Senin, 03 Juli 2017

GUB JABAR PIMPIN APEL PAGI ASN PETAMA MASUK SE USAI CUTI LEBARAN 2017

Mitrapolisi/
BANDUNG-Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), terlihat gembira karena kehadiran ASN (PNS) pasca cuti bersama lebaran 2017 mencapai 100%. Hal itu terungkap usai menggelar apel pagi sekaligus silaturahmi lebaran di Gedung Sate, Senin (3/7/2017).

"Alhmdulillah dari 476 pegawai di Gedung Sate, semuanya hadir kecuali 12 orang dengan alasan yang bisa dibenarkan, yaitu sakit, tugas luar dan cuti pribadi. Jadi kita anggap kehadirannya 100 persen" ujar Aher.

Usai apel, Aher dan beberapa pejabat eselon 1 sampai 3 menerima silaturahim dari para ASN Pemprov untuk bersalaman satu-persatu.
"Ini tidak sekedar bersalaman, tetapi momen membangkitkan lagi rasa kebersamaan kita" ujarnya. Apel pagi di hari pertama masuk kerja para PNS Jabar berlangsung singkat dan sederhana.
Usai apel, Gubernur langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa instansi yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Peizinan Satu Pintu di Jl. Sumatera dan Dinas Pendidikan Jabar di Jl. Dr. Radjiman.

AHER HADIRI REUNI AKBAR PONPES GEGEMPALAN CIAMIS

Mitrapolisi/
PANJALU-Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki beragam suku yang terbanyak, serta dengan agama yang bermacam-macam agama dengan enam agama resmi yakni Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, Kong Hu Chu (Confucianism).


Dengan hal itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan, Indonesia adalah contoh umat yang paling toleransi di muka bumi ini.
“Indonesia adalah negara kepulauan, masyarakatnya terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Tapi kita bisa hidup rukun berdampingan tanpa ada gesekan yang mampu memecah belah bangsa,” katanya saat menjadi penceramah di acara Reuni Akbar Pondok Pesantren Gegempalan Desa Maparah, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Senin (3/7/2017) malam.
Tetapi dia khawatir, di negara yang beragam ini tumbuh radikalisme. Maka dari itu, radikalisme mampu dicegah apabila peradaban ekonomi dan peradaban rohaninya maju.
“Radikalisme hadir penyebanya tiga, yang pertama kemiskinan, yang kedua pendidikan yang rendah, yang ketiga pemahaman agama yang dangkal. Pembangunan negeri ini harus seimbang,” ucapnya.
Dia berpesan, jangan sampai negara Indonesia maju peradaban perekonomiannya tapi peradaban rohaninya tidak kokoh.

“Akan muncul kegaduhan, kehidupnnya stres, kehidupannya galau, banyak kejahatan, gara-gara kurang kokoh peradaban rohaninya,” tegasnya.(der)

GUBERNUR JABAR AHMAD HERYAWAN LAKUKAN SIDAK KE SEJUMLAH OPD PROVINSI JAWA BARAT

Mitrapolisi/
BANDUNG- Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) setelah memimpin apel di Gedung Sate. Aher, sapaan Heryawan, mengecek kehadiran pegawai negeri sipi (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) dan memastikan pelayanan publik sudah berjalan usai libur Lebaran tahun ini.
Didampingi Asisten Daerah III Setda Jabar M Solihin, Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar Deny Djuanda dan pejabat lainnya, orang nomor satu di Jabar ini langsung menuju ke kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, di Jalan Sumatera, Kota Bandung, Senin (3/7/2017).
Aher memantau langsung pelayanan publik yang dilakukan para pegawai. Dalam sidak tersebut, dia mengapresiasi ASN di DPMPTSP Provinsi Jabar hadir seluruhnya di hari pertama kerja. "Di sini ada 134 ASN dan hadir seluruhnya," kata Aher kepada wartawan.
Dia juga menyebut, pelayanan publik sudah berjalan baik. Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengurus perizinan atau pelayanan publik lainnya. "Pelayanan publik juga sudah berjalan mulai hari ini," ucap Aher.
Setelah dari DPMPTSP, Aher bersama rombongan langsung menuju kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Dari laporan yang dia terima dari 402 ASN yang ada di Disdik Jabar hanya dua orang saja yang tidak hadir di hari pertama kerja. "Jadi termasuk hadir seluruhnya," ucapnya.
Menurut Aher, hasil sidak ini memperlihatkan tingkat kehadiran ASN di hari pertama kerja terbilang bagus. Para ASN menunjukkan komitmen untuk memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi menuturkan, dua pegawai yang tidak hadir di hari pertama kerja sudah mendapat izin. "Dua orang tidak masuk mendampingi siswa yang ikut olimpiade," ujar Ahmad. 

Minggu, 02 Juli 2017

Libur Lebaran Usai, Ada Sanksi Bagi ASN Pemprov Jabar yang Bolos Besok

Mitrapolisi/Bandung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar untuk kembali bekerja pada Senin (3/7) besok. Sanksi menanti kepada ASN yang tidak hadir tanpa alasan.

"Saya berpesan kepada ASN sudah cuti bersama. Jadi tidak ada alasan semua serenta besok masuk 100 persen," kata pria yang akrab disapa Aher, saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (2/7/2017).

Secara tegas dia tidak akan segan-segan memberi sanksi kepada ASN yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Sebagai pelayan publik setiap ASN harus bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

"Selain yang sakit dan tugas, semuanya harus hadir 100 persen besok. Sanksi menanti kalau tidak hadir," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa menegaskan ASN di lingkungan Pemprov Jabar mengambil cuti tambahan untuk merayakan Lebaran 2017.

"Saya tegaskan, saya minta seluruh PNS bisa mematuhi aturan Kemenpan RB yang mengimbau tidak mengambil cuti tambahan untuk merayakan Lebaran," kata Iwa.

Pihaknya berharap semua ASN bisa hadir selurunya pada hari pertama kerja usai libu Lebaran. Sehingga pelayanan publik bisa langsung berjalan optimal. "Diharapkan PNS masuk seperti biasa dan pelayanan publik tetap berjalan," ujarnya. (sasa)* 

Sabtu, 01 Juli 2017

PERINGATAN LAHIR PACASILA 2017 DIPERINGATI TK JAWA BARAT

Mitrapolisi/
BANDUNG-Pemprov Pemerintah, telah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Dengan penetapan Hari Lahir Pancasila tersebut, seluruh Instansi memperingati Hari bersejarah di antaranya melalui kegiatan seremoni Upacara Bendera.Untuk di Pemprov. Jabar, peringatan Hari Lahir Pancasila dilaksanakan melalui Upacara bendera, yang berlangsung di Halaman Gedung Sate,Kamis (1/6).

 Dalam Upacara tersebut, selaku Inspektur Upacara Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan.Gubernur, dalam upacara tersebut membacakan amanat Presiden RI, Joko Widodo.Adapun salah satu amanat yang disampaikan Presiden dalam Hari Lahir Pancasila, peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan komitmen untuk mengamalkan dan melaksanakan Pancasila dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara.

Pancasila, merupakan rujukan untuk membangun dunia damai di tengah kemajemukan.Melalui Hari Lahir Pancasila, menjadi momentum agar Bangsa Indonesia mempunyai  jatidiri sebagai bangsa yang santun. Presiden, dalam amanatnya juga mengingatkan agar bangsa indonesia,

mewaspadai terhadap gerakan dan paham yang anti Pancasila, anti UUD 1945, anti NKRI dan anti Bhineka Tunggal Ika.

Semetara itu, Gubernur dalam keterangannya secara terpisah kepada wartawan mengatakan , bagi Bangsa Indonesia,  Pancasila bukan barang baru. Melalui Peringatan Hari Lahir Pancasila,  agar tidak ada gangguan yang merongrong eksistensi Pancasila , maka Pancasila harus dihayati dan diamalkan.

Sejalan  dengan  amanat  Presiden, Pancasila  sebagai  ideologi  negara ,dengan  Pancasila  tersebut semua  elemen  bangsa   harus   hidup  harmonis  dalam  suasana  Kebhinekaan

SEKDA JABAR IWA KARNIWA MENERIMA PENGHARGAAN HONORARY POLICE

Mitrapolisi/
BANDUNG-Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa menerima penghargaan Honorary Police dari Polda Jabar. Penghargaan diberikan langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan kepada 32 orang di Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta, Selasa (1/7/2017).
Iwa Karniwa, Jabatan itu Amanah Jangan Dikhianati Sekda Iwa Peringatkan Organda Tingkatkan Pengetahuan Tentang Teknologi

Iwa Karniwa Raih Democrazy Award

Usai menerima penghargaan Iwa mengaku bangga dan sangat berterimakasih kepada Kapolda Jabar yang telah memberikan penghargaan ini.
Bakal calon gubernur Jawa Barat ini berharap agar penghargaan ini dapat lebih mempererat kerjasama dalam sinegritas menciptakan produk hukum di Jabar agar lebih kondusif.
Honorary Police tersebut diberikan kepada para tokoh yang dinilai telah bekerjasama dan berpartisipasi dalam membantu tugas kepolisian dibidang yang dapat memajukan organisasi Polri. Selain itu juga membantu mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Polda Jawa Barat.

Honorary Police tersebut merupakan bentuk kehormatan dan penghargaan tertinggi dari institusi Polri, dan pertama kalinya digelar. Penghargaan ini diberikan oleh Kepala Kepolisian Negera Republik Indonesia (Kapolri) atas dedikasi masyarakat yang berprestasi dan memberikan kontribusi positif terhadap Polri.
Kapolda Jabar Irjen Pol. Anton Charliyan dalam amanatnya mengungkapkan, saat ini Polri ingin membangun kepercayaan masyarakat yang lebih. Salah satu cara untuk membangun kepercayaan dari masyarakat yaitu melalui figur atau tokoh.
"Dalam membangun kepercayaan ini Polri ingin punya figur. Kita tidak perlu mencari figur di luar negeri atau yang sudah tidak ada atau di luar Jawa Barat. Ternyata, di Jawa Barat juga banyak figur-figur yang bisa kita contoh," katanya.
Menurutnya, penghargaan Honorary Police diberikan untuk merekatkan rasa kekeluargaan diantara institusi polisi dengan institusi lain juga masyarakat.

"Honorary Police kami anggap sebagai sebuah keluarga besar kami, figur kami. Maka sekarang rumah bapak, kantor bapak tambah satu, yaitu kantor polisi. Jadi bapak tidak usah segan-segan, kapan pun dimana pun, semua kantor polisi yang ada di Jawa Barat adalah rumah bapak, kantor bapak," tandasnya. [nif](DER).

Jumat, 30 Juni 2017

Kapolri dan Gubernur Jabar Akan Pantau Arus Balik Jalur Selatan

Mitrapolisi/Bandung Jenderal Tito Karnavian dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher dijadwalkan meninjau arus balik Lebaran 2017 di jalur selatan Jawa Barat seperti Cileunyi dan Nagreg pada, Jumat (30/6).

"Agenda pak Gubernur Jabar pada Jumat ini, pukul 09.15 WIB dijadwalkan akan mendampingi Kapolri melakukan peninjauan arus balik di Pospam Cileunyi," kata Kepala Bagian Publikasi Setda Provinsi Jawa Barat Ade Sukalsah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik memprediksi puncak arus balik lebaran tahun ini diperkirakan pada Sabtu (1/7) dan Minggu (2/7) mendatang.

"Kami memperkirakan puncak arus balik itu akan terjadi pada Sabtu hingga Minggu tanggal 1-2 Juli 2017, karenanya pemudik diimbau untuk pulang dari kampung halamannya lebih awal menuju daerahnya masing-masing untuk menghindari kepadatan puncak arus balik," kata dia pula. (sasa)*

Rabu, 28 Juni 2017

Arus Balik, Wakil Gubernur Jabar Tekankan Hal Berikut

Mitrapolisi/BANDUNG- Wakil Gubernur Jwa Barat memantau arus balik di Jabar Yang pegawai negeri atau pegawai swasta paling tidak mulai besok sudah bisa melakukan perjalanan balik. Yang sektor informal juga bisa disebar agar tidak terjadi penumpukan arus balik pada Sabtu dan Minggu tanggal 1 dan 2 Juli,” ujar Wakil Gubernur Jawa barat saat mengecek kesiapan penanganan arus balik di Posko Angkutan Lebaran Terpadu Cikopo, di pintu keluar tol Cikampek, Rabu, 28 Juni 2017.

Deddy Mizwar meninjau Posko Angkutan Lebaran Terpadu Cikopo bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Mereka didampingi Kadishub Jabar Dedi Taufik, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto, dan Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Tomex Kurniawan.

Menurut Deddy Mizwar, kegiatan mudik-balik tahun ini lebih lancar karena para aparat bekerja dengan efektif. “Pemudik sendiri sudah ada kesadaran dan mengikuti perintah atau arahan dari petugas lalu-lintas,” katanya.

Sementara itu Menteri Budi Karya menghimbau kalau di kampung halaman sudah tidak ada aktivitas lagi para pemudik lebih baik balik lebih awal. Sebaliknya bagi mereka yang masih libur, bisa balik selepas 2 Juli. Hal ini disarankan agar tak terjebak dalam kemacetan puncak arus balik yang diprediksi jatuh pada 1 dan 2 Juli.

Lebih lanjut dujelaskan Menteri Budi, pengaturan waktu balik itu penting sebab truk pengangkut barang sudah mulai beroperasi lagi pada 30 Juni. Dia juga meminta masyarakat berhati-hati di perjalanan. Sebab tahun lalu kecelakaan lalu lintas justru banyak terjadi saat arus balik.

Pada arus balik jumlah kecelakaan cenderung meningkat karena pemudik dalam kondisi lelah setelah melakukan mudik. Lalu kondisi kendaraan yang kurang prima. Saya imbau pemudik agar memastikan kondisi kendaraannya,” ujarnya. (sasa)*

Senin, 26 Juni 2017

Sehabis Silaturahmi dan Open House, Gubernur Jabar Langsung Pantau Arus Balik Lebaran

Mitrapolisi/Bandung Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, memanfaatkan masa cuti bersama libur Idulfitri 1438 H dengan menggelar open house di kampung halamannya di Sukaraja, Sukabumi, Senin (26/6/2017).
Kabag Humas Pemprov Jabar, Ade Sukalsah, Ahmad Heryawan mengikuti salat Idulfitri di Lapangan Gasibu Bandung, Minggu (25/6/2017).
Pada Hari Idulfitri itu, Ahmad Heryawan bersama wakilnya, Deddy Mizwar, menggelar open house di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung.
Saat itu, ribuan masyarakat dari berbagai kalangan dan daerah di Jawa Barat berbondong-bondong ke Gedung Pakuan.
"Kemudian, Pak Gubernur menggelar open house juga di kampung halamannya. Acara digelar sejak pagi sampai sore, sekitar seribuan orang yang datang," kata Ade saat dihubungi, Selasa (27/6/2017).
Ade mengatakan gubernur yang akrab disapa Aher itu dijadwalkan Aher kembali ke Kota Bandung, esok.
Selanjutnya, pada Kamis dan Jumat, Aher akan memantau arus balik Lebaran di beberapa titik, di antaranya Jalur Nagreg.
Rencana kegiatan itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat dan kepolisian. (sasa)*

Minggu, 25 Juni 2017

Open House Gubernur Jabar Berlangsung Meriah

Mitrapolisi/Bandung ratusan orang menyemut untuk bersalaman dengan pimpinan pemerintah daerah Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar, didampingi istri masing-masing.

Terlihat juga Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan; Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jendral TNI Muhammad Herindra; Wakil Walikota Bandung, Oded Muhammad Danial; dan Sekda Kota Bandung, Yossi Irianto.

Kegiatan open house dibuka pada pukul 08.30 WIB dan akan ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Masyarakat terlihat antusias ketika bersalaman dengan orang nomor satu dan dua di Jawa Barat ini. Mereka juga sibuk berfoto dalam suasana kebahagiaan.

Tak lupa, jamuan makanan seperti ketupat bersama lauk dan aneka minuman mewarnai open house ini. (sasa)*

GUBERNUR MENJADI PENCERAMAH PADA SOLAT IDUL FITRI 1438 DI LA. GASIBU BANDUNG

Mitrapolisi/BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjadi khatib dalam salat Id di Lapangan Gasibu Bandung, Minggu (25/6/2017). Dalam ceramahnya, Aher sapaan Heryawan mengingatkan tentang kebhinekaan.

Aher menunaikan salat Id bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan ribuan warga Bandung. Sejak pagi, warga baik pria dan wanita berbagai usia sudah berdatangan ke Lapangan Gasibu yang berada di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jabar itu.

"Sebagai makhluk sosial, kita menyadari bahwa kita tidak bisa hidup sendiri dan dengan kelompok yang sama saja. Kita hidup di keberagaman dan perbedaan yang sudah kita kenal dengan kebhinekaan," ujar Aher.

Menurut Aher, sebagai umat muslim sepatutnya perlu berbaur dan menghargai segala perbedaan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, kata dia, sejarah telah membuktikan bahwa kaum muslimin dapat menjaga kebhinekaan dan keharmonisan.

"Kebhinekaan ini bukan fakta kehidupan, tetapi fitrah kehidupan. Setiap muslim memahami kewajiban menghormati perbedaan dan tidak akan merendahkan orang lain," tuturnya.

Selain itu, dalam ceramahnya, Aher juga menyinggung tentang Pancasila. Menurutnya, Pancasila merupakan dasarnegara yang lahir dari nilai-nilai agama, budaya, dan kearifan lokal.

"Bagi umat muslim, Pancasila ini sebagai sistem kuat yang bisa dipahami untuk menambah spirit dan bekerja sama. Umat muslim yang baik, senantiasa mendorong hal-hal yang disepakati dan bertoleransi dalam perbedaan," katanya.

Menurut Aher, hari raya Idul Fitri ini, bisa menjadi momentum masyarakat untuk bisa lebih menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi kebhinekaan.

"Mudah-mudahan Allah memberikan kemuliaan kepada bangsa Indonesia, umat islam, untuk mengawali perubahan ke arah yang lebih baik," katanya. (sasa)*

Jumat, 23 Juni 2017

Gubernur Aher Meng-Klaim Arus Mudik Jabar Berjalan Lancar

Mitrapolisi/Bandung Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memuji pelaksanaan mudik tahun ini. Dari laporan yang dia terima hingga Jumat (23/6) siang, tidak terjadi kemacetan parah di jalur-jalur mudik.

Bahkan dia menyebut mudik tahun ini menjadi musim mudik terbaik selama 10 tahun dia memimpin Jawa Barat. "Selama 10 tahun saya menjabat, mudik kali ini yang paling lancar dengan manajemen lalu lintas yang bagus," kata dia, saat meninjau arus mudik di Pos Polisi Cikopo, Purwakarta, Jumat (23/6/2017).

Pria yang akrab disapa Aher tidak menampik jika kemacetan masih terjadi di sejumlah titik. Namun, sejauh ini masih bisa diatasi secara baik oleh petugas gabungan dari pihak kepolisian dan dinas perhubungan.

"Kemacetan memang wajar terjadi, tapi ditangani dan diurai dengan sangat cepat. Saya kira tidak ada masalah," ujarnya.

Selain itu menurutnya, tahun ini tidak ada hari yang diprediksi sebagai puncak arus mudik. Sebab, lanjutnya, tingkat kepadatan lalu lintas hampir merata setiap hari sejak H-6 Lebaran.

"Diperkirakan Kamis (22/6) malam, para pekerja yang baru dapat libur ini berangkat. Tapi ternyata dari tadi pagi sampai siang biasa saja lalu lintasnya," ucapnya.

Selain manajemen lalu lintas yang bagus, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu penyebab baiknya pelaksanaan mudik di Jabar. Seperti adanya Tol Cipali dan sejumlah infrastruktur penunjang lainnya. Ditambah banyak masyarakat yang memilih menggunakan kereta api, bus atau pesawat untuk mudik.

"Jalur Pantura lama tidak kita prioritaskan. Semua diarahkan ke jalan tol. Di Pantura malah jadi lengang," ujarnya.

Dari data yang didapat, sejak H-6 hingga H-3 Lebaran, tercatat jumlah kendaraan yang melewati jalur utara, tengah dan selatan mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Contohnya pada H-3 Lebaran tahun 2016 sebanyak 227.788 kendaraan lewati jalur utara, sedangkan pada H-3 Lebaran tahun ini hanya 183.799 kendaraan yang melintasi jalur utara.

Peningkatan jumlah kendaraan bila dibangingkan mudik tahun lalu, hanya terjadi di jalur selatan. Pada H-6 Lebaran tahun 2016 tercatat ada 75 ribu kendaraan melewati jalur tersebut. Tahun ini meningkat menjadi 100 ribu kendaraan.

Di lokasi yang sama, Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Tomex Kurniawan menyatakan, mulai H-6 terpantau pemudik yang menggunakan kendaran roda empat mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya, pemudik yang menggunakan roda dua justru mengalami peningkatan.

Pihaknya tetap akan melakukan langkah antisipasi bila terjadi lonjakan kendaraan pada H-2 dan H-1 Lebaran. Sejumlah rekayasa lalu lintas baik di jalan tol, maupun jalur utara, tengah dan selatan telah disiapkan untuk mengurai bila terjadi kepadatan.

"Sejauh ini kepadatan lalu lintas terjadi akibat adanya pasar tumpah dan masih adanya andong seperti di Limbangan," ucapnya.

"Kemudian tadi pagi dari selatan ada 3.295 kendaraan yang masuk ke tol arah Bandung. Terus hanya ada sekitar 450 kendaraan yang keluar dari Cileunyi. Artinya banyak fokus kehadiran di Kota Bandung dan sekitarnya," ujarnya. (sasa)*

Rabu, 21 Juni 2017

Gubernur Aher Sulit Tolak Parsel Dari Warga

Mitrapolisi/BandungGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melarang para pejabat Pemprov menerima parsel lebaran dari siapapun bila ada kaitannya dengan jabatan dan pekerjaan. Dia juga tidak menerima parcel, namun tak bisa menolak saat warga mengirim rengginang, makanan khas Jabar.

"Saya pun tidak menerima parcel dari para OPD atau ASN di Jabar. Kecuali pimpinan OPD ke para ASN atau ASN ke masyarakat ya silahkan," katanya, di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (21/6/2017).

Pria yang akrab disapa Aher menyebut, memberikan parcel atau apapun kepada masyarakat merupakan cara untuk mempererat hubungan silaturahmi. Namun di momen Lebaran seperti ini khawatir dijadikan cara untuk melakukan gratifikasi atau suap kepada para pejabat.
"Kalau ada kaitannya dengan jabatan, pekerjaan enggak boleh ada parsel. Masyarakat juga jangan coba-coba memberikan sesuatu kepada pejabat dengan maksud tertentu," katanya.

Dia mengakui banyak masyarakat yang tetap memaksa memberikan bingkisan kepada pejabat termasuk kepadanya. Namun bukan barang atau sesuatu yang mewah bila diukur dari sisi materi. Melainkan barang atau makanan yang memiliki nilai sosial.

"Pengalaman saya ada masyarakat yang mengirimkan rengginang, kicimpring ke Pakuan. Apa saya enggak boleh nerima. Itu nurani masyarakat saja, tidak ada unsur apa-apa. Mereka hanya ingin makanannya dicicipi gubernur saja," katanya.

Untuk konteks itu, dia tidak bisa menolak. Karena dia hanya melihat masyarakat yang ingin berbagi saja. Tidak memiliki maksud lebih. Apalagi bila melihat perjuangan masyarakat hanya untuk menemuinya.

"(Saya) merinding (ketika ada masyarakat yang berusaha ke Pakuan). Di depan sama satpam mungkin suka ditolak. Tapi akhirnya bisa ketemu dan memberikan makanannya," ujarnya.

"Itu wajar, ngasih opak, kicimpring, bahkan di antaranya pengen difoto sama gubernur sekalian buat promosi," kata dia sambil bercanda. (sasa)*