan, unjuk rasa sebagai salah satu sarana penyaluran aspirasi merupakan hak warga negara. Namun pada praktiknya, sejumlah hal tetap harus diperhatikan agar tidak mengganggu situasi yang sudah kondusif. "Tentu apapun yang dilakukan oleh warga Jabar di sana itu hak warga negara dia, tapi saat menggunakan haknya harus menjalankan kewajibannya. Apa itu, ya harus menjaga ketertiban dan menjaga kedamaian," ujarnya.

Unjuk rasa di Jakarta, 4 November, merupakan reaksi atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap menyinggung umat Islam. Sedianya, sejumlah kalangan dari Jawa Barat akan ikut terlibat dalam aksi tersebut.

Heryawan mengimbau agar warga Jawa Barat tidak mudah terprovokasi, baik bagi mereka yang ikut ke Jakarta maupun yang berada di Jawa Barat. (Arum)

Rabu, 02 November 2016

WAGUB JABAR SILATURAHMI DENGAN PAGUYUBAN SUNDA PANGUMBARAAN DI MALUKU

Mitrapolisi/

MALUKU TENGAH-Wakil Guberur Jawa Barat H. Deddy Mizwar Bersilaturahmi dengan Forum Masyarakat Sunda Pangumbaraan di Hotel Onemay Jl. Abdulah Soulissa Kota Masohi Rabu 2 Nop 2016. Hadir pada acara tersebut Ketua Formas Sunda Pangumbaraan Prov Maluku Tengah Adjat Sudrajat dan Ketua Formas Sunda Pangumbaraan Kab. Maluku Tengah Didin.


Selasa, 01 November 2016

Gubenur Jabar Ahmad Heryawan Penghargaan buat Dua Atlet Muda Peraih Emas di Jerman

Mitrapolisi/


BANDUNG –Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengapresiasi sekaligus menyerahkan penghargaan kepada dua atlet karate Jabar yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar yang telah meraih medali emas pada Ajang Kejuaraan Karate Internasional tahun 2016 di Luxembourg Jerman, 12-18 Oktober 2016.

Kedua atlet tersebut adalah Meisya Asriana Ratu Cantika (10 tahun) siswa SDN Dayeuh Kolot IV Kabupaten Bandung peraih dua medali emas pada kejuaraan Coupe Internationale de Kayl 2016 di Luxembourg Jerman dan Firman Maulana Kurniawan (14 tahun) siswa SDIT Fitrah Insani II Kabupaten Bandung yang meraih 1 emas dan 1 perak pada kejuaraan yang sama. Keduanya berhasil menyabet seluruh medali pada empat nomor yang dipertandingkan mengalahkan pesaingnya dari seluruh negara peserta.

“Alhamdulillah Jabar dapat 3 emas dan 1 perak. Ini bagian dari rasa syukur kita kepada anak-anak berprestasi, kita juga ingin memberikan penghargaan bagi mereka barangkali dengan diundang kesini mereka merasa terperhatikan dan lebih memacu lagi semangatnya,” kata Aher saat menerima kedua atlet didampingi orangtuanya dan para guru di ruang kerjanya, Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (01/11/2016).

Aher pun menyerahkan uang pembinaan kepada dua atlet berprestasi tersebut dan beasiswa untuk menjamin masa depannya.

“Tentu ini tidak seberapa hanya sejumlah uang untuk membina mereka. Kita juga akan perhatikan masa depan mereka melalui beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, apalagi SMA/ SMK nanti ada dibawah kita itu akan memudahkan,” ujarnya.

Kemenangan ini, lanjut Aher, menjadi pelengkap prestasi Jabar yang sebelumnya telah meraih juara umum di PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016. Dipicu oleh hal tersebut, Pemprov Jabar berencana akan mendirikan sekolah olahraga di Sport Center Arcamanik Kota Bandung.

“Saat ini sedang dirancang, rencananya yang paling memungkinkan di Arcamanik karena disitu ada sport centernya,” jelasnya.

Selain di ajang kejuaraan karate internasional, kedua atlet muda tersebut juga sama-sama meraih medali emas di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional di Jakarta tahun 2016, di tingkat Provinsi dan tingkat Kabupaten Bandung 

Senin, 31 Oktober 2016

GUB JABAR AHER TEBAR BENIH IKAN DISITU CIPULE KARAWANG

Mitrapolisi/  
KARAWANG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menebarkan satu juta benih ikan di Situ Cipule Kecamatan Cipule Kabupaten Karawang. Didampingi Bupati Karawang Cellica Nurachadiana, Kadis PSDA Jabar Nana Nasuha Djuhri Sp.1, Kadis Perikanan dan Kelautan Jabar Djafar Ismail dan unsur Muspida Kabupaten Karawang, Aher mengungkapkan, penanaman sejuta benih ikan bandeng, nilem, tawes, beureum panon dan udang ini, merupakan program ikan rakyat. Dimana masyarakat bisa menikmati ikan yang ditanam tersebut namun tidak dengan menggunakan jaring.

"Ini janji saya mau menanam sejuta benih ikan disini dan sudah saya penuhi sejuta lebih, silakan masyarakat menikmatinya, ini program ikan rakyat asal jangan pakai jaring, dipancing saja atau pakai kecrik," kata Aher, Senin (31/10/2016).

Selain di Situ Cipule penanaman benih ikan serupa juga telah dilakukan di waduk Jatigede, Jatiluhur, Situ Cileunca dan perairan umum lainnya di Jawa Barat. Hal ini kata Aher, selain untuk meningkatkan konsumsi ikan bagi masyarakat yang berdampak pada meningkatnya gizi dari protein hewani juga untuk menciptakan budaya memancing masyarakat dan sebagai ajang rekreasi. "Kita ingin ada budaya kalau hari libur itu mancing disini bersama keluarga atau teman, ini untuk rekreasi jelas tambahan gizi juga jelas," ujarnya.

Dipilihnya lokasi Situ Cipule setelah dirinya menyaksikan pertandingan Cabor Dayung pada event PON 19 beberapa waktu lalu yang berlokasi di tempat tersebut. "Saya tertarik menanam ikan disini ketika melihat situ ini dijadikan tempat Cabor Dayung di PON kemarin," ucapnya. "Sejuta sudah cukup nanti kita akan tanam lagi diperairan umum lainnya " tambah Aher.

WAGUB JABAR BERI PENGARAHAN PADA APEL PAGI BAGI PNS PEMPROV JABAR

Mitrapolisi/
BANDUNG-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, memimpin apel Senin pagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di halaman Gedung Sate Bandung, Senin (31/10/2016).

Wagub Deddy Mizwar menyatakan, apel yang dilakukan setiap Senin pagi tersebut, bukan hanya sekadar agar PNS terlihat datang pagi, akan tetapi apel perlu diadakan untuk menstimulus kedisiplinan PNS.

"Kedua, apel ini juga untuk menyegarkan kembali komitmen PNS untuk melayani masyarakat Jawa Barat dengan sebaik-baiknya, menciptakan sebuah kinerja yang efektif yang bermanfaat bagi masyatakat," kata Wagub.

Lewat apel menurut Deddy, akan mendorong PNS untuk disiplin waktu, efektivitas kinerja, dan efisiensi pelayanan terhadap masyarakat.

Karena menurutnya, "Pada dasarnya kita semua ini bekerja di Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sesungguhnya adalah bekerja untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat," ujarnya.


"Mudah-mudahan bukan TPP saja yang besar, tapi Insya Allah pahalanya juga besar. Terima kasih atas kedisiplinan dan juga komitmen kita bersama, mudah-mudahan kita bisa berikan yang terbaik bagi Jawa Barat dan bagi Indonesia," tuturnya.

Minggu, 30 Oktober 2016

SEKDA JABAR IWA KARNIWA PIMPIN PENURUNAN BENDERA KONTINGEN PON XIX DI GBLA

Mitrapolisi/ 

BANDUNG—Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa memimpin penurunan bendera kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di GBLA, Bandung, Jumat (30/9/2016).

Iwa mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan akhir dari rangkaian panjang perhelatan PON XIX 2016 mulai dari Cheef De Mission Meeting, Delegation Registration Meeting, Pengambilan Api dan Kirab Api PON, Upacara Penaikan Bendera Kontingen, Welcoming Dinner, Upacara Pembukaan, rangkaian pertandingan.

“Sampai dengan pelaksanaan Upacara Penutupan tadi malam,” katanya.

Iwa yang juga Ketua Harian PB PON memaparkan seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan lancar, meriah dan sukses, bahkan hampir seluruh kegiatan tersebut tercatat sebagai penyelenggaraan yang cukup bersejarah.

“Karena untuk CDM (chief de mission) Meeting dinilai menjadi CDM Meeting yang paling besar, demikian juga kegiatan Kirab Api PON tercatat sebagai kirab api PON yang paling jauh jarak tempuhnya dan paling banyak jumlah kabupaten/kota yang dilewatinya,” katanya.

Selanjutnya jumlah nomor pertandingan dalam PON XIX tercatat sebagai yang terbanyak, demikian juga dengan jumlah atlet, official, panitia dan relawan yang terlibat juga merupakan yang terbanyak dalam sejarah PON.

“Adapun untuk penyelenggaraan upacara pembukaan dan penutupan PON XIX juga dinilai  sebagai upacara yang paling spektakuler menurut berbagai ulasan media maupun pendapat masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya setelah dua pekan berkibar bendera Kontingen  Peserta PON XIX Tahun 2016 dari 34 Provinsi akan diturunkan. “Seiiring dengan telah diturunkannya pula Bendera PON pada upacara penutupan tadi malam, dan akan kita kibarkan kembali insyaallah 4 tahun yang akan datang di perhelatan yang sama di Tanah Papua,” paparnya.

Iwa mengaku terlaksananya Upacara Penurunan Bendera Kontingen menimbulkan rasa haru dan ada pula rasa bangga dan lega, karena semua rangkaian kegiatan PON XIX Tahun 2016 telah berakhir sesuai dengan harapan dan rencana.



“Semoga kesan yang baik dan kenangan yang indah akan tersimpan abadi dalam memori kita semua, ketika hari ini kita menutup rangkaian kegiatan dan esok kita mengenang Pelaksanaan PON XIX Tahun 2016 Jawa Barat,” pungkasnya.

GUB JABAR HADIRI ACARA DONGDANG DI PELABUHAN BLANAKAN KAB SUBANG

Mitrapolisi/KABUPATEN SUBANG -Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Hadiiri dan melepas acara Dogdang ke Laut di tempat Pelelangan Ikan KUD mandiri Mina Fajar sidik dan pemberian santunan ke anak Khitanan serta peletakan Baatu Pertama pada pembangunan Rumah Pntar Anak Nelayan di Desa Blanakan Kabupaten Subang Jawa Barat. Mingu,30/10-2016

warga Blanakan dan sekitarnya tumpah ruah di pelabuhan Blanakan mengikuti acara puncak ruat laut ke-49, 
Puncak acara berupa pelepasan dongdang, miniatur perahu berisi aneka makanan tradisional serta kepala dan darah kerbau, di perairan laut Jawa. Selain itu digelar beberapa kegiatan sosial untuk masyarakat seperti sunatan massal yang dilaksanakan di KUD Mina Fajar Sidik Blanakan.

Acara yang dimulai sekitar pukul 07.30 dengan melakukan ritual di depan dongdang. Kemudian perahu pengangkut dongdang meluncur menyusuri Sungai Blanakan menuju perairan Laut Jawa yang dilepas oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Herywan diikuti ratusan perahu yang telah dihias dengan berbagai jajanan pasar.

Sekitar satu kilometer selepas muara Blanakan, dongdang dilepaskan. Ratusan nelayan yang menumpang perahu-perahu pun terjun dan berenang untuk memperebutkan isi dongdang. Mereka percaya bahwa darah kerbau serta barang-barangyang ada di dongdang membawa berkah bagi usaha melautnya.

Dalam acara ruwat laut ke 49 di KUD Mina fajar Sidik Blanakan Subang itu turut hadir pula Asda I Subang Asep Nuroni, Kapolres Subang AKBP Yudhi S Wahid, Dandim 0605 Subang Letkol Inf Budi Mawardi Syam, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal, Sekretaris DPD PDIP Jabar, anggota DPR RI dapil Indramayu Cirebon Ono Surono dan pejabat lainnya.