Sabtu, 08 September 2018

Emil: Jabar Selatan Perlu Dimekarkan

Mitrapolisi/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai perlu ada pemekaran daerah khususnya di wilayah Jabar bagian selatan. Menurutnya, jumlah penduduk di Jabar sebanyak 48 Juta jiwa atau terbesar se-Indonesia tidak sebanding dengan jumlah daerah saat ini yaitu 27 Kota/ Kabupaten.

"Jadi akan kita perjuangkan untuk pemekaran, prioritasnya di Jabar selatan," kata Emil, sapaan akrabnya, di Bandung, Jumat (7/9/18).

Ia membandingkan, Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk 39 Juta jiwa memiliki 38 Kota/ Kabupaten. Pun dengan Sumatera Utara memiliki 33 daerah dengan jumlah penduduk 14 Juta jiwa.

"Contoh Sumut jumlah penduduknya 14 Juta, daerahnya 33 maka jumlah uang yang munculnya kan jadi 33 kali, kita hanya 27 kali untuk jumlah penduduk yang sangat besar ini," paparnya.

Rencana pemekaran daerah tersebut juga akan diaspirasikannya pada momentum Pilpres mendatang.

"Nanti ada momunteum Pilpres kan akan kita aspirasikan," ucapnya.

Gubernur mengatakan, pemekaran perlu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan dalam pelayanan publik. Contohnya masyarakat di pelosok yang mengurus administrasi kependudukan harus menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke ibu kota daerah.

"Ada yang sampai menempuh waktu 8 jam, kasian kan," ujarnya.

Dipilihnya Jabar selatan untuk pemekaran karena menurutnya selain memiliki daerah luas, potensi kepariwisataan pun sangat besar untuk dikembangkan. Daerah selatan pun alamnya sangat subur. Hal tersebut bisa berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Apabila pemekaran tersebut terealisasi maka tidak akan ada ketimpangan antara wilayah utara, tengah dan selatan.

Mengenai berapa daerah yang akan dimekarkan, Emil belum menyebut jumlahnya. Ia akan membahasnya terlebih dulu dengan DPRD Jabar.

"Berapa jumlahnya harus dibahas dulu dengan dewan," ujarnya.

Jumat, 07 September 2018

Gebrakan Kang Emil: Jabar Selatan Akan Dimekarkan

Mitrapolisi/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai perlu ada pemekaran daerah khususnya di wilayah Jabar bagian selatan. Menurutnya, jumlah penduduk di Jabar sebanyak 48 Juta jiwa atau terbesar se-Indonesia tidak sebanding dengan jumlah daerah saat ini yaitu 27 Kota/ Kabupaten.

"Jadi akan kita perjuangkan untuk pemekaran, prioritasnya di Jabar selatan," kata Emil, sapaan akrabnya, di Bandung, Jumat (7/9/18).

Ia membandingkan, Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk 39 Juta jiwa memiliki 38 Kota/ Kabupaten. Pun dengan Sumatera Utara memiliki 33 daerah dengan jumlah penduduk 14 Juta jiwa.

"Contoh Sumut jumlah penduduknya 14 Juta, daerahnya 33 maka jumlah uang yang munculnya kan jadi 33 kali, kita hanya 27 kali untuk jumlah penduduk yang sangat besar ini," paparnya.

Rencana pemekaran daerah tersebut juga akan diaspirasikannya pada momentum Pilpres mendatang.

"Nanti ada momunteum Pilpres kan akan kita aspirasikan," ucapnya.

Gubernur mengatakan, pemekaran perlu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan dalam pelayanan publik. Contohnya masyarakat di pelosok yang mengurus administrasi kependudukan harus menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke ibu kota daerah.

"Ada yang sampai menempuh waktu 8 jam, kasian kan," ujarnya.

Dipilihnya Jabar selatan untuk pemekaran karena menurutnya selain memiliki daerah luas, potensi kepariwisataan pun sangat besar untuk dikembangkan. Daerah selatan pun alamnya sangat subur. Hal tersebut bisa berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Apabila pemekaran tersebut terealisasi maka tidak akan ada ketimpangan antara wilayah utara, tengah dan selatan.

Mengenai berapa daerah yang akan dimekarkan, Emil belum menyebut jumlahnya. Ia akan membahasnya terlebih dulu dengan DPRD Jabar.

"Berapa jumlahnya harus dibahas dulu dengan dewan," ujarnya.

Kang Emil Datang Akan Tata Gedung Sate Jadi Bangunan Ramah Wisatawan

Mitrapolisi/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berencana akan menata ulang beberapa ruangan dan halaman Gedung Sate. Namun tidak akan merubah struktur utama karena merupakan bangunan heritage.

Menurut Emil, sapaan akrabnya, setelah Ia meninjau ke beberapa sudut Gedung Sate di hari pertamanya berkantor, ada sejumlah ruangan maupun halaman mubazir yang harus dimanfaatkan.

"Saya punya mata sebagai arsitek, disini banyak ruang-ruang mubazir sebenarnya lebih baik dimanfaatkan oleh masyarakat seperti di halaman belakang itu, asalkan tidak mengganggu aktivitas kerja pegawai," terang Emil di Gedung Sate, Jumat (7/9/18).

Sebagai bangunan cagar budaya dan menjadi destinasi wisata, rencananya penataan Gedung Sate ini akan berkonsep ramah wisatawan.

"Kita ingin Gedung Sate ini juga ramah kepada wisatawan lebih dari yang sekarang," ujarnya.

Ia menginginkan Gedung yang dibanguan tahun 1920 ini tidak memiliki kesan angker dan formal.

"Jangan angker, jangan terkesan sangat formal seperti istana negara," ucapnya.

Emil menggambarkan penataan di beberapa sudut Gedung Sate ini seperti di halaman belakang yang akan dibuat pelataran. Di halaman tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk menerima tamu kenegaraan.

"Misalnya di halaman belakang akan dibuat seperti pelataran. Kota Bandung kan cuacanya sejuk ya nanti bisa untuk makan malam disitu, bisa juga dijadikan untuk menerima tamu kenegaraan," jelasnya.

Dalam program 100 hari kerjanya, Emil akan memprioritaskan pada koordinasi antar daerah, kemudian mereformasi pelayanan publik dan yang akan segera dilaunching pada minggu pertamanya ini adalah program Jabar Quick Respon.

"Awal minggu depan kita akan merilis program baru Jabar Quick Respon, di luar itu ada program penataan kawasan kantor termasuk Gedung Sate ini," ujarnya.

Realisasi penataan Gedung Sate tersebut rencananya dilakukan di tahun 2019.

"Kalau yang menata Gedung Sate ini dalam setahun kedepan, itu kan anggarannya di 2019," tutupnya.(Arm)*

Ridwan Kamil: Warga Jabar Harus Bahagia

Mitrapolisi/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertekad akan membuat Jabar sebagai provinsi terbahagia di Indonesia. Keberhasilannya memimpin Kota Bandung di mana tingkat kebahagiaan warganya mencapai 90 persen rencananya akan diaplikasikan di seluruh daerah di Jabar.

Tekad tersebut dikatakan Ridwan Kamil di agenda pertamanya sebagai Gubernur Jabar yaitu saat membuka Kongres Himpunan Psikologi Indoenesia (Himpsi) XII di Bandung, Jumat (07/09/2018).

"Kita bertekad di akhir masa jabatan saya warga Jabar harus bahagia juga," ujarnya.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menuturkan, saat ini tingkat kebahagiaan Provinsi Jawa Barat berada di rangking 29 dari 34 Provinsi. Untuk itu sejumlah inovasi yang berhasil meningkatkan indeks kebahagiaan di Kota Bandung seperti peningkatan ruang publik atau taman-taman, interaksi melalui media sosial, menemui warga tidak mampu hingga program Kekasih Juara akan diterapkan pula di daerah Jabar lainnya. Namun program tersebut akan disesuaikan tergantung kondisi daerahnya.

"Caranya rumus Bandung akan saya pakai, ada interaksi sosial, ruang publik, ruang silaturahmi, bertemu warga-warga tidak mampu, Kekasih Juara dan masih banyak lagi tapi bila nanti hasilnya belum maksimal ya kita cari cara lain lagi," terang Emil.

Khusus untuk program Kekasih Juara atau Kendaraan Konseling Silih Asih menurutnya inovasi tersebut akan cocok diterapkan di daerah-daerah yang tingkat stresnya cukup tinggi seperti di Kota Depok dan Bekasi.

"Salah satunya program Kekasih Juara, kalau Bandung membutuhkan berarti daerah lain pun butuh, terutama daerah urban. Ya, seperti Depok dan Bekasi yang tingkat stres nya lebih tinggi," ujarnya.

Program-program dalam upaya meningkatkan kebahagiaan tersebut, lanjut Emil, bahkan sudah dianggarkan di APBD Jabar tahun 2019

"Kita akan hadirkan program itu dan sudah saya anggarkan di APBD 2019," jelasnya.

Lebih jauh Emil menuturkan, untuk mencapai kebahagiaan tidak hanya melulu membangun ruang-ruang fisik, namun ruang batin pun harus diisi. Karenanya ia meminta masukan dari para Psikolog dalam kongres Himpsi tersebut berupa teori-teori baru demi mewujudkan targetnya tersebut.

"Mungkin ada teori-teori baru dari Psikolog yang harus pemimpin pahami, makanya saya minta masukannya agar masyarakat ini dibangun tidak hanya dengan ruang-ruang fisik tapi ruang batin juga harus kita isi," katanya.

Kamis, 06 September 2018

Sertijab Gubernur Jabar, Ridwan Kamil & UU Ruzhanul Ulum Resmi Berkantor di Gedung Sate

Mitrapolisi/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan serah terima jabatan dengan Mochamad Iriawan yang sebelumnya sebagai Penjabat Gubernur, di Gedung Sate, Kamis (06/09/2018), pascapelantikan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara kemarin

Upacara Sertijab kali ini dikemas dengan cara berbeda. Diawali dengan penyambutan Gubernur dan Wagub Jabar di pintu gerbang Gedung Sate oleh Iriawan dan Sekda Iwa Karniwa yang diiringi proses adat Lengser. Upacara yang digelar sejak pukul 09.00 pagi itu juga melibatkan ribuan masyarakat dan undangan yang menyaksikan momen tersebut. Pihak keamanan pun menerjunkan ratusan personil Kepolisian yang disebar di beberapa titik. Prosesi pelepasan Iriawan dilakukan dengan upacara Pedang Pora oleh 50 Praja IPDN.

Usai penandatanganan berita acara Sertijab Gubernur dan penyerahan memori jabatan, Iriawan menyampaikan beberapa capaian dalam memimpin Jabar selama 2 bulan 16 hari sejak dirinya dilantik menjadi Penjabat Gubernur pada 18 Juni 2018 lalu. Ia mengungkapkan, pada bulan pertama penugasannya ada 2 tugas pokok yang diberikan oleh Mendagri. Yaitu mengefektifkan roda pemerintahan dan mengawal penyelenggaraan Pilkada serentak Jabar 2018.

"Alhamdulillah roda pemerintahan berjalan lancar melalui percepatan-percepatan, Pilkada juga berjalan sukses, aman, lancar, kondusif, tidak ada satupun peluru yang keluar, kaca yang pecah dan darah yang menetes," ucap Iriawan.

Disamping kedua tugas pokok tersebut,  Iriawan pun mendapat tugas tambahan mempercepat persiapan agenda nasional dan proyek-proyek infrastruktur startegis nasional di Jabar. Diantaranya persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018, program Citarum Harum, pengembangan BIJB Kertajati, pembangunan pelabuhan Patimban, tol Cisumdawu, Bocimi, empat bendungan strategis dan pengentasan kemiskinan di Jabar selatan. Adapun program strategis provinsi yang kini tengah berjalan yaitu pembangunan Bandara Cikembar, pengembangan Lanud Wiriadinata, TPPAS regional Nambo, Legok Nangka dan penyelenggaraan Porda XV 2018 di Kabupaten Bogor.

"Disamping itu ada beberapa gagasan saya juga yang mendapat respon dari pemerintah pusat," ujarnya.

Gagasannya itu antara lain pembangunan jalan tol Gedebage-Majalaya-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Cilacap, yang semula tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasik). Kemudian pembangunan jalan tol Sukabumi Sukabumi-Cianjur-Padalarang dan jalan tol layang dalam Kota Bandung poros selatan-utara.

"Alhamdulillah respon dari Pak Presiden dan Menteri terkait cukup baik," katanya.

Dalam pidato terakhirnya itu, Iriawan juga menyampaikan pesan kepada Gubernur dan Wagub baru agar fokus mengawal BIJB Kertajati dimana share holders dengan Angkasa Pura II harus mementingkan kepentingan masyarakat Jabar, meneruskan program Citarum Harum sebagai agenda nasional dan mengeluarkan solusi-solusi untuk pengentasan kemiskinan di Jabar selatan.

"Saya yakin suksesi kepemimpinan baru di Jabar dapat mendorong kearah yang lebih baik lagi dibawah Pak Ridwan Kamil dan Pak UU," tuturnya.

Kini, Iriawan kembali fokus sebagai Sestama Lemhanas di Jakarta. Sebagai aparat dan Bhayangkari sejati dirinya mengaku siap ditugaskan dimanapun dan kapanpun selama dibutuhkan. Namun sebagai warga asli Jabar dan beberapa waktu lalu sudah dinobatkan menjadi inohong Jabar, dirinya tetap memiliki komitmen kuat untuk terus membangun dan mengabdi bagi Jabar.

Diakhir sambutannya, Iriawan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh aparat dan staf Pemprov Jabar yang telah mendukung dan mendampinginya selama bertugas.

"Semoga kebaikan dibalas dan bernilai pahala dimata Allah SWT. Saya atas nama pribadi dan keluarga juga menyampaikan permohonan maaf bila terdapat kekhilafan baik kata maupun perbuatan," pungkasnya.



Ridwan Kamil: Kami Akan Ngabret 5 Tahun Kedepan

Dalam pidato pertamanya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengutarakan tekadnya melayani 48 juta masyarakat Jabar. Emil sapaan akrabnya mengatakan, semua masyarakat baik yang memilihnya maupun tidak, harus terlayani dan tidak akan membeda-bedakan.

"Mulai hari ini saya bukan lagi Gubernur pasangan Rindu tapi saya dan Pak UU adalah Gubernur dan Wagub seluruh rakyat Jabar. Semua rakyat akan kami urus hidupnya mau itu mereka memilih kami atau bukan tidak akan kami bedakan," katanya.

Menurut Emil, ada ketidak adilan politik yaitu jumlah penduduk besar namun hanya memiliki 27 Kota/ Kabupaten. Untuk itu, dalam program 100 hari kedepan Ia berencana akan melakukan pemekaran daerah. Tetapi akan dibahas terlebih dahulu dengan DPRD Jabar.

"Ada ketidak adilan politik yaitu jumlah penduduk banyak tapi daerah hanya 27 jadi ngurusnya riweuh, salah satu cara politiknya adalah pemekaran, berapa jumlahnya harus dibahas dulu dengan dewan. Prioritas di wilayah Jabar selatan," terangnya.

Dalam program 100 hari kerja itu terlebih dahulu Gubernur Emil akan berkoordinasi dengan FKPD Jabar, ke dinas-dinas dan keliling ke daerah. Untuk memudahkan koordinasi, Ia juga akan membuat grup di aplikasi WhatApp yang anggotanya adalah para Bupati dan Walikota.

"Saya butuh waktu kan sebagai orang baru untuk menyerap aspirasi nanti akan dirilis dalam sebuah program ada yang 100 hari ada yang 3 tahun dan 5 tahun," katanya.

Program 100 hari kerja yang sudah disiapkannya yaitu program satu desa satu perusahaan, satu desa satu pesantren, provinsi digital, kepala desa dengan smartphone yang terkoordinasi.

"Saya kira itu yang paling realistis. Kalau target infrastruktur itu di 3 tahun bukan 100 hari.

Dalam kesempatan itu Emil dan Wagub UU Ruzhanul Ulum juga mengatakan akan melanjutkan program yang sudah berjalan baik yang telah dibangun oleh Gubernur dan Wagub sebelumnya Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar.

"Saya dan Pak UU akan melanjutkan yang sudah baik oleh Pak Ahmad Heryawan dan Pak Deddy Mizwar, hormat kami kepada mereka berdua," ucapnya.

Visi yang diutarakan pada saat kampanye nya yaitu terwujudnya Jabar Juara lahir dan batin. Emil menjelaskan, juara artinya SDM Jabar harus terbaik pendidikannya dan daya saing ekonomi dengan cara yang akan ditawarkannya. Sedangkan lahir batin artinya tidak hanya akan membangun infrastruktur fisik saja tapi juga membangun manusia yang religius, pancasilais, toleran dan kompetitif.

"Saya ingin membangun Jabar sebagai provinsi yang warganya paling bahagia, Jabar rangkingnya masih 5 dibawah urusan kebahagiaan maka kami bertekad dalam 5 tahun meningkatkan indeks kebahagiaan. Inovasi kami di Bandung dan Tasikmalaya pun akan dibawa ke Jabar. Pokoknya Saya dan Pak UU akan ngabret dalam 5 tahun kedepan," tegasnya.

Usai upacara Sertijab dan pisah sambut, Gubernur dan Wagub Jabar dilanjutkan rapat paripurna istimewa dengan DPRD Jabar. Dihadapan para anggota, Ridwan Kamil menyampaikan visi dan misi pembangunan Jabar 2018-2023.(Arm)*

Gubernur Emil Tugaskan Oded Jadi Plt Walkot Bandung & Ade Jadi Plt Bupati Tasikmalaya

Mitrapolisi/
BANDUNG - Ridwan Kamil (Emil) mengeluarkan keputusan pertamanya sebagai Gubernur Jawa Barat pasca sehari dilantik. Kamis (06/09/2018) sore usai menerima penyerahan jabatan Gubernur Jabar dari Mochamad Iriawan, Emil langsung memanggil Wakil Walikota Bandung Oded M Danial dan Wakil Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto ke Gedung Sate Bandung. Gubernur Emil menugaskan keduanya untuk menjadi Pelaksana tugas (Plt) pada daerahnya masing-masing yang dituangkan melalui surat keputusan Gubernur.



"Hari ini saya mengambil keputusan pertama sebagai Gubernur Jabar yaitu menyerahkan formulir terkait pengangkatan Pelaksana tugas (Plt) Kota Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya, karena jangan sampai terjadi kekosongan pemerintahan dan tidak bolah ada rangkap jabatan," ujarnya. 


Oded dan Ade akan menjadi Plt hingga dilantiknya kepala daerah definitif. Seperti diketahui setelah Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dilantik menjadi Gubernur dan Wagub Jabar periode 2018-2023, otomatis ada kekosongan jabatan Walikota Bandung dan Bupati Tasikmalaya. Oded M Danial yang sebelumnya adalah Wakil Walikota Bandung akan menjadi Plt Walikota sampai akhir masa jabatan yaitu tanggal 16 September 2018. 


"Oded M Danial akan menjadi Plt Walikota sampai berakhirnya jabatan yaitu 16 September 2018," kata Emil. 


Rencananya Walikota Bandung definitif akan dilantik pada tanggal 20 September 2018. Untuk itu, kata Emil, dari tanggal 16 sampai 20 September akan ada pelantikan Penjabat Walikota Bandung. Kemungkinan besar, lanjutnya, M Solihin akan kembali dilantik menjadi Pj Walikota selama empat hari.
  

"Kalau Pak Oded dilantik sebagai Walikota Bandung definitif tanggal 20 September 2018 maka selama tanggal 16-20 September itu akan ada Penjabat Walikota yang kemungkinan oleh Pak Solihin lagi. Setelah tanggal 20 Pak Oded akan melanjutkan secara resmi sebagai Walikota Bandung definitif," jelasnya.
  

Demikian halnya di Tasikmalaya, Ade Sugianto yang sebelumnya adalah wakil dari Uu Ruzhanul Ulum, akan menjadi Plt Bupati hingga dilantiknya Bupati definitif. Bedanya, masa jabatan Plt Bupati Ade Sugianto berakhir sampai tahun 2021. Untuk itu, Emil meminta Ade secepatnya berkordinasi dengan DPRD untuk menentukan Wakil Bupatinya. Dengan begitu maka Ade akan menjadi Bupati Tasikmalaya definitif bersama wakil yang diusungnya. 


"Bedanya masa jabatan Pak Ade ini kan sampai 2021 karena itu secepatnya pula saya tugaskan beliau berkomunikasi dengan DPRD Tasikmalaya untuk menentukan Wakil Bupati penggantinya, kalau sudah maka beliau akan dilantik resmi menjadi Bupati definitif dengan Wakilnya," pintanya. 


Emil berpesan untuk Oded dan Ade agar melalukan komunikasi efektif dengan berbagai pihak. Sesuai janjinya, Emil pun akan membuat WA grup untuk memudahkan koordinasi dengan seluruh kepala daerah di Jabar. 


"Sekarang juga ada Perpres No 8 tahun 2018 tentang kewenangan Gubenrur yang baru, itu harus dipelajari batas-batasnya dimana supaya relasi admninistrasi negaranya berjalan baik," pungkas Emil.

Sertijab Gubernur Jabar, Emil & UU Resmi Berkantor di Gedung Sate

Mitrapolisi/
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan serah terima jabatan dengan Mochamad Iriawan yang sebelumnya sebagai Penjabat Gubernur, di Gedung Sate, Kamis (06/09/2018), pascapelantikan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara kemarin

Upacara Sertijab kali ini dikemas dengan cara berbeda. Diawali dengan penyambutan Gubernur dan Wagub Jabar di pintu gerbang Gedung Sate oleh Iriawan dan Sekda Iwa Karniwa yang diiringi proses adat Lengser. Upacara yang digelar sejak pukul 09.00 pagi itu juga melibatkan ribuan masyarakat dan undangan yang menyaksikan momen tersebut. Pihak keamanan pun menerjunkan ratusan personil Kepolisian yang disebar di beberapa titik. Prosesi pelepasan Iriawan dilakukan dengan upacara Pedang Pora oleh 50 Praja IPDN.

Usai penandatanganan berita acara Sertijab Gubernur dan penyerahan memori jabatan, Iriawan menyampaikan beberapa capaian dalam memimpin Jabar selama 2 bulan 16 hari sejak dirinya dilantik menjadi Penjabat Gubernur pada 18 Juni 2018 lalu. Ia mengungkapkan, pada bulan pertama penugasannya ada 2 tugas pokok yang diberikan oleh Mendagri. Yaitu mengefektifkan roda pemerintahan dan mengawal penyelenggaraan Pilkada serentak Jabar 2018.

"Alhamdulillah roda pemerintahan berjalan lancar melalui percepatan-percepatan, Pilkada juga berjalan sukses, aman, lancar, kondusif, tidak ada satupun peluru yang keluar, kaca yang pecah dan darah yang menetes," ucap Iriawan.

Disamping kedua tugas pokok tersebut,  Iriawan pun mendapat tugas tambahan mempercepat persiapan agenda nasional dan proyek-proyek infrastruktur startegis nasional di Jabar. Diantaranya persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018, program Citarum Harum, pengembangan BIJB Kertajati, pembangunan pelabuhan Patimban, tol Cisumdawu, Bocimi, empat bendungan strategis dan pengentasan kemiskinan di Jabar selatan. Adapun program strategis provinsi yang kini tengah berjalan yaitu pembangunan Bandara Cikembar, pengembangan Lanud Wiriadinata, TPPAS regional Nambo, Legok Nangka dan penyelenggaraan Porda XV 2018 di Kabupaten Bogor.

"Disamping itu ada beberapa gagasan saya juga yang mendapat respon dari pemerintah pusat," ujarnya.

Gagasannya itu antara lain pembangunan jalan tol Gedebage-Majalaya-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Cilacap, yang semula tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasik). Kemudian pembangunan jalan tol Sukabumi Sukabumi-Cianjur-Padalarang dan jalan tol layang dalam Kota Bandung poros selatan-utara.

"Alhamdulillah respon dari Pak Presiden dan Menteri terkait cukup baik," katanya.

Dalam pidato terakhirnya itu, Iriawan juga menyampaikan pesan kepada Gubernur dan Wagub baru agar fokus mengawal BIJB Kertajati dimana share holders dengan Angkasa Pura II harus mementingkan kepentingan masyarakat Jabar, meneruskan program Citarum Harum sebagai agenda nasional dan mengeluarkan solusi-solusi untuk pengentasan kemiskinan di Jabar selatan.

"Saya yakin suksesi kepemimpinan baru di Jabar dapat mendorong kearah yang lebih baik lagi dibawah Pak Ridwan Kamil dan Pak UU," tuturnya.

Kini, Iriawan kembali fokus sebagai Sestama Lemhanas di Jakarta. Sebagai aparat dan Bhayangkari sejati dirinya mengaku siap ditugaskan dimanapun dan kapanpun selama dibutuhkan. Namun sebagai warga asli Jabar dan beberapa waktu lalu sudah dinobatkan menjadi inohong Jabar, dirinya tetap memiliki komitmen kuat untuk terus membangun dan mengabdi bagi Jabar.

Diakhir sambutannya, Iriawan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh aparat dan staf Pemprov Jabar yang telah mendukung dan mendampinginya selama bertugas.

"Semoga kebaikan dibalas dan bernilai pahala dimata Allah SWT. Saya atas nama pribadi dan keluarga juga menyampaikan permohonan maaf bila terdapat kekhilafan baik kata maupun perbuatan," pungkasnya.



Ridwan Kamil: Kami Akan Ngabret 5 Tahun Kedepan

Dalam pidato pertamanya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengutarakan tekadnya melayani 48 juta masyarakat Jabar. Emil sapaan akrabnya mengatakan, semua masyarakat baik yang memilihnya maupun tidak, harus terlayani dan tidak akan membeda-bedakan.

"Mulai hari ini saya bukan lagi Gubernur pasangan Rindu tapi saya dan Pak UU adalah Gubernur dan Wagub seluruh rakyat Jabar. Semua rakyat akan kami urus hidupnya mau itu mereka memilih kami atau bukan tidak akan kami bedakan," katanya.

Menurut Emil, ada ketidak adilan politik yaitu jumlah penduduk besar namun hanya memiliki 27 Kota/ Kabupaten. Untuk itu, dalam program 100 hari kedepan Ia berencana akan melakukan pemekaran daerah. Tetapi akan dibahas terlebih dahulu dengan DPRD Jabar.

"Ada ketidak adilan politik yaitu jumlah penduduk banyak tapi daerah hanya 27 jadi ngurusnya riweuh, salah satu cara politiknya adalah pemekaran, berapa jumlahnya harus dibahas dulu dengan dewan. Prioritas di wilayah Jabar selatan," terangnya.

Dalam program 100 hari kerja itu terlebih dahulu Gubernur Emil akan berkoordinasi dengan FKPD Jabar, ke dinas-dinas dan keliling ke daerah. Untuk memudahkan koordinasi, Ia juga akan membuat grup di aplikasi WhatApp yang anggotanya adalah para Bupati dan Walikota.

"Saya butuh waktu kan sebagai orang baru untuk menyerap aspirasi nanti akan dirilis dalam sebuah program ada yang 100 hari ada yang 3 tahun dan 5 tahun," katanya.

Program 100 hari kerja yang sudah disiapkannya yaitu program satu desa satu perusahaan, satu desa satu pesantren, provinsi digital, kepala desa dengan smartphone yang terkoordinasi.

"Saya kira itu yang paling realistis. Kalau target infrastruktur itu di 3 tahun bukan 100 hari.

Dalam kesempatan itu Emil dan Wagub UU Ruzhanul Ulum juga mengatakan akan melanjutkan program yang sudah berjalan baik yang telah dibangun oleh Gubernur dan Wagub sebelumnya Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar.

"Saya dan Pak UU akan melanjutkan yang sudah baik oleh Pak Ahmad Heryawan dan Pak Deddy Mizwar, hormat kami kepada mereka berdua," ucapnya.

Visi yang diutarakan pada saat kampanye nya yaitu terwujudnya Jabar Juara lahir dan batin. Emil menjelaskan, juara artinya SDM Jabar harus terbaik pendidikannya dan daya saing ekonomi dengan cara yang akan ditawarkannya. Sedangkan lahir batin artinya tidak hanya akan membangun infrastruktur fisik saja tapi juga membangun manusia yang religius, pancasilais, toleran dan kompetitif.

"Saya ingin membangun Jabar sebagai provinsi yang warganya paling bahagia, Jabar rangkingnya masih 5 dibawah urusan kebahagiaan maka kami bertekad dalam 5 tahun meningkatkan indeks kebahagiaan. Inovasi kami di Bandung dan Tasikmalaya pun akan dibawa ke Jabar. Pokoknya Saya dan Pak UU akan ngabret dalam 5 tahun kedepan," tegasnya.

Usai upacara Sertijab dan pisah sambut, Gubernur dan Wagub Jabar dilanjutkan rapat paripurna istimewa dengan DPRD Jabar. Dihadapan para anggota, Ridwan Kamil menyampaikan visi dan misi pembangunan Jabar 2018-2023.(Arm)*

Rabu, 05 September 2018

Gubernur dan Wagub Jabar Dilantik 5 September 2018

Mitrapolisi/
BANDUNG -- Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2018- 2023, M. Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum, akan dilantik pada Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2018 pada Rabu, 5 September 2018 beserta delapan kepala daerah lain. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan melantik gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 dalam dua tahap yang masing-masing digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan berdasarkan Radiogram dari Kementerian Dalam Negeri No. T.121/7055/OTDA tanggal 4 September 2018, selain Jabar ada delapan kepala daerah lain yang dilantik pada tahap I. "Selain Jabar, dilantik juga Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua," jelasnya di Bandung, Rabu,5//9/18).
Untuk Serah Terima Jabatan (Sertijab) akan dilaksanakan pada Kamis (6/9/18) pukul 09.00 WIB di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung. "Siangnya, akan diselenggarakan Penyampaian Pidato Visi Misi Gubernur Jawa  Barat Masa Jabatan 2018-2023 pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Barat. di Gedung DPRD Prov. Jabar," tambahnya.
Terungkap dalam radiogram pelantikan berlangsung di Istana Negara nanti akan dihadiri undangan terbatas. Selain gubernur dan wakil gubernur yang dilantik beserta istri, turut diundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta penjabat gubernur dan istri, Ketua KPU Provinsi, Ketua Bawaslu, dan Sekretaris Daerah masing-masing provinsi.
Menurut Iwa, setelah pelantikan kepala daerah akan digelar pula pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK masing-masing daerah sesuai jadwal di tahap I di Gedung C Sasana Bhakti Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat pada pukul 14.00 WIB. 
Iwa mengatakan pihaknya siap memfasilitasi apa saja yang menjadi program pelantikan dan apa yang diputuskan presiden, termasuk mempersiapkan segala sesuatunya agar berjalan aman dan lancar.

18 Bulan Selesai, Iriawan Canangkan Pembangunan TPPAS Regional Lulut-Nambo

Mitrapolisi/
BANDUNG – Pemda Provinsi Jawa Barat secara resmi mencanangkan pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo di Kecamatan Klapanungggal, Kabupaten Bogor. Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan menandatangani prasasti pencanangan tersebut di Gedung Sate, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Selasa (4/9/18).

Setelah pencanangan ini, Iriawan berharap proses pembangunan TPPAS segera dilakukan. Ditargetkan pembangunan akan selesai dalam waktu 18 bulan. “Targetnya tadi disampaikan oleh pemenang lelang, yaitu 18 bulan (proses pembangunan). Tolong ini diawasi,” pinta Iriawan ditemui usai acara pencanangan.

“Saya mau segera karena sudah banyak sampah menumpuk di wilayah Metropolitan Bogor dan sekitarnya. Baik itu Depok, kemudian juga Tangerang Selatan yang meminta bantuan ke kita untuk bisa memproses sampah yang ada di Tangerang Selatan,” tambahnya.

Hal ini sebagai wujud komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat dalam melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Terlebih lagi proses pengolahan dan pemrosesan sampah ini akan ramah lingkungan dengan dukungan teknologi.

“Luar biasa sekarang, dulu sampah menjadi masalah besar sekarang bisa jadi uang kemudian bisa diproses lalu menjadi energi,” ujar Iriawan dalam sambutannya di acara pencanangan.

TPPAS Regional Lulut-Nambo mulai direncanakan pada 2002 melalui kajian Jabodetabek Waste Management Corporation (JWMC). Ini diprakarsai oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Pemda Provinsi Jawa Barat kemudian menindaklanjutinya melalui penyusunan dokumen perencanaan, meliputi studi kelayakan, desain perencanaan rinci (DED), analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), serta dokumen pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sekitar lokasi TPPAS.

TPPAS yang terletak di Desa Lulut dan Desa Nambo ini akan memproses sampah dari wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok dengan kapasitas operasi sebanyak 1.500 ton/hari. Pada awal tahun ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun menyatakan akan turut memanfaatkan TPPAS Regional Lulut-Nambo, sehingga kapasitas pengolahan meningkat menjadi 1.800 ton/hari.

Pembangunan TPPAS ini telah selesai dilakukan untuk tahap pembangunan infrastruktur dasar dengan biaya APBN, meliputi pembangunan sanitary landfill dan ipal. Pembangunan sarana dan prasarana penunjang masih terus dilaksanakan secara bertahap sesuai alokasi yang tersedia dalam APBD Pemda Provinsi Jawa Barat. Diantaranya meliputi pembangunan jalan akses dan jalan operasi, serta pembangunan pagar dan pintu gerbang.

Pembangunan instalasi pengolahan sampah ini dilakukan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan badan usaha pemenang lelang, yaitu PT Jabar Bersih Lestari (JBL). Pemilihan mitra kerja sama ini dilakukan secara transparan dan akuntabel, sehingga diperoleh badan usaha yang benar-benar mampu secara finansial, mempunyai kompetensi teknis dan teknologi handal, serta aman bagi lingkungan.

Pengolahan sampah akan mengadopsi teknologi mechanical biological treatment (MBT). Dimana sampah diolah untuk menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara atau lazim disebut refuse derived fuel (RDF) yang digunakan oleh industri semen. Apabila proses pembangunan berjalan lancar, TPPAS Regional Lulut-Nambo dapat dioperasikan secara penuh pada pertengahan 2020.

Direktur Utama PT Jabar Bersih Lestari Mr. Do Yun Yu mengatakan, apabila TPPAS ini berhasil beroperasi akan menjadi proyek RDF pertama di Indonesia. Karena RDF merupakan bahan bakar ramah lingkungan berupa batu bara hijau.

“Ini akan menjadi proyek RDF pertama di Indonesia dan diharapkan akan menjadi model yang baik bagi pengelolaan limbah di Indonesia, serta negara-negara lain di Asia Tenggara,” harap Do Yun Yu.

Sebagai Perwakilan dari PT JBL, Do Yun Yu berjanji akan membuat proyek sampah ini berhasil. “Saya berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan proyek berhasil dilaksanakan dengan ramah lingkungan, higienis, dan selaras dengan masyarakat,” ujar Do Yun Yu dalam sambutannya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Kristian Kartawijaya menyambut baik proyek TPPAS ini. Menurutnya, proyek sampah Lulut-Nambo memiliki nilai strategis karena dari sampah rumah tangga bisa menjadi sumber energi. Ini adalah sejarah baru bagi Indonesia.

“Sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari, bahwa plastik adalah masalah yang memusingkan. Tapi dengan teknologi ini plastik pun bisa kita makan. Jadi plastik-plastik yang ditakuti oleh negara ini bisa menjadi sumber bahan bakar,” ungkap Kristian.

Selain itu, lanjut Kristian, hasil pengolahan sampahnya yaitu RDF yang bisa mengurangi karbon dari industri semen. Dia pun berujar proyek ini diharapkan bisa menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah bagi daerah lain di Indonesia.

“Kami percaya ini akan menjadi energi yang lebih ramah lingkungan, terbarukan, serta mengurangi emisi karbon bagi indutri semen itu sendiri,” pungkas Kristian.


Pencanangan Jalan Tol NS-Link Bandung

Selain mencanangkan pembangunan TPPAS Regional Lulut-Nambo, pada kesempatan ini Iriawan juga mencanangkan pengembangan Jalan Tol North South (NS)-Link dalam Kota Bandung. Tol ini untuk mengurai kepadatan di Kota Bandung, serta melengkapi konsep pengembangan jaringan Jalan Tol Kota Bandung terutama pada area dalam kota.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama mitra strategis, pemilik konsesi Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, yakni PT Citra Marga Lintas Jabar dan BUMD PT Jasa Sarana telah melakukan kajian internal. Jalan tol ini akan memberikan alternatif agar dapat mengakomodir pergerakan kendaraan atau lalu lintas dari dan ke pusat Kota Bandung, kawasan wisata dan residensial, sehingga berdampak positif pada peningkatan ekonomi wilayah perkotaan.

Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan bersama Direktur PT Citra Marga Lintas Jabar Agus Winarso dan Harangan P Sianipar dan Direktur Utama PT Jasa Sarana Dyah SH Wahjusari menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pencanangan Pengembangan Jalan Tol NS-Link Bandung ini.

Iriawan mengatakan bahwa pihaknya secara langsung telah menghubungi Kementerian PUPR terkait progres pembangunan proyek tol ini. Hingga saat ini proses pengkajiannya sudah dilakukan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Semua sudah kami lakukan, saya sudah telepon Pak Menteri PUPR kebetulan direspon langsung dan sudah turun ke Dirjen Bina Marga, tentunya ada pengkajian,” kata Iriawan ditemui usai acara pencanangan.

“Saya ingin ini supaya betul-betul terlaksana. Karena, pertama untuk mengurai kemacetan dan kedua, akan ada ikon Kota Bandung yang cukup bagus,” lanjutnya.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Dyah SH Wahjusari menuturkan NS-Link hadir sebagai solusi di Kota Bandung. Jalan Tol Dalam Kota sepanjang 14,30 km akan berdiri diatas luas tanah 75.000 meter persegi.

Proses pembangunan akan terbagi tiga seksi, yaitu Seksi I Pasirkoja – Mohamad Toha sepanjang 7,60 km, Seksi II Mohamad Toha – Gatot Subroto 3,60 km, dan Seksi III Gatot Subroto – Surapati 3,10 km. Total investment cost proyek ini mencapai Rp 8,491 Triliun dengan target konstruksi pada Triwulan IV 2019.

Selasa, 04 September 2018

Asian Games 2018, Pemprov Jabar Berikan Kadeudeuh Untuk Atlet Peraih Medali

Mitrapolisi/
BANDUNG - Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan memberikan apresiasi kepada para atlet asal Jawa Barat peraih medali Asian Games 2018 Jakarta Palembang.

Secara simbolis, apresiasi berupa piagam penghargaan dan uang kadeudeuh ini diberikan pada acara jamuan makan malam Iriawan bersama para atlet di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Selasa malam (4/9/18).

"Saya mengumpulkan atlet Asian Games (Indonesia) asal Jawa Barat. Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada mereka khususnya atlet peraih medali emas, perak, atau perunggu," kata Iriawan.

"Kami ingin memberikan apresiasi dan sedikit kadeudeuh dari provinsi dan Bank BJB," tambahnya.

Total bonus yang diberikan Pemda Provinsi Jawa Barat sebanyak Rp 2,5 Miliar, sementara Bank BJB juga akan memberikan bonus dalam bentuk tabungan. Selain itu, turut hadir salah satu pengusaha yang memberikan bonus dengan total uang sebanyak Rp 500 juta.

Dalam event Asian Games 2018 Jakarta Palembang, Indonesia meraih 31 emas. Dari jumlah ini 14 diantaranya disumbangkan oleh atlet-atlet asal Jawa Barat dari cabang olahraga (cabor) Pencak Silat, Rowing, dan Taekwondo.

Ada 53 medali atau 19,93% dari total medali Asian Games 2018 yang diraih Indonesia diperoleh atlet Jawa Barat. Terdiri dari 14 emas, 20 perak, dan 19 perunggu. Jabar sendiri mengirim sebanyak 227 orang kontingen yang terdiri dari atlet dan pelatih atau hampir 30% atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 berasal dari Jawa Barat.


Bonus Untuk Perbaiki Ekonomi Keluarga

Sementara itu, atlet Pencak Silat, Wewey Wita mengatakan bahwa dirinya merasa bangga bisa diundang dan hadir bertemu langsung dengan Penjabat Gubernur Jawa Barat untuk menerima penghargaan atas prestasinya. Wewey meraih medali emas untuk nomor perorangan Tarung Putri Kelas B (50-55 kg).

Wewey mengaku uang bonusnya akan dia gunakan untuk membangun usaha dan memperbaiki ekonomi keluarga.

"Uang ini akan Wewey simpan dan akan ditabung dan sebagian juga akan Wewey putar menjadi usaha. Jadi, mudah-mudahan itu bisa memperbaiki perekonomian keluarga," tutur Wewey ditemui disela-sela acara.

Emas Asian Games merupakan target tertinggi untuk karir olahraganya di Pencak Silat. Karena di Asian Games 2018 Jakarta Palembang cabor Pencak Silat pertama kalinya dipertandingkan.

"Sebenarnya target tertinggi adalah Asian Games, karena pertama kali dipertandingkan di Asian Games. Tapi mudah-mudahan kalau diberi kesempatan lagi untuk membela Indonesia, Wewey akan gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya dan Wewey akan berjuang maksimal," jelasnya.

Untuk event terdekat, dara kelahiran Ciamis ini kembali menargetkan medali emas untuk kejuaraan dunia tahun depan dan Sea Games 2019 di Manila, Filipina.

Gubernur dan Wagub Jabar Dilantik 5 September 2018

Mitrapolisi/
BANDUNG -- Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2018- 2023, M. Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum, akan dilantik pada Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2018 pada Rabu, 5 September 2018 beserta delapan kepala daerah lain. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan melantik gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 dalam dua tahap yang masing-masing digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan berdasarkan Radiogram dari Kementerian Dalam Negeri No. T.121/7055/OTDA tanggal 4 September 2018, selain Jabar ada delapan kepala daerah lain yang dilantik pada tahap I. "Selain Jabar, dilantik juga Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua," jelasnya di Bandung, Selasa (4/9/18).

Untuk Serah Terima Jabatan (Sertijab) akan dilaksanakan pada Kamis (6/9/18) pukul 09.00 WIB di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung. "Siangnya, akan diselenggarakan Penyampaian Pidato Visi Misi Gubernur Jawa  Barat Masa Jabatan 2018-2023 pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Barat. di Gedung DPRD Prov. Jabar," tambahnya.


Terungkap dalam radiogram pelantikan berlangsung di Istana Negara nanti akan dihadiri undangan terbatas. Selain gubernur dan wakil gubernur yang dilantik beserta istri, turut diundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta penjabat gubernur dan istri, Ketua KPU Provinsi, Ketua Bawaslu, dan Sekretaris Daerah masing-masing provinsi.

Menurut Iwa, setelah pelantikan kepala daerah akan digelar pula pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK masing-masing daerah sesuai jadwal di tahap I di Gedung C Sasana Bhakti Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat pada pukul 14.00 WIB.  

Iwa mengatakan pihaknya siap memfasilitasi apa saja yang menjadi program pelantikan dan apa yang diputuskan presiden, termasuk mempersiapkan segala sesuatunya agar berjalan aman dan lancar.

Senin, 03 September 2018

Seren Taun, Iriawan Ikuti Upacara Tumbuk Padi

Mitrapolisi/
KAB. KUNINGAN - Masyarakat Cigugur di Kabupaten Kuningan kembali menggelar upacara Seren Taun pada tahun ini. Acara dipusatkan di Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9/18) atau 22 Rayagung 1951 Saka.

Dalam acara yang digelar sebagai wujud rasa syukur atas capaian hasil panen tahun ini, Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan bersama Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko dan Bupati Kuningan Acep Purnama mengikuti acara tumbuk padi yang merupakan bagian akhir dari rangkaian Seren Taun ini.

"Upacara ini (Seren Taun) kita tahu penuh makna dan penuh arti. Dimana ini salah satu wujud syukurnya masyarakat khususnya di Kuningan terhadap apa yang dicapai dalam satu tahun," kata Iriawan dalam sambutannya.

"Ini untuk mempererat hubungan antarmanusia dan makhluk sosial yang ada. Dilaksanakan setiap tahun dengan acara yang tidak pernah putus. Luar biasa. Terimakasih budaya Sunda terus di angkat di Kabupaten Kuningan yang kita cintai," lanjutnya.

Lebih lanjut, Iriawan menjelaskan bahwa Seren Taun adalah refleksi dari sebuah kepribadian Sunda yang agung. Hal ini menjadi cermin eratnya hubungan manusia dengan alam. Dimana angka 22 bermakna apabila ada hasil panen sebayhak 22 kuitantal, 20 kuintal akan digunakan dan dua kuintal sisanya untuk bibit atau benih.

"Ini refleksi pribadi Sunda yang agung, seimbang, dan menghargai alam. Saya rasa luar biasa sekali, bagaimana hubungan yang terus dibina antara alam dengan manusia dan manusia dengan alam," ujar Iriawan.

Iriawan pun selaku Penjabat Gubernur Pemda Provinsi Jawa Barat mengapresiasi kegiatan budaya ini, serta meminta agar gelaran yang sama terus digelar setiap tahun. 

Bisa Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Pada kesempatan ini, Iriawan juga meminta agar Seren Taun tidak hanya dijadikan acara seremonial saja. Kegiatan budaya ini bisa dipublikasikan lebih luas lagi agar menjadi destinasi wisata kelas dunia.

"Saya juga meminta ini jangan hanya dijadikan cara seremonial hanya skup provinsi atau kabupaten, saya minta ini bisa dipublikasikan oleh teman-teman (media) untuk jadi detinasi wisata khususnya wisatawan mancanegara," pinta Iriawan.

"Karena ini cukup menarik, tidak kalah dengan Bali. Kenapa Bali bisa kok Jawa Barat tidak bisa," tukasnya.

Dengan dijadikan sebagai objek wisata unggulan, Iriawan berharap Seren Taun bisa lebih membumi.

"Kami tadi sudah bicara agar ini bisa jadi objek unggulan pariwisata baik dalam negeri atau luar negeri, sehingga dengan adanya ini mereka akan lebih membumi, akan lebih mendunia Seren Taun yang ada di sini. Saya katakan tadi tidak kalah ini dengan Bali, Lombok," pungkasnya.

Minggu, 02 September 2018

Sekda Iwa Apresiasi Gelaran Festival Pesona Lokal 2018

Mitrapolisi/
BANDUNG - Kementerian Pariwisata memiliki target sebesar 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 270 juta wisatawan dalam negeri per tahunnya. Demi mencapai target tersebut, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan corporate social responsibility (CSR) dari iNews dan Adira Finance, menyelenggarakan Festival Pesona Lokal 2018 sebagai bentuk mempromosikan kearifan lokal melalui Lomba Karnaval Budaya, Lomba Mural, Kreasi Masakan Daerah, Pasar Rakyat (Otomotif, Produk UMKM, Kuliner) dan penghargaan UMKM Terbaik. 

Animo masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung Raya, akan gelaran Festival Pesona Lokal ini sangat tinggi. Terbukti dengan banyaknya peserta festival yang mencapai 5.000 orang, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengaku bangga dan sangat mengapresiasi pelaksanaan festival ini. 

“Festival Pesona Lokal yang diselenggarakan pada kesempatan ini tentunya merupakan salah satu bukti nyata kontribusi iNews dan Adira dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa. Untuk itu saya selaku pribadi dan atas nama Pemerintah provinsi Jawa Barat menyambut baik penyelenggaraan Festival Budaya Lokal ini, dan sudah selayaknyalah saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menginisiasi acara ini,” kata Iwa saat memberikan sambutan acara Festival Budaya Lokal 2018 di Halaman Gedung Sate Bandung. Minggu (02/09/2018). 

“Tentunya menjadi harapan bersama seluruh rangkaian acara ini dapat berjalan lancar, tertib, sukses serta mampu mendatangkan manfaat bagi kita semua, khususnya dalam rangka pelestarian dan pengembangan seni dan budaya bangsa Indonesia,” ujarnya. 

Festival ini dimulai dengan parade karnaval budaya yang menampilkan berbagai kearifan lokal asal Jawa Barat yang meliputi pakaian adat, berbagai tari dan musik tradisional, serta seni pertunjukkan khas Jabar seperti Sisinggaan, Kuda Renggong, Babarongan, Debus dan lainnya. Ada pula Lomba Mural dengan tema Pesona Kotaku dan Lomba Kreasi Masakan Khas Daerah dengan tema Seblak yang turut memeriahkan Festival Pesona Lokal di Bandung. 

Selain perlombaan berhadiah total ratusan juta rupiah, pada festival ini juga akan diberikan penghargaan bagi tiga UMKM terbaik dengan hadiah berupa uang tunai jutaan rupiah. Disini, para pengunjung dapat menikmati pasar rakyat yang diikuti oleh stan dari para sponsor, 16 UMKM terpilih dengan berbagai produk kuliner sampai kerajinan khas Jawa Barat yang inovatif dan kreatif, serta pilihan makanan dari delapan food truck. Tak lupa penampilan bintang tamu penyanyi dangdut kondang Zaskia Gothik paling ditunggu pengunjung. 

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, sebagai perwakilan dari pihak penyelenggara menghaturkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat akan festival ini. Ia berharap kesuksesan yang sama akan terjadi pada pelaksanaan festival selanjutnya. Hafid juga inginkan acara Festival Pesona Lokal ini dapat menjadi agenda tahunan pariwisata domestik, sekaligus menjadi sarana penambah wawasan masyarakat akan budaya lokal di Indonesia. 

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung atas sambutan hangat dan partisipasinya pada kegiatan hari ini. Semoga kegembiraan dan keseruan yang ditunjukan masyarakat Bandung juga terjadi di kota-kota selanjutnya, tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah setempat dan para sponsor yang telah membantu terselenggaranya kegiatan Festival Pesona Lokal secara baik, aman dan tertib,” ungkap Hafid. 

“Semoga kegiatan Festival Pesona Lokal Bandung siang hari ini dapat menjadi sebuah acara tahunan yang ikonik di Jawa Barat yang dapat menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kami harap acara ini berkesan baik bagi pengunjung maupun seluruh peserta yang ikut meramaikan. Dengan adanya Festival Pesona Lokal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan potensi daerahnya dan juga berperan aktif untuk turut serta mempromosikannya,” harapnya. 

Festival Budaya Lokal 2018 direncakan akan digelar di 8 kota besar lainnya, yaitu De Tjolomadoe Karanganyar pada 9 September 2018, Lapangan Renon Bali pada 23 September 2018, Lapangan Hasanudin Makassar pada 7 Oktober 2018, Lapangan Rampal Malang pada 14 Oktober 2018, Taman Alun-alun Kapuas Pontianak juga pada 14 Oktober 2018, Lapangan Merdeka Medan pada 21 Oktober 2018, Benteng Kuto Besak Palembang pada 4 November 2018, serta puncaknya di TBC Jakarta pada 11 November 2018 mendatang.