Rabu, 05 September 2018

Gubernur dan Wagub Jabar Dilantik 5 September 2018

Mitrapolisi/
BANDUNG -- Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2018- 2023, M. Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum, akan dilantik pada Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2018 pada Rabu, 5 September 2018 beserta delapan kepala daerah lain. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan melantik gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 dalam dua tahap yang masing-masing digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan berdasarkan Radiogram dari Kementerian Dalam Negeri No. T.121/7055/OTDA tanggal 4 September 2018, selain Jabar ada delapan kepala daerah lain yang dilantik pada tahap I. "Selain Jabar, dilantik juga Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua," jelasnya di Bandung, Rabu,5//9/18).
Untuk Serah Terima Jabatan (Sertijab) akan dilaksanakan pada Kamis (6/9/18) pukul 09.00 WIB di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung. "Siangnya, akan diselenggarakan Penyampaian Pidato Visi Misi Gubernur Jawa  Barat Masa Jabatan 2018-2023 pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Barat. di Gedung DPRD Prov. Jabar," tambahnya.
Terungkap dalam radiogram pelantikan berlangsung di Istana Negara nanti akan dihadiri undangan terbatas. Selain gubernur dan wakil gubernur yang dilantik beserta istri, turut diundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta penjabat gubernur dan istri, Ketua KPU Provinsi, Ketua Bawaslu, dan Sekretaris Daerah masing-masing provinsi.
Menurut Iwa, setelah pelantikan kepala daerah akan digelar pula pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK masing-masing daerah sesuai jadwal di tahap I di Gedung C Sasana Bhakti Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat pada pukul 14.00 WIB. 
Iwa mengatakan pihaknya siap memfasilitasi apa saja yang menjadi program pelantikan dan apa yang diputuskan presiden, termasuk mempersiapkan segala sesuatunya agar berjalan aman dan lancar.

18 Bulan Selesai, Iriawan Canangkan Pembangunan TPPAS Regional Lulut-Nambo

Mitrapolisi/
BANDUNG – Pemda Provinsi Jawa Barat secara resmi mencanangkan pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo di Kecamatan Klapanungggal, Kabupaten Bogor. Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan menandatangani prasasti pencanangan tersebut di Gedung Sate, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Selasa (4/9/18).

Setelah pencanangan ini, Iriawan berharap proses pembangunan TPPAS segera dilakukan. Ditargetkan pembangunan akan selesai dalam waktu 18 bulan. “Targetnya tadi disampaikan oleh pemenang lelang, yaitu 18 bulan (proses pembangunan). Tolong ini diawasi,” pinta Iriawan ditemui usai acara pencanangan.

“Saya mau segera karena sudah banyak sampah menumpuk di wilayah Metropolitan Bogor dan sekitarnya. Baik itu Depok, kemudian juga Tangerang Selatan yang meminta bantuan ke kita untuk bisa memproses sampah yang ada di Tangerang Selatan,” tambahnya.

Hal ini sebagai wujud komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat dalam melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Terlebih lagi proses pengolahan dan pemrosesan sampah ini akan ramah lingkungan dengan dukungan teknologi.

“Luar biasa sekarang, dulu sampah menjadi masalah besar sekarang bisa jadi uang kemudian bisa diproses lalu menjadi energi,” ujar Iriawan dalam sambutannya di acara pencanangan.

TPPAS Regional Lulut-Nambo mulai direncanakan pada 2002 melalui kajian Jabodetabek Waste Management Corporation (JWMC). Ini diprakarsai oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Pemda Provinsi Jawa Barat kemudian menindaklanjutinya melalui penyusunan dokumen perencanaan, meliputi studi kelayakan, desain perencanaan rinci (DED), analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), serta dokumen pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sekitar lokasi TPPAS.

TPPAS yang terletak di Desa Lulut dan Desa Nambo ini akan memproses sampah dari wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok dengan kapasitas operasi sebanyak 1.500 ton/hari. Pada awal tahun ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun menyatakan akan turut memanfaatkan TPPAS Regional Lulut-Nambo, sehingga kapasitas pengolahan meningkat menjadi 1.800 ton/hari.

Pembangunan TPPAS ini telah selesai dilakukan untuk tahap pembangunan infrastruktur dasar dengan biaya APBN, meliputi pembangunan sanitary landfill dan ipal. Pembangunan sarana dan prasarana penunjang masih terus dilaksanakan secara bertahap sesuai alokasi yang tersedia dalam APBD Pemda Provinsi Jawa Barat. Diantaranya meliputi pembangunan jalan akses dan jalan operasi, serta pembangunan pagar dan pintu gerbang.

Pembangunan instalasi pengolahan sampah ini dilakukan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan badan usaha pemenang lelang, yaitu PT Jabar Bersih Lestari (JBL). Pemilihan mitra kerja sama ini dilakukan secara transparan dan akuntabel, sehingga diperoleh badan usaha yang benar-benar mampu secara finansial, mempunyai kompetensi teknis dan teknologi handal, serta aman bagi lingkungan.

Pengolahan sampah akan mengadopsi teknologi mechanical biological treatment (MBT). Dimana sampah diolah untuk menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara atau lazim disebut refuse derived fuel (RDF) yang digunakan oleh industri semen. Apabila proses pembangunan berjalan lancar, TPPAS Regional Lulut-Nambo dapat dioperasikan secara penuh pada pertengahan 2020.

Direktur Utama PT Jabar Bersih Lestari Mr. Do Yun Yu mengatakan, apabila TPPAS ini berhasil beroperasi akan menjadi proyek RDF pertama di Indonesia. Karena RDF merupakan bahan bakar ramah lingkungan berupa batu bara hijau.

“Ini akan menjadi proyek RDF pertama di Indonesia dan diharapkan akan menjadi model yang baik bagi pengelolaan limbah di Indonesia, serta negara-negara lain di Asia Tenggara,” harap Do Yun Yu.

Sebagai Perwakilan dari PT JBL, Do Yun Yu berjanji akan membuat proyek sampah ini berhasil. “Saya berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan proyek berhasil dilaksanakan dengan ramah lingkungan, higienis, dan selaras dengan masyarakat,” ujar Do Yun Yu dalam sambutannya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Kristian Kartawijaya menyambut baik proyek TPPAS ini. Menurutnya, proyek sampah Lulut-Nambo memiliki nilai strategis karena dari sampah rumah tangga bisa menjadi sumber energi. Ini adalah sejarah baru bagi Indonesia.

“Sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari, bahwa plastik adalah masalah yang memusingkan. Tapi dengan teknologi ini plastik pun bisa kita makan. Jadi plastik-plastik yang ditakuti oleh negara ini bisa menjadi sumber bahan bakar,” ungkap Kristian.

Selain itu, lanjut Kristian, hasil pengolahan sampahnya yaitu RDF yang bisa mengurangi karbon dari industri semen. Dia pun berujar proyek ini diharapkan bisa menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah bagi daerah lain di Indonesia.

“Kami percaya ini akan menjadi energi yang lebih ramah lingkungan, terbarukan, serta mengurangi emisi karbon bagi indutri semen itu sendiri,” pungkas Kristian.


Pencanangan Jalan Tol NS-Link Bandung

Selain mencanangkan pembangunan TPPAS Regional Lulut-Nambo, pada kesempatan ini Iriawan juga mencanangkan pengembangan Jalan Tol North South (NS)-Link dalam Kota Bandung. Tol ini untuk mengurai kepadatan di Kota Bandung, serta melengkapi konsep pengembangan jaringan Jalan Tol Kota Bandung terutama pada area dalam kota.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama mitra strategis, pemilik konsesi Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, yakni PT Citra Marga Lintas Jabar dan BUMD PT Jasa Sarana telah melakukan kajian internal. Jalan tol ini akan memberikan alternatif agar dapat mengakomodir pergerakan kendaraan atau lalu lintas dari dan ke pusat Kota Bandung, kawasan wisata dan residensial, sehingga berdampak positif pada peningkatan ekonomi wilayah perkotaan.

Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan bersama Direktur PT Citra Marga Lintas Jabar Agus Winarso dan Harangan P Sianipar dan Direktur Utama PT Jasa Sarana Dyah SH Wahjusari menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pencanangan Pengembangan Jalan Tol NS-Link Bandung ini.

Iriawan mengatakan bahwa pihaknya secara langsung telah menghubungi Kementerian PUPR terkait progres pembangunan proyek tol ini. Hingga saat ini proses pengkajiannya sudah dilakukan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Semua sudah kami lakukan, saya sudah telepon Pak Menteri PUPR kebetulan direspon langsung dan sudah turun ke Dirjen Bina Marga, tentunya ada pengkajian,” kata Iriawan ditemui usai acara pencanangan.

“Saya ingin ini supaya betul-betul terlaksana. Karena, pertama untuk mengurai kemacetan dan kedua, akan ada ikon Kota Bandung yang cukup bagus,” lanjutnya.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Dyah SH Wahjusari menuturkan NS-Link hadir sebagai solusi di Kota Bandung. Jalan Tol Dalam Kota sepanjang 14,30 km akan berdiri diatas luas tanah 75.000 meter persegi.

Proses pembangunan akan terbagi tiga seksi, yaitu Seksi I Pasirkoja – Mohamad Toha sepanjang 7,60 km, Seksi II Mohamad Toha – Gatot Subroto 3,60 km, dan Seksi III Gatot Subroto – Surapati 3,10 km. Total investment cost proyek ini mencapai Rp 8,491 Triliun dengan target konstruksi pada Triwulan IV 2019.

Selasa, 04 September 2018

Asian Games 2018, Pemprov Jabar Berikan Kadeudeuh Untuk Atlet Peraih Medali

Mitrapolisi/
BANDUNG - Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan memberikan apresiasi kepada para atlet asal Jawa Barat peraih medali Asian Games 2018 Jakarta Palembang.

Secara simbolis, apresiasi berupa piagam penghargaan dan uang kadeudeuh ini diberikan pada acara jamuan makan malam Iriawan bersama para atlet di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Selasa malam (4/9/18).

"Saya mengumpulkan atlet Asian Games (Indonesia) asal Jawa Barat. Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada mereka khususnya atlet peraih medali emas, perak, atau perunggu," kata Iriawan.

"Kami ingin memberikan apresiasi dan sedikit kadeudeuh dari provinsi dan Bank BJB," tambahnya.

Total bonus yang diberikan Pemda Provinsi Jawa Barat sebanyak Rp 2,5 Miliar, sementara Bank BJB juga akan memberikan bonus dalam bentuk tabungan. Selain itu, turut hadir salah satu pengusaha yang memberikan bonus dengan total uang sebanyak Rp 500 juta.

Dalam event Asian Games 2018 Jakarta Palembang, Indonesia meraih 31 emas. Dari jumlah ini 14 diantaranya disumbangkan oleh atlet-atlet asal Jawa Barat dari cabang olahraga (cabor) Pencak Silat, Rowing, dan Taekwondo.

Ada 53 medali atau 19,93% dari total medali Asian Games 2018 yang diraih Indonesia diperoleh atlet Jawa Barat. Terdiri dari 14 emas, 20 perak, dan 19 perunggu. Jabar sendiri mengirim sebanyak 227 orang kontingen yang terdiri dari atlet dan pelatih atau hampir 30% atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 berasal dari Jawa Barat.


Bonus Untuk Perbaiki Ekonomi Keluarga

Sementara itu, atlet Pencak Silat, Wewey Wita mengatakan bahwa dirinya merasa bangga bisa diundang dan hadir bertemu langsung dengan Penjabat Gubernur Jawa Barat untuk menerima penghargaan atas prestasinya. Wewey meraih medali emas untuk nomor perorangan Tarung Putri Kelas B (50-55 kg).

Wewey mengaku uang bonusnya akan dia gunakan untuk membangun usaha dan memperbaiki ekonomi keluarga.

"Uang ini akan Wewey simpan dan akan ditabung dan sebagian juga akan Wewey putar menjadi usaha. Jadi, mudah-mudahan itu bisa memperbaiki perekonomian keluarga," tutur Wewey ditemui disela-sela acara.

Emas Asian Games merupakan target tertinggi untuk karir olahraganya di Pencak Silat. Karena di Asian Games 2018 Jakarta Palembang cabor Pencak Silat pertama kalinya dipertandingkan.

"Sebenarnya target tertinggi adalah Asian Games, karena pertama kali dipertandingkan di Asian Games. Tapi mudah-mudahan kalau diberi kesempatan lagi untuk membela Indonesia, Wewey akan gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya dan Wewey akan berjuang maksimal," jelasnya.

Untuk event terdekat, dara kelahiran Ciamis ini kembali menargetkan medali emas untuk kejuaraan dunia tahun depan dan Sea Games 2019 di Manila, Filipina.

Gubernur dan Wagub Jabar Dilantik 5 September 2018

Mitrapolisi/
BANDUNG -- Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2018- 2023, M. Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum, akan dilantik pada Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2018 pada Rabu, 5 September 2018 beserta delapan kepala daerah lain. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan melantik gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 dalam dua tahap yang masing-masing digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan berdasarkan Radiogram dari Kementerian Dalam Negeri No. T.121/7055/OTDA tanggal 4 September 2018, selain Jabar ada delapan kepala daerah lain yang dilantik pada tahap I. "Selain Jabar, dilantik juga Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua," jelasnya di Bandung, Selasa (4/9/18).

Untuk Serah Terima Jabatan (Sertijab) akan dilaksanakan pada Kamis (6/9/18) pukul 09.00 WIB di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung. "Siangnya, akan diselenggarakan Penyampaian Pidato Visi Misi Gubernur Jawa  Barat Masa Jabatan 2018-2023 pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Barat. di Gedung DPRD Prov. Jabar," tambahnya.


Terungkap dalam radiogram pelantikan berlangsung di Istana Negara nanti akan dihadiri undangan terbatas. Selain gubernur dan wakil gubernur yang dilantik beserta istri, turut diundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta penjabat gubernur dan istri, Ketua KPU Provinsi, Ketua Bawaslu, dan Sekretaris Daerah masing-masing provinsi.

Menurut Iwa, setelah pelantikan kepala daerah akan digelar pula pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK masing-masing daerah sesuai jadwal di tahap I di Gedung C Sasana Bhakti Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat pada pukul 14.00 WIB.  

Iwa mengatakan pihaknya siap memfasilitasi apa saja yang menjadi program pelantikan dan apa yang diputuskan presiden, termasuk mempersiapkan segala sesuatunya agar berjalan aman dan lancar.

Senin, 03 September 2018

Seren Taun, Iriawan Ikuti Upacara Tumbuk Padi

Mitrapolisi/
KAB. KUNINGAN - Masyarakat Cigugur di Kabupaten Kuningan kembali menggelar upacara Seren Taun pada tahun ini. Acara dipusatkan di Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9/18) atau 22 Rayagung 1951 Saka.

Dalam acara yang digelar sebagai wujud rasa syukur atas capaian hasil panen tahun ini, Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan bersama Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko dan Bupati Kuningan Acep Purnama mengikuti acara tumbuk padi yang merupakan bagian akhir dari rangkaian Seren Taun ini.

"Upacara ini (Seren Taun) kita tahu penuh makna dan penuh arti. Dimana ini salah satu wujud syukurnya masyarakat khususnya di Kuningan terhadap apa yang dicapai dalam satu tahun," kata Iriawan dalam sambutannya.

"Ini untuk mempererat hubungan antarmanusia dan makhluk sosial yang ada. Dilaksanakan setiap tahun dengan acara yang tidak pernah putus. Luar biasa. Terimakasih budaya Sunda terus di angkat di Kabupaten Kuningan yang kita cintai," lanjutnya.

Lebih lanjut, Iriawan menjelaskan bahwa Seren Taun adalah refleksi dari sebuah kepribadian Sunda yang agung. Hal ini menjadi cermin eratnya hubungan manusia dengan alam. Dimana angka 22 bermakna apabila ada hasil panen sebayhak 22 kuitantal, 20 kuintal akan digunakan dan dua kuintal sisanya untuk bibit atau benih.

"Ini refleksi pribadi Sunda yang agung, seimbang, dan menghargai alam. Saya rasa luar biasa sekali, bagaimana hubungan yang terus dibina antara alam dengan manusia dan manusia dengan alam," ujar Iriawan.

Iriawan pun selaku Penjabat Gubernur Pemda Provinsi Jawa Barat mengapresiasi kegiatan budaya ini, serta meminta agar gelaran yang sama terus digelar setiap tahun. 

Bisa Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Pada kesempatan ini, Iriawan juga meminta agar Seren Taun tidak hanya dijadikan acara seremonial saja. Kegiatan budaya ini bisa dipublikasikan lebih luas lagi agar menjadi destinasi wisata kelas dunia.

"Saya juga meminta ini jangan hanya dijadikan cara seremonial hanya skup provinsi atau kabupaten, saya minta ini bisa dipublikasikan oleh teman-teman (media) untuk jadi detinasi wisata khususnya wisatawan mancanegara," pinta Iriawan.

"Karena ini cukup menarik, tidak kalah dengan Bali. Kenapa Bali bisa kok Jawa Barat tidak bisa," tukasnya.

Dengan dijadikan sebagai objek wisata unggulan, Iriawan berharap Seren Taun bisa lebih membumi.

"Kami tadi sudah bicara agar ini bisa jadi objek unggulan pariwisata baik dalam negeri atau luar negeri, sehingga dengan adanya ini mereka akan lebih membumi, akan lebih mendunia Seren Taun yang ada di sini. Saya katakan tadi tidak kalah ini dengan Bali, Lombok," pungkasnya.

Minggu, 02 September 2018

Sekda Iwa Apresiasi Gelaran Festival Pesona Lokal 2018

Mitrapolisi/
BANDUNG - Kementerian Pariwisata memiliki target sebesar 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 270 juta wisatawan dalam negeri per tahunnya. Demi mencapai target tersebut, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan corporate social responsibility (CSR) dari iNews dan Adira Finance, menyelenggarakan Festival Pesona Lokal 2018 sebagai bentuk mempromosikan kearifan lokal melalui Lomba Karnaval Budaya, Lomba Mural, Kreasi Masakan Daerah, Pasar Rakyat (Otomotif, Produk UMKM, Kuliner) dan penghargaan UMKM Terbaik. 

Animo masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung Raya, akan gelaran Festival Pesona Lokal ini sangat tinggi. Terbukti dengan banyaknya peserta festival yang mencapai 5.000 orang, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengaku bangga dan sangat mengapresiasi pelaksanaan festival ini. 

“Festival Pesona Lokal yang diselenggarakan pada kesempatan ini tentunya merupakan salah satu bukti nyata kontribusi iNews dan Adira dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa. Untuk itu saya selaku pribadi dan atas nama Pemerintah provinsi Jawa Barat menyambut baik penyelenggaraan Festival Budaya Lokal ini, dan sudah selayaknyalah saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menginisiasi acara ini,” kata Iwa saat memberikan sambutan acara Festival Budaya Lokal 2018 di Halaman Gedung Sate Bandung. Minggu (02/09/2018). 

“Tentunya menjadi harapan bersama seluruh rangkaian acara ini dapat berjalan lancar, tertib, sukses serta mampu mendatangkan manfaat bagi kita semua, khususnya dalam rangka pelestarian dan pengembangan seni dan budaya bangsa Indonesia,” ujarnya. 

Festival ini dimulai dengan parade karnaval budaya yang menampilkan berbagai kearifan lokal asal Jawa Barat yang meliputi pakaian adat, berbagai tari dan musik tradisional, serta seni pertunjukkan khas Jabar seperti Sisinggaan, Kuda Renggong, Babarongan, Debus dan lainnya. Ada pula Lomba Mural dengan tema Pesona Kotaku dan Lomba Kreasi Masakan Khas Daerah dengan tema Seblak yang turut memeriahkan Festival Pesona Lokal di Bandung. 

Selain perlombaan berhadiah total ratusan juta rupiah, pada festival ini juga akan diberikan penghargaan bagi tiga UMKM terbaik dengan hadiah berupa uang tunai jutaan rupiah. Disini, para pengunjung dapat menikmati pasar rakyat yang diikuti oleh stan dari para sponsor, 16 UMKM terpilih dengan berbagai produk kuliner sampai kerajinan khas Jawa Barat yang inovatif dan kreatif, serta pilihan makanan dari delapan food truck. Tak lupa penampilan bintang tamu penyanyi dangdut kondang Zaskia Gothik paling ditunggu pengunjung. 

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, sebagai perwakilan dari pihak penyelenggara menghaturkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat akan festival ini. Ia berharap kesuksesan yang sama akan terjadi pada pelaksanaan festival selanjutnya. Hafid juga inginkan acara Festival Pesona Lokal ini dapat menjadi agenda tahunan pariwisata domestik, sekaligus menjadi sarana penambah wawasan masyarakat akan budaya lokal di Indonesia. 

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung atas sambutan hangat dan partisipasinya pada kegiatan hari ini. Semoga kegembiraan dan keseruan yang ditunjukan masyarakat Bandung juga terjadi di kota-kota selanjutnya, tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah setempat dan para sponsor yang telah membantu terselenggaranya kegiatan Festival Pesona Lokal secara baik, aman dan tertib,” ungkap Hafid. 

“Semoga kegiatan Festival Pesona Lokal Bandung siang hari ini dapat menjadi sebuah acara tahunan yang ikonik di Jawa Barat yang dapat menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kami harap acara ini berkesan baik bagi pengunjung maupun seluruh peserta yang ikut meramaikan. Dengan adanya Festival Pesona Lokal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan potensi daerahnya dan juga berperan aktif untuk turut serta mempromosikannya,” harapnya. 

Festival Budaya Lokal 2018 direncakan akan digelar di 8 kota besar lainnya, yaitu De Tjolomadoe Karanganyar pada 9 September 2018, Lapangan Renon Bali pada 23 September 2018, Lapangan Hasanudin Makassar pada 7 Oktober 2018, Lapangan Rampal Malang pada 14 Oktober 2018, Taman Alun-alun Kapuas Pontianak juga pada 14 Oktober 2018, Lapangan Merdeka Medan pada 21 Oktober 2018, Benteng Kuto Besak Palembang pada 4 November 2018, serta puncaknya di TBC Jakarta pada 11 November 2018 mendatang.

Selasa, 28 Agustus 2018

Kloter Pertama Jemaah Haji Asal Jabar Tiba di Tanah Air

Mitrapolisi/
KOTA BEKASI - Kloter Pertama jemaah haji Jawa Barat telah tiba di Tanah Air pada Selasa dini hari (28/8/18). Para jemaah haji asal Kabupaten Sumedang ini berjumlah 410 orang.

Mereka tiba sekitar Pukul 04.15 WIB dan disambut secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dan Kepala Kanwil Jawa Barat Kementerian Agama Buchori, serta Plt. Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Setda Provinsi Jawa Barat Sonny S Adisudarma di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, Jl. Kemakmuran Kota Bekasi.

"Selamat datang kembali di tanah air dalam keadaan sehat walafiat. Informasi terakhir kloter ini (jumlah jemaah) berangkatnya sama pulangnya juga sama," tutur Iwa dalam sambutannya.

"Insyaallah bapak/ibu sekalian menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Aamiin ya rabbal alamin," sambungnya.

Lebih lanjut, Iwa mengaku pelaksanaan seluruh prosesi ibadah haji selama di Tanah Suci berjalan dengan baik. Selain itu, seluruh pelayanan dan pelaksanaan yang dilakukan kepada para jemaah pun berjalan semakin baik dari tahun ke tahun.

"Pelaksanaannya juga berkesan juga dari para jemaah menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun pelayanan maupun juga pelaksanaan ibadah haji, khususnya Embarkasi Haji Bekasi melayani jemaah haji Jawa Barat semakin baik," paparnya.

Iwa berharap, setibanya di Tanah Air, para jemaah haji terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, sekaligus terus menjaga hubungan sosial dengan masyarakat. Dengan mereka begitu bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Jawa Barat.

"Harapannya sesuai dengan tuntunan dan juga arahan Al Quran dan Hadist Rasulullah SAW, bisa meningkatkan ketaatan, ketaqwaan, sekaligus juga meningkatkan hablum minannas, hubungan manusia," .

"Dengan demikian harapannya bisa turut membantu mendukung percepaan pembangunan di Jawa Barat," lanjutnya.

Salah seorang jemaah haji juga menuturkan, ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang paling didambakan selama bertahun-tahun. Karena ibadah ini merupakan penyempurna dari ibadah lainnya, yaitu Rukun Islam Kelima.

"Semoga ibadah haji ini tidak hanya menjelma menjadi kesalehan individual, tetapi akan menjelma menjadi kesalehan sosial," katanya.

Kamis, 23 Agustus 2018

Presiden RI Joko Widodo bersama Pj. Gub Jabar Solat Iedul adha di Bogor

Mitrapolisi/
BOGOR -- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pelaksanaan Solat Iduladha 1439/ 2018, di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (22/08/2018).

Iriawan mengungkapkan rasa bahagia dan bangga yang tak terkira. Bahwa dua tahun berturut- turut Presiden RI berkenan Solat Iduladha di Wilayah Jawa Barat.

"Tahun 2017 lalu, Pak Presiden Solat Iduladha di Kota Sukabumi. Hal ini tentunya mempererat keakraban masyarakat Jawa Barat dengan pak Presiden," ungkap Iriawan.

Hal tersebut, sambung Iriawan, seiring dengan perhatian khusus untuk Jawa Barat mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, yang berujung pada majunya perekonomian.

Usai Shalat Iduladha yang dipimpin Kiai Haji Zainal Abidin sebagai imam, dan Kiai Haji Muhammad Suhendra sebagai khatib, Presiden Jokowi menyerahkan hewan kurban berupa sapi kepada Dewan Kemakmuran Masjid Baitul Faizin Cibinong secara simbolis.

Pakuan Gelar Sembelih Hewan Kurban

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan, melakukan pemotongan hewan kurban, di Rumah Dinas Gubernur, Gedung Negara Pakuan Bandung, Rabu (22/08/2018).

"Saya ikut nyembelih, melihat, dan membagikan," kata Iriawan.

Nantinya, daging sapi dan kambing yang disembelih dengan tangannya sendiri itu, akan dibagikan ke warga sekitar, dan juga para karyawan Gedung Pakuan.

"Dagingnya nanti diberikan ke masyarakat sekitar sama karyawan di sini," katanya.

Pada Iduladha 1439/ 2018 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengkoordinir penyaluran hewan kurban dari Aparat Sipil Negara (ASN). Tercatat ada 1.392 ekor hewan kurban terdiri dari 374 ekor sapi dan 1.018 ekor domba.

Adapun sejumlah hewan kurban yang disembelih, di rumah dinas Gubernur, diantaranya 3 ekor sapi, dan dua ekor kambing.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, yang hadir pada acara pemotongan hewan kurban di Gedung Pakuan bersama Pj Gubernur, mengatakan hewan kurban yang dikoordinir oleh Pemprov Jabar rencananya akan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.

Adapun, sebut Iwa, wilayah yang paling banyak membutuhkan ada di Jawa Barat bagian Selatan.

"Daerah-daerah yang membutuhkan contohnya Jabar Selatan bisa di Garut Selatan, Cianjur Selatan atau Tasik Selatan. Kelihatannya jauh lebih manfaat," tuturnya.


Rabu, 22 Agustus 2018

Penerapan Merit Sistem Bakal Perbaiki Pola Karir ASN Pemprov Jabar

Mitrapolisi/
BANDUNG--Penataan merit sistem pada pola karir aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke depan dinilai akan makin baik dan akuntabel.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pihaknya kini tengah merancang penerapan merit sistem di lingkungan Pemprov sebagai implementasi UU No 5 Tahun  2017 tentang Aparatur Sipil Negara. "Tempo hari kami mengundang Komite ASN membahas penerapan sistem ini," katanya di Bandung, Selasa (22/8/2018).

Iwa menuturkan, Merit sistem berbeda dengan fit and profer test yang dilakukan untuk mencari figur yang tepat untuk mengisi jabatan. Sementara merit lebih banyak digunakan untuk pengangkatan pejabat dalam struktur dinas. Nantinya pada bidang tertentu ada kesinambungan jika pejabat yang diangkat masih di dalam struktur dinas itu.

Menurutnya dari evaluasi KASN, Pemprov Jabar kini sudah masuk dalam level 3 untuk penerapan pola karir. Level ini memungkinkan Pemprov mengangkat ASN yang kompeten, sesuai kriteria dan aturan. "Level 3 ini sistem pola karir yang diterapkan dimana semula open bidding untuk mendapatkan pejabat yang layak, kini bisa full dari internal Pemprov Jabar sendiri," paparnya.

Namun pola ini menurutnya mensyaratkan Pemprov harus memiliki bahan baku SDM yang  sesuai kriteria hasil dari seleksi dan uji kompetensi yang ketat dan transparan. "Ini sudah bisa dilakukan di Pemprov Jabar dari sisi regulasi dan SDM sudah banyak dan lengkap sehingga bisa dikembangkan, ujarnya.

Penerapan sistem ini dinilai Iwa lebih menguntungkan dibanding seleksi terbuka karena Pemprov bisa dengan cepat menempatkan ASN untuk mengisi jabatan tertentu.

Di sisi lain, penerapan seleksi terbuka membutuhkan biaya yang cukup mahal. "Pemilihan sistem ini bisa objektif. Karena pejabat yang dipilih sejak awal berkarir di Jabar. Sistem ini juga mendorong peningkatan kinerja dan daya kompetitif ASN," paparnya.

Iwa menyakini sistem pola karir di Pemprov Jabar ke depan akan makin baik mengingat saat ini serangkaian payung hukum dari mulai peraturan gubernur tentang tim penilai kinerja ASN lalu Pergub tentang Pola Karir sudah ada. "Intinya demi meningkatkan pelayanan pada masyarakat," pungkasnya.

Iriawan Lantik Lima Pejabat Fungsional Ahli Utama Pemda Jabar

Mitrapolisi/.
BANDUNG - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan melantik lima orang Pejabat Fungsional Ahli Utama di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat. Dua orang pejabat sebagai Widyaiswara Ahli Utama dan tiga orang sebagai Guru Ahli Utama.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 27/M39-M Tahun 2018 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama. Dua orang Pejabat Fungsional sebagai Widyaiswara Ahli Utama, yaitu Dadang Suharto dan Yayat Supriyatna. Sementara tiga orang Pejabat Fubgsional sebagai Guru Ahli Utama, yaitu Bakhruroji, Ely Hayati Endang, dan Suroso.

Iriawan dalam amanatnya meminta agar para pejabat fungsional ini terus meningkatkan profesionalisme, serta tugas, pokok, dan fungsinya secara optimal.

“Saya berpesan kepada saudara/saudari yang dilantik menjalani Pejabat Fungsional Utama agar terus meningkatkan profesionalisme serta melakukan tugas pokok fungsinya secara optimal dengan amanah yang dibebankan kepada saudara/saudari selaku Widyaiswara dan Guru Ahli Utama,” pinta Iriawan dalam amanatnya.

Menurut Iriawan, seorang Widyaiswara diharapkan menjadi seorang yang selalu menyuarakan kebaikan dan kebenaran. Dapat mengajarkan nilai-nilai luhur dan akhlak mulia kepada ASN dan masyarakat.

“Widyaiswara bertugas untuk mendidik kemudian mengajar dan melatih atau Dikjarti PNS, serta kegiatan evaluasi dan pengembangan Diklat pada Lembaga Diklat Pemerintah. Widyaiswara berarti sebagai seorang sosok guru sekolah atau dosen perguruan tinggi," tutur Iriawan.

Sementara Guru Ahli Utama merupakan jenjang tertinggi dalam jabatan fungsional guru. Seorang Guru Ahli Utama dituntut tidak hanya mampu mengajar dan mendidik, melainkan harus mampu menjadi agen perubahan dalam pembinaan SDM kepada ASN seprofesi guru maupun peserta didik yang ada di lingkungannya.

"Sebagai profesi yang berbasis pada pengetahuan, Widyaiswara dan Guru Ahli Utama dituntut untuk selalu meng-update dengan wawasan, ilmu pengeahuan, dan keterampilan yang sedang berkembang di dunia," pungkasnya.
Pelantikan dilaksanakan di Kantor Gubernur Jawa Barat Jl. Diponegoro No.22 Bandung, 23/8-18 (Arm)*

Senin, 20 Agustus 2018

Gelaran Asian Games 2018 di Jabar Dapat Apresiasi Atlet & Inasgoc

Mitrapolisi/
BANDUNG - Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochmada Iriawan mengatakan, bahwa penyelengaraan Asian Games 2018 di Jabar mendapat apresiasi dari para atlet dan Inasgoc.

Hal ini dikatakan Iriawan di hadapan para pegawai di lingkungan Setda Provinsi Jawa Barat saat Apel Pagi di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (20/8/18).

Apresiasi atau acungan jempol datang dari panitia pusat Asian Games atau Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) serta para atlet cabang olahraga (cabor) yang bertanding di Jawa Barat. Ada lima cabor digelar di Jabar, yaitu Sepak Bola, Kano, Paragliding, Sepeda Road Race, dan Mountain Bike.

"Kita mendapat acungan jempol dari kesebelasan Laos dan Hong Kong, bahwa penyelenggaraan panitia kemudian masyarakat itu dinilai baik sekali. Beberapa kesebelasan yang bertanding di (Stadion) Patriot Bekasi juga ikut mengacungkan jempol. Ini berkat keseriusan dari pihak penyelenggara yang dibantu pemerintah daerah," ujar Iriawan dalam arahannya saat apel.

Lebih lanjut, Iriawan juga meminta agar berbagai pihak terkait terus berkoordinasi, seperti dengan panitia Asian Games untuk kelancaran pertandingan. "Saya minta bantu kesekretariatan dan koordinasi dengan panitia, karena kita juga mendapat acungan jempol dari Inasgoc atau panitia Asian Games dimana Jawa Barat ini punya kontribusi luar biasa," kata Iriawan.

Iriawan juga mengaku bahwa dirinya sempat bertemu dengan Ketua Inasgoc Erick Thohir saat hadir dalam upacara pembukaan Asian Games, Sabtu (18/8/18) lalu di Jakarta. Kata Iriawan, Erick Thohir sempat menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat karena tidak bisa mencantumkan nama Jabar dalam nomenklatur Asian Games 2018.

"Kemarin (di pembukaan Asian Games) saya bertemu dengan Ketua Inasgoc Erick Thohir. Beliau minta maaf kepada rakyat Jawa Barat, karena tidak bisa menyisipkan nomenklatur Asian Games Jakarta Palembang Jabar, tidak bisa beliau," terang Iriawan.

"Karena hanya bisa satu kota atau dua yang disisipkan dalam nama Asian Games, dua (kota) juga sudah maksimal. Jadi, bukannya tidak mau tapi tidak bisa. Tapi kita terima dan yang jelas kita berikan yang terbaik dalam hal ini," tutupnya.

Iriawan Gagas Pembangunan Jalan Layang Pasirkoja-Pasupati & Pusat Olahraga di Jabar

Mitrapolisi/ 
BANDUNG –Pj. Gubernur     Jawa Barat H. Mochamad Iriawan meng gagas      pem bangunan proyek jalan layang dari Pasirkoja ke Pasupati di Kota Bandung. Apabila ini terwujud bisa menjadi salah satu solusi pemecah kemacetan.

Iriawan mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu di Jakarta. Namun, dirinya belum presentasi secara detail tentang gagasannya itu kepada Menteri PUPR.

Hal tersebut diungkapkan Iriawan dalam sambutannya saat hadir dalam acara Pengajian Rutin Pejabat Eselon Pemda Provinsi Jawa Barat usai Shalat Shubuh di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (20/8/18). 

“Waktu yang tersisa buat saya (menjadi Pj. Gubernur Jabar) satu bulang kurang, akan saya manfaatkan maksimal untuk pengabdian saya kepada Jawa Barat yang saya cintai ini,” ujar Iriawan.

“Saya mempunyai gagasan akan membangun jalan layang dari Pasirkoja sampai dengan Pasupati. Secara khusus saya sudah lapor ke Menteri PUPR, beliau secara eksplisit menyanggupi. Tapi saya belum paparan di depan beliau,” terangnya.

Jalan layang ini diharapkan akan menjadi pemecah kemacetan terutama dari jalur Selatan ke wilayah Utara dan Tengah di Kota Bandung. Selain itu, kata Iriawan, jalan layang ini bisa menjadi kebanggaan dan ikon tambahan kota berjuluk Kota Kembang ini.

Jalan layang ini rencananya akan dibangun sepanjang 15,3 km dengan anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp 6 Triliun. Namun, skema pembiayaan tidak akan menggunakan dana APBN ataupun APBD.

"Rupanya ada investor yang percaya kepada saya. Dia (investor) akan bangunkan tapi memang median jalannya punya provinsi atau kota. Ini perlu dikawal biar di dalam kota ada tol layang 15,3 km," tukas Iriawan.

"Kita tidak mengeluarkan uang tapi kita dapat manfaatnya, kemudian menjadi ikon. Mohon didoakan," ajaknya.

Pusat Olahraga Jabar
Pada kesempatan ini, Iriawan juga sempat menyinggung soal keinginannya Jawa Barat memiliki pusat olahraga terpadu seperti Jakabaring di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Hal ini terkait tidak tercantumnya nama Jawa Barat dalam nomenklatur perhelatan Asian Games 2018 Jakarta Palembang.

“Secara khusus kami memang bertemu dengan Bapak Erick Thohir, bahwa permohonan maaf kepada masyarakat Jawa barat berkaitan dengan nama nomenklatur Jakarta Palembang Asian Games,” ungkap Iriawan.

Dalam pertemuan dengan Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) Erick Thohir tersebut, Iriawan pun sempat bertanya kepada Erick Thohir soal tidak tercantumya nama Jawa Barat dalam nomenklatur Asian Games 2018.

“Kenapa tidak ada Jawa Baratnya? Saya bertanya kepada Pak Erick Tohir. Memang dalam panitia Asian Games harusnya satu, seperti Asian Games Seoul, Asian Games Tokyo, Asian Games Bombay. Dua (kota) itu jarang, seperti Jakarta Palembang. Kalau tiga tidak mungkin. Itu nomenklaturnya,” papar Iriawan.

“Kalau di Jakarta memang semua berada di Jakarta, cabornya (cabang olahraga). Palembang pun di Jakabaring, satu kesatuan semua (dipusatkan) di sana (Jakabaring). Kalau di Jawa Barat kan ada di Bandung, Purwakarta, Subang, kemudian Majalengka, Bekasi dan tidak mungkin disebutkan kota semuanya. Jadi, itu kira-kira penjelsan dari Pak Erick Thohir,” jelasnya.

Oleh karena itu, Iriawan mempunyai gagasan untuk membuat pusat kawasan olahraga terpadu seperti Jakabaring di Palembang. Iriawan mengaku dirinya akan koordinasi dengan berbagai pihak terkait mengenai rencana itu, serta akan berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

“Oleh sebab itu, berangkat dari pengalaman ini kemarin saya berpikir kenapa kita tidak buat satu gelanggang olahraga yang terkonsentrasi semuanya ada di situ, seperti Jakabaring di Palembang. Kenapa Palembang bisa tapi Jawa Barat belum bisa?” tutur Iriawan.


“Padahal Gelora Bandung Lautan Api cukup besar, kemudian Jalak Harupat cukup besar untuk bisa menampung cabor-cabor yang ada, sehingga nantinya kalau mungkin nanti ada Olimpiade kita bisa juga mengusulkan untuk ada nama sedikit satu nama diantara Kota Jakarta yang ada. Itu gagasan saya,” pungkasnya

Optimasi & Sinkronisasi Program, Iriawan Rapim Bareng Gubernur Terpilih

Mitrapolisi/
BANDUNG - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan menggelar rapat pimpinan (rapim) bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Terpilih hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.

Iriawan mengatakan, rapim tersebut sengaja digelar untuk melakukan optimasi dan sinkronisasi antara program Gubernur dan Wagub Terpilih dengan program Pemda Provinsi Jawa Barat yang telah berjalan.

"Data-data yang kita (Pemda Provinsi Jabar) punya nanti akan kita berikan ke beliau (Gubernur/Wagub Terpilih), sehingga nanti tinggal running. Setelah nanti pelantikan beliau tinggal jalan. Tidak lagi mengumpulkan data, meraba-raba lagi. Semuanya untuk rakyat dan Jawa Barat yang kita cintai," ujar Iriawan ditemui usai rapim tersebut di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (20/8/18).

Data tersebut akan diberikan kepada Tim Optimasi dan Sinkronisasi (TOS) yang dibentuk oleh Emil, sapaan akrab Ridwan Kami. Data ini terkait semua hal tentang Jawa Barat, seperti data pembangunan dan kependudukan yang diperlukan oleh TOS.

"Yang pasti (data) itu dibutuhkan dan nanti disinkronkan dengan programnya daripada Gubernur Terpilih," kata Iriawan.

Termasuk diantaranya data-data tentang pembangunan infrastruktur, baik yang termasuk dalam proyek strategis nasional maupun provinsi. Iriawan meminta agara Emil dan Uu bisa menindaklanjuti program pembangunan yang telah berjalan dan direncanakan.

"Tadi sudah saya sampaikan pembangunan infrastruktur yang termasuk proyek strategis nasional maupun provinsi. Secara gamblang tadi saya sampaikan. Dan nanti Insyaallah akan ditindaklanjuti, yang jelas proyek itu untuk kesejahteraan rakyat Jawa Barat, untuk Jabar Juara," jelas Iriawan.

Gubernur Terpilih Ridwan Kamil (Emil) mengatakan upaya optimasi dan sinkronisasi ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 22 Tahun 2018. Dimana Kepala Daerah Terpilih hasil Pilkada diberikan ruang koordinasi untuk mensinkronkan program.

"Alhamdulillah, tangan terbuka dari beliau (Pj. Gubernur Iriawan) luar biasa. Seluruh OPD hadir hampir 100 persen," ungkap Emil ditemui usai rapim tersebut.

Emil mengatakan dirinya bersama TOS hanya meminta kepada para kepala OPD agar bisa membantu memberikan data yang diperlukan TOS. "Tugasnya hanya satu, agar data-data dan komunikasi lancar, sehingga anggaran 2019 bisa sudah mulai anggaran yang kami design untuk kesejahteraan rakyat yang kita laksanakan," imbuh Emil.

Emil juga menambahkan, Jawa Barat di bawah kepemimpinannya bersama Uu Ruzhanul Ulum akan fokus pada tiga cara. "Cara kita dibagi tiga. Program seratus hari, nanti saya sampaikan kalau sudah final. Program tiga tahun, supaya di tengah juga ada hasil. Dan program akhir masa jabatan," katanya.

Agar berjalan efektif dan efisien, Emil pun ingin ada inovasi dari setiap OPD. "Kata dasarnya inovasi. Artinya kami akan perintahkan OPD untuk kasih gagasan setiap tahun minimal satulah, sehingga kalau ada OPD 20 ada 20 puluh gagasan," tukasnya.

Sementara anggota TOS yang dikomandani Erry Riyana Hardjapamekas ini berasal dari partai politik pengusung dan pendukug Emil dan Uu pada Pilkada lalu. Ada juga unsur pakar, akademisi, serta relawan. Selain itu, masyarakat Jawa Barat juga bisa turut berpartisipasi memberikan masukan untuk Jawa Barat lima tahun ke depan.

"Termasuk mulai minggu ini kami akan buka interaksi dengan masyarakat lewat digital. Masyarakat Jawa Barat yang ingin memberikan kontribusi untuk Jawa Barat lima tahun ke depan seperti apa. Silahkan nanti lewat website, tolong dipopulerkan. Nanti alamat websitenya bisa dilihat di sosmed saya," pungkas Emil.


Emil Berikan Nilai 9 Untuk Pemerintahan Iriawan
Pada kesempatan ini, Emil mengapresiasi upaya Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Iriawan. Dia mengapresiasi efektifitas pemerintahan daerah Jawa Barat serta kegesitan Iriawan.

"Tadi (di Rapim) ada paparan dari Pj. Gubernur, luar biasa. Tugas dari Kemendagri dilaksanakan dengan baik, kami apresiasi. Yang pertama adalah mengefektifkan jalannya pemerintahan. Beliau saya lihat safari ke proyek-proyek yang raksasa, yang besar. Mengunjungi rakyat Jawa Barat juga," kata Emil.

"Lalu mengkondusifkan Pilkada Serentak di Jawa Barat, beliau sangat berhasil. Tidak ada istilah beliau darah tumpah, kaca pecah. Sangat kondusif, lancar Alhamdulillah," sambungnya.

"Saya kira kalau dinilai di atas sembilanlah kegesitannya," tutur Emil.

Emil juga mengaku dirinya mendapat nasihat dari Iriawan yang dianggap sebagai kakak baginya. Iriawan meminta Emil dan Uu bisa merangkul semua elemen masyarakat dalam pemerintahannya untuk lima tahun mendatang. Untuk itu, Emil dan Uu akan membentuk Dewan Pertimbangan Gubernur yang beranggotakan para mantan Gubernur dan Wakil Gubermur Jabar juga semua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur peserta Pilgub Jabar 2018.

"Pak Iwan menasihati saya sebagai adiknya, agar merangkul. Maka kita rangkul semua elemen termasuk Dewan Pertimbangan Gubernur -- Pak Iwan, Insyaallah berkenan ya. Pak Aher (Ahmad Heryawan) juga menyambut baik," tutur Emil.

Dalam rapim, juga tercetus beberapa gagasan dari Iriawan untuk Emil dan Uu. Diantaranya gagasan Iriawan untuk membangun jalan layang tol Pasir Koja-Pasupati sebagai salah satu solusi kemacetan Bandung. Termasuk menggelar upacara serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan dikemas dalam bentuk acara khusus, serta penghargaan bagi ASN yang gugur dalam tugas.

"Termasuk gagasan dari Pak Iwan yang dititipkan ke kami adalah memberi penghargaan dan upacara istimewa jika ada ASN meninggal dunia dalam tugas. Jadi, tidak hanya dimakamkan begitu saja. Ada penghargaan lebih seperti TNI/Polri," jelas Emil.

"Banyak sekali gagasan selama dua bulan lebih (Penjabat Gubernur). Saya atas nama Gubernur dan Wakil Gubenrnur Terpilih memberikan apresiasi. Mudah mudahan tidak berhenti di sini panggilan kita, Insyaallah melebihi panggilan tugas," pungkasnya diamini Iriawan.