Minggu, 05 Agustus 2018

Merajut Kebangsaan Lewat Harmoni

Mitrapolisi/
BANDUNG -- Jawa Barat turut gabung dan meriahkan "Harmoni Indonesia 2018", sebuah event untuk merajut kebangsaan, memperkokoh Indonesia, yang terpusat di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (05/07/2018) pagi. Dari Bandung, teleconference menghubungkan Taman Dago Cikapayang Bandung dengan Senayan.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan "Harmoni Indonesia 2018" ini adalah untuk menyuarakan 73 Tahun Indonesia Merdeka. Karena kegiatan ini melibatkan ribuan mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia dan diselenggarakan secara serentak di 34 Ibukota Provinsi di Indonesia, dan 15 kota lainnya, serta delapan kota di luar negeri.

Di luar negeri sendiri, kegiatan digelar di Singapura, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Filipina, Korea Selatan, Jepang yang penunjukan jam atau waktunya tak berbeda jauh dengan di Indonesia.

Melalui Harmoni Indonesia, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, bahwa dirinya ingin memberikan semangat kepada para atlet yang berlaga di Asian Games 2018.

"Kita ingin Asian Games 2018 sukses mempersiapkannya, penyelenggaraannya, dan sukses dalam prestasi atlet- atlet kita nanti," katanya.

Jokowi menekankan melalui kegiatan ini ingin menyuarakan semangat persatuan, kerukunan, dan kebangsaan. Karena ini semua aset terbesar bangsa Indonesia.

"Kita semangati, agar kita sadar, faham, bahwa persatuan adalah aset terbesar bangsa kita," tambahnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan, menyebut hal senada. Dia menuturkan bahwa Indonesia negeri yang majemuk.
Maka, kata Iriawan, perlu "di-refresh" kembali semangat "Bhineka Tunggal Ika", yang bermakna, meskipun beranekaragam tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.

"Seperti apa yang dikatakan Bapak presiden, acara ini penting dalam merajut kebangsaan, memperkokoh seluruh elemen masyarakat, seluruh indonesia, dikaitkan dengan kemerdekaan Indonesia ke 73 tahun, dan juga menyemangati Indonesia sebagai Asian Games 2018," kata Iriawan.

Terkait Asian Games 2018, lanjut Iriawan, secara khusus ada beberapa venue untuk sejumlah cabang olahraga (cabor) di Jawa Barat.

"Maka saya mengimbau seluruh masyarakat untuk mensukseskan ini," ajak Iriawan, yang akrab disapa Iwan.

Jawa Barat sendiri jadi lokasi untuk penyelenggaraan 5 cabor, diantaranya balap sepeda Mountain Bike (MTB) dan Roadrace, Paragliding, Kano Slalom, dan Sepakbola.

Dengan 9 venue diantaranya, Cabor Kano Slalom diselenggarakan di Bendung Rentang Majalengka. Cabor Balap sepeda MTB akan digelar di Kawasan Resort Bumi Ayu, Jalancagak, Kabupaten Subang. Sedangkan balap sepeda roadrace digelar di jalur Kabupaten Subang, Purwakarta, Karawang, Kemudian finish di Subang lagi (rute Dolog - Purwakarta- Karawang - Jalan Cagak).

Adapun Cabor Paragliding digelar di Gunung Mas Puncak di Kabupaten Bogor . Ada pula venue untuk cabor Sepak Bola di Stadion Patriot Kota Bekasi, Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi, Stadion Pakansari Kabupaten Bogor. Juga ada Stadion GBLA di Kota Bandung, dan Jalak Harupat di Kabupaten Bandung.

Terkait Venue ini, Iwan menyebut keseluruhannya sudah siap 99 persen. Beberapa hari kedepan, Ia pun berencana akan mengecek kesiapan akhir venue- venue tersebut.

"Saya imbau masyarakat untuk ikut mensukseskan. Asian Games 2018 Pemerintah tidak bisa kerja sendiri, ini perlu didukung peran serta seluruh lapisan masyarakat. Karena kalau sukses menyelenggarakan Asian Games 2018, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Olimpiade pada tahun 2032 nanti," katanya.

Maka Asian Games 2018, kata Iwan, juga menjadi event, untuk Bangsa Indonesia menunjukan nilai luhur bangsa.

Oleh sebab itu, Iwan mengajak segenap masyarakat, stake holder tokoh masyarakat dan agama, bersama bahu membahu memperjuangan persatuan Republik Indonesia.

"Allah SWT menyertai kita dalam bertugas menjalankan tupoksi kita masing- masing demi Indonesia yang kita cintai," katanya.

Iwan pun mengucap terima kasih kepada masyarakat, khususnya warga Jawa Barat yang telah berpartisipasi pada "Harmoni Indonesia 2018" ini.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Mitrapolisi/
SMKN 5 Cikelet Akan Segera Miliki Asrama Representatif
GARUT - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan mengatakan akan segera membangun asrama di SMKN 5 Cikelet Garut. Ini untuk menampung para siswa yang kesulitan mencapai sekolah karena jarak yang cukup jauh, selain juga permintaan yang tinggi dari para siswa akan hadirnya asrama baru.

Walaupun sebelumnya sekolah bidang kelautan ini telah memiliki asrama namun dinilai masih kurang karena baru bisa menampung 50 siswa. Lokasi asrama rencananya akan dibangun di area sekolah yang memiliki lahan 6 hektar ini.

"Ini solusi kami ya memperluas asrama yang saat ini hanya bisa menampung 50 orang setelah itu baru infrastruktur lainnya," kata Iriawan usai dialog interkatif dengan kepala sekolah, guru dan siswa SMKN 5 Cikelet Garut, Jumat (03/08/2018).

Sebagai satu-satunya sekolah di Garut yang fokus pada bidang kelautan, SMKN 5 Cikelet tahun ini mengalami peningkatan jumlah murid yang signifikan. SMKN 5 Cikelet kini menampung 297 siswa dan sudah meluluskan 13 angkatan sejak berdiri tahun 2005. Kebanyakan siswa bertempat tinggal di daerah pegunungan karena kontur wilayahnya yang berbukit, baik yang berasal dari Kecamatan Cikelet maupun di daerah lainnya. Tak sedikit siswa harus menempuh perjalanan belasan hingga puluhan kilometer menuju sekolah.

"Ada yang sampai satu jam sampai ke sekolah, biaya pun jadi mahal karena itu asrama sangat diperlukan agar mereka bisa fokus belajar. Ini juga keinginan dari siswa setelah saya berdialog tadi," ujar Iriawan.

Ia menambahkan, setelah asrama terbangun pihaknya akan mendirikan juga tempat pelatihan. Masih ada 4 hektar lahan milik sekolah yang bisa dimanfaatkan. Rencananya, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan swasta untuk membangun tempat pelatihan di SMKN 5, seperti perusahaan tambak udang.

"Kenapa tidak, kalau aturannya memungkinkan, dari pada harus jauh-jauh ke tempat lain. Jadi mereka buat pelatihan disini dan lahannya dari kita, pokoknya akan kita upayakan," terangnya.

Selain itu, agar sekolah tersebut setara dengan sekolah kelautan yang ada di Cidaun dan Mundu, Dinas Pendidikan Jabar juga akan segera melengkapi fasilitas penunjang lainnya.

"Ya akan kita bantu penuhi peralatan seperti komputer, kita masih ada  persediaan. SMKN 5 ini harus setaraf dengan yang di Cidaun dan Mundu," ucapanya.

Kepala Sekolah SMKN 5 Cikelet, Erdi Ridwan menyambut baik rencana Pemprov Jabar yang akan membangun asrama dan tempat pelatihan. Menurutnya hal tersebut sangat mendesak mengingat saat ini ada lonjakan penerimaan siswa baru hampir mencapai 100 persen.

"Siswa kami kebanyakan rumahnya jauh. Kecamatan Cikelet ini kan luas banyak yang rumahnya di pegunungan juga mudah-mudahan nanti terealisasi boarding school atau asrama jadi anak menginap disini sekaligus belajar," kata Erdi.

Kunjungan ke SMKN 5 Cikelet ini merupakan tujuan terakhirnya selama tiga hari kunjungan kerja ke Jabar bagian selatan. Sebelumnya di hari Rabu, 1 Agustus 2018, Pj Gubernur didampingi para kepala OPD mengunjungi obyek wisata Geyser Cisolok, meresmikan bantuan Rutilahu dan PKH di Cimaja Kabuaten Sukabumi.

Esok harinya masih di daerah yang sama, Iriawan mendampingi Menteri Perhubungan RI meninjau program padat karya di Cisolok. Dilanjutkan meninjau beberapa tempat di Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark, kemudian bergerak ke Cidaun Kabupaten Cianjur untuk meninjau SMKN 1 Kelautan Cidaun. Tanggal 3 Agustus sebelum ke SMKN 5 Cikelet, rombongan Pj Gubernur berdialog dengan nelayan di Rancabuaya sekaligus meninjau progres pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Rancabuaya. Disitu Iriawan juga sempat memberi bantuan alat komunikasi untuk kelompok masyarakat pengawas pantai.

Sebelum sampai di SMKN 5 Cikelet, Iriawan menyempatkan juga meninjau tambak udang dan pengolahan kelapa sawit di Cikelet. Sambil perjalanan menuju Bandung, rombongan terlebih dahulu mengunjungi RSUD Pameungpeuk Garut.

Jumat, 03 Agustus 2018

Iriawan: Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Harus Jadi Perhatian Dunia

Mitrapolisi/ 
KAB SUKABUMI - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan menyebut, jalan akses menuju Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark sudah mulus sesuai harapan. Dalam kunjungan kerjanya ke Jabar bagian selatan, Iriawan menggunakan sepeda motor mencoba jalur ke geopark via Waluran dan Simpang Loji sepanjang 33 Km hingga tiba di puncak Darma.

"Jalan sudah bagus, ini jalan yang dulu saya ajukan ke Pak Aher saat saya jadi Kapolda Jabar," kata Iriawan.

Untuk lebih menyedot lebih banyak lagi wisatawan berkunjung ke Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark, Iriawan berharap pembangunan Bandara di Cikembar bisa segera terealisasi. Hal itu mendesak perlu mengingat Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark sudah diakui dunia. Jarak dari lokasi calon Bandara Cikembar ke Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark sekitar 30 Km.

"Saya berharap ada percepatan Bandara, kemarin saya lihat langsung lahannya di Cikembar, ini bisa memancing lebih banyak lagi wisatawan," ujarnya.

Kaitannya dengan tata ruang, pihaknya akan mendiskusikannya dengan Pemkab Sukabumi, sebab dari pantauannya masih terdapat bangunan liar yang berdiri di kawasan menuju geopark.

"Jumlahnya (bangunan liar) di data dulu sama Pemkab Sukabumi lalu akan kita diskusikan. Lita berharap demi kebailkan Geopark semua harus mematuhi peraruran yang ada," terangnya.

Menurut Iriawan, geodiversity, biodiversity dan culturediversity Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark sangat indah dan tidak kalah dengan geopark yang ada di negara lain. Ia pun terpukau dengan keindahannya dengan sempat beberapa kali berhenti dari perjalanannya menggunakan sepeda motor. Ia pun akan terus mendorong geopark ini agar terus menjadi perhatian dunia.

"Alamnya sangat indah ini peninggalan jaman purbakala yang harus dirawat.Jangan sampai predikat Unesco Global Geopark ini dicabut lagi oleh Unesco gara-gara hal sepele," harapnya.

Di Indonesia ada empat geopark yang masuk dalam jaringan geopark dunia dan diakui oleh Unesco yaitu Ciletuh-Palabuhanratu, Rinjani, Batur dan Gunung Sewu.

Kamis, 02 Agustus 2018

Iriawan: Geyser Cisolok Harus Berstandar Internasional

Mitrapolisi/
KAB SUKABUMI - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan melalukan kunjungan kerja ke wilayah Jabar bagian selatan. Pada kunjungan tiga harinya itu, lokasi pertama yang Iriawan kunjungi adalah obyek wisata Geyser Cisolok yang masuk dalam kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark.

Didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov  Jabar Ida Hernida dan Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono, Iriawan yang tiba pukul 17.00 Wib, Rabu (01/08/2018), langsung memantau setiap fasilitas untuk memastikan kenyamanan para pengunjung Geyser Cisolok. Iriawan mengungkapkan, Geyser Cisolok memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan. Geyser yang menyemburkan uap air keatas hingga belasan meter ini hanya ada dua di dunia yaitu di Brazil dan Geyser Cisolok di Sukabumi.

"Ini tempat yg luar biasa, potensinya harus dimanfaatkan dan dikembangkan Geyser satu-satunya di Indonesia ini dan hanya ada dua di dunia," ungkapnya.

Iriawan meminta, karena Geyser Cisolok sudah masuk dalam kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark, artinya dunia sudah diakui dunia, maka fasilitas, pelayanan dan infrastrukturnya pun harus berstandar internasional.

"Karena ini sudah mendunia jadi standarnya pun harua kelas dunia," pintanya.

Dalam kunjungannya tersebut Iriawan sempat menyapa beberapa turis berasal dari Australia yang sedang menikmati air panas Geyser Cisolok. Setelah itu, Ia berkesempatan dengan berdialog dengan warga dan beberapa komunitas pecinta Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark yang sudah menunggunya di ruang pertemuan. Demi kemajuan Geyser Cisolok, Iriawan mendengarkan saran dan keluhan warga.

"Apa saja yg dibutuhkan untuk kemajuan tempat ini akan kita maksimalkan," ujarnya.

Salah satunya, Dicky, perwakilan dari Asosiasi Surfing Sukabumi yang mengeluhkan tingkat kesadaran pengunjung yang masih kurang dalam menjaga kebersihan. Ia pun meminta agar ada penambahan kendaraan roda empat untuk mengangkut sampah karena selama ini petugas kebersihan hanya menggunakan motor untuk mengangkut sampah ke TPA.

"Kami butuh kendaraan roda empat untuk mengangkut sampah ke TPA karena disini sampah suka menumpuk dan alat pemotong rumput," kata Dicky.

Selain itu, sebagai seorang surfer, Dicky juga sering memandu para turis yang kebanyakan dari Australia untuk berselancar di Cimaja.

"Saya sering bawa turis asing, setiap harinya ada, mereka sering mengeluh kebersihan dan kemampuan berbahasa Inggris," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Iriawan akan segera menindaklanjutinya. Rencananya, pihaknya akan membantu menyediakan kendaraan roda empat pengangkut sampah khusus untuk di Geyser Cisolok. Selain itu, Iriawan juga telah meminta Kadisparbud Jabar untuk segera membuka pelatihan tour guide agar bisa menguasai bahasa asing.

"Akan kami siapkan yang penting penataan dan fasilitas Geyser Cisolok ini geositenya harus berstandar internasional karena sudah diakui dunia bersama Geopark," pungkas Iriawan.

Rabu, 01 Agustus 2018

Realisasi Program Rutilahu Jabar Capai 178.500 Unit


Mitrapolisi/KAB SUKABUMI -- Realisasi perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di seluruh Jawa Barat hingga saat ini telah mencapai 178.500 unit. Hal ini melebihi target yang ditetapkan pemerintah Provinsi Jabar yaitu 100.000 unit.


Salah satunya, daerah yang mendapat bantuan program Rutilahu yaitu Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi. Di desa tersebut sebanyak 18 rumah telah diperbaiki oleh program yang dananya bersumber dari anggaran pemerintah dan CSR ini.

Salah seorang warga desa Cimaja, Dudum, mengaku senang, rumahnya yang telah dihuninya bertahun-tahun bersama istri dan 3 orang anaknya, kini sudah layak untuk ditinggali.

"Abdi bungah kenging bantosan Rutilahu," kata Dudum yang sehari-harinya berjualan es itu.

Sebelumnya, peresmian perbaikan Rutilahu di desa Cimaja tersebut dilakukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan di sela kunjungan kerjanya ke wilayah Jabar selatan, Rabu (01/08/2018). Iriawan mengatakan, program Rutilahu akan terus ditingkatkan setiap tahunnya sebagai salah satu upaya menurunkan angka kemiskinan.

"Yang jelas kita perlu meningkatkan kembali bantuan karena masih terdapat warga yang hidup dibawah garis kemiskinan. Tadi saja ada yang satu rumah sampai tiga keluarga, dapur, kamar mandi, semua disitu," kata Iriawan.

Usai peresmian, Iriawan didampingi Wakil Bupati Sukabumi dan pejabat terkait melakukan pertemuan dan diskusi dengan warga Cimaja di aula kantor desa. Pertemuan itu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan langsung yang diantaranya menyangkut program jaminan kesehatan. Menanggapi hal itu, Iriawan memerintahkan pejabat terkaitnya untuk langsung menanggapi dan memenuhi keinginan warga.

"Sudah saya arahkan dan agar langsung ditindak lanjuti oleh pejabat terkait setiap keluhan warga," ujar Iriawan.

Diakhir pertemuan, Iriawan menyerahkan bantuan beras bagi warga Cimaja yang dihuni oleh 1700 kepala keluarga yang mayoritas bermata pencaharian nelayan dan petani.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jabar selatan, Iriawan mengunjungi sejumlah daerah di pesisir pantai selatan diantaranya di wilayah Sukabumi, Cianjr dan Garut. Kunjungan rutinnya tersebut dilakukannya melihat masih ada ketimpangan antara daerah utara dan selatan. Walau demikian, dari segi infrastruktur, wilayah Jabar selatan kini sudah lebih baik. Seperti terlihat dari mulusnya jalan sepanjang 406 Km yang membentang dari Pangandaran hingga Cibareno. Keunggulan yang dimiliki wilayah selatan Jabar adalah potensi kepariwisataan dan alam yang subur.

"Setelah ini kita akan rapat teknis dengan OPD terkait atas apa yang kita temukan dalam kunjungan ini," pungkas Iriawan.

Pemerintah Akan Relokasi Industri di DAS Citarum

Mitrapolisi/BANDUNG - Pemerintah berencana akan merelokasi sejumlah perusahaan yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Hal ini agar pembuangan limbah pabrik terpusat di satu tempat sehingga tidak lagi mencemari sungai citarum.


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan mengutarakan rencana tersebut saat beraudiensi dengan pelaku usaha dalam rangka mendukung percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum, di Hotel Hilton Bandung, Rabu (01/08/2018).

"Kami sedang mempertimbangkan juga kumungkinan untuk membuat relokasi beberapa industri ketempat yang lebih aman untuk pembuangan limbah," ujar Luhut.

Untuk lokasi pemindahan, kata Luhut, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan menyerahkan sepenuhnya kepada Gubernur Jabar untuk penentuan lokasi. Kemungkinan lokasi akan berada di daerah yang tidak padat penduduk.

Menurut Luhut, DAS Citarum sepanjang 300 Km, terdapat 3000 lebih industri kecil sampai besar yang berdiri di bibir sungai. Semenjak program Citarum Harum digulirkan, telah banyak perusahaan yang membuang limbah langsung ke sungai tanpa melalui IPAL yang telah ditindak oleh Satgas yang dikomandoi oleh Gubernur melalui Pangdam III Siliwangi.

"Saya apresiasi untuk Gubernur, Pangdam, Kapolda, Kajati dan semua pihak kompak sekali menangani ini," kata Luhut.

Walaupun jumlah pabrik pembuang limbah ke sungai citarum telah berkurang, namun Luhut tetap meminta semua pihak untuk bekerja keras mengembalikan citarum kembali bersih tanpa limbah.

"Sudah ada kemajuan walaupun kita belum puas. Buat IPAL gabungan dan relokasi," tegasnya.

Dalam audiensi yang dihadiri pula oleh mantan Pangdam III Siliwangi yang sekarang menjabat Sekjen Wantanas Letjen TNI Doni Monardo, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi itu, Luhut menyampaikan bahwa selain merusak lingkungan, limbah pabrik bila dikonsumsi oleh manusia juga akan menyebabkan stunting atau kekerdilan.

"340 ribu ton limbah industri yg masuk ke citarum, ini bahaya sekali bisa sebabkan stunting bila diminum akibatnya orang tersebut tidak akan produktif dan hanya bisa sekolah maksimal sampai SMU karena kecerdasannya menurun," jelasnya.

Untuk itu pihaknya akan kembali menggelar audiensi dalam 3 bulan kedepan untuk evaluasi. Bahkan dalam evaluasi tersebut pihaknya akan membawa serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena disinyalir terdapat kerugian negara pada proses industri di DAS Citarum.

"Saya akan terus memantau, perusahaan jangan main-main, tiga bulan lagi kita ketemu untuk evaluasi dan akan saya ajak KPK yang tadi sudah diinisiasi oleh Pak Gubernur," terang Luhut.

Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan bertekad akan memulihkan kondisi sungai citarum hingga tuntas dan menyerahkan estafetnya ke Gubernur selanjutnya. Hal itu bisa terwujud bila semua pelaku usaha bekerja sama dengan mentaati aturan yang ditetapkan.

"Citarum harus selesai, siap teman-teman perusahaan? Karena kalian ini lah yang bisa mengharumkan citarum," ucap Iriawan kepada para pemimpin perusahaan.

Iriawan mengatakan, penanganan di hulu dan hilir sungai citarum tidaklah terlalu sulit. Di hulu, saat ini telah dilakukan reboisasi pada lahan gundul. Selain itu pihaknya juga telah menyediakan hewan sapi, domba dan itik untuk masyarakat di sekitar hulu citarum agar beralih dari menanam sayuran ke peternakan.

"Kalau hulu dan hilir tidak terlaku sulit yang paling sulit itu di tengah DAS yg membuang limbah ke sungai, sudah jelas kami lihat sendiri dibuang langsung dan sudah kita tindak. Untuk masyarakat juga sudah disiapkan hewan sapi, domba, itik," terang Iriawan.

Kepada pelaku industri Iriawan meminta dalam berinvestasi harus juga berkontribusi memajukan masyarakat bukan malah merusaknya.

"Mari kita ubah dari sekarang, apakah perusahaan mau warga jabar menjadi manusia kuntet, stunting, jangan sampai terjadi," pungkas Iriawan.

Senin, 30 Juli 2018

Kontingen Jabar Sabet 38 Medali di Pornas SOIna VIII/2018 Riau

Mitrapolisi/
BANDUNG -- Kontingen Jawa Barat berhasil meraih peringkat ketiga pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (Pornas) VIII Special Olympic Indonesia (SOIna) 2018 Riau.

Pada ajang olah raga disabilitas intelektual nasional tersebut, Kontingen Jabar berhasil mengumpulkan 38 medali yang terdiri atas 13 medali emas, 13 perak, dan 12 perunggu.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan bersyukur atas pencapaian tersebut. Dirinya pun berterima kasih kepada para atlet, official, para pelatih, orang tua atlet, juga para pengurus SOIna Jabar yang telah berjuang mengharumkan nama Jawa Barat.

"Saya bangga sekali kepada semua yang telah mengharumkan nama Jawa Barat di Pornas SOIna VIII/2017 Riau kemaren," ungkap Iriawan, saat menerima kontingen SOIna Jabar, di Gedung Sate Bandung, Senin (30/07/2018).

Pada gelaran multicabang olah raga empat tahunan skala nasional ini, Jawa Barat tampil di 10 dari 12 cabor yang dipertandingkan, diperkuat sekitar 71 atlet dan 26 ofisial. Dua cabang olahraga yang tidak diikuti yakni senam ritmik dan sepakbola.

"Kedepan harus terus latihan, pelatih pelajari kelebihan kekurangan tiap atlet di tiap cabang olahraga," ujarnya.

Selain itu Iriawan pun meminta SOIna Jawa Barat supaya terus mencari bibit -bibit atlet baru. Iriawan juga meminta keorganisasian SOIna Jabar diperkuat, demi solidnya prestasi SOIna Jabar.

Ketua Pengurus Special Olympic Indonesia (SOIna) Daerah Provinsi Jawa Barat Sri Hartini Sutjipto, membeberkan Pornas VIII SOIna tahun 2018 digelar di Kota Pekanbaru dan Rumbai, Riau, mulai Kamis (19/07/2018) hingga Senin (23/07/2018).

Pada Pornas VIII SOIna tahun 2018, dipertandingkan sebanyak 12 cabang olahraga yaitu Atletik, Renang, Senam Ritmik, Bola Basket, Bocce, Bowling, Bulu Tangkis, Futsal, Bola Tangan, Sepakbola, Tenis Meja, dan Bola Voli.

"Pornas VIII SOIna Tahun 2018 pun menjadi ajang seleksi atlet yang akan mewakili Indonesia pada event Special Olympics World Summer Games (SOWSG) 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Maret 2019 mendatang," kata Sri.

Iriawan Harap Volunteer Asian Games 2018 Kerja Maksimal

Mitrapolisi/
BANDUNG -- Menjadi volunteer, atau relawan dalam ajang sebesar Asian Games, ajang multi event olahraga terbesar kedua di dunia setelah olimpiade, merupakan kesempatan yang sangat langka, yang belum tentu terulang sepanjang hidup.

"Karena itu, tepat sekali tag ine para volunteer AsiaN Games 2018 ini, yaitu “Jadilah Bagian Dari Sejarah”, karena ini memang benar-benar kesempatan bagi kalian untuk mengukir sejarah dalam kehidupan pribadi masing-maisng, bahkan sejarah bangsa dan negara Indonesia," Kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan, kepada para volunteer, pada kegiatan pembekalan volunteer Asian Games 2018 di Bale Asri Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/07/2018).

"Tinggal pilihannya adalah, apakah catatan sejarah yang akan kita torehkan dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 ini sejarah yang baik atau sejarah yang buruk?" tanya Iriawan, retoris.

Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) akan menerjunkan sekitar 4.300 volunteer di ajang Asian Games 2018. Dengan rincian relawan akan disebar di Jawa Barat sebanyak 800 orang, Jakarta dan sekitarnya 2.000 orang, dan Palembang 1.500 orang.

Ribuan volunteer yang kebanyakan berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa tersebut akan ditempatkan di sejumlah venue. Satu venue kurang lebih akan ada 20-30 orang, sepak bola sampai 60 orang, atau sesuai kapasitas dan kebutuhan setiap cabor.

Para Volunteer disiapkan demi menyukseskan setiap pertandingan cabang olahraga (cabor) Asian Games 2018, mulai sebelum hingga sesudah pertandingan digelar.

"Tunjukan tekad, semangat dan kemauan yang keras untuk memberikan kontribusi terbaik," ujar Iriawan.

Karena, katanya, kinerja Volunteer dapat membentuk citra Indonesia yang baik, dan di dalam tugasnya diharapkan mampu mengharumkan nama Indonesia.

Volunteer juga harus mampu memberikan pelayanan yang prima kepada para delegasi, tamu, penonton serta mempromosikan pariwisata dan segala kebaikan Bangsa Indonesia.

"Karena itu sebagai volunteer Asian Games kalian mengemban tanggung jawab yang besar dan memerlukan persiapan yang baik dan kerja keras," pesannya.

Rabu, 25 Juli 2018

KPU Jabar Tetapkan Gubernur & Wakil Gubernur Terpilih Hasil Pilkada Serentak 2018

Mitrapolisi/
BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Terpilih hasil Pilkada Serentak 2018. Penetapan dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018 di Kantor KPU Provinsi Jabar, Jl. Garut No. 11, Kota Bandung, Selasa (24/7/18). 

Ketua KPUD Jawa Barat Yayat Hidayat dalam rapat pleno membacakan, Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Nomor Urut 1, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018. 

"Karena sistem pemilihan gubernur di Jawa Barat adalah suara mayoritas. Jadi yang terbanyak adalah yang terpilih. Maka KPUD Jawa Barat menetapkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018 Nomor Urut Satu H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. dan H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E. sebagai pasangan calon terpilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018,” ujar Yayat. 

Menurut hasil penghitungan suara, pasangan calon (paslon) Nomor 1 H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. dan H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E. meraih sebanyak 7.226.254 suara. Paslon Nomor 2 Mayjen TNI (Purn.) Dr. H. Hasanuddin, S.E., M.M. dan Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, MPKN. sebanyak 2.773.078 suara. Paslon Nomor 3 Mayjen TNI (Purn.) H. Sudrajat, MPA. Dan H. Ahmad Syaiku sebanyak  6.317.465 suara. Dan Paslon Nomor 4 H. Deddy Mizwar, S.E., S.Sn., M.I.Pol. dan H. Dedi Mulyadi, S.H. meraih sebanyak 5.663.198 suara. 


Yayat menambahkan bahwa dari 171 daerah penyelenggara Pilkada tahun ini, hanya 70 Pilkada yang bersengketa. 70 kasus sengketa ini sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi dan 100 Pilkada lainnya tidak terdaftar, termasuk diantaranya adalah Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. 


Hal itu turut disyukuri oleh Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan yang hadir dalam rapat pleno. Menurut Iriawan, Pilkada di Jawa Barat berlangsung aman, lancar, tertib, jurdil, kondusif, dan sukses.
  

“Ini berkat kerja keras seluruh stakeholder yang ada, penyelenggara Pemilu, pengamanan dari Polda Jawa Barat dibantu oleh Kodam III/Siliwangi,” kata Iriawan dalam sambutannya. 


“Jawa Barat menjadi cerminan untuk pesta demokrasi daripada provinsi lain bahkan dunia,” lanjutnya. 


Iriawan mengaku dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018 ada perwakilan dari tujuh negara yang memantau secara langsung Pilkada di Bogor dan Bekasi. “Saya apresiasi kepada seluruh penyelenggara (Pilkada) yang ada, sehingga Jawa Barat menjadi barometer. Ini (Pilkada Jabar) menjadi cerminan rakyat Jawa Barat, Indonesia, dan dunia untuk bisa melihat pesta demokrasi yang luar biasa di Jawa barat,” ungkapnya. 


Lebih lanjut, Iriawan mengatakan bahwa partisipasi masyarakat Jawa Barat dalam menggunakan hak pilih dalam Pilkada 2018 ini mencapai 71%. Hal ini menjadi parameter keberhasilan Pilkada. Sementara Pilkada Jabar 2013 tingkat partisipasinya 63%.


Iriawan menambahkan permasalahan Pilkada Jabar 2018, yaitu hanya surat suara hilang di Kota Cirebon. Sebanyak 2.424 surat suara hilang, namun hal itu bisa diatasi dengan menggunakan surat suara cadangan sebanyak 2.000 dan 424 sisanya menggunakan surat suara sisa dari TPS-TPS yang ada.
  
“Hanya satu permasalahan di Kota Cirebon, 2.424 surat suara hilang. Saya bilang bagaimana caranya (solusi)? (2.000 suarat suara) diganti dengan surat suara cadangan dan sisanya 424 dari mana? Dari TPS-TPS,” tuturnya. 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Jabar Wasikin Marzuki mengungkapkan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi terkondusif selama Pilkada 2018 berlangsung. Dia mencontohkan di provinsi lain anggaran Pilkada menjadi permasalahan, namun Jawa Barat menjadi provinsi pertama yang melakukan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pilkada. 

“Berdasarkan pengamatan Bawaslu, Pilkada Jawa Barat ini merupakan Pilkada yang terbaik dalam sistem keamanannya. Karena dengan DPT (Daftar Pemilih Tetap) lebih dari 30 juta atau terbesar di Indonesia. Pilkada Jawa Barat yang semula diprediksi oleh banyak pengamat akan terjadi gunjang ganjing, karena letaknya yang berhimpitan dengan DKI Jakarta,” tambah Wasikin. 

Selain itu, Wasikin mengatakan bahwa politisasi sara juga tidak terjadi selama Pilkada. Karena keempat pasangan calon peserta Pilgub Jabar berasal dari suku dan agama yang sama. “Jadi tidak ada pintu mausk orang untuk mempersoalkan agama. Demikian juga dengan ras dan antargolongan, semuanya ras Indonesia, sehingga politisasi sara tidak terjadi selama proses tahapan Pilkada Jawa Barat,” imbuhnya. 

“Kemudian amankah Pilkada Jawa Barat? Saya pastikan paling aman, karena sepanjang Pilkada di Jawa Barat tidak ada satu pun peluru (aparat keamanan) yang meleteus yang terkait dengan Pilkada. Kemudian tidak ada api yang membumbung dengan asap pekat tentang Pilkada, kemudian tidak darah yang bercucuran terkait dengan Pilkada,” ujar Wasikin. 

“Dan terakhir tidak ada satu pun kaca Kantor KPU atau Kantor Panwaslu yang pecah terkait dengan Pilkada, sehingga anggaran rehabilitasi atau perbaikan gedung tidak terserap,” paparnya disambut tawa hadirin yang hadir dalam rapat pleno KPUD Jabar. 

Tim Sinkronisasi Gubernur Jabar Terpilih

Dalam pidatonya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jabar 2018-2023, Mochamad Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum mengaku pihaknya telah membentuk tim sinkronisasi. Tim ini untuk melakukan penyesuaian program kerja antara visi misi paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih dengan program Pemda Provinsi Jawa Barat yang telah berlangsung. 


“Kami juga sudah membentuk tim sinkronisasi, semata-mata agar hal-hal besar sampai kecil bisa nyekruh dengan mulus. Kebetulan ketuanya (Tim Sinkronisasi) adalah Bapak Eri Riana Harjapamengkas, Tokoh Jawa Barat,” ujar Ridwan Kamil (Emil) dalam pidatonya didampingi Uu Ruzhanul Ulum.


Untuk itu, Emil meminta agar pihaknya bisa melakukan koordinasi dengan Pemda Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jawa Barat. Hal itu terkait penyesuaian Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Terpilih 2018-2023. 

“Izinkan kami membacakan peraturan Permendagri Nomor 22 tahun 2018. Intinya adalah bahwa walaupun kami belum dilantik, pasangan terpilih ini dipersilahkan untuk melakukan koordinasi penyesuaian rencana kerja (RKPD), sehingga 2019 terjadi sebuah keberlangsungan rencana program yang memuat hak politik kami selaku pasangan terpilih,” ujar Emil. 

“Berdasarkan hak hukum yang diberikan oleh negara, walaupun kami belum dilantik, kami izin menghadap (kepada Pj. Gubernur dan Ketua DPRD Jawa Barat) untuk menyampaikan pokok-pokok gagasan, visi misi, yang harus ditampung dalam RKPD dan KUA-PPAS, sehingga tidak ada kendala yang berarti dalam proses transisi ini,” lanjutnya.


Menanggapi hal ini, Pj. Gubernur Jawa Barat Iriawan menyambut baik rencana Emil tersebut. Ada beberapa percepatan program pembangunan yang sudah dilakukan Iriawan dan harus segera ditindaklanjuti oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Terpilih. 


“Kita tunggu dengan senang hati. Karena saya juga ingin menyampaikan beberap hal yang perlu Gubernur Terpilih tahu, karena cukup panjang lima tahun (masa jabatan Gubernur), sehingga ada beberapa hal yang menjadi percepatan-percepatan yang saya lakukan supaya ditindak lanjuti untuk kepentingan rakyat Jawa Barat,” ujar Iriawan ditemui usai rapat pleno KPUD Jawa Barat. 


“Tim lapangannya (Emil) sudah ketemu dengan staf saya, nggak masalah. Beliau tahu bahwa pelantikan tanggal 17 (September) tapi harus tahu juga RKPD 2019 seperti apa. Pasti wajib saya memberikan pintu terbuka,” tuturnya. 


Selain itu, Emil dan Uu juga akan membentuk Majelis Pertimbangan Gubernur dalam pemerintahannya. Anggota majelis ini akan memberikan masukan untuk program pembangunan di Jawa Barat di bawah kepemimpinannya selama lima tahun ke depan. 


“Oleh karena itu, ada rencana kami akan membentuk namanya Majelis Pertimbangan Gubernur, isinya adalah semua mereka-mereka yang menjadi pasangan calon gubernur akan kami undang untuk mengisi forum tersebut dan para mantan gubernur, sehingga dalam membimbing kami selama lima tahun ke depan kami punya suara dan nasihat yang begitu mencintai Jawa Barat,” tukas Emil.


Emil dan Uu merasa bersyukur sekaligus istighfar mendapat amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar. Ada sekitar 48 juta warga Jabar yang harus disejahterakan dan 27 daerah kabupaten/kota harus dimajukan.  

“In Shaa Allah semua akan coba kami wujudkan, visi misi dalam waktu lima tahun,” kata Emil.  

Semua rakyat Jawa Barat akan Emil dan Uu lindungi tanpa dibeda-bedakan. Sekitar 48 juta warga Jabar pun akan diberikan solusi tanpa dibedakan agama atau golongan, pendukung atau bukan pendukungnya ketika Pilkada.  

“Setelah kami dilantik, kami sudah bersumpah bahwa seluruh 48 juta warga Jawa Barat akan kami lindungi, akan kami sayangi, akan kami beri solusi tanpa membeda-bedakan apakah dia pendukung kami atau bukan, tanpa membeda-bedakan agama, golongan yang sama dengan kami atau bukan, tanpa membeda-bedakan apakah daerahnya menang pasangan Rindu atau bukan, semua sudah kami lupakan. Pilkada adalah masa lalu, Jabar juara lahir bathin adalah masa depan,” pungkas Emil.

Pembangunan Perlu Peran Serta Masyarakat

Mitrapolisi/
BANDUNG - Salah satu tokoh Jawa Barat, yang juga Gubernur Jabar 2003-2008 Danny Setiawan mengatakan, bahwa seorang pejabat seperti Gubernur tidak bisa bekerja tanpa ada bantuan publik. Masyarakat perlu diajak untuk berperan serta dalam melaksanakan pembangunan.

Hal itu diungkapkan Danny, pada acara Silaturahim Penjabat Gubernur Jawa Barat dengan para sesepuh, seniman, budayawan, dan tokoh masyarakat Jawa Barat di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Rabu pagi (25/7/18).

"Dalam pengalaman empirik bahwa ternyata seorang gubernur tidak bisa berbuat banyak kalau seandainya publiknya atau masyarakatnya sebagai pelaku-pelaku pembangunan itu tidak memberikan bantuan yang luar biasa. Sulit seorang gubernur melakukan itu (pembangunan)," kata Danny dalam sambutannya.

Ketika menjadi gubernur, Danny mengaku pihaknya selalu melakukan diskusi dengan semua elemen masyarakat seperti dengan seniman, budayawan, dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi pembangunan Jawa Barat.

"Kita (pemerintah) tidak mungkin bisa membuat Jawa Barat lebih hebat, lebih baik daripada provinsi yang lain manakala kita sebagai pemimpin daerah tidak bisa bekerja sama dengan masyarakat," lanjutnya.

Menurut Danny, semua elemen masyarakat termasuk di dalamnya para seniman, budayawan, tokoh masyarakat menjadi modal sosial untuk berlangsungnya pembangunan suatu daerah. "Ini seharusnya modal sosial kita adalah para tokoh-tokoh, para seniman, juga kelompok-kelompk masyarakat yang lain," tandas Danny.

"Kelemahan-kelemahan kita, kita kadang melupakan masyarakat banyak, masyarakat yang terdiri dari segmen-segmen berbagai macam. Saya kira sebagai seorang pemimpin kita harus tahu bagaimana mengakses segmen-segmen itu, hingga segmen-segemen itu semuanya bisa memberikan bantuan yang penuh terhadap pembangunan Jawa Barat ini," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan dalam sambutannya di acara silaturahim tersebut. Kata Iriawan, dukungan masyarakat adalah hal utama agar pembangunan bisa berjalan dengan baik dan maksimal.

"Siapapun keberadaan Penjabat Gubernur ataupun Gubernur tanpa didukung oleh komponen masyarakat tentu tidak akan berhasil (pembangunan)," ungkap Iriawan.

"Kami sepakat dengan Pak Danny, bahwa dukungan dari komponen masyarakat itu yang utama. Tanpa dukungan itu tentunya tidak akan pernah berhasil (pembangunan)," lanjutnya.

Lebih lanjut, Iriawan menjelaskan bahwa ada dua hal utama yang ditugaskan negara kepada dirinya sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. Diantaranya mengefektifkan roda pemerintahan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan mengawal jalannya Pilkada Serentak 2018 di wilayah Jawa Barat.

"Tugas saya di sini, pertama mengefektifkan jalannya roda pemerintahan di Jawa Barat melalui koordinasi dengan stakeholder yang ada baik eksternal maupun internal," tutur Iriawan.

"Yang Kedua, tugas saya mengawal Pilkada yang ada di Jawa Barat. Alhamdulillah Pilkada Jabar sukses, tidak ada peluru yang meletus, tidak ada genteng dan kaca yang pecah, dan tidak darah yang tumpah," katanya.

Namun, Iriawan mengatakan bahwa bahwa pihaknya tidak hanya fokus mengerjakan dua hal itu. Tapi dengan berbagai perangkat daerah dan stakeholder yang ada Iriawan mengerjakan hal lain yang menjadi program pembangunan di Jawa Barat. Dia mencontohkan, dia meninjau dan mengawal jalannya pembangunan berbagai proyek strategis nasional agar berjalan maksimal. Seperti operasional BIJB Kertajati, berbagai proyek bendungan seperti di Kuningan dan bendungan Leuwikeris, berbagai proyek jalan tol, dan lainnya.

Untuk itu, pada kesempatan ini, Iriawan meminta dukungan kepada para tokoh dan sesepuh Jawa Barat, para seniman dan budayawan agar bisa menjalankan tugas sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat selama kurang lebih tiga bulan ini secara maksimal.

"Saya akan laksanakan tugas sebagai Penjabat Gubernur ini dengan baik. Dukung saya dan koreksi saya apabila ada hal yang tidak pas yang saya lakukan," pintanya.

Para sesepuh dan tokoh, juga seniman dan budayawan yang hadir selain Danny Setiawan, diantaranya Mantan Gubernur Jawa Barat R Nuriana dan Mantan Wakil Gubenur Noeman Abdul Hakim, budayawan dan seniman Uu Rukmana, Tisna Sanjaya, Ganjar Kurnia, serta berbagai tokoh dan seniman budayawan lainnya.

Senin, 23 Juli 2018

Obor Asian Games 2018 Akan Dibawa Berkeliling 18 Provinsi

Mitrapolisi/
JAKARTA,  Obor Asian Games 2018 akan melewati lima kabupaten/kota di Jawa Barat. Kelimanya, akan jadi bagian dari rangkaian 50 kabupaten/kota di 16 provinsi yang akan dilalui obor Asian Games Juli mendatang.

Kelimanya adalah Kabupaten Purwakarta, Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kota Bogor, dan Kabupaten Cianjur. Kelima terpilih bukan hanya karena memiliki jalur selintasan menuju Caldron tempat api Asian Games nanti dinyalakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Tapi juga karena kelima daerah tersebut memiliki sejarah olah raga di Indonesia.

"Tadinya hanya akan diarak di empat daerah penyelenggaran saja. Namun, karena adanya amanat dari Presiden RI untuk menggemakan Asian Games di daerah-daerah, maka kami akan gelar touch relay di sekitar 50 kabupaten/kota di 16 Provinsi. Api awalnya akan diambil dari India untuk kemudian nanti disatukan dengan api abadi di Mrapen, Jawa Tengah pada saat 'welcome dinner" bersama perwakilan Komite Olimpiade (NOC) negara-negara peserta di Prambanan pada 14 Juli mendatang," kata Direktur Ceremony Inasgoc, Herti purba kepada wartawan saat Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Pengarakan api obor (touch relay) 2018 di hotel Menara Peninsula, Jakarta, Senin 23 April 2018.

Karena keterbatasan waktu, maka pihaknya baru akan bergerak 15 Juli mendatang. Mengingat waktunya sudah terpotong puasa dan libur bersama hari Raya.

"Jadi, kami hanya punya waktu efektif selama sebulan saja untuk mempersiapan arakan obor ini. Nantinya torch akan dibawa oleh 2 ambassador olah raga Indonesia, yakni Susi Susanti dan satu lagi masih di cari. Minimal torch ambassador ini adalah Olimpian atau minimal peraih medali perak di Asian Games. Tugas torch ambassador ini adalah memegang obor Asian Games 2018 didampingi oleh 10 torch  barrier. Yang terdiri dari atlet nasional atau daerah, lalu juga ada 10 tour guard dari TNI yang mengawal dan mengamankan kondisi lintasan arakan dan api," tukas Herti.

Maksimal tiga jam satu daerah
Karena terbatasan waktu, maka ketepatan waktu (timing) menjadi hal yang penting dan harus dipertimbangkan pihaknya, agar api bisa sampai sesuai waktunya pada saat pembukaan Asian Games 18 Agustus mendatang di SUGBK. Untuk itu, dia pun memberikan batasan durasi waktu baik untuk kegiatan arakannya di tiap daerah, maupun waktu tempuh untuk para pelari pemegang obor.

"Jadi durasi torch relay per daerah maksimal 3 jam. Dua jam untuk lari, satu jam untuk acara di tiap daerah yang dilalui. Jarak tempuk arakan api obor adalah 10 km per kotanya, dengan jumlah pelari 20 orang yang masing-masing akan lari 500 meter dengan catatan waktu maksimal 6 menit. Itu demi memenuhi ketepatan waktu sampainya obor. Jika ada pelari yang berlari lebih dari 6 menit, maka dia akan langsung diganti," tutur Herti.

Untuk daerah-daerah yang dilalui oleh arakan obor Asian Games 2018 ini, diharapkan mereka masing-masing bisa menampilkan kebudayaan dan keseruan di daerahnya. Pemda diminta agar bersama-sama bisa memeriahkan acara arakan obor ini dengan memberdayakan para pelajar, artis daerahnya, dan lain-lain dengan gelaran festival di daerah masing-masing.

Jadwal lengkap arakan obor dari New Delhi sampai Jakarta
Untuk rute perjalanan arakan obor Asian Games 2018, runtutannya, 14 Juli api akan diambil dari Stadion Dhyan Chand di New Delhi, India oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA). Lalu diterbangkan menuju Yogyakarta pada 17 Juli.

Di Yogya nanti, Panitia Pelaksaan Asian Games 2018 (Inasgoc) juga akan mengambil api dari sumber api abadi di Mrapen ada 18 Juli untuk kemudian di bawa ke candi Prambanan. Di Prambanan ini kedua api akan disatukan, sebagai tanda kesiapan Indonesia untuk menggelar Asian Games.

Api kemudian akan mulai berkeliling Indonesia, mulai dari DIY 19 Juli menuju Stadion Sriwedari sebagai tempat bersejarah bagi olah raga Indonesia. Di situ pertama kalinya Pekan Olah raga Nasional (PON) di gelar.

Api lanjut ke Blitar 20 Juli, untuk kemudian di bawa 'soan' ke makan Bung Karno. Lanjut ke Malang lewat Kepanjen.

Api kemudian akan dibawa ke Gunung Bromo pada 21 Juli dini hari pukul 01.00 WIB. Disana, ada pasukan kavelari dari kepolisian yang dipimpin atlet berkuda Nabila Syakieb, yang akan membawa api menuju kawah Gunung Bromo.

Lepas dari Bromo, api Banyuwangi pada 21-23 Juli. Sampai di Banyuwangi, api dibawa ke Kawah Ijen dan pantai Boom sebelum akhirnya disebrangkan dengan kapal feri ke Bali.

Sampai Bali, 23-24 Juli api akan keliling gilimanuk, kuta, dan tanah lot. Di tanah lot, akan diambil pengambilan gambar obor pada saat sunset.

Pada 24 Juli api kemudian menuju Mataram, NTB melalui udara. Di Mataram api tidak lama, karena akan langsung diterbangkan menuju Raja Ampat, Papua lewat sorong.

Di Raja Ampat ini, api akan dibawa menyelam dan berlayar dengan kawalan kapan-kapal perang suku Papua di Pianemo, sebelum akhirnya di karak keliling kota Sorong. Api kemudian berlanjut ke Makassar. Dari Makassar, rombokan arakan api ini akan melalui jalan darat sejauh 200 km menuju Tanjung Bira. Dari Tanjung Bira, api akan diajak melaut dengan meggunakan kapan phinisi menuju Pantai Losari.

Sumatera dulu baru Jawa
Dari Makasar ke Banjarmasin pada 30-31 Juli. Di sini, api rencananya akan dipamerkan kepada masyarakat di pasar terapung dengan menggunakan sampan.

Lanjut ke Aceh pada 31 Juli - 1 Agustus untuk di arak keliling kota, dan kemudian menuju Si Langit via udara. Sesampainya di Danau Toba, api akan diarak menuju pantai Bul-Bul dengan bersepeda. Api kembali diterbangkan ke Pekanbaru, lalu jalan darat menuju Bukit Tinggi, dan Jambi pada 1-3 Agustus. Lanjut ke Palembang.

Di Palembang ini, api akan dibawa terjun parung dengan titik mendarat di Jakabaring. Lalu di bawa ke Pulau Kamaro dengan kapal melewati jembatan Ampera.  Di Palembang ada 4-5 kabupaten/kota yang akan dilalui oleh arakan obor Asian Games 2018.

Dari Palembang, api menuju Bandar Lampung dan menyebrang ke pelabuhan Merak, Banten, Serang pada 9-10 Agustus. Setelah keliling Serang, api langsung di bawa ke Purwakarta, guna mengikuti festifal Citarum dan lanjut menuju Kota Bandung dengan finis di Gedung Sate.

Pada 12-13 Agustus, api menuju Garut dan Cianjur untuk kemudian diinapkan di Istana Cipanas. Esoknya, api akan dibawa dengan diterjunkan dengan menggunakan Paralayang di puncak sebelum di bawa keliling Jakarta pad 15-16 Agustus.

Pada 17 Agustus, api akan dibawa ke Pulau Pramuka di kepulauan seribu untuk ikut dalam upacara bendera HUT RI dan sorenya, akan dibawa ke Istana Negara dan pada saat upacara penurunan bendara pusaka di istana, prosesi serah terima api dari Presiden ke Ketua Inasgoc akan dilakukan.

Pada 18 Agustus, api yang menginap di Balai Kota Jakarta akan di bawa oleh torch barrer bersama 2018 pelari lainnya menuju GBK. Lalu api akan dinyalakan dua torch ambassador pada saat upacara pembukaan Asian Games 2018.

20 Kota-kab di Jabar Berpredikat Layak Anak dapat Penghargaan dari Menteri PPPA Yohana Yembise

Mitrapolisi/
SURABAYA -  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat meraih anugerah sebagai Pemprov Penggerak Pengembangan Kokab Layak Anak Terbaik karena 50 persen daerahnya telah berpredikat layak anak. Penghargaan lain yang diraih Pemprov Jabar yaitu Pembinaan Forum Anak Trrbaik Tingkat Provinsi.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PPPA Yohana Yembise pada Anugerah Kota Layak Anak 2018 yang kali ini digelar di Kota Surabaya, Senin (23/07/2018) malam, atau bertepatan dengan puncak peringatan Hari Anak Nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa yang hadir pada Anugerah Kota Layak Anak 2018 mengapresiasi karena setiap tahunnya semakin bertambah daerah di Jabar yang berpredikat layak anak.

"Terima kasih karena dari 27 Kokab se-Jabar 20 nya telah mendapatkan penghargaan layak anak," kata Iwa.

Dari 27 Kabupaten dan Kota (Kokab) di Jawa Barat, 20 daerah diantaranya ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai Kokab layak anak dengan berbagai kategori. Khusus untuk Kota Bandung dan Kabupaten Bogor mendapatkan peringkat Nindya dalam penganugerahan Kota Kabupaten Layak Anak (KLA) 2018.

Kedua puluh Kota Layak Anak dengan kategori diantaranya, penghargaan pemenuhan hak sipil terbaik, pembinaan forum anak terbaik, pencegahan perkawinan anak terbaik, unit pelayanan terpadu daerah untuk perlindungan perempuan dan anak terbaik, Puskesmas dengan pelayanan ramah anak terbaik dan sekolah ramah anak terbaik. Penghargaan khusus juga diberikan kepada Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) sebagai institusi kepolisian ramah anak bersama dengan Polres Banjar dan Polres Sorong.



Khusus untuk kategori Pembinaan Forum Anak Daerah Terbaik Tingkat Provinsi, Pemprov Jabar dinilai telah mewadahi partisipasi bagi anak yang belum berusia 18 tahun dimana anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak, dikelola oleh anak dan dibina oleh pemerintah daerah sebagai media untuk mendengar, memenuhi aspirasi, pendapat, keinginan dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan. Adapun kriteria pemberian penghargaan ini meliputi adanya kebijakan daerah, terbentuknya kepengurusan forum anak, tersedianya sarana dan prasarana sekretariat forum anak serta terlaksananya program dan kegiatan positif, kreatif, inovatif.

Sekda Iwa berharap, tahun berikutnya seluruh Kokab di Jabar meraih predikat layak anak. Dengan begitu maka Jabar bisa menjadi provinsi di Indonesia dengan peringkat utama layak anak.

"Tahun depan kita harapkan seluruh Kokab dapat predikat layak anak. Akan kita kejar tujuh daerah lagi yang belum mendapatkan. Dengan begitu maka provinsi pun menjadi peringkat utama atau penghargaan paling tinggi," harapnya.

Untuk itu, Iwa akan terus mendorong daerah agar melakukan upaya peningkatan perhatian kepada anak dan membangun komunikasi intensif kepada semua pihak pemerhati anak. Selain itu, upaya lain akan Ia dorong melalui jalur pendidikan dari SD hingga SMU baik negeri maupun swasta seperti menciptakan konsep sekolah ramah pada pendidikan formal dan informal.

"Juga melalui pendekatan keagamaan di masjid, mushola dan saluran-saluran Ormas keagamaan. Dengan cara yang kita kembangkan ini Alhamdulillah perkembangannya signifikan sehingga perhatian kepada anak menjadi meningkat dan dinilai oleh pemerintah pusat, Alhamdulillah dari tahun ke tahun terus meningkat," ungkapnya.

Sementara itu Menteri PPPA Yohana Yembise menuturkan, tahun ini Kokab berpredikat layak anak meningkat cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Terbukti dari 389 peserta pada Anugerah KLA 2018, 177 Kokab dianugerahi layak anak.

"Evaluasi Kokab layak anak tahun 2018 diikuti oleh 389 daerah dan yang meraih penghargaan 177 Kokab. Jumlah ini meningkat 50% dari tahun 2017," katanya.

Anugerah KLA 2018 juga diberikan kepada 10 pemerintah Provinsi sebagai penggerak pengembangan Kokab layak anak. Dua Kota meraih peringkat utama layak anak, peringkat nindya 11 Kokab, madya 51 Kokab dan pratama 113 Kokab.

Dikatakan Yohana, anugerah KLA  merupakan kerja keras Pemda dalam pembangunan nasional di bidang pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang didukung oleh lembaga masyarakat, dunia usaha, media serta peran dari forum anak sebagai pelapor dan pelopor. Pemerintah pusat telah menargetkan Indonesia layak anak pada tahun 2030.

"Semua daerah harus layak anak karena target kami adalah tahun 2030 Indonesia layak anak. Perjalanan masih panjang, ini pekerjaan rumah yang besar perlu sinergi dan kerja keras dari pemimpin-pemimpin di daerah," tuturnya.

Saat ini jumlah anak di Indonesia mencapai 87 juta jiwa. Namun belum ada satu provinsi pun yang ditetapkan layak anak.

"Belum ada provinsi di Indonesia yang layak anak karena harus semua Kokabnya layak anak tapi sekarang ini sudah menuju kesitu," ujarnya.

Sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, perempuan dan anak adalah urusan pemerintah daerah. Untuk itu Yohana meminta perhatian khusus kepada seluruh Pemda. Ia menuturkan, saat ini banyak laporan yang masuk ke KemenPPPA dari pemerintah daerah terkait kecilnya anggaran untuk peningkatan pemberdayaan dan perlindungan anak.

"Banyak laporan masuk ke saya yang mengeluh bahkan anggaran mereka sangat kecil, padahal jangan takut untuk meningkatkan anggaran untuk perempuan dan anak karena dua pilar ini yang menyelamatkan bangsa ini kedepan. Di negara lain yang sudah saya kunjungi dan pelajari mereka investasi besar-besaran untuk perempuan dan anak karena menurut mereka perempuan lah yang akan menyelamatkan planet ini kedepan dan anak-anak lah yang akan menjadi pemimpin dan generasi masa depan," pungkas Yohana.

Bandara Kertajati "Belum Siap" Jadi Embarkasi Haji

Mitrapolisi/
Majalengka-Pemberangkatan jamaah haji 2018 melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dipastikan batal. Hal ini karena sarana dan prasarana bandara yang dikenal dengan nama Kertajati ini belum memadai dan memenuhi syarat. Senin, 23/7-18

Direktur Operasi dan Teknik AP II Djoko Murjatmodjo menilai bandara ini belum siap sebagai bandara embarkasi lantaran tidak ada asrama haji untuk tempat transit jamaah. "Bandara BIJB Kertajati tidak jadi untuk penerbangan haji, sudah dirapatkan," ujarnya di Palembang saat konferensi pers Promosi Asian Games 2018,

Kementerian Agama secara resmi juga sudah mengumumkan kepada jamaah, BIJB Kertajati tidak akan dijadikan embarkasi antara. Jamaah dari wilayah Jawa Barat akan diterbangkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Pesawat Kepresidenan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo dan rombongan disambut prosesi water salute (penyiraman air) saat mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat,
Belum ada maskapai yang mendarat di Bandara yang diresmikan sejak 24 Mei 2018 itu karena faktor aksesibilitas. Hanya ada tambahan penerbangan Citilink saat angkutan Lebaran.

Sebelumnya, Direktur Keuangan BJIB M Singgih mengatakan panjang landasan (runway) bandara ini belum memadai untuk menampung pesawat Boeing 777 (triple seven) ketika lepas landas atau mendarat. “Harapan kami, panjang runway bisa terwujud menjadi 3.000 meter, sebagai salah satu syarat penerbangan ibadah haji,"
Sedangkan saat ini landasan bandara sepanjang 2.500 meter. Selain persoalan runway, PT BIJB juga berharap Kementerian Perhubungan segera menerbitkan izin badan usaha bandar udara (BUBU). Di dalam amanat Perda Provinsi Jawa Barat, BIJB merencanakan, membangun, juga mengoperasikan bandara itu sendiri.